Friend Is My Love

Friend Is My Love
Episode 19



Episode 19


Beberapa menit kemudian ica yang semula menahan rasa ngantuk nya begitupun rendi ternyata tanpa mereka sadari akhirnya mereka berdua malah benar² ketiduran bersama sama sampai pagi hari.


.


.


Pagi pun akhirnya menjelang alarm berbunyi tepat menunjukan jam 06:00.


"Kring....kring...kring...." bunyi jam alarm berbunyi.


"Emh..." ica bergerak ingin berbalik badan karena merasa pegal dengan posisinya yang sekarang.


Rendi terbangun merasakan ica bergerak dan berisik dengan bunyi alarm juga, dengan perlahan rendi mematikan jam alarm yang ada disampingnya itu lalu memperhatikan wajah ica yang dekat dengan nya.


Ditempat lain rika sudah bersiap merias diri dan haris yang sedang berada dikamar mandi. Setelah dirasa riasan nya sempurna rika menyiapkan keperluan haris, lalu mengecek kembali barang yang akan mereka bawa. Setelah semua beres dan haris pun sudah siap berangkat dia menanyakan apakah ica dan yang lain nya sudah bersiap atau belum.


"Sayang apa ica dan rendi sudah bersiap..?? Kenapa tidak terdengar suara berisik mereka sama sekali, biasanya ica paling ribet dan berisik jika akan bepergian.."


"Entahlah..jangan² mereka belum bangun.." rika menjawab.


"Kalo gitu ayo kita cek sekarang.."haris mengajak rika menuju kamar ica.


Ketika sampai depan kamar ica dengan segera rika masuk dan ternyata ica tidak ada dikamar nya.


"Lhoo...ko ica tidak ada dikamar nya yah..ini pakaian nya juga masih di kasur yang mau dia pakai..terus ica nya kemana..?" Rika nampak kebingungan.


"Coba kita cek ke kamar rendi mom.." ajak haris.


Sampailah rika dan rendi di depan pintu kamar rendi.


"Ko di dalam sepi yah..tidak terdengar suara juga.."


"Coba kit masuk saja mom.."


Ketika rika dan haris masuk dengan perlahan mereka berdua dikagetkan dengan apa yang mereka liat didepan nya. Mereka melihat ternyata ica ada sedang tertidur pulas bersama rendi dengan posisi ica yang tertidur di lengan kanan nya dengan memeluk dada rendi dan begitu juga rendi yang merangkul kan tangan nya pada pundak ica.


"Apa yang mereka lakukan ayah..bagaimana ini..??" rika bertambah cemas.


Dengan cepat haris menghampiri ica dan Rendi yang masih terlelap tidur.


"Bangun kalian berdua.." haris dengan kasar menarik selimut mereka sampai membuat ica dan rendi bangun terduduk di kasur nya.


"Ayah..." ica dan rendi bersamaan.


Dengan penuh kemarahan haris menatap tajam dan menghampiri rendi lalu menarik kerah baju rendi.


"Dasar kurang ajar..apa seperti ini balasan kamu terhadap kepercayaan kami padamu hah..??"


"Maafkan kami om..tapi semuanya tidak seburuk yang om dan mommy pikirkan..kami bisa jelaskan.." rendi membela diri meski dalam hatinya ketakutan.


"Masih berkilah setelah kami melihat kebenaran nya.."


"Plak..." haris menampar rendi sampai bibir rendi pecah berdarah.


"Ayah...hentikan yah..ayah salah paham pada kami.." ica mencegah tangan haris yang akan melayangkan tamparan ke dua buat rendi.


Haris mendorong rendi sampai dia terjungkal ke belakang dan terguling ke bawah kasur membuat rendi merintis kesakitan karena kakinya terbentur lantai.


Karena tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan dengan cepat rika menghampiri haris dan membujuk agar dia tidak di selimuti emosi.


"Cukup ayah..mungkin ada baik nya kita mendengarkan penjelasan mereka dulu.." dengan gemetar rika membujuk haris.


"Iyah ayah..ica mohon jangan seperti ini..ica bisa jelaskan semuanya.." ica sudah mulai menitikan air mata.


"Lihat bahkan marisa sudah terang²an membelanya seperti itu.." suara haris bergetar karena menahan emosi.


Ica merasa sekarang ini dia sudah melakukan hal yang fatal karena membuat ayah nya benar² marah sampai dia memanggil nama asli dari ica.


"Om kita memang salah tapi kami mohon maafkan kesalahan kami berdua om..jika om mau aku bisa bertanggung jawab sepenuhnya terhadap ica om." rendi yang berusaha bangun dan duduk kembali dikasur.


"Hei..apa yang kamu bicarakan rendi..?? Ini tidak perlu sampai seperti itu bukan.." ica mulai bertambah pilu.


"Baik..aku akan mendengarkan penjelasan dari kalian, setelah itu baru aku putuskan apa kamu berhak untuk bertanggung jawab pada ica atau tidak sama sekali.." tegas haris yang sudah sedikit tenang karen rika menggandeng dirinya untuk tenang dan mau duduk mendengarkan penjelasan ica dan rendi terlebih dulu.


"Cepat ceritakan apa yang kalian lakukan semalam dan kenapa kalian bisa tidur bersama seperti itu.." rika menyuruh ica dan rendi bercerita.


"Begini ceritanya om.." rendi memulai bercerita.


"Jadi semalam ica datang ke kamar ku lagi untuk meminta maaf dan kami ke asikan ngobrol sampai bisa ketiduran bersama di satu tempat tidur sampai om dan mommy membangunkan kita." cerita rendi kebenaran nya ya meski ada hal yang tidak diceritakan semuanya.


"Apa betul seperti itu ica.." haris menatap tajam penuh selidik pada putrinya.


"Iiyah yah..seperti itulah kejadian nya.." ica menjawab.


"Baiklah..aku terima penjelasan kalian untuk sekarang ini, tapi untuk meyakinkan nya aku perlu bukti..jadi mommy tugas kamu periksa setiap inci dari badan ica sekarang..CEPAT.." Haris dengan tegas.


"Baik yah...ayo ca kita ke kamar mandi.." rika menarik tangan ica.


"Apa...?? Apa harus sampai segitunya yah.." ica menolak.


"Iyah..jika sampai ada tanda sedikitpun maka kalian tidak bisa mengelak lagi."


"Tapi..tapi ayah..." ica tidak bisa melanjutkan perkataannya karena rika membungkam mulut ica dengan tangan nya.


"Sudah turuti saja apa yang ayah kamu minta..ayo.." rika membawa ica masuk kamar mandi.


.


.


"Bagaimana mom..??" haris bertanya.


"Aman yah..semua nya masih bersih dan terjaga.." rika menjawab.


"Bagus..tapi kalian berdua tidak bisa lolos begitu saja dari hukuman yang harus kalian jalani nanti, sekarang cepat bersiap kita tunggu lima belas menit di bawah untuk segera berangkat ke Monaco." haris merangkul pinggang rika lalu beranjak pergi dari kamar rendi.


"Ayo sayang kita tinggalkan mereka.."


"Kamu sih..aku jadi kena hukuman kan.." ica melemparkan handuk yang tadi sempat dia bawa dari kamar mandi ke muka rendi yang bengong.


"Hei...sebentar tadi kamu diperiksa apaan sama mommy..??".


"Pakai nanya segala..pikir saja sendiri..aku mau mandi dan segera berganti baju.."


Tanpa menunggu jawaban dari rendi lagi ica langsung lari ke kamar nya yang ada di lantai dua.


Rendi pun dengan susah payah segera bersiap sebisanya, untung saja semua keperluan nya sudah disiapkan oleh ica dari semalam jadi tidak perlu makan banyak waktu mereka pun akhirnya sudah selesai bersiap dan segera berkumpul di ruang tengah.


"Ok..sudah siap semua kan..?? Kalo begitu kita segera berangkat.." haris mengomando.


"Tunggu tuan..saya juga diajak bukan..??" suara bi Inah.


Tarang.....bi Inah datang dengan sebuah koper yang diseret tangan kirinya lalu tas kecil ditangan kanan nya bahkan bi Inah menggunakan topi pantai yang lebar kemudian sepatu but pendek berwarna coklat.


"Eh busettt..." 😲😲😲😲 semua yang menoleh melihat bi inah berseru.


"Ya ampun bi Inah rempong amat sih...??" rika menyaut.


"Lah...di sana kan pasti ada pantai nyonya jadi bi Inah sudah pakai setelan yang sesuai kan..?"


"Hadeh.. 🤦🏻‍♂ apa tidak bisa keluarga ini normal sedikit, sudah cepat kita berangkat.." haris makin pusing.


"😂😂😂😂 hahahaha...... Dasar bi Inah". Ica dan rendi menertawakan bi Inah.


"Hiii..... 😁 " bi Inah menyeringai kuda.


(" brow..brow...eyke ikut diajak juga kan..?") suara thor.


"Apa lagi ini...?? Terserah dirimu lah thor..mau ikut apa kaga..pusing..berangkat juga belum udah mabok duluan.." haris.


("Yeh..c mas brow..bi Inah saja diajak masa thor nya kaga diajak..nanti aku ganti peran kamu jadi Sangkuriang mau kau..??")


"Hehe...sensi kali kau thor...ayolah ikut..tapi aku dibikin makin kece ya.." 😁😁😁😁


("Hei...disini aku menceritakan ica sama rendi bukan dirimu... 😜😜 )


"Hei...ayolah perbanyak sedikit peran ku biar aku ajak kau sekarang jalan²..oke.."


( "bodo...sudah kembali ke benang merah.." )


.


.


Sampailah mereka di bandara untuk berangkat menggunakan pesawat pribadi milik rika yang merupakan hadiah pernikahan dari haris sang suami tercinta.


Begitu masuk pesawat mereka disambut pramugari cantik, pilot kapal dan pramugara ganteng yang begitu sopan bahkan berkelas. Mereka dipersilahkan menuju ruangan dimana tersedia kursi yang begitu nyaman dan di kabin selanjutnya ada ruangan istirahat juga yang begitu nyaman plus kamar mandi nya.


Kira² seperti ini ya..dalam pesawat nya.






"Wwow...fantastis..pesawat nya mewah bener..ini beneran pesawat milik mommy mu ca..??" rendi bersisik pada ica yang sekarang ini duduk berdampingan dengan nya.


"ya iyah lah...masa iyah pesawat milik aku..lulus SMA saja belum gimana mau kebeli pesawat semewah ini.." ica menjawab.


"ini sih bukan pesawat..tapi hotel bintang lima yang di pindahin jadi pesawat.. 😂😂 "


"whatever..."


.


.


Pesawat pun segera lepas landas, dan semua nya diberi pengarahan dan dipakaikan sabuk pengaman terlebih dulu oleh para pramugari dan pramugara nya.


"ca..kenapa harus ada pramugara nya juga untuk melayani kita di pesawat..?" rendi kembali bertanya dengan berbisik².


"kamu ini ya..kepo nya maksimal banget udah kaya bi Inah.."


"hachuu....ei...ko merinding ya..??" batin bi Inah.


"ya jelas harus ada karena mommy tidak mau kalo ayah dilayani sama perempuan lain, makanya pria dilayani oleh pria lagi.. begitu sebaliknya..puas.?".


"ah...iyah benar² kamu ini aku bertanya sedikit saja ngomel² mulu.."


Pesawat pun akhirnya terbang di ketinggian 6.147 mil laut terkadang diketinggian 7.074 mil dengan kecepatan 900km/jam.


Karena perjalanan yang begitu lama hingga memakan waktu hampir 13 jam perjalanan rika memutuskan untuk masuk ke ruangan istirahat di kabin belakang.