Friend Is My Love

Friend Is My Love
Episode 8



Episode 8


Rika dan haris yang memperhatikan tidak mempermasalahkan hal tersebut dan malah berpura² tidak melihat jika rendi tadi mencium ica. Sedangkan ica yang menerima kecupan di pipi nya hanya bisa diam mematung sebentar dengan rona merah di wajahnya.


"Astaga...rendi ini dasar mesum ya..modus banget dia cium² pipi ku.." batin ica.


Setelah rika dan haris mengeluarkan barang berupa koper milik rendi dan ica merekapun mengajak masuk semuanya.


"Ayo kita masuk..agar kalian bisa langsung istirahat." rika menyuruh ica dan rendi masuk rumah.


"Iyah mom.." ica menjawab.


Kemudian ica pun mendorong kursi roda rendi masuk ke dalam rumah..namun karena menuju kamar bagas haris naik tangga jadi diputuskan rendi menempati kamar tamu yang tidak jauh dari ruang santai keluarga.


Sampailah sekarang rendi di kamar yg sudah disiapkan keluarga haris dan sudah berbaring di kasur empuk yang begitu nyaman dibantu ica dan bi Inah.


Ketika ica hendak pergi meninggalkan rendi untuk istirahat tiba² tangan ica ditarik rendi membuat ica terduduk di kasur tepat samping rendi.


"Ada apa lagi heuhh...?? Aku jug pengen istirahat capek banget nih..kalo perlu apa² panggil bi Inah aja ya.." ica yang sudah capek dan malas menanggapi rendi.


"Aku cuma mau bilang makasih ca udah mau bantu rawat aku..dan satu lagi, sini kamu nunduk sebentar aku bisikin.." rendi menarik pelan tangan ica agar ica mau sedikit menundukkan kepalanya.


"Muach.."rendi mencium kening ica membuat ica bengong karena kaget.


"Aku sayang kamu.." rendi membisikan kata dengan lembut membuat ica merona.


Dengan cepat ica pun berdiri dan pergi dari kamar tamu namun setelah sampai di pintu ica berhenti melangkah dan berbalik badan seraya bilang.." istirahatlah nanti aku siapkan makan siang agar kamu bisa minum obat nya."


Ica pun berlalu pergi dari kamar dan segera menuju kamar nya karena dia sudah begitu kangen dengan kasur empuk nya dimana menjadi tempat terfavorit nya. Dan tampa ragu ica yang sudah berada dikamar nya langsung berguling di kasur nya yang berukuran king size dengan balutan seprei bergambar karakter tedy bear.


.


.


.


Di perusahaan juan tepat nya di paris dia sedang berbincang-bincang dengan rio yang memang sengaja secara khusus datang menemui kakak ipar sepupunya yang artinya rio adalah anak dari adik nita istrinya juan.


"Bagaimana penyelidikan nya, apakah kamu sudah menemukan siapa orang nya..??" juan menanyakan perkembangan kasus kecelakaan yang menimpa putra nya dan calon menantunya.


"Ini semua berkas dan CD cctv depan perpustakaan bukti dari kecelakaan yang rendi dan ica alami bang, di sana ternyata memang jelas penabrak dengan sengaja mau menabrak ica namun rendi cepat menolong nya. Dan menurut plat nomor kendaraan itu pemilik mobil sudah diketahui dan bahkan dari rekaman cctv toko kue sebrang jalan perpustakaan itu tertangkap jelas wajah si pengendara." rio menjelaskan.


"Lalu siapa orang itu rio..???"juan dengan tegas.


"Orang itu seorang mahasiswi yang bersekolah sama dengan rendi bang, dia bernama lila dan kabar nya dia menyukai rendi namun rendi tidak pernah peduli padanya, dan ada lagi..sepertinya siang hari ini dia akan pergi keluar negeri untuk melarikan diri bang.."


"Kalo begitu segera urus semuanya saya tidak mau orang itu lolos dan bebas di luaran sana sedangkan putraku yang menderita karena perbuatan nya."


"Baik bang sekarang juga saya akan tugaskan anak buah saya agar menangkap dia dan menjebloskan nya ke penjara."


"Bagus..sekarang keluarlah.."


"Baik bang juan.." rio berpamitan dan segera keluar ruangan kantor juan.


Setelah keluar rio menelepon asisten pribadinya yang berada di Indonesia agar secepatnya menangkap lila.


"Halo..segera lapor ke kepolisian dan seret jika melawan bukti nya besok pagi sudah ada ditangan kalian, saya pun sudah kembali mulai besok.." rio memerintah lewat telepon.


Sementara lila sekarang baru saja bersiap untuk berangkat menuju bandara yang akan diantar sari ibunya.


"Bunda sudah selesai belum...?? Ayo segera berangkat nanti lila bisa ketinggalan pesawat.." lila berteriak memanggil sari agar segera keluar dari kamarnya yang mungkin masih bersiap.


"Iyah sayang sebentar bunda lagi nyari handphone bunda yang lupa entah disimpan dimana.." sari menjawab dengan teriakan kembali.


"Cepatlah sedikit...2 jam lagi lila harus sudah ada di bandara bun.."


"Iyah ini juga sudah ketemu.." sari pun akhirnya keluar dari kamar.


Tiba² saja ada yg memencet bel pintu masuk hendak bertamu.


Ting.tong.ting.tong


"Siapa yang bertamu..??" sari melihat jam tangan nya menunjukan pukul 10:20.


Sari segera membukakan pintu rumah nya hendak melihat siapa yang bertamu padahal dirinya akan berangkat mengantar lila ke bandara. Sari begitu terkejut ketika membuka pintu karena ternyata yang datang bertamu adalah dua orang laki² berseragam lengkap.


"Selamat siang bu..maaf apakah saudari lila ada di rumah..? Saya dari kantor kepolisian diberi tugas untuk penangkapan saudari lila dengan tuduhan mencoba pembunuhan dengan kasus tabrak lari kemarin siang depan perpustakaan umum, dan ini surat tugas penangkapan nya." seorang petugas memberikan penjelasan kedatangan nya dan memberikan surat penangkapan nya.


Sari sangat tidak percaya dengan surat yang ada ditangan nya sampai tidak bisa menjawab apapun pada petugas polisi yang ada dihadapan nya.


"Mohon kerjasamanya bu..jika saudari lila ada di dalam saya akan segera membawanya ke kantor untuk ditindak lanjuti."


"Siapa bun...? Ko lama banget sih buka pintu doang, kan kita mau berangkat.." lila menyela dan menghampiri sari yang berada di depan pintu rumah nya dan pada akhirnya lila sendiri terkejut dengan kedatangan dua petugas kepolisian itu.


Petugas polisi pun tanpa segan langsung menangkap tangan lila dan memborgol tangan lila dengan segera.


"Saudari lila anda kami tangkap dengan tuduhan pembunuhan berencana dalam kasus tabrak lari kemarin yang anda lakukan.."petugas yang memborgol tangan lila segera menyeret lila keluar menuju mobil patroli.


"Tunggu sebentar pak..pasti ada kesalahan disini..tolong lepaskan putri saya.." sari menghampiri petugas yang membawa lila dengan air mata yang sudah membanjiri pipi nya.


"Nyonya bisa mengkonfirmasi kebenaran nya di kantor kepolisian dan sebagai tambahan keterangan saksi."


"Bunda...tolong lila bun...lila tidak mau dipenjara.." lila yang menangis meminta tolong pada sang ibunda.


"Lila sayang tenang saja bunda akan mengikuti mu ke kantor kepolisian dari belakang."


Lila pada akhirnya sudah masuk dalam mobil patroli polisi dan segera dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa lebih lanjut. Setibanya di kantor polisi lila pun langsung di integrasi atas segala kejadian perkara, tanpa proses lama dengan ditemani sari dan pengacara keluarganya lila mengakui segala tuduhan dan tanpa menyusahkan pihak kepolisian semua selesai dan lila pun akhirnya masuk penjara dan segera masuk persidangan untuk menentukan hukuman berapa lama dia ditahan.


Sari pulang dari kantor kepolisian dengan begitu sangat sedih namun dia juga akan berusaha menemui keluarga korban hendak meminta maaf dan meminta untuk mencabut perkara penangkapan lila agar lila bisa bebas kembali sebelum dijatuhi hukuman setelah sidang nanti.


"Bu sari sebaik nya kita menemui keluarga pak haris terlebih dulu karena kabarnya putra pak juan berada di sana untuk penyembuhan, kita kesan karena pak juan tidak ada di Indonesia." pengacara keluarganya memberi arahan.


"Baiklah..tolong kamu atur semuanya saja dan maaf jika saya harus numpang mobil kamu karena mobil lila yang saya bawa menjadi barang bukti dan saya tidak bisa fokus mengurus kasusnya sendirian.." sari begitu terpukul dengan semua kejadian yang menimpa putrinya.


Akhirnya sari dan pengacaranya sampai di rumah haris.


"Permisi mba saya deni pengacara dari ibu sari hendak menemui rendi putra dari pak juan sekaligus bertemu dengan pak haris." deni bertanya pada bi Inah yang sedang menyapu halaman.


.


.


Haris dan rika sedang santai minum teh hangat di taman belakang rumah nya yang menghadap ke kolam renang yang begitu indah. Dan bi Inah datang menghampiri tuan dan nyonya nya untuk menyampaikan ada tamu yang ingin menemuinya dan begitu juga rendi.


"Permisi tuan, nyonya..di depan ada tamu seorang pengacara bersama seorang ibu² yang ingin bertemu dengan anda.." bi Inah menyampaikan pada majikan nya.


"Baiklah..kami akan segera ke depan menemuinya tolong bikin kan minuman untuk tamu kita bi.." rika menjawab.


"Ayo kita lihat siapa yang datang ingin bertemu.." rika mengajak haris.


"Hemp...ayo.." haris merangkul pinggang rika dengan begitu romantis mereka jalan bersamaan ke depan untuk menemui tamu yang datang.


Sampai di depan teras rika dan haris melihat sari yang begitu terlihat sangat kacau dan pengacaranya yang mendampingi.


"Selamat siang pak, bu..maaf kami mengganggu waktu anda.." deni mendahului menyambut kedatangan haris dan rika dengan menyodorkan tangan hendak menyalami.


"Siang..silahkan duduk.." haris menerima salaman itu bergantian dengan sari begitu juga rika yang menyalami deni dan sari.


"Ada keperluan apa anda datang kemari, nampaknya begitu serius.."haris menanyakan maksud kedatangan deni dan sari.


"Begini pak..sebelum nya perkenalkan, saya deni seorang pengacara dan sebelah saya ini ibu sari beliau yang menunjuk saya untuk menyelesaikan perkara masalah yang dialami keluarganya terutama putrinya." deni memperkenalkan diri sebagai sopan santun.


"Kami kesini ingin meminta maaf pada keluarga anda dan khususnya kepada putri dan putra bapak yang telah mengalami kecelakaan yang disebabkan oleh lila putri dari ibu sari ini."


"Apa..?? Jadi penyebab kecelakaan yang rendi alami adalah ulah dari putri anda.." rika dengan menahan emosi nya menunjuk sari berbeda dengan haris yang terlihat santai karena sebenarnya dia sudah mengetahui kabar itu dari juan yang tadi semat menelepon nya.


"Maafkan putri saya bu..saya mohon kasihanilah lila yang sekarang masuk penjara karena perbuatan nya..saya mohon dengan sangat tolong bantu kami memperingan hukuman nya." sari sudah tidak bisa menahan lagi tangisnya dan sesak di dada nya sampai sari pun berlutut hendak memohon kepada rika.


"Anda tidak perlu melakukan itu pada kami, yang seharusnya anda lakukan sekarang itu memohon pada rendi dan keluarganya, karena perbuatan putrimu rendi mengalami patah tulang di kaki dan tidak bisa berjalan normal sekarang ini." sarkasme rika yang begitu sangat kesal pada sari.


"Baiklah..apa boleh saya bertemu dengan nak rendi..??" sari memelas ingin dipertemukan dengan rendi.


"Bi Inah..." haris memanggil bi Inah untuk memanggil kan rendi.


"Iyah tuan..ada apa..?"


"Tolong bawa rendi kemari.." haris memerintah.


"Maaf tuan tapi den rendi sedang tidur setelah makan dan minum obat.."


"Baiklah..tidak usah mengganggunya istirahat, kamu boleh kembali ke dapur."


"Baik tuan.." bi Inah pun pergi ke dapur kembali.


"Anda mendengar sendiri bukan dengan apa yang pembantu saya katakan..?? Mungkin lain waktu anda bisa kemari lagi dan bertemu dengan rendi." haris mengusir secara halus pada tamu nya karena melihat rika sang istri yang sedang menahan marah nya dari tadi.


"Baiklah pak, bu..terimakasih sebelumnya sudah mau menerima kami datang kesini..mungkin besok kami akan kembali ke sini hendak bertemu dengan rendi dan meminta maaf langsung padanya, sekarang kami pamit." deni menengahi pembicaraan agar sari tidak disudutkan lagi.


"Silahkan..." dengan begitu singkat haris menjawab dan mempersilahkan mereka pulang.


Deni dan sari menyalami haris tanda berterima kasih sudah diterima bertamu, namun berbeda dengan rika yang tidak mau menerima salaman tangan tersebut bahkan tanpa basa nasi rika sudah masuk ke dalam rumah.


Deni dan sari pun berlalu pergi dan haris segera menyusul rika yang terlihat sedang marah di kamar nya. Haris masuk ke kamar nya menemui rika yang sedang duduk di tepi ranjang nya.


"Sayang kamu kenapa..??" haris dngan pelan dan lembut duduk mendekati rika di tepi ranjang nya lalu mengusap bahu istrinya.


"Kamu tuh yang kenapa..ko bisa kamu sesantai itu ngadepin mereka berdua, yang kecelakaan itu anak² kita lhoo..?" rika kesal karena haris terlihat begitu santai tadi.


"Aku sudah tahu dari sebelum mereka datang sayang..bang juan tadi meneleponku dan menjelaskan bahwa tersangkanya sudah dipenjara, begitu.." haris menjelaskan pada rika dengan memeluk rika dari belakang yang sesekali menghisap wangi aroma sabun di ceruk leher rika.


"Owh...tapi kenapa kamu tidak kasih tau aku juga..??


"Ya kan kejutan sayang.."


"Ya sudah..sekarang terus kita harus bagaimana..??" rika bertanya pada haris namun haris malah tidak menjawab pertanyaan rika melainkan dia malah menciumi punggung rika bahkan tangan haris sudah begitu aktif mengabsen setiap jengkal tubuh rika.


"Mas..jawab dulu..jangan malah begini.." rika dengan suara lirih malah membuat haris semakin terpancing.


Tanpa babibu lagi haris merebahkan rika dan mengungkung nya tanpa menghentikan aksi tangan nya yang terus membelai seluruh tubuh rika sampai rika melenguh. Dengan cepat haris menyatukan bibir nya dengan rika dengan begitu lembut dan terasa begitu manis seakan pertama kali mereka bersentuhan.


.


.


.


.............................


🤭🤭🤭🤭🤭🤭


Hayoo...ada yang ngarep lebih ni pasti... 🤣🤣🤣🤣


Maaf ya aku end sampai situ dulu...lanjutan nya bayangin sendiri aja deh yawww... 🤭🤭


Dengan segala hormat aku meminta maaf pada kalian semua... Thor lagi mabuk darat bgt nih...efek dari sesuatu yang terjadi pada malam hari bersama kekasih halalku.. 😁😁😁😁


Jadi sekali lagi maaf ya...kalo selain masih banyak banget tipis beterbangan di mana² diri akohh tidak up selama 2 hari 🙏🏻🙏🏻 karena si akohh inihhh sedang kurang normal..


Tapi bukan karena terjangkit covid +19 lho ya...


Melainkan karena...karena...karena itu anu.. Gara² ci anu nya anu... 🤣🤣🤣🤣🤣


Ngomong apa sih ya...akhhh pokonya mohon bersabar ya kalo thor kaga up tiap hari...


Masalah lgi mual terus...


Jdi minta do'a nya aja ya biar cepet sehat dan sehat selalu....amin... 😘😘😘😘


Jangan lupa bahagia untuk hari ini...


Setiap do'a pasti akan terkabul jika kamu tulus memintanya dan mau bersabar mewujudkan nya dengan tetap berusaha...


Heii...jangan lupa like dan komen nya...