Friend Is My Love

Friend Is My Love
Episode 4



Episode 4


Dengan ragu ica mencari kontak ayah nya sebelum tersambung ica memejamkan matanya karena dia begitu takut ayah nya akan marah besar jika dia mengalami sesuatu yang buruk. Tak terasa ica meneteskan air mata lagi yang mengenai pipi rendi membuat rendi tersadar dari pingsan.


"Ca..kamu jangan nangis..aku tidak apa²." dengan suara lemah menahan rasa sakit di kakinya rendi menenangkan ica.


Ica kaget dan langsung memeluk rendi dan masih saja menangis namun tidak meraung² karena malu jika itu terjadi.


"Rendi maafin aku..semua gara² aku..kamu jadi seperti ini sekarang." ica merasa bersalah karena rendi ikut celaka gara² dirinya.


"Hu..hu..hu..rendi jangan tidur lagi aku takut.."


"Jangan takut nak..kita sudah sampai di rumah sakit..ayo saya bantu nak rendi untuk ke ruang UGD." pak rio membantu membuka kan pintu mobil dan memapah rendi ke belangkar yang para suster dan dokter bawa dati UGD.


"Pelan² pak..kasian teman saya kesakitan.." ica sangat khawatir pada rendi yang sangat dia sayangi.


"Ica kamu tidak usah khawatir aku tidak apa².." rendi meraih tangan ica lalu mengecup punggung tangan nya.


"Gak apa² gimana sih kamu saja tadi sampai pingsan begitu.." ica berbalik kesal pada rendi yang bergaya sok kuat.


Tidak lama rendi masuk ruang UGD ica ditemani pak rio menunggu diluar ruangan. Lalu tidak lama ada suster yang menanyakan keluarga pasien untuk mengisi data di bagian resepsionis sebagai penanggung jawab. Sebelum ditinggal pak rio ica menerima telepon masuk.


Ting.ting.ting.


Tertera di layar handphone ica ayah dengan segera ica mengangkat telepon dari ayah nya.


"Halo.. Ayah..hu..hu..hu..." ica dengan tangis menerima telepon dari ayah nya.


"Ica sayang kamu kenapa nak..??" suara dari telepon sebrang sana terdengar panik.


"Rendi ayah..rendi kecelakaan..huu..."


"Apa..?? Terus kamu tidak apa² kan sayang..ayah bilang apa kamu jangan bergaul dengan berandalan itu lagi..sekarang kamu ada dimana??"


"Ica tidak tau ada di rumah sakit mana ayah..tunggu sebentar ica tanya dulu ke bapak nya yang nolong ica sama rendi tadi.."


"Pak maaf ini ada di rumah sakit apa ya..ayah saya mau ke sini." ica berbicara pada pak rio yang menunggu ica yang menelepon.


"Boleh bapak yang memberi tahukan kepada ayah ade..?" pak rio meminta handphone ica untuk menjelaskan mereka berada dimana ica pun memberikan handphone nya.


"Halo pak..maaf saya rio yang membantu putri bapak yang kecelakaan sewaktu saya di jalan pulang, putri anda baik² saja hanya teman putri bapak nampak nya mengalami patah tulang di kaki nya..sekarang kami ada di rumah sakit Darma bakti." pak rio menjelaskan.


"Sebentar ini pak rio dari perusahaan dekorasi hanjin bukan ya..?"


"Lhoo...ko bapak bisa tau..? Saya memang direktur utama dari perusahan dekorasi hanjin dan tadi siang saya baru saja meeting dengan klien saya sepulang dari sana saya baru menemukan putri anda."


"Ya ampun pak rio ini saya haris tadi siang kita meeting bersama, dan putri yang anda tolong adalah putri saya..terimakasih pak, saya segera menuju ke sana sekarang jika anda tidak keberatan tunggu saya sebentar.


"Oh..baiklah pak..saya tunggu anda di sini." kemudian telepon pun terputus dan pak rio mengembalikan handphone nya pada ica.


"Ini nak handphone nya, ayah nya sudah mau ke sini..sementara menunggu ayah ade bapak mau menyelesaikan masalah administrasi nya dahulu ke resepsionis ya..dan ade jangan kemana²."


"Iyah pak..baik..dan terimakasih.."


"Jangan sungkan.." pak rio pun berlalu meninggalkan ica sendiri di ruang tunggu.


Tak lama kemudian suster keluar memanggil ica masuk. "Nona ica anda dipanggil sama teman anda di dalam sekalian saya obati luka ditangan anda."


"Iyah suster baik.." ica langsung mengikuti suster masuk ke ruangan UGD.


Ica melihat rendi yang sudah menerima pertolongan pertama dan terlihat luka² pada sikut tangan dan kaki nya yang sudah di perban.


Ica segera duduk disebelah rendi yang tiduran dengan seorang dokter disampingnya yang masih melihat hasil ronsen dari kaki rendi. Dan rendi dengan hangat menyambut kedatangan ica dengan senyuman termanisnya agar ica tidak merasa khawatir dan bersalah.


"Bagaimana keadaan teman saya dokter..??" ica bertanya pada dokter secara langsung sebelum menanyakan apa yang rendi rasakan sekarang.


"Nampak nya teman anda mengalami patah tulang di kaki dan perlu melakukan operasi agar bisa menyambungkan kembali bagian yang patah.." dokter itu menjelaskan kepada ica.


"Apa dok operasi..?? Tidak usah dok saya takut untuk operasi..apa tidak bisa hanya lewat terapi saja..?" rendi menjawab pernyataan dokter yang menjelaskan pada ica.


"Hei..kau ini benar² menyebalkan..biarkan dokter menangani semuanya agar kamu bisa berjalan normal lagi dan tidak perlu merepotkan siapapun.." ica dengan sinis menatap rendi.


"Tapi ca...."


Sebelum selesai rendi ngomong ica dengan cepat memotong nya.


"Tidak ada kata tapi..jika masalah biaya biar aku yang bayar semua biaya pengobatan nya."


Rendi hany melongo karena sebenarnya bukan masalah biaya melainkan dia tidak ingin jika keluarga nya mengetahui apa yang terjadi pad dirinya karen pastinya bakal ribet banget dan bisa saja dia tidak diperbolehkan lagi tinggal ngekos sendiri. Namun lebih baik ica salah paham begini saja menurut pemikiran rendi daripada nanti menjadi ribet.


.


.


.


Di rumah kediaman haris sebelum menelpon balik dari putrinya ketika haris baru saja mendapatkan kunci kamar nya dari bi inah, haris segera membuka pintu nya dan benar saja rika sedang berendam di bak kamar mandi nya dengan santai. Sebelum menghampiri istrinya haris mengecek handphone nya terlebih dulu yang dari tadi bergetar dalam saku celananya, terlihat ada beberapa panggilan dari ica lalu haris menelepon balik ica.


Ketika di telepon haris begitu panik mendapatkan kabar bahwa putri kesayangan nya ada di rumah sakit saat ini, lalu tanpa basa basi dia masuk ke kamar mandi untuk mengajak rika ke rumah sakit bersama.


"Astagaaa..kamu mengagetkan ku saja..ada apa ini kenapa kamu bisa masuk..?" rika marah karena dengan buru² haris mengangkat tubuh nya dari bak mandi lalu membantunya mengenakan handuk sampai badan rika sudah tidak basah lagi.


"Cepat kenakan baju kita harus segera ke rumah sakit sekarang juga.." haris sibuk memilihkan baju yang hendak di kenakan pada istrinya.


"Kamu ini lagi nyari alasan agar aku tidak marah lagi ya..?? Pakai acara alasan ngajak ke rumah sakit segala..memang nya siap Yang sakit.." rik yang hanya menyilang kan tangan di dadanya dengan santai.


"Putri kita ada di rumah sakit..ini pakailah cepat baju mu aku tunggu di bawah gak pakai lama.." haris langsung pergi meninggalkan rika untuk mengambil mobilnya.


"Apa kamu bilang...?? hei...sudahlah aku akan pakai baju nya dulu dan segera ikut ke rumah sakit saja dulu.


Tak butuh waktu lama rika sudah rapih dengan tas kecil yang selalu dia bawa kemanapun lalu turun dari kamar dan segera menghampiri haris yang sudah di dalam mobil. Dengan segera rika masuk ke mobil tepat di samping haris mengemudi.


"Ayo aku udah siap dan aku butuh penjelasan dari semua ini..dan tentang hukuman mu itu belum terhapus kan." rika memberi peringatan.


"Hei..apa kamu mau membunuh ku..?? Bisakah mengemudi dengan benar.." rika semakin marah pada haris.


Tanpa memperdulikan rika yang ngomel² dari tadi. Hingga sampai lah mereka di rumah sakit Darma bakti sesuai dengan yang pak rio informasi kan tadi.


"Ayo cepat kita turun dan menemui pak rio." haris dengan cepat membukakan sabuk pengaman yang rika kenakan lalu cepat turun untuk membukakan pintu rika.


"Kamu gimana sih..katanya tadi putri kita yang ada di rumah sakit terus kenapa malah jadi nemuin pak rio di sini..???" rika kebingungan.


"Hiss...sudahlah ayo ikut saja dengan ku jangan banyak tanya..atau ku perban mulut mu nanti." haris sampai ikut tersulut emosi karena rika banyak komentar.


"Terserah.." rika memalingkan muka tapi tetap berjalan mengikuti haris dari belakang.


Diruang resepsionis haris menemukan orang yang dia cari Sedari tadi mengedarkan pandangan nya, padahal apa susahnya dia tinggal menelepon saja dulu dimana pak rio sekarang..ya begitulah kalo orang panik, tangan saja bisa lupa ketinggalan kalo tidak menempel di badan.


( apa sih thor..?? Geje deh.. 🤭🤭 )


"Pak rio..bagaimana putri saya..? Ada dimana dia sekarang.." haris langsung bertanya tanpa jeda dan permisi.


"Eh..pak haris anda sudah datang..mari ikut saya ke ruang UGD dulu, mereka masih ada di sana putri anda baik² saja tapi untuk teman putri bapak nampaknya haris segera mendapat penanganan operasi secepatnya.." pak rio menjelaskan sembari berjalan menuju ruang UGD.


"Biarkan saja anak berandalan itu menerima akibatnya sendiri yang membuat putri kesayangan ku kecelakaan seperti sekarang ini."


"Tapi pak..saya kira anda salah paham terhadap nya, karena yang saya lihat justru waktu itu kalo saja teman nya tidak menolong putri anda dari tabrak lari pasti yang mengalami patah tulang sekarang bukan dia melainkan putri anda." pak rio menegaskan.


"Dengar itu..jangan berburuk sangka dulu pada orang sebelum tau kejadian nya." sarkasme rika.


Sampailah mereka di dalam ruangan UGD terlihat ica yang sedang duduk dan diperban sikut tangan nya oleh seorang suster dan rendi yang terlihat sangat pucat terbaring lemah di belangkar rumah sakit. Dengan cepat rika menghampiri putri kesayangan satu²nya.


"Sayang kamu tidak apa² kan..??" rika langsung memeluk ica.


"Mommy..kenapa ada disini juga..mana ayah ??" ica memang lebih takut jika ayah nya akan memarahi dirinya terlebih pada rendi.


"Itu dia ada bersama pak rio juga." rika menunjukan bahwa haris ada tepat di dekat pintu ruangan.


"Ayah..ayah jangan marahin rendi yah..dia gak salah..yang salah ica yang tidak mau hati² tadi." dengan sedikit terbata bata ica menjelaskan pada ayah nya agar tidak marah.


Haris menghampiri dimana belangkar rendi yang sedang terbaring.


"Om maaf kan saya yang sudah lalai menjaga ica om, tante.." rendi meminta maaf agar ica tidak mendapat masalah karena kesalahan nya.


"Seharusnya dari dulu kamu jauhi putri saya, karena kamu itu membawa putri saya hampir celaka." dengan sinis haris menyalahkan rendi.


"Iyah..maaf om..sekali lagi maafkan saya.." dengan wajah memelas rendi begitu sangat sakit hati karena tidak secara langsung dia dilarang keras untuk bisa dekat dengan ica.


"Kamu tidak berhak mengatur siapapun disini." rika berbisik ditelinga haris membuat haris bergidik ngeri dan nampak pucat.


Setelah selai diperban Tanpa ragu ica melepaskan pelukan sang mommy dan duduk di belangkar dimana rendi tertidur dan memeluk rendi.


"Ayah..rendi tidak salah, ica yang salah yah..huu...huu.. Ayah jahat ica mau kakak bagas kembali ke sini." ica malah menangis karena rendi selalu disalahkan dan hendak meminta pembelaan dari kakak nya.


"Hiss...dasar kamu ini menyebalkan malah membuat ica makin histeris saja..sudah sana keluar biar aku yang tangani disini." rika mendorong haris untuk keluar dari Rungan.


"Tapi sayang...aku.."


"Pak rio maaf tolong bantuan nya temani suami saya dulu sebentar keluar dari ruangan ini.."


" baik bu..silahkan.." pak rio menggandeng haris yang masih terlihat seperti orang linglung.


"Mari pak lebih baik kita tinggalkan mereka dulu untuk ngopi bersantai saja, didekat sini saya liat ada kantin nya juga." pak rio mengajak haris agar lebih rileks.


Diruang UGD rika masih menangis dan terlihat rendi sibuk menenangkan ica yang sedang menangis.


"Hei..sudahlah jangan menangis terus, ayah mu ada benarnya ko..aku sudah lalai menjaga mu jadi aku pantas untuk dimarahi seperti tadi." rendi mengelus punggung ica yang sesegukan menangis di atas dadanya sampai basah.


"Rendi kamu juga tidak salah sepenuhnya ko nak..cuma memang bisakah kamu melepaskan ica terlebih dahulu.." rika menyindir ica yang tidak tau malu memeluk rendi sedari tadi.


"baik tante..terimakasih sudah mau menolong saya."


Dengan wajah malu tapi masih menangis ica melepaskan pelukan nya pada rendi turun dari belangkar dan duduk di tempat nya tadi namun dengan menundukkan muka dari sang mommy.


Rika mendekati ica dan mengelus kepala ica dengan lembut dia berkata..


"Sayang kamu tidak usah khawatir..sekarang rendi akan segera di operasi agar cepat pulih kembali dan masalah ayah kmu juga tenang saja, selama ada mommy tidak akan terjadi hal yang kamu takutkan."


.


.


.


.


........,........


Hai..hei..hoi..


Gimana ceritanya sampai sini menarik tidak nih...??


Ko masih sepi aja..aku mau promot" di novel tow komik lin itu merasa kg enak hati jujur..da aku mah apa tuh..??


Aku cuma berharap semoga kalian tetap mau baca novelku yang satu ini ya..


Happy reading all..... 😘😘😘😘


"Sepandai-pandainya orang nutupin rahasia pasti suatu saat akan terkuak juga di muka umum."


Hayoo...rahasia siapa tuh...??


yang tau boleh jawab di komentar ya..jangan lupa like nya lho yoo....