
Di rumah sakit, Do hyun sudah di bawa ke ruang operasi untuk dilakukan operasi, dan Gyuri sedang menunggu diluar ruang operasi tersebut, sambil bermondar mandir karena khawatir.
"Kenapa pak ceo mau melakukan semua ini padaku, gara gara aku pak ceo jadi seperti ini."meneteskan air matanya.
Setelah menunggu berjam-jam, akhirnya operasi ya berjalan lancar.Dokter pun keluar dari ruang operasi tersebut.
"Bagaimana pak dengan bapak tersebut?."tanya Gyuri khawatir.
"Dia baik baik saja, karena anda membawanya tepat waktu, jadinya luka ya tidak terlalu dalam.Dia sudah kami letakkan dia ruang istirahat.Anda bisa melihatnya."jawab dokter tersebut.
"Tapi anehnya saat operasi mau berlangsung, dia terus memanggil nama Gyuri.Apakah itu anda?."tanya dokter tersebut.
"Ya pak dokter, itu nama saya.
"Kau beruntung bisa dicintai orang seperti itu, jangan lupakan kebaikannya, saya pergi dulu."ucap dokter tersebut memegang bahu Gyuri dan pergi meninggalkannya.
"Apa maksud dari pak dokter ya, sudahlah, aku harus melihat pak ceo."menuju ruang istirahat pasien.
Sesampainya didalam."Apa dia baik baik saja sus?."tanya Gyuri kepada suster tersebut yang sedang menata obat obatan.
"Dia sudah mendingan, tapi beberapa hari ini dia tidak bisa bangun karena efek dari tusukan tersebut."jawab suster tersebut.
"Oh ya nona, bisakah anda membawakan baju bapak ini, karena bapak ini akan menginap sementara dulu disini, untuk mendapatkan perawatan yang baik."ucap suster tersebut.
"Baik sus, terima kasih banyak atas perintahnya."tersenyum.
"Saya permisi dulu."keluar ruang istirahat.
Duduk dan memegang tangan Do hyun."Pak, apa yang bapak lakukan, sampai bapak melukai diri bapak sendiri."mulai menangis.
"Bapak jangan sok hebat dong, kalau bapak menyakiti diri bapak sendiri, itu tidak adil tau."mengusap usap tangan Do hyun.
Tiba tiba ponsel Gyuri berdering."Drrttt.drttt..."
"Halo,ada apa ya?."tanya Gyuri ditelepon.
"Dengan manager Gyuri."jawab ditelepon tersebut.
"Ya,ini siapa ya?."tanya kembali Gyuri.
"Kami dari bidang pemasaran snack dikota swedia, katanya kita akan mengadakan rapat besok kan, dan kata ceo ada berkas ya tertinggal makanya dia menyuruh diadakan rapat besok.Sebenarnya rapat ya akan dilakukan hari ini, tapi karena berkas perusahaan kalian tertinggal jadi rapat akan dilakukan besok.Dan dari tadi belum ada kabar kalau berkasnya sudah diambil, berarti berkas tersebut harus anda ambil ke kota anda, agar rapat kita berjalan lancar."ucap pegawai perusahaan tersebut.
"Baiklah, biar saya saja yang mengambilnya, terima kasih banyak telah menyampaikannya."langsung mematikan ponselnya.
"Astaga, kenapa pak ceo tidak mengatakannya bahwa berkasnya tertinggal, kan aku bisa mengambilkannya, lagi lagi pak ceo selalu saja mengasihani ku, sampai sampai bapak merelakan nyawa bapak sendiri."kembali menggenggam tangan Do hyun yang masih terbaring pingsan ditempat tidur.
"Aku harus kembali ke kota korea untuk mengambil berkas yang tertinggal dirumah pak ceo."ucap Gyuri berdiri bergegas ke bandara.
"Cepatlah sembuh pak ceo, aku akan selalu berada disisi bapak."memegang tangan Do hyun dan langsung pergi.
Dipesawat.Setelah Gyuri mengurus tiket cukup lama.Akhirnya dia sudah berada di pesawat dan menuju negaranya.
Setelah perjalanan cukup lama dan membutuhkan berjam jam, akhirnya dia sampai juga di kota korea.
Turun dari pesawat."Akhirnya aku kembali lagi ke kota korea, padahal baru berapa hari di swedia,aku merasa sangat rindu dengan kota ini."ucap batin Gyuri langsung bergegas ke rumah Do hyun karena berkas ya ada dirumahnya.Dia tahu karena pernah membahasnya dengan Do hyun dirumahnya.
"Sesampai kamar Do hyun, Gyuri fokus mengambil dokumen Do hyun yang ada di lemari, dia baru teringat kalau suster tadi menyuruhnya juga untuk membawakan pakaiannya, dia pun juga mengambil beberapa pakaian Do hyun dan di diletakkan di kopernya.
Dan saat dia mau keluar dia reflek melihat buku yang ada di atas meja belajar Do hyun dan dia menghampirinya.
Gyuri fokus memulai membaca buku tersebut.
"Didalam buku catatan Do hyun.
"Buku ini ku tulis karena aku merindukanmu, sejak aku tau tentang kabarmu bahwa dirimu berada disini.Aku langsung datang ke kota ini untuk melihatmu secara langsung, karena aku sangat merindukanmu.Sejak aku melihat mu kembali dengan wajah yang berbeda, entah kenapa hatiku kembali berdetak kencang kembali.Seperti pada masa kecil kita, maaf aku telah meninggalkan mu sendirian disini.
"Aku benar benar minta maaf.Sejak aku bertemu lagi dengan mu aku langsung kenal dengan wajah menggemaskan mu itu, dan dari dirimu memperkenalkan namamu, disitu aku yakin itulah dirimu Gyuri.Sejak kau bercerita bahwa kau mencintai seseorang yang kau tunggu itu, itu adalah aku Gyuri.Disitu aku benar benar ingin memeluk mu.Maaf selama ini aku meninggalkanmu, aku benar benar ingin memberi tahumu bahwa selama ini pria yang kau rindukan itu adalah aku Gyuri.Aku harus menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkan perasaan ku selama ini, jadi aku tulis saja perasaan ku dibuku ini.Aku benar benar sangat mencintaimu Gyuri.Aku rela nyawa menjadi taruhannya agar kau selalu berada disisi ku, aku benar benar sangat mencintaimu.Kuharap kau mau memaafkan ku."salam Do hyun.
Gyuri yang tak bisa menahan air matanya,ia pun meneteskan air matanya.
"Hikss,hiksss."tangis kencang Gyuri menyesal.
"Hiks....hiksss, maafkan aku, maafkan aku.Selama ini aku tidak sadar bahwa kau adalah Do hyun, orang yang selama ini aku rindukan.Maafkan aku, hikss,hikss."berlinang deras air mata Gyuri, sangat merasa bersalah.
Memeluk buku tersebut."akhirnya aku menemukan mu, aku sangat merindukanmu, maafkan aku.Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri."
"Aku tidak akan pernah memaafkan diriku, maafkan aku, itu mengapa kau tak pernah menyebut nama mu. Rupanya karena kau menyembunyikannya dari ku, dasar Do hyun bodoh, kau seharusnya memberitahukannya padaku bukan malah seperti ini."ujar Gyuri terus meminta maaf pada dirinya sendiri atas kesalahannya.
"Kenapa kau membuat nyawa mu hampir saja melayang karena ku, kenapa!!, memukuli dadanya.
"Dan saat operasi, kau terus memanggil nama ku, kau begitu mencintaiku, maafkan aku, maafkan, hiksss.....hiksss...."menyesal dan terus menangis.
"Kali ini aku takkan membiarkan mu tersakiti lagi, kali ini biarkan aku yang melindungi."ucap batin Gyuri berdiri sambil memeluk buku tersebut.
Mengusap air mata diwajahnya."Aku harus cepat cepat kembali ke swedia, agar aku bisa menanyakan ini semua."bergegas keluar dari kamar sambil membawa koper dan buku tersebut.
"Sesampai kota swedia, setelah menunggu berjam-jam.Gyuri pun langsung bergegas ke rumah sakit dan hari sudah malam.
Di rumah sakit, Gyuri yang langsung duduk dan menangis kembali.
"Bodoh, kenapa kau tidak mengatakan bahwa kau Do hyun, dasarr."menangis sambil terus menggenggam tangan Do hyun dengan erat.
"Bangun Do hyun, bangun.Aku ingin menanyakan semua ini, bangun lah."
"Ba...bangun...hikssss....hiksss."tangis deras Gyuri yang tak bisa lagi membendung air matanya yang sudah sangat menyesal karena tidak menyadarinya bahwa itu ialah Do hyun.
"Maafkan aku karena selama ini kau sudah bekerja keras untuk membuatku jatuh cinta kepadamu, maafkan aku karena aku tidak sadar bahwa kau itu ialah Do hyun yang sangat ku rindukan, maafkan aku.Kau bisa menghukum ku sekarang juga kalau kau mau, maka sebab itu bangunlah dulu, bangunlahhh."membangunkan Do hyun tapi belum sadar juga.
"Setelah kau bangun, aku akan menceritakan semuanya tentang masa kecil kita dan kita akan berlibur bersama diswedia, kau harus bangun."putus asa tak bisa berkata lagi, matanya sampai lebam akibat menangis.
Saat dia putus asa dan menutupi wajahnya itu, tiba tiba Do hyun terbangun dan menggenggam juga tangan Gyuri."Gyuri."panggil Do hyun dengan pelan.
Reflek membuka matanya."Kau sudah bangun, bagaimana.Apa yang sakit, apa kau mau makan, minum."khawatir.
"Aku tidak menginginkan apapun, aku hanya menginginkan mu."ucap lembut Do hyun karena masih lemas.
"Kenapa kau tidak mengatakan kalau kau itu Do hyun."memegang tangan Do hyun.
"Kau tau dari mana kalau aku ini Do hyun."heran.
"Aku sudah mengetahui semuanya dari buku ini."menunjukkan buku catatan Do hyun.
"Aku mendapatkannya saat aku sedang mengambil dokumen dan pakaianmu, aku benar benar minta maaf padamu, maafkan aku, maafkan."menangis kembali.
"Hiksss....hikss...maafkan aku, maafkan, karena selama ini aku tidak menyadarinya."terus meminta maaf.