From Helping To Love

From Helping To Love
episode 42:Ngambek



"Sudahlah pak ceo....jangan ngambek gitu dong...aku tidak suka tahu."Murung Gyuri sambil memegang pipi Do hyun.


"Baik sayang...."Jawab Do hyun kembali memeluk pinggang Gyuri agar mendekatnya.


"Oh ya pak ceo...bagaimana dengan liburan selanjutnya?."Tanya Gyuri sambil menatap dekat wajah Do hyun.


"Apa kau sudah tidak sabaran Gyuri...."Jawab Do hyun tersenyum.


"Bukan seperti itu...saya rindu dengan kota halaman saya.Kan bapak tau kalau dari kecil saya sudah di sana bersama pak ceo....tapi pak ceo malah pergi meninggalkan saya."Ucap wajah jutek Gyuri.


"Kan...kan..., jangan pasang wajah jutek dong...aku kan jadi capeh sama kamu, abisnya kamu jutek aja lucu banget...jadi pengen cium kamu."Ucap Do hyun gemas dengan wajah Gyuri yang menggemaskan itu.


"ihhh....jangan menggoda deh...jawab pertanyaan ku dulu."Ujar Gyuri memegang pundak Do hyun.


"Iya sayang.... secepatnya kita akan pulang dan aku akan menyiapkan sesuatu kepadamu."Jawab Do hyun merencanakan sesuatu.


"Sesuatu apa pak ceo?."Tanya penasaran Gyuri.


"Kalau di beri tahu, ga kejutan dong."Jawab Do hyun semakin membuat Gyuri penasaran.


"Terserah deh...."Ucap Gyuri memutar bola matanya.


"Jangan ngambek dong....sayang...."Menggoyangkan badan Gyuri.


Tiba tiba Gyuri langsung mencium pipi Do hyun yang cerewet karena terus berbicara.


Do hyun terkejut."Eh...kenapa tiba tiba mencium ku....sekarang malah kau yang lebih agresif dari ku."Ucap pipi memerah Do hyun.


"Hehehehe....salah suruh suka menjahili ku, kena juga kan."Ucap Gyuri menatap ke atas seolah olah tidak melakukan kesalahan.


"Kau...."Menggelitiki perut Gyuri.


"Hahah....aduh...geli tau, pak ceo....hahahahah"Geli Gyuri.


"Ini hukuman untuk mu."Tersenyum Do hyun.


"Aduh....udah dong pak ceo."Ucap kegelian gyuri.


Do hyun tidak memberi ampun hingga Gyuri tertawa puas dan terjatuh dari sofa.


"Aduh..."Memegang kepalanya karena kepalanya terbentur karpet lantai.


Do hyun panik."Eh....apa kau tidak apa apa sayang."Panik Do hyun berhenti menggelitiki perut Gyuri.


Saat Do hyun mau membantunya membangunkan, Gyuri ngambek dan menolak bantuan Do hyun.


"Hem....awas..."Bangun Gyuri sendiri.


"Maaf sayang."Memasang wajah penuh maaf.


"Hem...pikirkan saja salahmu...kamu pikir itu ga sakit."Ngambek Gyuri langsung pergi ke kamarnya.


Mengejar Gyuri yang mau masuk ke kamarnya."Sayang....jangan gitu dong...maafin aku."Menyesal Do hyun.


Do hyun yang menahan tangan gyuri lalu Gyuri berbalik dan menatap wajah Do hyun dengan tatapan menakutkan lalu Do hyun takut dan melepaskan tangannya dari gyuri.Gyuri pun masuk ke kamarnya dalam keadaan ngambek.


Setelah Gyuri masuk dan Do hyun diluar kamarnya."Astaga...., apa yang ku lakukan agar Gyuri tidak marah lagi padaku ya.Dasar Do hyun bodoh....tidak seharusnya kau melakukan ini pada Gyuri, padahal kami mau bermesraan,malah kacau begini."Ucap batin Do hyun menyesal dengan perbuatannya.


Disisi lain Gyuri yang sudah di kamar lalu duduk di tempat tidur."Sekali kali aku mau mengerjainya, salah suruh buat masalah denganku, dia pikir aku tidak bisa marah sepetinya."Ucap batin Gyuri juga sambil melipat tangannya ngambek.


"Sudahlah....aku juga sudah mengunci kamar jadi dia akan mengira aku sangat marah...hehehm"Tertawa tipis Gyuri.


Mengangkat ponselnya."Halo...."


"Malam bu manager."Sapa yang tidak lain lagi ialah Sonia.


"Sonia....ada apa menghubungiku?."Tanya Gyuri.


"Apa bu manager baik baik saja dan dimana bu manager?."Tanya Sonia juga.


"Aku baik baik saja....aku sedang di hotel untuk memenangkan diri.... bagaimana denganmu."Jawab Gyuri sekaligus bertanya.


"Baik bu manager....aku hanya mau menanyakan itu saja,kalau begitu selamat malam bu manager."Ucap bahagia Sonia.


"Eh...tunggu."Menahan Sonia untuk tidak menutup teleponnya.


"Apalagi bu manager....apa ada yang mau bu manager katakan?."Tanya Sonia.


"Dimana Baegyoel?."Tanya Gyuri langsung ke inti pembicaraan.


"Dia sedang bersama ku bu manager...aku beri ponselnya kepada Baegyoel ya."Jawab sonia memberikan ponselnya kepada Baegyoel.


"Halo bu manager...., ada apa mencari saya?."Tanya Baegyoel bahagia.


"Bagaimana kabarmu?."Tanya Gyuri juga.


"Baik bu...kenapa tiba tiba bu manager menanyakan kabar saya?."Jawab Baegyoel sekaligus bertanya.


"Tidak apa apa....bisakah kau bertemu denganku besok, ada yang mau saya bicarakan denganmu."Ucap Gyuri.


"Bicara apa bu?."Tanya Baegyoel terus.


"Sudahlah.... , pokoknya besok datang ke cafe yang pernah di datangi si swedia itu....ok."Jawab Gyuri.


"Baik bu manager."Bahagia.


"Kalau begitu aku tutup teleponnya ya.... selamat malam baegyoel."Ucap Gyuri.


"Selamat malam juga bu manager."Sangat bahagia karena akan berjumpa berdua dengan Gyuri.


Setelah mematikan ponselnya.Gyuri menguping lewat pintunya apa Do hyun masih disitu atau sudah pergi meninggalkan pintu kamarnya.Gyuri pun mengendap endap untuk menguping suara di luar.


"Tidak ada suara...., apa sudah aman...ya sudahlah, aku mau mandi abis itu tidur karena besok mau membicarakan soal keadaan di perusahaan."Ucap batin Gyuri langsung mandi ke kamar mandi.


Disisi lain, Do hyun yang sedang duduk dan memikirkan cara agar Gyuri tidak marah lagi.


"Hadiah apa ya...yang harus ku berikan kepada Gyuri, agar dia tidak marah lagi padaku."Memikirkan dengan serius karena Do hyun menganggapnya sebagai hal serius.


"Ahah....apa aku harus menanyakannya kepada Baegyoel saja ya...dia kan pernah menembak Gyuri, tentu dia tahu hadiah apa yang di sukai Gyuri.Tapi aku tidak ingin hadiah Baegyoel sama dengan yang ingin ku berikan padanya, aku harus membuat hal yang berbeda padanya."Mengambil ponselnya dan melihat toko wanita.


Setelah mencari cari toko yang cocok, dia menemukan satu hadiah yang sangat di sukai Gyuri yaitu boneka karena waktu kecil, Gyuri sangat menyukai boneka.Do hyun pernah di bawa ke rumah Gyuri saat kecil dan melihat begitu banyak boneka di rumahnya, mungkin akan membuat Gyuri kembali senang dan tidak marah lagi.Do hyun pun membeli boneka jumbo lewat online dan akan diantar besok dan Do hyun pun tersenyum bahagia karena mereka akan berbaikan.


Keesokan harinya, di pagi hari dimana Do hyun sedang makan di dapur dan sudah memasak masakannya dan Gyuri baru bangun dan pergi ke dapur.Gyuri tidak tahu kalau di dapur ada Do hyun dan dia langsung ke arah meja dan mengambil air minum lalu mengarah kekamar untuk kembali ke kamarnya, namun di tahan Do hyun.


"Jangan ngambek dong sayang.....aku tidak tahan tahu."Memasang wajah imutnya.


"Tahan Gyuri....tahan..., kau tidak boleh terpesona dengannya, kau harus berpura pura masih marah dengannya dan pasang wajah cuek."Ucap batin Gyuri buang muka dan tidak menatapnya lalu langsung pergi kembali ke kamarnya.


Saat Gyuri mau masuk ke kamarnya dia langsung dihadang oleh Do hyun dan Do hyun tidak membolehkan Gyuri masuk ke kamarnya.


"Sayang....tatap aku, tatap."Memegang pipi Gyuri dan mengarahkannya untuk menatapnya.