
Episode 7
Ting...
"Payah 👻😽 lekas sembuh 😘 "
"Haduh..kenapa pakai emot cium si...??dasar marisa bikin malu..bodo ah..aku tidur saja.." gumam nya.
"Nah kan dia ngerespon juga akhirnya.. Sok jual mahal segala." rendi sengaja tidak membalas pesan dari ica lagi karena di yakin besok dia kan datang untuk menjenguk nya.
Sementara rendi yang sudah terlelap tidur ica masih terbangun menunggu balasan chat dari rendi.
"Iih...ko rendi tidak balas dulu chat nya sih...??" ica kesal dan tidak dengan memukul kasur nya keras hingga mengeluarkan suara dan membuat haris terbangun.
"Ada apa sayang..? Kenapa kamu terbangun dari tidur, apa ada sesuatu yang kamu inginkan.." haris menghampiri ica yang sedang gelagapan takut ketauan kalo dia sebenarnya belum tidur dan masih chatting dengan rendi.
"Ah..ti tidak ayah..ica cuma kangen kak bagas saja.."
"Owh..ayah kira kenapa..betul juga harusnya kakak mu di jam segini sudah ada di apartemen nya." haris melihat jam tangan mahal nya menunjukan jam 22:00.
"Ica mau telepon kakak.."
Belum sempat ica mengetik no kakak nya ternyata bagas sudah duluan masuk lewat panggilan telepon ke handphone ica, tertera dilayar nya brotherhood.
"Ting..tong..ting.." nafa panggilan masuk Ica langsung menggeser kursor nya yang hijau.
"Halo kak..kau ini naik pesawat atau naik kura² jam segini baru memberi kabar." ica marah² tidak jelas.
"Hei..kakak baru saja selesai bersih² dulu lah..masa iyah nyampe badan pada lengket bau terus diam dulu, mana betah kakak begitu adik ku yang manis.." terdengar suara bagas dari handphone yang di loud speaker.
"Dasar kakak lebay..."
"Ko lebay si ca..kan kalo bersih dan wangi banyak yang suka..apalagi cowok setampan kakak mu ini.."
"Helehh....narsis banget.."
"Biarin...lagian kenapa sih..pasti kangen banget ya ma kakak..??baru juga ditinggal sehari belum 24 jam udah dikangenin.."
"Dasar kamu bagas kebiasaan banget sih godain adik mu ini.." suara ngebas khas dari haris terdengar ke bagas yang sekarang berada jauh.
"Lho..ayah ko tumben bareng ica..??"
"Dari tadi ayah bareng ica karena telepon kamu juga kami loud speaker biar bisa ngobrol bareng..mommy juga ada cuman dia udah tidur duluan tadi." haris menjelaskan.
"Owh..kalian semua tidur dikamar ica bersama..tumben ?? Tapi kan kamar ica sempit yah..mana muat kalian bertiga.."
"Siapa bilang kita dikamar ica..?? Sebenarnya kita ada di rumah sakit karena ica sama rendi mengalami kecelakaan tadi siang."
"Apa yah...???? Ica kecelakaan..pasti gara² bocah sialan itu..kan udah bagas bilang kalo ica jangan bareng dia kenapa ngeyel banget si..." suara bagas terdengar marah.
"Sudah tenang saja..ica juga kaga apa² cum luka ringan kak..sekarang kakak mau ngapain..udah makan belum??" ica memberi peralihan topik pembicaraan..
"Kau ini paling pintar mengalihkan pembicaraan dan terlebih selalu membela teman mu satu itu, menyebalkan..sudah lah..kakak mending tidur istirahat..besok pagi ada meeting penting.."
"Iyah baiklah.." ica dengan lirih menyetujui untuk menyudahi percakapan di telepon itu.
"Ayah..bagas pamit Capek banget rasanya selama hampir 13 jam perjalanan di pesawat lagipula besok harus meeting pagi." bagas meminta pada ayah nya.
"Iyah baiklah..segera istirahat dan jaga dirimu baik² di sana putraku.." haris mengakhiri percakapan.
"Iyah..salam sayang buat ibu..bye ayah.." tut.tut.tu....tanda panggilan lewat telepon pun terputus.
Haris melihat ica yang malah semakin murung karena kakak nya seperti tidak perduli padanya, padahal bagas sangat peduli dan sayang pada ica..hanya saja karena kesal pada rendi dia jadi marah² pada ica. Pastinya berbeda jika bagas mengetahui kalo rendi sebenarnya pria yang akan dijodohkan dengan ica adiknya.
"Sudahlah..ini sudah malam kamu istirahat lah..agar besok kamu lebih segar dan sehat bahkan bisa pulang ke rumah secepatnya." haris mengelus rambut panjang ica yang tergerai.
"Baik ayah..selamat malam.."
"Malam sayang.."
Merekapun akhirnya beristirahat dengan tenang dan nyaman.
.
.
Keesokan harinya..pagi ini terlihat sangat cerah tentunya terlihat dengan sinar matahari yang mulai menamakan cahayanya dan sautan kicau burung di pagi hari dengan udara yang menyejukkan karena banyak pepohonan yang rindang dan terawat tentunya dengan hiasan bunga² yang cantik dan harum.
Rika yang sedari tadi sudah bangun duluan langsung berbenah dan menyiapkan semua keperluan putri dan suaminya. Selain sarapan yang sudah tersaji rika juga sudah menyiapkan baju ganti untuk ica dan haris.
"Umh...." ica terbangun karena terpaan angin sejuk di pagi hari lewat jendela ruangan nya.
"Pagi sayang..." rika langsung menyapa putri kesayangan nya yang terlihat baru bangun.
"Pagi mom..mom aku ingin bersih² dulu ya..nanti baru sarapan." ica turun dari belangkar kasur yang dia tiduri.
"Eh..kenapa dengan anak itu..?? Baru bangun udah lemes tidak biasanya.." gerutu rika.
"Semalam dia kesal sama kakak nya yang marah² karena tau celaka bareng rendi.." haris dengan santai menjawab dengan ditemani secangkir kopi dan koran ditangan nya.
"Oh...pantas saja terlihat lesu.."
"Cekrekk..." suara pintu kamar mandi yg terbuka.
Ica sudah selesai dan terlihat rapih dengan baju kasual nya dan segera duduk hendak sarapan. Setelah selesai sarapan ica langsung pamit keluar ruangan dengan seenaknya karena rika sudah selesai beres² begitu juga dengan haris yang sudah menyelesaikan administrasi nya.
"Mom ica mau nemuin rendi dulu ya.." tanpa meminta persetujuan ica sudah berlalu masuk ke ruangan rendi yang mana di dalam ruangan juan dan nita pun ada di dalam menemani rendi.
"Permisi..pagi om, tante.." ica menyapa orang tua rendi.
"Pagi..siapa ini yang begitu cantik sudah menjenguk rendi di pagi hari..??" nita menghampiri ica yang terlihat malu².
"Saya ica tante..maaf baru datang menjenguk rendi setelah operasi kemarin.." ica menundukkan kepalanya tanda menghormati yang lebih tua.
"Tidak apa² sayang..kemari lah temani rendi sebentar, kebetulan tante dan om mau turun dulu untuk menanyakan kepulangan rendi.."
Ica menyalami nita dan juan lalu duduk di kursi tepat sebelah kasur rendi.
"Baik tante..saya akan menemani rendi.."
Nita dan juan pun keluar bersamaan hendak ke ruangan dokter, namun kebetulan berpapasan kembali dengan haris dan rika.
"Kalian pulang hari ini..?? Juan bertanya pada haris.
"Iyah bang..kebetulan ica juga sudah sehat betul..abang sendiri mau kemana..?" haris balik bertanya.
"Aku hendak ke ruang dokter menanyakan apakah bisa rendi berobat jln saja karena aku dan istriku harus segera pulang ke paris secepatnya." juan menjelaskan.
"Baiklah tapi untuk rendi tetap sesuai rencana awal kan bang..??" haris memastikan.
"Iyah kamu tenang saja aku serahkan putraku padamu, tapi tidak untuk dianiaya juga." juan dengan sedikit menyunggingkan senyum.
"Ahh...abang bisa saja..tidak akan bang jika tidak lupa..hahaha.."
"Baiklah...aku mengalah..ayo sayang kita pulang biarkan putri kita bersenang senang sebentar." haris merangkul rika dan berlalu meninggalkan rumah sakit.
.
.
Di ruangan rendi berbaring menikmati jeruk yang ica kupas tadi.
"Umh...bagaimana sekarang keadaan kamu..??" ica membuka pembicaraan.
"Aku sudah baikan..mungkin hari ini bisa pulang, tapi entahlah sepertinya orang tua ku akan mengajak ku ikut bersamanya dan meneruskan sekolah di paris nantinya." rendi menjelaskan.
"Apa kamu akan ikut ke paris..??" ica menundukkan kepalanya guna menyembunyikan matanya yang sudah menggenang air mata.
Rendi tau persis jik ica pasti sedang menyembunyikan raut muka sedih nya, Rendi merai muka ica dan mengangkatnya.
"Hei kamu tidak perlu sesedih itu..aku pasti kan cepat kembali atau kamu mau ikut dengan ku..?"
Ica menengadah dan memasang wajah cemberut. "Kenapa kalian semua pergi ninggalin aku sih..?? Kemarin kak bagas sekarang kamu.."
"Lalu aku harus bagaimana...??"
Tidak lama pintu kamar rawat rendi terbuka dan haris masuk dengan raut wajah sinis nya menjawab pertanyaan rendi.
"Kamu bisa tinggal sementara di rumah kita sampai kamu pulih.."
"Hah.." ica dan rendi bersamaan.
"Apa om tidak salah ngomong..??" rendi melepaskan tangan nya yg dari tadi memegang wajah ica.
"Jangan salah sangka dulu..itu hanya sekedar bentuk tanda terimakasih saja padamu.." haris membuang muka dan duduk di kursi sopa.
"Apa benar ayah memperbolehkan rendi tinggal bareng kita di rumah sampai dia pulih..?" ica masih tidak percaya dengan apa yang ayah nya bilang.
Rika masuk bersamaan dengan juan dan nita lalu membenarkan omongan dari haris.
"Ayah mu benar sayang..rendi akan tinggal dengan kita sementara sampai kakinya pulih, dan kamu wajib merawat nya sebagai balas budi kita padanya yang sudah menyelamatkan mu.."
Ica dan rendi hanya saling tatap dengan penuh pertanyaan sebenarnya apa yang terjadi.
"Rendi maaf mommy and dady tidak bisa berlama lama untuk merawat mu karena dady ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan dan mommy harus mengurus adik mu lalu keluarga pak haris meminta pada kami untuk merawat mu sampai pulih, jadi mommy harap kamu baik² tinggal bersama keluarga pak haris sementara sampai pulih." nita menjelaskan.
"Iyah mommy.." rendi menjawab seperlunya dengan memasang raut pura² bersedih.
Dalam hati rendi berkata.."wah...senang nya bisa dekat dengan ica selama 24 jam full..kesempatan bagus juga untuk mendapatkan simpati om haris.. 👻 "
"Woy..mikir apaan kamu..??" ica mengagetkan rendi.
"Hee...sini aku bisikin kamu.."
Ica mendekat dan bersiap mendengarkan apa yang rendi bilang.
"Bersiaplah untuk jatuh cinta padaku dan kau tidak bisa menolak setiap kemauan ku karena kamu sudah janji bukan..?" rendi berbisik dekat telinga ica.
"Jangan harap.." ica menatap sinis rendi seakan laser keluar dari mata nya yang bisa membunuh rendi seketika.
Setelah beberapa saat keluarga rendi dan haris ngobrol hanya basa basi seakan perkenalan untuk yang pertama kalinya yang terdengar oleh ica dan rendi. Kemudian juan dan nita berpamitan pada semuanya terutama pada rendi.
"Rendi dady harap kamu bisa mengerti dan tidak berkecil hati karena kita menitipkan mu pada keluarga pak haris untuk sementara waktu. Setiap hari pasti kami akan menghubungi mu untuk selalu memantau perkembangan mu, dan masalah perjodohan itu kita akan batalkan."
Juan memberi pengertian pada rendi.
"Ok dad..tidak apa² dan terimakasih udah mau batalin perjodohan itu." rendi memeluk juan dan bergantian dengan nita sang ibunda tercinta.
"Jaga diri baik² sayang, jangan membuat masalah dan ingat segeralah sembuh.." nita menciumi rendi karena putra sulung nya akan berjauhan lagi.
"Siap mom..mommy juga jaga kesehatan bilang pada ridwan aku kangen padanya." rendi menitipkan pesan untuk adik nya.
Acara pamit perpisahan pun selesai dengan keluarnya juan dan nita, sekarang di ruangan hanya ada ica, rika dan haris.
"Baiklah..hari ini setelah pemeriksaan dokter sore nya kita bisa pulang ke rumah." haris memberi tau semua nya.
"Terimakasih om sudah mau menerima saya.." ucap rendi.
"Hemp...segera bantu bereskan semua barang nya ica."
"Baik ayah.."ica segera membereskan barang milik rendi.
Tepat jam 16:00 sore hari dokter memeriksa rendi dan tentunya dokter pun mengijinkan rendi untuk pulang dan bisa rawat jalan karena semua nya sudah normal. Dokter pun segera kembali keluar ruangan setelah membantu membuka infusan di tangan rendi dan perawat pun menyiapkan kursi roda untuk rendi pakai.
"Baiklah semua nya sudah beres kan..mari kita pulang sekarang..aku sudah tidak betah berada di rumah sakit seperti ini." haris meninggalkan rika, ica dan rendi duluan hendak memarkirkan mobil nya dahulu.
Rendi pun duduk di kursi roda dan dibantu ica untuk mendorong nya keluar ruangan dan tentunya rika membawakan koper milik rendi.
Setelah sampai di lobi mereka langsung naik ke mobil milik haris yang sudah terparkir menunggu mereka. Setelah mereka masuk mobil sepanjang perjalanan menuju rumah mereka hanya diam membisu tanpa ada yang memulai pembicaraan sama sekali.
"Akhirnya sampai rumah juga" ica segera turun dan mengeluarkan kursi roda yang tadi disimpan di bagasi belakang mobil milik haris dan segera membantu rendi untuk keluar dan duduk di kursi roda tersebut.
"Terima kasih ica..muach.." sekilas rendi mengecup pipi ica dengan cepat ketika ica membantu rendi duduk di kursi roda.
Rika dan haris yang memperhatikan tidak mempermasalahkan hal tersebut dan malah berpura² tidak melihat jika rendi tadi mencium ica. Sedangkan ica yang menerima kecupan di pipi nya hanya bisa diam mematung sebentar dengan rona merah di wajahnya.
"Astaga...rendi ini dasar mesum ya..modus banget dia cium² pipi ku.." batin ica.
Setelah rika dan haris mengeluarkan barang berupa koper milik rendi dan ica merekapun mengajak masuk semuanya.
.
.
.
.
..................
Hohohoiii.......
Gimana seru tidak nih....??
Kesempatan rendi nih...
Mana teriakan fans nya rendi.. 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
Ayo like dan komen nya tinggalkan Jejak jempol kalian semua..apalagi kalo sampai dikomen..pasti aku bahagia banget...
Jangan takut akan wabah yang ada sekarang tapi tetaplah waspada dan jangan sampai lalai..
Jaga kesehatan...
Happy reading all...