From Helping To Love

From Helping To Love
episode 37



Bangun dan memeluk Gyuri untuk menenangkannya."Sudahlah, ini bukan salahmu,ini salahku karena tidak memberitahu mu."ucap Do hyun memeluknya.


"Tetap saja aku yang salah, karena aku tidak menyadari bahwa kau itu Do hyun."jawab Gyuri masih meneteskan air matanya.


Melepaskan."Kenapa kau tidak mau memberitahu namamu, aku jadinya tidak tahu kau siapa.Abisnya kau beda dari yang dulu,sekarang kau orang ya posesif."melipat tangannya ngambek.


"Maafkan aku, ini memang salah ku, jangan marah ya."ucap Do hyun memegang kedua tangan Gyuri.


"Sudah, kau berbaring lah kembali,jaga kesehatanmu.jangar bergerak terlalu cepat."ujar Gyuri memerintahkannya.


"Baiklah, omong omong bagaimana dengan penjahat itu.Apa kau sudah mengurusnya?."tanya Do hyun khawatir.


"Belum, biar saja deh, yang terpenting kau baik baik saja."jawab Do mengusap pipi Do hyun.


Memegang tangan Gyuri."Terima kasih Gyuri.Apa sekarang aku boleh memanggil nama mu saja?."


"Tentu saja pak ceo."tersenyum.


"Jangan memanggilku dengan sebutan itu dong, panggil saja aku Do hyun, lagian kan kita sahabat dari kecil."memasang wajah menyedihkan.


Menutupi wajahnya karena salting."Astaga anak ini, selalu saja menggemaskan, kenapa jantung ku jadi tidak bisa dikendalikannya."ucap batin Gyuri pipi memerah.


"Kau kenapa?."tanya Do hyun bingung melihat wajah Gyuri yang memerah.


"Tidak a...apa...apa..sudahlah jangan banyak tanya, kau tidur lah, apa kau lapar?."


Mengiyakan."Aku pengen sup."memasang wajah imut.


"Baiklah, aku akan membeli dulu."jawab Gyuri berdiri bergegas membeli sup.


Menahan tangan Gyuri."Tunggu, kau pergilah dengan anak buah ku, agar tidak terjadi apa apa denganmu."ucap Do hyun.


"Sejak kapan kau mempunyai anak buah?."heran.


"Sudah lama sih, sejak kita tidak bertemu, aku hanya menyembunyikannya saja."mengelus lehernya.


"Baiklah, aku pergi dulu."memegang pipi Do hyun.


Setelah Gyuri pergi untuk membeli sup, Do hyun pun menghubungi seseorang dengan tatapan dingin.


"Halo."ucap dingin Do hyun ditelepon.


"Ya pak, ada yang bisa kami bantu."jawab tidak lain lagi detektif khusus di kota London yang pernah dia sewa untuk melakukan misi.


"Bisakah kau datang ke kota swedia untuk menyelidiki pelaku pembunuhan, aku sedang di rumah sakit sekarang, nyaris saja aku mati."ucap Do hyun menjelaskan.


"Baik pak, saya akan kesana secepatnya."jawab detektif tersebut.


"Aku akan membayar mahal jika kau berhasil melakukan bukti buktinya.


"Siap pak."


"Baguslah, kalau begitu aku tutup telponnya."langsung mematikan telponnya.


"Huh, masalah pelaku sudah siap, oh ya aku hampir lupa soal hadiah yang akan ku berikan kepada Gyuri sebagai ucapan hari valentine, gara gara kejadian tadi aku melupakannya.Aku harus menghubungi anak buah ku untuk mengambilkan kado yang berada di hotelku."ucap batin Do hyun menelpon anak buahnya.


"Halo pak bos, ada yang bisa saya bantu?."tanya anak buahnya ditelpon.


"Tolong ambilkan kado yang ada di hotelku.Dan bawa secepatnya."jawab Do hyun memerintah.


"Baik pak, akan saya antar secepatnya."ucap anak buahnya."


"Baiklah, itu saja yang mau saya katakan, kalau begitu saya tutup telponnya."langsung mematikan telponnya.


"Akhirnya siap juga, omong omong aku sangat kasihan melihat Gyuri tadi, dia terus menangisi ku dan terus meminta maaf padaku, arghhh aku jadinya sangat tidak bisa menahannya."ucap batin Do hyun menutupi wajahnya salting.


Gyuri pun sampai ke rumah sakit setelah membeli sup yang di inginkan Do hyun.


Masuk kedalam."halo pak ceo, apa pak ceo sudah menunggu."ucap Gyuri masuk sambil membawa bubur tersebut.


"Eh, aku sudah menunggu lama, lihat nih perutku sudah berbunyi dari tadi."jawab Do hyun membuat wajah menggemaskan lagi.


"Anak ini, semakin lama semakin menjadi jadi, karena dia tahu kalau aku ini Gyuri.Aku jadi tidak bisa menahannya."ucap batin Gyuri menahan salah tingkahnya.


"Baiklah, yang terpenting kau sudah datang membawa makanannya.


Menyuapi supnya kepada Do hyun."Bukalah mulutmu, biar aku suapi."menyuapi Do hyun.


"Ehmm, enaknya, karena di suapi oleh Gyuri, aku jadi merasa lebih semangat."jawab Do hyun sambil mengunyah bubur ayam ya.


"Jika kau senang, aku akan lebih sering menyuapi mu seperti ini."menyuapi kembali Do hyun.


"Omong omong besok kita akan rapat, aku akan hadir besok.


"Jangan pergi, biar aku saja yang datang ke rapat tersebut.Lagian itu tidak susah, kan kau tahu aku ini bisa semuanya."membanggakan diri.


"Ya, ya Gyuriku memang pandai dalam segala hal."tersenyum.


"Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan padamu Do hyun."ujar gyuri menatap wajah Do hyun.


"Tanyakan saja jika kau ingin menanyakannya, jangan disembunyikan dihati."memegang tangan Gyuri dengan erat.


"Kenapa saat kau pindah ke london, kau sama sekali tidak pernah menghubungiku, bahkan menanyakan kabarku."ucap Gyuri sambil menyuapi Do hyun makan.


"Maafkan aku Gyuri, sebenarnya aku sangat ingin menghubungi mu, tapi aku tidak tahu nomormu, bahkan no ibu mu aku sudah lupa, maafkan aku."merasa bersalah dan menundukkan kepalanya kebawah.


Menaikkan kepala Do hyun agar menatapnya."Jangan membuat dirimu yang paling bersalah, aku juga bersalah karena tidak mengenalimu, padahal kau sudah menunggu ku lama agar kau membuat ku menyadarinya.Tapi aku juga tidak sadar."ucap gyuri memegang tangan Do hyun juga.


"Yang terpenting kita sudah bertemu, setelah ini jangan tinggalkan aku lagi ya."ujar Gyuri.


"Baiklah, aku menyayangi mu Gyuri."memeluk Gyuri.


"Aku juga menyayangi mu Do hyun." tersenyum sambil memeluk Do hyun dengan erat.


Melepaskan pelukannya, lalu mendekati ke wajah Gyuri."Sekarang kau milikku dan jangan terlalu dekat dengan pria lain, mengerti."ucap Do hyun semakin mendekati wajah Gyuri dan memegang pinggang ya.


Mengangguk dengan wajah imut.Tanpa basa basi mereka pun berciuman.


"Ughhh."suara hembusan nafas mereka berdua yang saling menyatu.


Merekapun saling merespon ciuman mereka dengan romantis mereka saling mendekat dan pipi mereka saling memerah karena bahagia.


Keesokan harinya tiba, dimana Gyuri akan melakukan rapat dengan perusahaan kota swedia.


Dikamar hotel."Bu manager, kenapa bu manager kemarin pulang sangat lama?."tanya bingung Sonia.


"Aku ada urusan, aku tidak sempat menjelaskannya kepadamu, nanti aku akan memberitahukan semuanya padamu.Kita harus cepat cepat ke ruang rapat karena rapat akan segera."jawab Gyuri bersiap siap untuk pergi.


"Baiklah bu manager, ku tunggu jawabannya."ucap Sonia menaikkan alisnya.


Setelah membereskan rapatnya, dia berhasil menyelesaikannya dan saat sedang diluar perusahaan one snack kota swedia.


"Bu manager sangat hebat,aku kagum, walaupun pak ceo tidak dapat hadir, bu manager bisa mengurus semuanya."ucap Sonia kagum.


"Kau baru tahu kalau bu manager itu hebat, bu manager kan memang selalu hebat."ujar Baegyoel meledek Sonia.


"Aku sedang berbicara dengan bu manager bukan dengan mu tau cowok cerewet."kesal.


"Sudahlah, jangan bertengkar.Aku mau pergi duluan karena masih ada urusan,kalian berdua lah dulu."melambaikan tangannya lalu pergi meninggalkan Sonia dan Baegyoel.


Gyuri pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Do hyun sambil membawa cheesecake, tadi dia mampir saat mau ke rumah sakit.


Sesampai rumah sakit, didalam kamar istirahat.


"Eh,kemana pak ceo, apa pak ceo sudah pulang."bingung Gyuri sambil mencari cari.


Tiba tiba suster datang."Permisi nona, ada yang bisa saya bantu?."tanya suster tersebut.


"Oh gini mba.Dimana orang yang beristirahat disini?."tanya Gyuri juga.


"Oh tuan yang disini barusan saja pulang,dia menitipkan surat ini kepada saya untuk diberikan kepada nona, nih nona."memberikan suratnya.


"Terima kasih banyak suster."tersenyum.


"Kalau begitu saya permisi dulu."pergi meninggalkan Gyuri.