
Episode 15
"Enggak ko tan..ini tadi aku mau mita tolong ica buat bantu aku ke kamar tapi dia kaga mau.." rendi menjawab kikuk.
"Umh..apa..??enggak juga.." ica menyangkal pernyataan rendi.
"Suuttt...." rendi menutup mulut ica dengan tangan nya.
"Emh..emh..emh.." ica berusaha ngomong tapi tidak bisa karena mulut nya ditutup tangan rendi.
"Kalian ini sudah mommy mau ke kamar saja daripada liat kalian yang kaga jelas.." rika meninggalkan ica dan rendi.
"Kamu berisik sih..jadi ketahuan mommy mertua kan jadi malu diriku yang ganteng ini.." dengan santai pasang wajah polos rendi bergumam.
Ica melepaskan be kapan tangan rendi di mulutnya.
"His...mulai halu..udah gitu tangan kamu kan kotor abis dari luar juga main bekam mulut orang sih..jorok tau.." ica lalu meninggalkan rendi ke kamar nya.
"Hey...ko aku ditinggal lagi aja ca..??" rendi berteriak.
"Bodo..sono minta bantuan bi Inah saja.." ica yang sudah berlalu naik tangga meninggalkan rendi.
"Menggemaskan sekali calon istriku itu.." rendi bergumam sendiri sambil cengar cengir sendiri.
"Den rendi..aden mau nikahin bi Inah..?" tiba² saja bi Inah sudah ada di belakang rendi yang sedang duduk di ruang tamu.
"Eh buset...bi Inah bikin kaget orang saja sih.." rendi sedikit membentak.
"Lah...aden sendiri ngapain gerutu sendiri begitu..?"
"Ah..bisa gila beneran nih ngeladenin bi Inah.." batin rendi menggerutu.
"Sudah sana..bibi bantu aku bikinin aer anget saja..aku mau minum obat." rendi bangun dan jalan tertatih pelan menggunakan tongkat nya menuju kamar dirinya.
"Dih...aden rendi mah ngeles kaya bajai, katanya aku calon istrinya..enak saja, gini² aku juga kaga mau nikah sam den rendi itu..kan bi Inah udah punya ayang embeb.." gerutu bi inah.
( huh...bi Inah halu..) suara thor sang penulis.
"Tuh....kan....ada yang nyaut lagi..lama² ko rumah makin angker saja sih...hiiii....serem..." bi Inah kabur ke dapur segera membawakan air hangat buat rendi.
.
.
Di kamar rendi sekarang ini sangat kelelahan bahkan dirasakan begitu sakit di bagian kaki kirinya yang menyanggah ketika berjalan.
"Huff...sakit sekali rasanya kaki sebelah ku ini..tidak ku sangka ternyata menggunakan tongkat malah membuat seluruh badan ini merasa lelah seperti sekarang ini.."
Rendi merebahkan badan nya di kasur dan memejamkan kedua matanya hendak mengisyaratkan dirinya sejenak.
.
.
Sementara di kamar ica dia sedang mondar mandir karena memikirkan hal yang begitu rumit, selain memikirkan permintaan ibu sari lalu memikirkan keadaan rendi yang mungkin saja kelelahan karena pulang sendiri dan semua itu membuat ica merasa bersalah sudah meninggalkan rendi di restoran.
"Iih...aku ini kenapa sih sampai segini nya banget mikirin dia..?? Pacar juga bukan..tapi aku sayang..ehh...bentar kenapa juga aku musti punya perasaan seperti itu..toh dia juga belum tentu balas perasaan aku.." batin ica.
"Pokonya aku tidak mau dipermalukan oleh nya hanya sekedar punya perasaan sepihak kaya gini..bisa² dia besar kepala kalo aku punya rasa kaya gini sama dia..dia kan tidak pernah serius..dan masalah ibu sari itu sangat menyebalkan.." gerutu ica sambil berpangku tangan menopang dagu nya. 🤔🤔
Ica pun memutuskan untuk berbaring dan beristirahat sejenak menenangkan pikiran nya saat ini.
.
.
.
Di kantor Monaco resort green internasional ketika pagi hari tepatnya untuk hari pertama dimana diandra bekerja sebagai pembantu pribadi bagas. Kenapa Diandra bisa ikut sampai ke kantor bagas karena semalam bagas menelepon Diandra agar bersiap di pagi hari untuk ikut ke kantor karena tugas pertamanya yaitu bertugas menjadi pacar bagas yang akan diperkenalkan pada rekan bisnisnya yang kebetulan adalah seorang wanita yang diketahui oleh bagas mempunyai sifat agresif terhadap rekan bisnisnya terlebih pada rekan kerja pria.
Flashback on
"Halo Diandra..besok kamu harus bersiap pagi² datang ke apartemen ku masalah sekolah aku sudah meminta ijin pada wali kelas mu untuk tidak masuk satu hari karena sakit, jangan lupa pagi² sekali kamu harus datang ke apartemen ku.." suara bagas dengan tegas lewat telepon.
"Hei...untuk apa aku harus pagi² sekali..?? Bahkan aku harus bolos sekolah..aku tidak mau melakukan nya.." Diandra membentak bagas.
"Ok kalo tidak mau..kamu cukup membayar denda yang kita sepakati.."
"Hiss...baiklah aku akan datang.." tanpa menunggu jawaban dari bagas Diandra sudah memutuskan sambungan telepon bagas.
"Tut.tut.tut." suara telepon terputus.
"Beraninya dia menutup telepon nya sebelum aku selesai bicara..liat saja besok akan aku hukum dia.." gumam nya.
Kemudian bagas menelepon aldo dan menyuruh menyiapkan gaun untuk Diandra pakai besok hari untuk menemani dirinya ketika meeting.
Flashback off
.
.
Bagas dan Diandra berjalan bagai di red karpet bergandengan layak nya seorang pasangan sangatlah serasi dan nampak elegan. Bagas dengan setelan jas warna abu nya menampilkan betapa gagah dan karismatik dirinya, begitu juga Diandra mengenakan baju berwarna senada dengan baju yang dikenakan bagas menambah betapa anggun dan elegan nya dirinya.
Diandra putri.
Bagas dan Diandra berjalan berdampingan dan tidak lupa aldo sebagai asisten bagas berjalan tepat di belakang mereka berdua. Semua karyawan hotel dan pengunjung terpana melihat mereka berjalan menuju ruangan kantor khusus yang ada di hotel nya.
Bagas dan Diandra begitu juga aldo masuk ke dalam lip khusus karyawan hotel lalu Diandra yang sejak awal masuk bergandengan dengan bagas langsung melepaskan tangan nya karena merasa tidak nyaman.
"Kenapa kamu melepaskan gandengan mu..??" bagas bertanya.
"Tidak apa²..hanya pegal saja.." Diandra berdalih.
"Thing..." suara lip terbuka.
Mereka pun keluar dan menuju ke ruangan kantor milik bagas, aldo yang setia membukakan pintu untuk bos nya lalu bagas dan Diandra pun masuk ruangan. Bagas langsung menuju kursi kebesaran nya dan duduk dengan santai, kemudian aldo mempersilahkan Diandra untuk duduk di sopa yang ada di ruangan itu berhadapan dengan aldo.
Tidak lama kemudian ada suara pintu diketuk dan aldo langsung membukakan pintu nya.
"Selamat pagi mis..silahkan masuk, bos bagas sudah menunggu.." aldo mempersilahkan lexsis masuk.
Tanpa malu dan memperhatikan sekitar lexsis langsung menghampiri bagas yang sedang duduk di kursi meja kerja nya dan langsung duduk dipangkuan bagas.
"Pagi bagas.." dengan suara mendayu lexsis yang sudah duduk di pangkuan bagas lalu membelai pipi bagas dengan lembut.
Namun bagas yang risih langsung menghentikan tangan lexsis yang nakal dan mendorong pelan badan lexsis agar dia bisa turun dari pangkuan nya.
"Sorry lex..kita disini bertemu untuk meeting dan perkenalkan dulu tunangan ku yang sedang ada disini." bagas pun bangun dari duduk nya.
Diandra hanya bersikap santai dan acuh tak acuh namun dalam hati nya tetap menggerutu.
"His...menjijikan dasar ****** udah pakaian nya kurang bahan bahkan seperti baju setengah jadi ditambah bertingkah seperti cacing kepanasan begitu main nyosor laki orang.."
Bagas yang sudah berada di samping diandra langsung merangkul pinggang Diandra membuat si empu yang punya badan kaget karena dari tadi sedang sibuk dengan pikiran nya sendiri.
"Sayang perkenalkan dia rekan bisnis kita yaitu lexsis.. Dan lexsis kenalkan ini tunangan ku Diandra.." bagas dengan tegas memperkenalkan Diandra.
Diandra menatap bagas penuh pertanyaan lalu berbisik.
"Hei kak kamu tidak gila kan memperkenalkan aku sebagai tunangan mu..?" lirih nya.
"Tidak sudah kamu ikuti saja apa yang aku katakan.." bagas menjawab lirih.
Lexsis yang tidak suka pada Diandra karena sudah mendahului dirinya yang dekat dengan bagas bahkan berstatus tunangan terpaksa menerima uluran tangan Diandra untuk bersalaman.
"Halo tante..kenalin aku Diandra.." Diandra sengaja memanggil nya tante karena dia juga tidak menyukai lexsis.
"Hai..lexsis.."
"Baiklah..mari kita mulai meeting nya sekarang saja, aldo tolong berikan dokumen nya pada lexsis." bagas memerintah aldo.
"Ini mis dokumen nya.." aldo memberikan dokumen nya sesuai perintah bagas.
.
.
.
Meeting pun berlangsung 20 menit dengan serius dan membuahkan kesepakatan kerja sama dalam jangka 3 tahun ke depan.
"Terimakasih atas penerimaan kerja sama nya lex..sebagai tanda terimakasih aku akan mengundang kamu makan malam bersama." bagas mengakhiri meeting nya.
"Oke..aku pasti datang tapi aku yang akan menyediakan tempat nya bagaimana..?" lexsis mencari kesempatan agar bisa mendekati bagas.
"Tentu..kamu bebas merekomendasikan tempat yang kamu mau.." bagas mengiyakan permintaan lexsis.
Diandra yang sedari tadi memperhatikan bagas ketika meeting merasa bosan bahkan Diandra menguap sesekali.
.
.
.
.
..............................
Maaf ya jika masih banyak tipos yang bertebaran dimana mana.. 😁😁
Gimana nih kabar nya..sekarang aku kasih liat visual karakter pemeran nya baru bagas sama Diandra doang cuma kalo tidak sesuai ekspetasi kalian boleh ko bayangin tokoh karakter nya sesuai ingin kalian..aku pakai lee karena aku ngefans aja sama dia 😅😅...
So happy reading ya gaeysss... 🤭🤭
Jangan lupa like dan komen nya..
Terimakasih... 😘😘😘😘