
setelah beberapa menit. Do hyun pun datang setelah membeli makanan yang di inginkan Gyuri.
"Makanan ya datang sayang." Ucap Do hyun sambil membawa topoki tersebut.
"wahhh," bahagia Dae hwa.
Do hyun pun langsung duduk di samping Gyuri dan menyiapkannya topiku tersebut dari plastik tersebut.
"Akan aku suapi." Ucap Do hyun.
Gyuri mengangguk," aaaa." Menyuapi Gyuri.
"Ehm." Menikmati topoki tersebut.
"Enak banget pak ceo, "ucap Gyuri menikmati topoki tersebut dengan enak sambil menutup matanya.
"Kau suka?." Tanya Do hyun menyuapi lagi ke mulut Gyuri.
Gyuri mengangguk," ini sangat enak pak, ehmm." Jawab Gyuri tersenyum bahagia.
"Cepatlah sembuh, agar kita bisa pulang secepatnya." Ucap Do hyun mengelus pipi Gyuri dan ikut tersenyum.
"Apa pak ceo tidak terluka," tanya Gyuri menatapnya.
"Aku tidak apa apa. Tapi kenapa kamu bisa ada di sana dan bersama mereka?." Tanya Do hyun serius.
"Ehmm,
"Katakan yang sebenarnya dan jangan berbohong. Aku ini kan tunangan mu, jangan coba coba berbohong sayang. Aku tidak akan marah padamu." Ucap Do hyun tersenyum.
"Iya pak ceo, saya akan mengatakan yang sebenarnya. Kemarin siang, saya di hubungi oleh Eun mi dan dia mengatakan bahwa dia mempunyai rahasia tentang pak ceo dan itu sangat penting, dia mengajak saya untuk bertemu di sebuah restoran. Dan saya menurut saja, karena menurut saya itu tidak mencurigakan. Tapi saat saya mau menuju restoran tersebut di malam hari."
"Tiba ada yang menutupi mulut ku dengan obat tidur dan membuat saya pingsan, saat saya sudah bangun, saya malah melihat Young rae dan Eun mi bersama dan mereka langsung memukuli saya pak." Jawab Gyuri dengan jujur.
"Dan saat saya sudah di tahan lagi. Tiba tiba pak ceo datang, saya yakin kalau pak ceo akan datang dan tenyata itu benar." Ucap Gyuri tersenyum untuk menenangkan suasana.
"Bisa bisanya kau masih tersenyum, lihat dirimu sekarang sudah penuh luka. Entah seberapa kuat dirimu merasakan semua ini sendirian. Aku tidak akan membiarkan mu lagi sengsara seperti ini." Ujar Do hyun meletakkan topoki tersebut dan menggenggam tangan Gyuri dengan erat.
Do hyun menundukkan kepala dan terus menggenggam tangan Gyuri." Aku tidak akan membiarkanmu menderita lagi sayang. Tidak akan." Ucap Do hyun menangis, karena melihat penderitaan yang sudah di alami Gyuri selama ini.
"Eh, pak ceo menangis. Kenapa pak ceo menangis. Tapi aku bahagia, melihat pak ceo seperti ini. Pak ceo yang perhatian dan selalu cemas kepadaku." Ucap batin Gyuri tersenyum tipis.
Gyuri langsung memeluk Do hyun. "Pak ceo jangan menangis, kalau pak ceo menangis, saya akan ikut menangis. Jangan menangis pak." Langsung memeluk Do hyun.
"Maafkan aku, maafkan aku yang tidak bisa menjaga mu sayang." Ucap Do hyun menangis terus di dalam pelukan Gyuri.
Melepaskan pelukan dan memegang pipi Do hyun dengan kedua tangannya. "Bapak jangan berkata seperti itu. Pak ceo sudah menjaga saya selama ini dan pak ceo juga tetap bertahan dengan saya, walau dulu saya tidak sadar kalau pak ceo itu adalah Do hyun. Jadi pak ceo jangan berkata seperti itu. Aku mencintai pak ceo." Jawab Gyuri menatap nya dengan tatapan sangat mencintainya.
"Aku juga mencintaimu sayang." Jawab Do hyun mendekat ke wajah Gyuri.
Merekapun berciuman dalam dekapan bahagia.
"Uhm"
Malam pun tiba. Dimana Gyuri sedang memandang Do hyun yang tertidur di sampingnya.
"Pak ceo begitu tampan ketika tidur. Tapi, apa aku akan terus memanggil Do hyun dengan sebutan pak ceo. Aku harus mengubahnya dengan sebutan sayang juga deh, seperti pak ceo. Xixixixi." Ucap batin Gyuri merapikan rambut Do hyun yang menutupi wajahnya.
"Ehmm." Gumam Do hyun sambil memeluk pinggang Gyuri.
Seketika itu juga Do hyun terbangun dan menatapnya. "Eh, kenapa kamu memanggil ku dengan sebutan sayang, biasanya juga aku yang memanggil mu dengan sebutan itu sayang." Tanya bingung Do hyun menatap nya.
"Heheheh, tidak apa apa kok. Lagi pengen aja sayanggg." Jawab Gyuri mencubit pipi Do hyun.
"Sangat menganehkan sayang ku ini." Ucap Do hyun memeluk nya dengan erat.
"Sayang, ada yang mau ku katakan padamu. Ini penting." Ujar Gyuri.
Do hyun pun turun dari tempat tidur Gyuri dan duduk di kursi. "Apa yang mau kau katakan sayang?." Tanya Do hyun sambil mengelus tangan Gyuri.
"Dimana Eun ji dan Young rae sayang?." Tanya Gyuri.
"Mereka sudah meninggal." Jawab Do hyun dengan santai.
"Hah, kok bisa?." Kaget Gyuri.
"Saat aku sedang sibuk mengurusi mu. Tiba tiba polisi datang dan langsung menembak mati Eun ji di bagian jantung nya, kata polisi dia pernah melakukan kesalahan saat di London dan polisi juga sedang mencarinya. Jadi dia langsung di tembak mati, karena dia sudah di temukan." Jawab Do hyun.
"Dan Young rae meninggal, gara gara apa sayang?." Tanya Dae hwa lagi.
"Dan Young rae meninggal akibat tertabrak truk besar pembawa batu. Katanya sih, dia tidak melihat kanan kiri. Jadi dia tertabrak gitu aja deh." Jawab Do hyun lagi.
"Astaga, kasihan banget."
"Jangan merasa kasihan kepada mereka. Dia sudah banyak menyakiti mu. Seharusnya kami bahagia sayang, karena mereka meninggal. Tapi kenapa kau malah sedih. Hati mu terbuat dari apa sih sayang." Kagum Do hyun kepada Gyuri.
"Hehehehe, saya hanya aneh saja sayang. Gitu aja marah sih." Ngambek Gyuri.
"Iya sayang, jangan ngambek ya. Cup, cup."
"Cepat sembuh lah, agar kita bisa pulang secepatnya dan bisa berjalan jalan lagi." Ucap Do hyun mengecup kening Gyuri.
"Iya sayang." Jawab Gyuri tidak mengambek lagi dan memeluk Do hyun dengan erat.
Beberapa hari pun berlalu. Dimana Gyuri sudah boleh pulang dari rumah sakit.
"Kita sudah boleh pulang sayang. Ada kejutan yang sudah ku siapkan untukmu." Ucap bahagia Do hyun.
"Apa itu sayang, selalu saja membuat orang penasaran."
"Ada deh, yang terpenting kita sudah boleh pulang." Jawab Do hyun memeluk pinggang nya.
Merekapun pulang bersama sama ke hotel Gyuri. Sesampai hotel Gyuri dan mereka langsung masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu.
"Sayang duduklah dulu. Dari kemarin sudah sangat sibuk mengurusi ku. Apa pak ceo tidak lelah?." Tanya Gyuri.
"Asalkan untukmu. Aku tidak akan pernah lelah." Jawab Do hyun mengecup kening nya lalu merapikan pakaian pakaian Gyuri dan di letakkan di kamar nya.
"Fyuhh, akhirnya pulang juga, setelah sekian lama di rumah sakit." Ucap Gyuri terkapar di sofa dan menyalakan televisi.
Do hyun pun keluar dari kamar Gyuri dan langsung duduk di sofa. "Sayang, apa kau mau makan dulu. Biar aku masakkan?." Tanya Do hyun menatap nya.
"Tidak usah sayang, bagaimana kalau kita makan di luar saja nanti malam." Jawab Gyuri tersenyum.
"Siap sayang, kebetulan aku akan langsung memberikan kejutan kepada mu. Kalau begitu tidurlah dulu jika lelah." Jawab Do hyun.
"Siap pangeran ku." Jawab Gyuri langsung ke kamarnya untuk mengganti pakaian nya.