Friend Is My Love

Friend Is My Love
Episode 6



Episode 6


Dengan cepat haris menghampiri juan karena bagaimana pun haris lebih menghormati juan karena dia lebih tua darinya.


"Hei bang..kenapa ada disini..apa ada keluarga yang sedang dirawat..?" haris bertanya karen merasa heran dengan adanya juan di rumah sakit.


"Lebih baik kita nyari tempat untuk mengobrol sebentar bagaimana bisa.." juan memberi saran.


"Bisa bang tapi sebentar saya hantarkan dulu makanan nya ke ruangan putri saya.."


"Baiklah saya akan tunggu kamu diparkiran."


"Iyah.." haris pergi mengantarkan makanan nya dulu ke ruangan ica.


Sesampai nya di ruangan ica.


"Mom..dibawah ada bang juan ayah akan menemui dia dulu sebentar kalian makan saja duluan..ayah nanti makan diluar."


"Iyah.." rika menjawab singkat.


"Hadeuhhh...masih saja marah dia.." gumam haris dalam hati nya.


Haris pun meninggalkan ica dan rika lalu menemui juan di parkiran.


"Maaf bang nunggu lama.."


"Tidak masalah ayo naik lah kita ke kafe dekat sini saja." juan langsung melajukan mobil nya setelah haris naik ke dalam mobil.


Sampailah mereka di sebuah kafe dan segera turun dari mobil lalu masuk ke dalam kafe yang langsung dipersilahkan ke meja vip oleh pelayan kafe nya.


"Kamu mau pesan apa..?" juan menawarkan menu yang ada.


"Saya coffee late dan cake coklat saja.." haris memberikan buku menu ke pelayan nya.


"Saya juga pesan itu saja."


Pelayan pun segera pergi untuk membawakan pesanan nya.


"Lalu siapa yang abang jenguk di rumah sakit..?"


Haris memulai percakapan.


"Putraku harus di operasi karena kecelakaan."


"Apa..?? Lalu bagaimana sekarang keadaan nya bang..maaf saya tidak tau akan hal itu.."


"Tidak apa² hanya saja saya berterimakasih pada mu yang sudah membayar semua biaya operasi nya."


Haris mendadak kebingungan dengan apa yang juan bicarakan. Pelayan kafe pun datang dan menyuguhkan pesanan juan dan haris.


Sebelum melanjutkan obrolan nya mereka menikmati coffee late nya terlebih dulu.


"Maksud anda siapa bang..?? Saya bertemu dengan putra abang saja belum ko berterimakasih pada saya karena sudah membayar biaya operasi nya."


"Ah..nampaknya kamu memang tidak tau kalo sebenarnya rendi adalah putra sulung saya."


"Uhuk..uhuk..." haris tersedak kue yang sedang dia makan.


"Haris kamu tidak apa² kan..??" juan khawatir pada haris yang tiba² terbatuk.


"Aku tidak apa²..jadi rendi itu putra abang juan..??" haris langsung berkeringat tidak karuan karen merasa khawatir perjodohan nya akan dibatalkan jika tau sikap haris pada rendi selama ini.


"Iyah..dia memang sedikit susah diatur berbeda dengan adik nya yang sekarang sedang sekolah di paris dan tinggal dengan grand dad..karen menolak perjodohan dengan putrimu rendi memutuskan hidup mandiri dan ngekos ditempat sederhana."


"Lalu rencana abang ke depan nya mu bagaimana..apa kita langsung saja mengadakan pertunangan nya atau bahkan membatalkan nya..?" haris to the point bertanya.


"Begini..kita batalkan saja rencana pertunangan nya." juan dengan santai yang sesekali meminum coffee late nya.


"Apa bang...??dibatalkan...????" haris sampai berdiri karena terkejut jawaban dari juan.


"Hei..santai sedikit...maksud saya hanya untuk anak² kita yang mengetahui bahwa perjodohan nya dibatalkan..namun kita biarkan mereka menjalin hubungan merek sendiri tanpa campur tangan kita..nampak nya mereka mempunyai perasaan khusus masing² terlihat rendi mau berkorban untuk putrimu.."


"Iyah benar bang..selama tiga tahun ini rendi memang sangat bersikeras mendekati ica sampai pada awalnya saya merasa khawatir jik mereka memiliki hubungan khusus..karena ica selalu membela rendi setiap saya memarahinya..upss...maaf." haris keceplosan dan merasa tidak enak hati setelah tau ternyata rendi putra dari juan.


"Hahaha....tidak apa² haris jangan merasa tidak enak seperti itu..biarlah sikapmu seperti biasanya pada rendi jangan sampai dia curiga pada kita orang yang sudah menjodohkan mereka."


"Baiklah bang...saya akan ikuti car abang untuk mempersatukan mereka..sebelum nya say minta maaf karena sebelumnya mungkin saya sudah merendahkan rendi karena saya tidak mau ica salah mencintai orang lain dan perjodohan ini pastinya akan gagal."


"Oke tidak masalah..kalo seperti itu kita masukan mereka ke SMA yang sama saja agar mereka bisa tetap bersama setelah lulus SMP..bagaimana..??"


"Itu ide bagus bang.."


Haris dan juan pun malah keasikan ngobrol dan menikmati coffee nya sampai mereka baru sadar ketika ada telepon masuk ke handphone juan dari nita.


"Halo sayang ada apa..??"


.


.


"Baiklah aku segera kembali.."


Juan menutup kembali telepon dari nita.


"Mari kita kembali ke rumah sakit, rendi sudah selesai operasi dan sekarang masuk ruang perawatan kembali." juan mengajak haris kembali ke rumah sakit karena ternyata mereka sampai menghabiskan waktu hampir dua jam lamanya.


"Mari bang.." haris menghampiri meja kasir untuk membayar semua nya dengan kartu kredit nya.


Mereka berdua pun lekas kembali ke rumah sakit.


.


.


Diruang operasi rendi sudah selesai di operasi dan masih dalam efek obat bius untuk dua jam ke depan, dan rendi pun dengan cepat dipindahkan ke ruang rawat VVIP tepat bersebelahan dengan ruang rawat ica.


.


.


Di ruangan ica setelah selesai makan ica sangat ingin melihat keadaan rendi saat ini.


"Mommy apa rendi sudah selesai operasi nya..?? Ica khawatir mom..tolong mommy tanyakan keadaan nya sekarang.."


"Baiklah tunggu dan tetap di kasur mu..mommy akan melihat rendi dulu."


"Iyah mom..terimakasih.."


Rika keluar ruangan dan pas berbarengan dengan rendi yang akan masuk ruangan disebelah nya.


"Maaf suster tadi itu pasien yang bernama rendi kan..??" rika bertanya pada suster yang mendorong belangkar rendi.


"Iyah betul nyonya..operasi nya berhasil dan orang tua nya sudah ada menemani, silahkan jika anda mau menjenguk..namun pasien masih dalam pengaruh obat bius."


"Baik..terimakasih.." rika masuk ke dalam ruangan rendi.


"Permisi maaf saya mommy nya ica teman rendi datang hendak melihat keadaan rendi..bagaimana sekarang mba.." rika dengan sopan dan lembut menyapa nita.


"Owh..iyah silahkan duduk dulu..dokter bilang operasi nya berjalan dengan lancar dan tidak ada masalah lain..hanya saja mungkin penyembuhan nya butuh beberapa bulan karena mau tidak mau kaki nya harus tetap di gif dulu."


"Syukurlah..dan maaf semua nya bisa terjadi karena rendi menolong ica." rika begitu terlihat menyesal.


Nita dengan lembut menggapai tangan rika.


"Tidak apa² mba mungkin itu sudah jadi takdir..dan memang seharusnya seorang laki² sejati haruslah melindungi wanita bukan..?" nita memberikan ketenangan pada rika.


"Ah..terimakasih..anda begitu baik pantas saja rendi menjadi anak yang baik ternyata ibu nya sangat lah baik hati."


"Anda terlalu memuji..perkenalkan nama saya nita Juliana." Nita memperkenalkan diri.


"Saya rika Hartanto.." rika pun memperkenalkan diri.


"Maaf apakah anda istri dari pak haris Hartanto..?"


"Iyah betul..bagaimana bisa anda mengenal suami saya..??"


"Mari kita mengobrol diluar ruangan saja mba..tidak enak kalo rendi mendengarnya."


"Baiklah..mari.." dengan sedikit bingung rika mengikuti permintaan nita.


Ketika mereka keluar ruangan kebetulan haris dan juan pun sampai di depan ruangan.


"Lhoo...ko mommy bisa keluar dari ruangan rendi..? Dan..." haris heran karena ternyata rika sudah akrab dengan nita.


"Kenalin ris..ini istri saya nita." juan memperkenalkan sang istri tercinta.


"Nita julian.." nita menjabat tangan haris.


"Dan ini istri saya rika bang.." haris pun memperkenalkan rika pada juan.


"Rika Hartanto.." rika menjabat tangan juan.


"Mungkin istrimu masih bingung dengan apa yang terjadi di sini sekarang haris, biar kita jelaskan dari awal." juan menjelaskan dan memberi tau rencana yang sudah diatur oleh nya dan haris.


"Bagaimana bisa kebetulan seperti ini ya..??" rika merasakan kelegaan pada akhirnya perjodohan itu tidak seburuk yang rika pikirkan.


"Iyah mom..awalnya aku juga bingung tapi ya itulah yang dinamakan jodoh dari yang tuhan rencanakan." haris tersenyum manis pada rika.


"Baiklah untuk sementara waktu untuk penyembuhan rendi mungkin dia akan saya bawa pulang ke paris dulu agar adik nya bisa bantu merawat nya." juan memberi tau semuanya.


"Tapi bang juan maaf..jika rendi dibawa pergi jauh mungkin putriku ica akan merasa sedih dan lebih merasa bersalah pada rendi, bagaimana jika rendi diperbolehkan untuk tinggal bersama kami dulu kebetulan kakak nya ica sedang tugas luar kota jadi kamar nya kosong." rika menolak usul juan.


"Itu benar sayang..pasti mereka akan sangat menderita jika kita jauhkan..bukankah kamu bilang kita akan membuat mereka saling jatuh cinta..??" nita memberikan pertimbangan pada juan.


"Benar dengan apa yang para istri kita bilang bang..saya tidak keberatan jika rendi tinggal dengan kami sementara waktu sampai sembuh namun mungkin saya akan tetap tegas pada rendi bang agar tidak timbul kecurigaan.." Haris menambahkan.


"Baiklah..jika kalian memaksa..saya minta tolong bantuan untuk menjaga rendi nanti dan bila ada apa² kamu bisa hubungi aku langsung atau pada rio di sini." juan menyetujui usul mereka.


"Iyah..kami juga masuk ruangan rendi dulu." juan pun berpamitan.


.


.


"Sayang bagaimana keadaan mu sekarang..?" haris bertanya pada ica yang sedang memainkan handphone nya.


"Ica baik yah..mommy gimana udah ada kabar dari rendi belum..??" ica sangat penasaran karena begitu lama orang tua nya berada diluar ruangan.


"Hey..gadis nya ayah kenapa begitu khawatir pada anak berandalan seperti dia??" haris berpura pura masih bersikap sam pada rendi.


"Ayah..berandalan itu juga sudah menolong putri ayah..jadi ayah tolong ya jangan selalu bilang kalo rendi anak yang tidak baik untuk berteman." ica dengan nada marah menjawab haris.


"Lihat mom putrimu ternyata lebih membela rendi daripada ayahnya sendiri..." haris memeluk rika dan bertingkah seakan orang yang tersisihkan.


"Hiss...sudah lah...kalian berdua itu memang berisik dan selalu saja saling cemburu.." rika menengahi ica dan haris.


"Mommy juga sama.." ica dan haris bersamaan.


"Hahahahaha......" mereka bertiga spontan tertawa bersama.


"Rendi sudah ada keluarga yang menjaga nya dan operasi nya berjalan lancar..namun untuk penyembuhan nya mungkin membutuhkan beberapa bulan kedepan.." rika menjelaskan.


"Huff...andai abang ada disini...ica kangen abang.."


"Iyah..mommy juga sama..tapi pasti dia sekarang merasa bosan karena di pesawat nya masih beberapa jam lagi baru sampai di Monaco." rika menerangkan.


"Sudah sekarang sudah malam..istirahatlah kalian dulu ayah mau mengecek laporan hari ini dan menyuruh yinchen untuk membawa semua keperluan ica dan kamu sayang.."haris memberikan rika penjelasan.


"Baik yah.." rika langsung tiduran di sopa yang ada di ruangan itu.


.


.


Di rumah lila dia mengunci diri dikamar sedari siang karena merasa ketakutan polisi mencari dia yang sudah menabrak ica dengan sengaja.


Bahkan dengan tergesa gesa lila membereskan baju lalu mengepak nya ke koper yang dia miliki.


"Lila kamu sedang apa..? Kenapa dari siang tadi kamu tidak keluar kamar sayang..ayo keluar nak kita makan malam dulu." ibu nya memanggil lila untuk keluar.


Tak lama lila akhirnya keluar namun sudah siap untuk pergi dengan koper ditangan nya.


"Lhoo..kamu mau kemana lila bawa koper segala begini..??" sari ibu nya lila bertanya.


"Lila mau ke Monaco bun..lila kangen ayah.." alibi lila pada sari.


"Apa..?? Tapi kenapa mendadak seperti ini..sekarang kan sudah malam..apa tidak bisa besok pagi saja, bunda yang antar."


"Tidak perlu bunda..tadi lila sudah telepon ayah di sana dan tiket juga sudah lila beli."


"Baiklah jika kamu memaksa, tapi bagaimana dengan ujian sekolah kamu nanti lila..??"


"Semuanya kan menggunakan metode online bun..jadi mudah dilakukan dimana saja."


"Baiklah tapi sebaiknya kamu makan malam dulu..nanti bunda antar kamu ke bandara."


"Iyah.."


.


.


"Halo bang juan..saya sudah mengecek kamera cctv yang ada ditempat kejadian rendi kecelakaan, dan saya menemukan pelaku tabrak lari itu." dari telepon juan suara rio terdengar.


"Bagus rio..segera bawa buktinya ke kepolisian dan tangkap segera pelakunya.."


"Baik bang.." tut.tut.tut. telepon pun terputus.


"Ada apa dad..nampaknya serius sekali..?" nita bertanya pada juan.


"Pelaku tabrak lari ica dan rendi sudah ditemukan dan tidak lama dia akan menerima ganjaran nya karena sudah berani melukai putra kesayangan ku."


"Baguslah kalo seperti itu."


Tidak lama kemudian rendi sadar dari pengaruh obat bius nya.


"Haus..air.." rendi dengan masih lemas meminta air minum..


"Sayang akhirnya kamu sadar..ini minumlah.."


Nita menyodorkan segelas air minum dan dengan dibantu nita rendi bisa minum sampai menghabiskan dua gelas.


"Mom..kenap kalian ada disini..??"


"Dasar anak nakal..kami itu orang tua kamu, jadi sudah sepantasnya kami ada disini untuk mu." juan menjawab pertanyaan rendi dengan sinis.


"Ya ampun dad..bukan begitu..maksud rendi dady sama mommy tau rendi di rumah sakit dari siapa..?"


"Om rio yang memberi tau..dia yang menolong kalian tadi saat kecelakaan." juan menjelaskan.


"Oh..lalu ica sekarang dimana dad..?"


"Ica..siapa dia..?? Apakah wanita itu yang membuat kamu seperti ini.."


"Bukan dad..dia juga korban sama seperti aku, rendi mohon dady jangan salah paham..dia gadis baik² dad mom..rendi sayang padanya."


"Owh...jadi selama ini kamu menolak perjodohan nya karena gadis itu..??" juan dengan menyelidik membuat rendi merasa takut jika ica kan mengalami masalah.


"Umh..rendi mohon dad beri rendi kesempatan membuktikan bahwa ica layak untuk masuk keluarga kita.."


"Ok..tapi dady ingin bertemu dengan gadis itu terlebih dulu dan ingin tau dia dari keluarga macam apa.."


"Baiklah dady akan segera ku pertemukan..tapi jangan sakiti dia.."


"Heyy... Apa dady terlihat seperti penjahat..??"


"Hi..hi..hi.." nita menertawakan juan yang dikatai putranya sendiri sebagai penjahat.


"Mommy...kenapa malah menertawakan dady..?" juan nampak kesel ditertawakan nita.


"Lagian kalian itu lucu sekali..ini sudah malam sebaiknya kita istirahat..besok kita bisa lanjut lagi obrolan nya."


"Baik.." rendi dan juan serempak menjawab.


Pada akhirnya malam ini mereka memutuskan untuk beristirahat dan tidur. Namu berbeda dengan rendi dia masih terjaga dan mengambil handphone miliknya yang ada di meja sebelah nya tidur. Dia mengetik sebuah pesan singkat lewat WhatsApp.


Ting..handphone ica berbunyi tanda pesan masuk.


"Hei..apa kamu sudah tidur.. 😘 ?"


Ting..balasan dari ica masuk ke handphone rendi.


"Belum.. 😋 kamu sudah siuman..?"


"Hiss...anak ini masih saja jual mahal." gumam rendi dalam hati.


Ting....


"Cepat tidur biar besok kamu bisa ketemu calon mertua dengan bugar.. 🤭🤭😍😍😘😘 "


"Apa..?? Menyebalkan dasar pria gila.." sambil senyum senang dalam hati ranhi menggerutu.


Ting....


"Sepertinya otak kamu ketinggalan di meja operasi sampai gila mu semakin parah 😱😈 "


"Apa²an dia ini.. Sudahlah aku tidur saja." rendi menyudahi chat nya dan bermaksud untuk segera tidur.


"Hei..kenapa dia tidak membalas chat ku si..? Menyebalkan..." ica mengetik kembali pesan pada rendi.


Ting...


"Payah 👻😽 lekas sembuh 😘 "


"Haduh..kenapa pakai emot cium si...??dasar marisa bikin malu..bodo ah..aku tidur saja.." gumam nya.


"Nah kan dia ngerespon juga akhirnya.. Sok jual mahal segala." rendi sengaja tidak membalas pesan dari ica lagi karena di yakin besok dia kan datang untuk menjenguk nya.


.


.


.


...,........,.....


Widih..kayanya panjang banget episode kali ini.. 🤣🤣🤣🤣


Asik...rendi mulai nakal tuh...ayo pepet terus...


Cewe yang pakai baju merah jangan sampai dilepas...


Pantang mundur sebelum berperang..


Pantang pulang sebelum dapat hasil tangkapan..


Mancing kali ah..dapet tangkapan..


Awas...jangan lupa like dan komen nya ditunggu... 😘😘😘😘


Jangan lupa bahagia....