
Episode 5
Maaf karena keterlambatan up nya ya...maklum author lagi miskin banget ampe kuota z kaga kebeli...haaa.....
Yang sabar thor..semua pasti akan indah lagi..
Padahal inspirasi lagi poll banget ni...tau nya ko kuota habis..
Maklumi saja ya gaessss....
Ok lanjut ke cerita....happy reading all.....
.
.
.
******"""""""*"""""""
Dengan wajah malu tapi masih menangis ica melepaskan pelukan nya pada rendi turun dari belangkar dan duduk di tempat nya tadi namun dengan menundukkan muka dari sang mommy.
Rika mendekati ica dan mengelus kepala ica dengan lembut dia berkata..
"Sayang kamu tidak usah khawatir..sekarang rendi akan segera di operasi agar cepat pulih kembali dan masalah ayah kmu juga tenang saja, selama ada mommy tidak akan terjadi hal yang kmu takutkan."
"Terimakasih mom.. I love you.." ica mengecup pipi rika.
"I love you to honey.." rika membalas kecupan di kening ica.
"Terimakasih banyak tante..dan maaf saya sudah merepotkan kalian, untuk biaya operasi saya punya tabungan sendiri untuk membayarnya tan..dan atm nya ada di tas saya sandi nya tanggal ulang tahun ica.." rendi meminta rika untuk memaki tabungan nya.
"Tidak perlu nak rendi..masalah biaya operasi dan pengobatan biar pakai punya tante saja..biar tabungan mu untuk keperluan mu saja." rika menolak permintaan rendi.
"Tapi tante...."
"Sudah tidak ada kat tapi ren..kamu itu kan bukan anak orang kaya jadi terim saja pertolongan mommy..lagipula semua nya gara² kamu berusaha menyelamatkan ku tadi, anggap lah sebagai terimakasih aku saja." ica memotong rendi yang hendak menolak lagi.
"Baiklah..terimakasih ica, tante rika kalian orang baik.." akhirnya rendi menuruti permintaan ica dan rika.
.
.
.
Di ruangan kantin yang ada di rumah sakit yang tidak begitu ramai pengunjung haris dan rio sedang menikmati kopi yang mereka pesan saat ini dan sambil ngobrol.
"Terimakasih pak rio sudah mau menolong putri saya..andai tidak ada bapak mungkin entah apa yang akan terjadi pada ica dan rendi." haris membuka obrolan.
"Sama² pak haris sesama orang tua yang mempunyai seorang putri sudah kewajiban saya untuk menolong sesama juga, dan panggil saja saya rio karena ini bukan di jam kantor lagi pula mungkin kita masih seumuran.."
"Ah..iyah baik lah rio..dan panggil juga aku haris saja agar lebih akrab."
"Baiklah..owh iyah haris maaf saya lupa memberi kabar pada keluarga rendi tentang dia yang kecelakaan jadi sebentar saya akan menelepon nya dulu."
"Tidak masalah..memang nya kamu tau si rendi itu dimana keluarga nya sekarang..bukankah dia hanya seorang gelandangan yang tidak jelas..?? Saya sering kesal dibuat nya."
"Ya ampun apa rendi seburuk itu..? Setau saya dia anak yang baik dan dari keluarga yang terhormat haris..karena dulu ketika dia masih sekolah dasar saya sempat bertemu dengan keluarga nya ketika mereka mengadakan pesta, namun sayang mungkin rendi lupa pernah bertemu dengan saya karena sudah 5 tahun lalu."
"Baguslah jika memang dia dari kalangan orang kaya seperti kita..jadi dia tidak hanya akan benalu buat ica."
Rio hanya menggelengkan kepala melihat haris yang begitu kesal pada rendi. Dan langsung menelepon keluarga rendi.
"Tut..tut..tut.." nada tanda tersambung.
"Halo bang juan..gimana kabarnya sekarang..?"
.
.
"Saya hanya ingin memberi kabar tentang rendi dia tadi kecelakaan dan dokter menyarankan kalo kaki nya harus di operasi karena patah tulang."
.
.
"Baiklah bang..saya tunggu kedatangan nya."
Tut.tut.tut. telepon pun terputus.
"Bagaimana dengan keluarganya barusan rio..apa dia mau datang." haris bertanya pada rio.
"Iyah..barusan keluarga nya bilang mau datang kemari."
"Baguslah.."
Mereka berdua pun asik mengobrol sambil menunggu kedatangan keluarga rendi.
.
.
.
Di ruangan UGD
"Permisi bu..pasien akan segera kami bawa ke ruang operasi, untuk sementara waktu anda bisa menunggu pasien di ruang tunggu saja." salah satu perawat laki² minta ijin untuk membawa rendi ke ruang operasi.
"Silahkan mas.." rika mempersilahkan pada perawat yang akan membawa rendi ke ruang operasi.
Tiba² saja ketika ica dan rika hendak mendorong belangkar untuk mengantar rendi ke ruang operasi ica merasakan kepalanya yang pusing hingga ica pingsan, untung nya pas ica akan terjatuh haris dan rio sudah tiba tidak jauh dari ica dengan sigap haris menopang ica yang hampir terjatuh ke lantai.
"Ica..sayang nak..kamu kenapa..??" haris menjadi panik seketika karena ica hampir saja pingsan dan jatuh ke lantai.
"Sebaiknya nona ini kembali ke ruang UGD dulu lalu dirawat inap saja dulu pak..takutnya ada apa².." seorang suster cantik yang ikut membantu ica bangun memberi saran.
"Minggir..biar saya yang membantunya kembali ke ruangan UGD dia anak dan suami saya." rika dengan ketus dan kasar mendorong suster cantik itu.
Tiba² saja ica yang peka akan kecemburuan rika langsung tersenyum miring dan berkata.
"His...mommy ternyata galak banget kalo lagi cemburu yahh..."
"Upsss..."
Ica langsung menutup mulutnya rapat karena mendapatkan tatapan tajam setajam silet 😅😅 dari rika.
Haris hanya menggelengkan kepalanya saja karena tidak mau menambah marah singa betina yang lagi Kelaparan..bisa² dia harus tidur diluar kamar.
"Sudah tidak perlu banyak komentar..ayo ke UGD lagi biar ica segera ditangani dokter lagi, rendi juga sudah masuk ruang operasi juga kan." rika menegaskan.
Ica pun akhirnya ditangani dokter lagi dan ternyata ica tidak apa² hanya butuh istirahat saja.
"Bagaimana putri saya dok..kenapa dia mengalami pingsan.?" haris bertanya pada dokternya.
"Putri anda tidak apa² hanya perlu istirahat dan mungkin dia belum makan siang karena ini sudah sore hari pak, nanti putri anda kami pindahkan ke ruang rawat saja dulu.." dokter menjelaskan.
"Dan suster tolong siapkan makanan bernutrisi untuk nona ini agar bisa cepat pulih." dokter itu menyuruh suster asisten nya untuk menyiapkan segera.
"Baik dok...mari tuan nyonya kita pindahkan nona ica ke ruang rawat yang sudah kami siapkan.." suster gemuk mempersilahkan mereka.
Dan ica pun akhirnya sudah berada di ruang rawat nya yang sesuai sang ayah minta yaitu ruang vviv.. ( kalo orang kaya mah bebas pilih 😂😂 auto fokus ).
"Mommy.. Ica tidak mau makanan rumah sakit itu, pasti rasanya hambar..ica mau makan nasi padang." ica memang sangat menyukai masakan padang sedari kecil karena nenek nya ( ibu dari rika ) yang dari padang pintar sekali masak masakan padang dan pastinya setiap bertemu pasti ica diberi masakan padang oleh nenek nya.
"Ya sudah biar ayah yang belikan sekalian buat mommy dan mungkin keluarga rendi juga sudah datang karena tadi rio sudah menghubungi keluarganya."
"Masa si yah..nanti mommy juga ingin tau keluarganya seperti apa, punya anak ko dibiarkan tinggal sendirian sengsara..pasti orang kaga punya." rika menyanggah.
"Mommy salah..rio bilang di dari keluarga yang kaya raya tapi entahlah seperti apa..ya udah ayah pergi dulu." haris pun berpamitan.
"Iyah.."
.
.
Diluar ruangan operasi nampak kedua orang tua rendi sedang menunggu berlangsung nya operasi bersama rio.
"Rio bagaimana bisa rendi mengalami kecelakaan seperti ini..?" juan bertanya pada rio sedangkan nita hanya menangis karena putra kesayangan nya sedang mengalami musibah.
"Jadi tadi ketika saya sedang diperjalanan menuju kantor setelah meeting bersama haris tiba² saya melihat ada mobil yang melaju cepat hendak menabrak ica putrinya haris dan kebetulan saat itu rendi yang bersama nya berusaha menyelamatkan ica yang mengakibatkan rendi jatuh tertimpa motor dan ica mengalami cidera ringan." rio menjelaskan.
"Tunggu..kamu bilang haris, apa haris yang kamu maksud adalah haris Hartanto..??"
"Iyah betul..apakah anda mengenali nya bang..?"
"Saya kenal baik dengan beliau..dan ternyata rendi sudah dekat dengan putrinya, tidak saya sangka jodoh memang tidak kemana..awalnya rendi bersikeras menolak perjodohan yang akan kami laksanakan tau nya dia sendiri yang mendekati putri haris pilihan saya itu."
"Owh..jadi sebenarnya anda sudah menjodohkan mereka berdua bang.."
"Iyah kami para orang tua sudah merencanakan itu semua tapi memang mereka belum kami pertemukan..tapi menarik saya jadi mempunyai ide bagus..sekarang dimana haris berada biar saya temui dia."
"Entahlah..mungkin dia masih bersama ica di ruang rawatnya bersama istrinya juga."
"Biar saya telepon haris sekarang.."
Juan langsung menghubungi haris karena dia senang akhirnya perjodohan itu bisa terlaksana dan mungkin akan segera diresmikan.
"Halo..haris dimana kmu sekarang..?"
"Bang Juan saya sedang di rumah sakit karena anak saya mengalami musibah namun kebetulan say sedang keluar membelikan nasi padang pesanan istri dan putri saya..tumben kamu menghubungi ku sepertinya ada hal penting." suara haris lewat telepon.
"Saya ke situ sekarang tunggu jangan kemana²."
"Eh..baiklah saya akan tunggu disini.."
Telepon pun terputus..
"Kalo begitu aku tinggal sebentar..rio tolong temani istri saya disini dulu."
"Baik bang.."
Juan dengan cepat menuju haris berada karena haris membeli makanan nya tidak jauh dari rumah sakit juga.
"Haris..." juan melambaikan tangannya dari seberang jalan.
"Lhoo..aneh sekali kenapa juan ada disini ya..??" benak haris bertanya sendiri.
Dengan cepat haris menghampiri juan karena bagaimana pun haris lebih menghormati juan karena dia lebih tua darinya.
"Hei bang..kenapa ada disini..apa ada keluarga yang sedang dirawat..?" haris bertanya karen merasa heran dengan adanya juan di rumah sakit.
.
.
.
.
......................
Cie..cie...ada yang baper...
Ternyata rendi dan ica sudah dijodohkan...apa yang bakal terjadi ya kalo mereka tau kalo ternyata mereka sudah dijodohkan...
Terus juan punya rencana apa kira² nih..?? Jangan² pertunangan nya dibatalin 🤔🤔 enak nya rencana apa ya..?? Atau langsung dinikahkan kali ya.. 😋😋
Kalo penasaranan baca dan ikutin terus novel aku ini ya..jangan lupa like dan komen nya juga..
Hidup berkecukupan itu lebih baik daripada berlebihan tapi di hina orang..
Jangan lupa bahagia untuk hari ini..