From Helping To Love

From Helping To Love
eps 34:kota swedia



Sonia dan Gyuri berjalan bersama, sedangkan Do hyun berjalan di belakangnya bersama Baegyoel.Mereka berdua hanya terdiam.


Sesampai bandara kota swedia.Do hyun sedang memberikan tiket tiket mereka untuk chek in hotel.


Selesai chek in."Hotel sudah ku siapkan, jadi sementara kalian ikut aku.Aku yang akan mengantarkan kalian menuju hotel masing masing dan akan aku hubungi kau manager Gyuri untuk meeting besok."ucap Do hyun menjelaskan.


"Baik pak ceo."jawab Gyuri menunduk.


"Dan kau Baegyoel, beri tahu yang lainnya untuk segera datang ke hotel yang sudah ku tujukan, mengerti."tatap Baegyoel.


"Baik pak ceo, bisa nanti kan pak."ujar Baegyoel masih mau bersama Gyuri.


"Pergi sekarang, sebelum mereka kebingungan, jika terjadi itu seperti itu, akan saya potong gaji kamu."mengancam.


"Baik, baik pak, saya pergi sekarang."bergegas menuju karyawan lainnya, otomatis dia meninggalkan Sonia, Gyuri dan Do hyun.


"Baiklah, mari manager Gyuri dan Sonia, naik kemobilku.Akan saya antar kalian menuju hotel."ucap Do hyun menuju mobilnya.


"Baik pak ceo."menjawab bersama.


Sesampai hotel yang di tujukan Do hyun, hotel tersebut bernama hotel big one.


Didepan hotel."mari kita masuk untuk melihat kamar kalian."ujar Do hyun langsung masuk ke dalam hotel.


"Baik pak."ucap Gyuri menurut.


Didalam hotel dan sedang chek ini hotelnya."kami ingin menyewa hotel, ini nomor nya,dimana ya letaknya?."tanya Do hyun sambil memberikan nomor hotelnya.


"Boleh saya lihat nomornya."mengambil nomor hotelnya.


"Oh, nomor 233, 234, 236, di lantai 2 pak.Bapak bisa kesana lewat lift."jawab pelayan hotel tersebut.


"Terima kasih banyak."jawab Do hyun.


"Sama sama pak, selamat dinikmati."ucap pelayan tersebut.


Menghadap ke arah Gyuri dan Sonia."Mari kita ke lantai 2, disana kamar kalian."ucap Do hyun.


"Kami bisa sendiri pak, dari tadi kami sudah sangat merepotkan bapak, saya jadi merasa ga enak."ucap Gyuri merasa segan.


"Sudahlah, kau ikuti saja aku, atau gajimu akan dipotong."mengancam kembali.


"Eh, jangan pak, baik saya akan menurut."pasrah.


Sesampai kamar chek in mereka."Ini kamar kalian, karena kalian sesama wanita tidurlah dalam 1 kamar, agar tidak banyak biaya, jika ingin sendiri sendiri, akan saya urus, bagaimana."ucap Do hyun sekaligus bertanya.


"Ehh, tidak usah pak, jangan repot repot.Kami bisa tidur bersama kok pak,lagian kami kan sesama wanita, yakan Sonia."jawab Gyuri tersenyum.


"Tentu saja pak ceo, saya tidak keberatan kok."ucap Sonia tersenyum.


"Baiklah, nih kunci kamarnya, saya mau pergi dulu karena ada urusan.Jika kalian mau melihat kota swedia, silahkan asalkan jaga diri."ujar Do hyun memberikan kunci kamar mereka.


Mengambil kuncinya dari tangan Do hyun."Terima kasih banyak pak ceo, maaf sudah merepotkan anda tadi, lain kali saya traktir makan bareng ya pak." ucap Gyuri tersenyum.


"Baiklah, ku pegang janji mu, saya pergi dulu."langsung meninggalkan mereka berdua.


Didalam kamar."huhhh, pak ceo sulit ditebak ya bu manager, kadang baik kadang seperti monster."ujar Sonia duduk di sofa.


"Bener banget tu yang kau bilang Sonia, saya sampai bingung harus mengatasi pak ceo seperti apa, karena dia orangnya tidak terlalu bergaul dengan orang lain, kadang saya kasihan kepada pak ceo, karena harus mengurus perusahaan sebesar itu."ucap Gyuri melepaskan jaketnya.


"Bu manager selalu saja membela pak ceo, apa bu manager menyukai pak ceo."


Terkejut."heh....mulai lagi, kau selalu saja berburuk sangka kepadaku."jawab Gyuri menatap sonia.


"Hehehehe, bukan seperti itu kok bu manager, saya hanya bercanda, jangan dimasukkan ke hati.Omong omong, bagaimana kalau kita keluar sebentar melihat bunga sakura."ucap Sonia mengajak Gyuri berjalan jalan.


"Ide bagus tuh, yuk."jawab Gyuri.


Merekapun keluar bersama melihat bunga sakura."Wahhh, indah banget, pas banget kita kesini, saya tidak tahu kalau di swedia ada bunga sakura juga."ucap Gyuri memandangi bunga sakura yang sedang bermekaran dan berjatuhan.


"Tentu saja bu manager, tidak hanya di jepang saja yang ada bunga sakura, di swedia juga dikenal akan keindahan bunganya, ini masih tidak ada apa apa ya ,bu manager belum melihat taman bunganya, begitu indah....,"ucap Sonia membayangkannya.


"Wahhh, aku jadi tidak sabar, apa boleh kita pergi duluan untuk melihatnya."tidak sabar melihatnya.


Tiba tiba Baegyoel datang."Halo bu manager dan Sonia."sapa Baegyoel sambil ngos ngosan.


"Eh Baegyoel, kenapa kau ngos ngosan, seperti dikejar rentainer."ucap Sonia.


"Diamlah, dari tadi aku mencari kalian, ternyata kalian disini."jawab Baegyoel.


"Sudahlah, kalian jangan bertengkar, kita datang kesini untuk menikmati keindahan kota swedia, jangan merusaknya."ucap Gyuri tegas.


"Maaf bu manager, kami memang seperti ini, maaf membuat bu manager risih."jawab Sonia.


"Aku bukan risih, tapi jangan samakan sikap kalian di rumah dan disini, mengerti."ujar Gyuri menatap mereka berdua.


"Baik bu manager."jawab mereka bersama.


"Sudahlah, karena kita sudah bersama, mari kita mampir ke restoran dulu, untuk mencoba makanan swedia.


"mariiii."teriak Sonia dan Baegyoel bahagia.


Sesampai restoran."wahhh, ramai sekali bu manager."ujar Sonia terkejut.


"Katanya restoran ini memiliki cita rasa yang begitu lezat, sampai orang bisa merasakan kenikmatannya."ucap Baegyoel menjelaskan.


"Wahhh, pas banget itu untuk menghilangkan beban pikiran kita, mari kita masukk."teriak Gyuri langsung masuk ke dalam.


Didalam restoran, mereka sudah duduk setelah menunggu bangku kosong."aihh, lelahnya menunggu tempat kursi ini, padahal cuma mau makan saja tapi seribet ini, seharusnya kita tidak datang kesini tadi."ucap Sonia kelelahan menunggu.


"Sudahlah, lagian kita sudah disini, nikmati lah makanan kita nanti."jawab Gyuri.


"Pelayan."memanggil pelayan tersebut.


Pelayan pun datang."Ada yang bisa dibantu nona."tanya pelayan tersebut.


"Kalian mau pesan apa."tanya Gyuri ke Sonia dan Baegyoel.


Melihat buku pesanan."Saya pesan ramen daging iga, mochi dan capuccino."ucap Sonia.


"Buatlah saya sama sepertinya, jadi ramen daging iga ya 3, mochi 3 dan capuccino ya 3, kau sama juga kan Baegyoel."tanya Gyuri.


"Ya bu manager, samakan saja."tersenyum.


"Baik ditunggu pesanan kalian."langsung pergi membuat pesanan mereka.


Saat sedang menunggu pesanan mereka, tiba tiba Young rae datang dan menghampiri mereka."halo bu manager, kebetulan sekali kita bertemu disini."tersenyum.


Terkejut."Eh, kau rupanya Young rae, kenapa kau berada di kota swedia?."kaget.


"Bukannya perusahaan true flower yang memberikanku tiket gratis ke kota swedia, mana mungkin aku melewatkannya, lagian ini kan gratis, jadi aku hanya bersenang senang disini,eh rupanya kita bertemu bu manager."jawab Young rae.


"Kebetulan saya juga mampir kesini untuk menikmati makanan ini, ga taunya kita akan bertemu bu manager.Kalau begitu saya permisi dulu, nikmatilah makanan kalian."ucap Young rae meninggalkan meja mereka.


Setelah Young rae pergi."Dasar wanita gila, dia pikir dia siapa, beraninya dia melawan bu manager, aku ingin sekali menghajarnya."ujar Sonia kesal.


"Sudahlah Sonia, biarkan saja, lagian dia sudah tidak bekerja di perusahaan kita, jadi akan aman."menenangkan Sonia yang kesal.


"Bener banget yang dibilang bu manager, jangan permasalahkan soal dia, karena kita sudah di kota swedia kita harus menikmatinya, benar kan bu manager.


"Bener banget Baegyoel."tersenyum.


Pesanan mereka pun akhirnya datang."Ini pesanan anda, silahkan dinikmati."ucap pelayan meletakkan makanannya.


"Terima kasih banyak."jawab Gyuri tersenyum.


Disisi lain."Halo, aku akan menghubungi mu lagi, karena aku sudah menemukan targetnya, akan aku kirim uangnya jika kau berhasil melakukannya."ucap yang tidak lain lagi ialah Young rae yang sedang merencanakan rencana jahatnya.


"Baik nona, akan saya selesaikan dengan baik."ucap seseorang ditelepon.


"Baiklah, laksanakan dengan baik."ucap Young rae mematikan ponselnya.


"Lihat saja kau Gyuri, hidup mu tidak akan bahagia, karena kau sudah membuat ku seperti ini."ujar batin Young rae mengepalkan tangannya.