Friend Is My Love

Friend Is My Love
Episode 9



Episode 9


"Emmmhh...."


Ica terbangun karena merasa perut nya lapar bahkan mengeluarkan suara seperti orang yang sedang dangdutan.


"Aduhh...lapar sekali ternyata sudah jam makan siang, aku akan ke kamar rendi untuk ngajak dia makan siang bareng." ica menggerutu dan langsung menuju kamar rendi di bawah.


"Ceklekk.." suara pintu kamar rendi terbuka.


"Ren..ayo kita makan siang dulu.." tidak ada jawaban dari rendi ica mendekat ke kasur dimana rendi masih tertidur.


"Ehh...dia masih tidur, 🤭🤭 kamu tampan banget kalo lagi tidur..xixi..." ica memperhatikan wajah rendi.


Karena rendi tak kunjung bangun ica akhirnya menjahili rendi, diam² ica memencet hidung rendi yang sedang tidur sampai rendi kelabakan tidak bisa bangun dan akhirnya bangun.


"Ica....kamu mau bunuh aku ya..?? Tega sekali menganiaya aku pas lagi sakit begini.." rendi merasa kesal karena dijahili ica.


"Hahaha...mana ada kamu mati gara² itu..dasar lemah.." ica masih menertawakan rendi yang menurutnya begitu lucu.


Karena ica tidak mau berhenti tertawa rendi menarik tangan ica sampai ica terjatuh menimpa badan rendi.


"Aw...sakit..sakit..sakit.." rendi mengaduh kesakitan.


Ica dengan cepat berguling ke sebelah sisi kasur dari atas badan rendi.


"Kamu sih..kaga mau diem main tarik² aku segala, jadi sakit kan kakinya ketimpa badan aku." ica menggerutu.


"Iyah lagian kamu juga sih ngetawain mulu..ada apa bangunin aku.."


"Aku mau ajak kamu bangun buat makan siang..mang kamu kaga lapar apa??" ica masih betah tiduran bersebelahan dengan rendi.


"Iyah aku juga lapar..kalo gitu ayo bantu aku duduk di kursi roda, aku bosan dikamar terus."


"Oke siap..tapi bentar ah...nyaman banget sih kasur baru nya..." ica dengan malas²an malah menarik selimut yang rendi kenakan.


"Hei...kamu ini ayo cepat bangun..." rendi yang sudah posisi duduk minta dibantu untuk mengambilkan kursi rodanya.


"Aahh...sebentar lagi saja...." ica malah berbalik memunggungi rendi.


Rendi balik menjahili ica karena tadi ica yang ngebet ngajak makan bareng sekarang dia malah tidur di sampingnya. Dengan perlahan rendi merebahkan kembali badan nya namun sekarang dengan posisi miring mengikuti ica yang membelakangi nya tadi lalu rendi memeluk ica dari belakang menyamankan diri agar bisa ikut tidur, tapi karena ica kaget dia langsung meronta agar dilepaskan.


"Rendi lepas...kamu ngapain si peluk² begini..?? Nanti ada org yang liat pasti salah paham sama kita." ica meracau.


"Salah sendiri malah tidur lagi disini..biarkan saja orang lain melihat agar aku langsung dinikahkan dengan mu.."


"Apaaa...tidak aku belum mau menikah dini...cepat lepaskan kita makan siang dulu biar aku bantu kamu duduk di atas kursi roda." ica berusaha melepaskan tangan rendi yang memeluk nya.


"Sebentar lagi saja ya..aku ingin lama"meluk kamu..hee"


"Iih...rendi cepat lepas atau aku tendang nih ya luka kamu.."


"Coba saja kalo berani.."


Karena pintu kamar rendi tidak ditutup maka bi Inah yang mau membangunkan rendi masuk dan segera memanggil agar segera makan siang.


"Permisi den waktunya makan siang.." bi Inah yang tidak mengetahui dikamar rendi ada ica hanya menunduk memberi tahu rendi untuk makan siang.


"Suttt...diem.." rendi menutup mulut ica agar tidak bersuara.


"Iyah bi..sebentar lagi..panggilkan saja dulu ica agar dia yang membantu saya." rendi beralibi agar tidak ketahuan sedang bersama ica.


"Baik den..bibi panggilkan nona dulu.." bi Inah pun pergi dari kamar rendi.


"Hufff....untung saja kaga ketahuan.." ica membuang napas panjang karena mulut nya tadi sempat ditutup tangan rendi.


"Kamu sih..pengen lama² disini..ayo kita buruan ke ruang makan sebelum bi Inah balik." rendi menyalahkan ica.


"Ya sudah ayo aku bantu.." ica bangun dan segera turun dari kasur membawakan kursi roda.


Ica membantu rendi duduk di kursi roda lalu segera mendorong nya ke ruang meja makan. Sementara bi Inah kebingungan sendiri di kamar ica karena yang punya kamar tidak ada di tempat.


"Eh..non ica kemana ya ?? Ko kaga ada dikamar..tadi kata den rendi ada di kamar nya..thor liat ica kaga.." ( kaga tau..digondol kucing kali..)


"Emang nya si non ikan asin pakai digondol kucing segala.." ( lah bi Inah nanya auto saja jangan sama thor nya yang lagi sibuk up dong..)


"Yee...si thor sewot..bi Inah cium juga entar.." ( 🙀🏃🏻‍♀🏃🏻‍♀🏃🏻‍♀🏃🏻‍♀🏃🏻‍♀)


Bi Inah turun kembali untuk menyiapkan makanan untuk rendi namun bi Inah terkejut ketika dia mendapati nona muda nya sudah ada di meja makan bersama rendi.


"Lhoo...non ko udah ada di sini?? Tadi bi Inah nyariin di kamar tapi non kaga ada.."


"Lah..bi Inah kaga liat aku tadi lagi di kamar mandi kamar rendi.." ica menjelaskan.


"Owh..pantas saja tidak ada dikamar..tapi tadi kata den rendi non ada dikamar non.." bi Inah mulai kebingungan dan melihat pada rendi yang hanya mengangkat kedua bahunya.


"Sudahlah bi..cepat sediakan makanan nya kami sudah lapar.." ica menyuruh bi Inah untuk menyiapkan makanan nya.


"Baik non.." bi Inah menyodorkan piring yang sudah diberi nasi pada ica dan pada rendi kemudian mereka pun mengambil lauk nya masing².


"Oh ya bi..kemana ayah dan mommy..kenapa mereka tidak makan siang bersama..??" ica bertanya sambil menyiapkan sesendok demi sendok nasi yang ada di piring nya.


"Bibi kurang tau non..mungkin mereka masih beristirahat dikamar setelah tadi menerima tamu."


"Ya sudah bibi makan bareng kita saja disini.." rendi mempersilahkan bi Inah untuk duduk disebelahnya.


"Tidak usah den..tadi bibi sudah makan duluan di dapur.."


"Kalo begitu bi tolong ambilkan obat nya rendi yang ada dikamar ya..biar nanti dia bisa langsung minum obat nya." ica menyuruh bi Inah mengambilkan obat nya rendi.


"Baik non.." bi Inah segera mengambilkan obat milik rendi di kamar dan segera kembali.


"Ini den obat nya.." bi Inah menyerahkan obatnya.


"Terimakasih bi.." rendi menerima obatnya.


Setelah merasa cukup kenyang dengan makan siang ica membantu rendi untuk minum obat dengan memisahkan mana saja yang harus diminum saat siang dan malam.


"Ini kamu minum 5 butir dulu..yang lain nya diminum malam hari ketika kamu mau tidur." ica menyodorkan obat ditangan nya.


"Suapin.." rendi dengan manja memberikan senyuman yang paling manis pada ica.


"Idihh...manja banget sih...org yang sakit juga kaki bukan tangan masih minta disuapin..malas banget..." ica menaruh obat nya di mangkuk kecil tempat obat depan rendi.


"Hiss...aku begini juga kan gara² nyelametin kamu tau.." rendi memalingkan wajahnya berpura² marah.


"Oke..oke..baiklah kemari buka mulut mu.." ica menyodorkan obat tadi ke mulut rendi.


Setelah selesai makan dan minum obat rendi mengajak ica ke ruang tv untuk nonton acara televisi bersama yang langsung disetujui ica. Ketika sedang asik nonton acara televisi sesekali mereka berdua saling lempar candaan begitu asik hingga lupa pada sekitar.


Di kamar haris dan rika merasakan begitu lelah setelah tadi mereka olahraga siang hari, namun kini mereka sudah rapih dan wangi kembali karena haris mau tidak mau harus kembali ke kantor karena ada urusan mendadak yaitu meeting dengan kliennya dari surabaya.


Haris dan rika menuruni anak tangga lalu melihat rendi dan ica yang begitu asik menonton acara televisi sambil ditemani cemilan yang sesekali juga dengan candaan entah melempar bantal atau berebut cemilan. Saking asik nya mereka tidak sadar kalo haris dan rika sudah ada dibelakang sova yang mereka duduki.


"Ekhemmm..." haris pura² batuk.


Ica dan rendi menoleh ke arah suara batuk yang mereka dengar.


"Eh..ayah.." ica dan rendi barengan.


Dengan tatapan sinis pada rendi haris berkata.. "Siapa yang kau sebut ayah..??"


"Hehe...om haris, kan nanti juga bakal jadi ayah mertua aku..upsss" rendi menutup mulutnya yang keceplosan bahkan dapat pukulan di bahu dari ica.


"Ngaco..." ica menggerutu.


"Jaga sikap kamu..jangan hanya karena kamu di izinkan tinggal di rumah ini kamu bisa dapatkan hati saya dan ica.."haris dengan nada mengancam.


"Baik om..maaf saya tadi cuma bercanda..tapi kalo di restui juga ga papa.." ✌🏻✌🏻 rendi mengacungkan dua jarinya tanda perdamaian.


"Dasar bocah kurang ajar.." haris hendak menjambak rambut rendi namun dihentikan oleh rika.


"Sayang sudah..nanti kamu telat datang ke acara meeting nya.." rika menarik lengan haris lembut.


"Baiklah..hari ini kamu bisa bebas, tapi tidak lain kali." haris pun pergi meninggalkan mereka berdua dengan diantar rika.


"Huh...rasain jail sih..." ica mengolok² rendi.


"Biarin 😋 .. Ayo kita ke kamar saja biar aman mau ngapain aja juga.." rendi masih saja bercanda tapi ngarep.


"Cih...aku kaga mau.." ica lari meninggalkan rendi yang duduk di sopa ke kamar nya.


"Hei...ica aku bagaimana naik kursi roda nya aduh...ribet nih..." rendi bingung karena kakinya yang masih sakit belum bisa diangkat sekalipun.


"Bodo..minta bi Inah saja bantuin kamu.."ica berteriak dari lantai dua.


"Ampun dah...liat saja nanti akan ku hukum kau ca.." rendi menggerutu dengan seringai di bibirnya yang menakutkan.


"Mari den bibi bantu ke kamar.." bi Inah yang mendengar teriakan ica tadi mengerti keadaan.


(Ciee...ciee...bi Inah perhatian banget uyy...jangan²..jangan² nih...🤣🤣🤣🤣)


"Eii...suara mahluk halus dari mana tuh..??" bi Inah bermonolog sendiri dalam hati nya.


"Tolong ya bi bantu saya untuk ke kamar..dan tolong siapkan tongkat saja agar saya bisa cepat berjalan.." dengan tertunduk sedih namun terbentuk tekad kuat untuk bisa sembuh.


"Baik den...mari bibi bantu.."


Rendi akhirnya dibantu bi Inah untuk beristirahat di kamarnya bahkan sudah berbaring di kasur nya. Rendi merasa sangat bosan karena biasanya dia sehari² dipenuhi banyak kegiatan entah itu jalan bersama teman nya yang lain atau terkadang dia kerja paruh waktu.


Berbeda sekali dengan sekarang dia hanya bisa berbaring di kasur, ya meskipun rendi senang bisa dekat dengan ica namun tetap saja bagi seorang pemuda lajang sepertinya pasti berdiam saja merupakan hal yang paling membosankan.


"Nit.nit.nit.." tanda panggilan telepon dari seseorang pada handphone rendi.


"Iyah halo dady.." rendi menjawab telepon masuk dari ayah nya.


"Halo nak..gimana kabar kamu..?" suara juan dari sebrang telepon.


"Buruk dad..."


"Why...??"


"Sepertinya om haris bakal susah ditaklukkan oleh ku dad.."


"Umh..lalu bagaimana dengan ica..??"


"Dia si rendi yakin dia mau sama rendi..tapi masalahnya dia juga dijodohkan sama pria lain dad.." rendi merengek.


"Sudah tenang saja..jodoh kaga bakal lari kemana.." juan menenangkan.


"Semoga deh...gimana keadaan mommy sama ade dad..??"


"Mereka baik..ya sudah jaga dirimu baik² jangan membuat masalah."


"Siap dad..salam buat mommy sama ade dad.."


"Iyah..bye.."


"Bye.." tut.tut.tut.


Telepon pun terputus dan rendi hendak tidur kembali karena obat yang dia minum mengandung obat tidur nya.


Tak perlu waktu lama rendi tertidur pulas karena pengaruh obat, diam² ica yang masih penasaran pada rendi datang mengendap² masuk ke kamar rendi.


"Entah kenapa aku selalu ingin bersamamu..meski kamu itu menyebalkan tapi aku suka dan sayang.." gumam ica yang sudah dekat dengan rendi yang sudah tertidur pulas.


"Huss...mikir apaan si aku ni..??" gerutu nya menyadarkan diri sendiri.


"Tapi ganteng banget...coba dia yang ayah jodohkan untuk ku..pasti aku mau..hahahaha..upss 🤭🤭🤭🤭 " ica terus saja menggumam sendiri lalu pergi lagi ke kamar nya.


Rika diam² memperhatikan ica yang terlihat lucu mondar mandir ke kamar rendi.


"Heii...putri mommy yang cantik..imut..lucu.." rika mengagetkan ica.


.


.


.


.............................


hoaaahhh....huuuuuaayyyy.....


padahal ni malam rhe ngantukkkk pake banget..


tapi demi kalian aku rela menahan mataku dengan solatip dulu agar bis update meski hanya saru episode ini saja.....


hari ini tuh sesuatu pokonya...


jangan lupa like dan komen nya ya teman ² aku udah kaga kuat ini ngantuk nya juara tingkat kabupaten ini...


"happy reading sajah yaww... 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻