Friend Is My Love

Friend Is My Love
Episode 12



Episode 12


"Eh...tapi bos..saya hanya mau laporan saja kalo tadi acara berjalan lancar dan pak mark ingin bekerja sama dengan perusahaan kita untuk acara pertunangan putranya." aldo menerangkan.


"Santai saja..ini bukan kantor kau tidak usah begitu formal."


"Baik lah bos..terimakasih.."


"Begitu beruntung nya aku mempunyai bos sebaik bagas, aku janji mulai sekarang akan selalu mengabdi padanya dengan tulus." batin aldo bertekad.


Aldo duduk bersama bagas dan ngobrol tentang pekerjaan kemudian mereka terganggu karena bau wangi masakan yang Diandra masak sudah matang dan disediakan di atas meja yang ada di dapur nya.


"Emhh...wangi sekali siapa yang masak nih bos..?" aldo keceplosan karena wangi nya begitu menggoda perut nya.


"Owh..itu..itu.." bagas merasa malu.


Diandra menghampiri bagas ke ruang depan yang ternyata ada aldo asisten nya.


"Kak ayo makanan nya sudah siap.."


"Wow..ternyata bos sedang bersama pacarnya ya..maaf kalo begitu saya mengganggu, saya pamit saja bos.."aldo berpamitan.


"Lhoo..kenapa teman nya malah pulang kak..apa tidak sekalian saj kita makan bareng aku juga masak banyak ko.." Diandra dengan polos nya.


"Tidak usah terimakasih..saya pamit saja.."


"Haiss...kalian ini masalah makan saja jadi ribut..sudah aldo ayo kita makan saja dulu..anggap ini perintah..dan iyah kenalin ini Diandra tetangga sebelah.." bagas bingung menjelaskan siapa Diandra.


"Eh..baiklah bos kalo memaksa..jadi enak saya 😁😁 " aldo bertingkah konyol.


Bagas hanya menggelengkan kepala dan merekapun menuju ke ruang dapur dimana ada meja panjang seperti layaknya meja di bar karena bagas menyukai desain nya. Merekapun menikmati makanan yang dimasak Diandra dan masakan itu begitu enak sampai bagas dan Dio makan nya nambah hingga masakan yang ada di semua piring habis bersih dimakan mereka bertiga tanpa sisa.


"Aduh...kenyang banget, masakan kamu enak banget Diandra.."bagas memuji masakan Diandra.


"Terimakasih..itu sih udah pasti kak apapun yang Diandra masak pasti enak.." dengan penuh percaya diri Diandra membanggakan dirinya sendiri.


" 🤭🤭 prupp..." bagas menahan tawa nya dengan menutup mulutnya dengan tangan.


"Dindra² kamu percaya diri sekali.."


"Tapi bos memang masakan nya nyonya bos enak kok.." aldo menimpali.


"Hei siapa nyonya bos..emang nya dia istriku apa??" bagas mengelap mulutnya dengan tisu.


"Waduh...tapi bos kalian serasi ko jadi pasangan..hee..." aldo nyengir kuda.


"Sudah diandra bereskan dulu semua piring yang kotor setelah selesai kamu ke ruangan depan..dan aldo ikut aku sekarang." bagas dengan tegas memberi perintah seperti biasanya.


"Hei..tunggu kenapa musti aku yang bereskan sedangkan kalian juga yang tadi menghabiskan masakan ku.." Diandra menyilngkan tangan nya didepan dada.


"Baiklah..aku akan bantu kamu membereskan nya, aldo tolong kamu buatkan surat perjanjian kontrak untuk ku isi perjanjian nya sudah ada dalam file ku kamu tinggal menyalin nya dan menambahkan beberapa poin yang sudah saya siapkan di kertas dekat laptop saya."


"Siap bos."


Aldo langsung mengerjakan tugas yang diberikan bagas padanya sementara bagas membantu membereskan piring kotor.


.


.


"Bos surat perjanjian nya sudah selesai aku buatkan.."


"Ok thank's aldo.."


"Diandra kemari dan tanda tangan surat perjanjian ini sekarang."


Diandra bergegas menghampiri bagas lalu membaca isi surat perjanjian yang harus dia tanda tangani.


"What...surat perjanjian apa ini..??"


"Dan sejak kapan aku meminta untuk bekerja kepada mu kak.."


"Bukan kah setelah kamu dipecat dari tempat kerja mu semula kamu tidak punya lagi pekerjaan..?" bagas menyela.


"Iyah tapi aku bisa mencari pekerjaan lain selain jadi pembantu kak bagas.." Diandra protes karena ternyata isi perjanjian nya yaitu dia bekerja sebagai pembantu di apartemen milik bagas.


"Dan aku tidak akan pernah mengizinkan kamu bekerja ditempat lain apalagi kamu masih status pelajar."


"Punya hak apa kakak mengaturku..?? Diandra mulai terpancing emosi karena dia memang tidak pernah mau diatur siapapun sekalipun itu ibunya.


"Sekarang aku punya hak karena kamu berhutang padaku setelah beberapa kali kau aku tolong." bagas menyunggingkan senyum licik nya.


"Huff...ok baik lah dimana aku harus menandatangani nya..?"


"Disini..disini..dan disini.." bagas menunjukan dimana Diandra harus menandatanganinya.


"Tunggu..kenapa banyak sekali..??" Diandra mulai curiga dan bertanya kembali.


"Nona bos tidak usah khawatir toh isi nya tidak ada yang merugikan anda, semua nya bahkan menguntungkan.."aldo meyakinkan Diandra.


"Tapi sebentar dulu akan ku baca ulang.." Diandra rasa ada sesuatu yang salah dan benar saja menurut nya ada satu hal yang berlebihan.


Saya yang bertanda tangan dibawah ini :


Nama : Diandra putri sebagai pihak ke 1


‌Menyatakan bersedia bekerja sebagai pembantu dari saudara bagas Hartanto sebagai pihak ke 2 selama masih status pelajar.


‌Saya selaku pihak ke 1 bersedia menuruti apapun yang diperintahkan pihak ke 2 sebagai tuan.


‌Saya bersedia mengikuti kemanapun pihak ke 2 selama diminta untuk ikut pergi.


‌Jika sedang diluar dilarang berdekatan dengan laki² manapun.


‌Jika sedang bersama pihak ke 2 dilarang menerima telepon atau membalas chat siapapun kecuali keluarga dekat.


Sebagai pihak ke 2 :


Nama : bagas Hartanto


‌Berkewajiban membayar 10 juta perbulan sebagai gaji pihak ke 1.


‌Sebagai tuan rumah berhak mengajak kemanapun pihak ke 1.


‌Sebagai tuan bersedia menjaga dan bertanggung jawab atas apapun yang terjadi pada pihak ke 1.


NB : Tercatat jika sedang berada diluar apartemen pihak ke 1 adalah kekasih pihak ke 2.


Tertanda pihak ke 1 Diandra putri disebelah kiri dan pihak ke 2 bagas Hartanto disebelah kanan.


"Ini bercanda kan ?? Mana ada isi surat perjanjian seperti ini.." Diandra memprotes kata NB dibawah yang menyatakan bahwa dia harus menjadi kekasih bagas.


"Ya sudah kalo tidak mau padahal gaji 10 juta setiap bulan itu sudah lebih dari cukup bahkan akan ku tambah kan bonus setiap kali kau menemaniku ke setiap acara." bagas memberi pilihan.


Diandra berfikir benar juga yang dikatakan bagas, gaji 10 juta itu sungguh besar bahkan jika dibandingkan dengan gajinya ditempat kerja kemarin ada 5 kali lipat nya.


"Baiklah aku menyetujui nya tapi hanya jika diluar kan kita sebagai kekasih..??"


"Iyah.."


"Mungkin tidak akan ada masalah jika hanya kekasih kontrak toh itu juga hanya diluar saja." batin Diandra.


Akhirnya Diandra menandatangani semua surat perjanjian itu dan begitu juga bagas.


"Sebegitu polosnya kamu Diandra..tapi tenang saja aku akan selalu menjagamu seperti aku menjaga nya e aku sendiri." batin bagas bertekad kuat untuk mempertahankan Diandra.


"Ok..semua nya sudah selesai biar surat kontrak ini saya yang simpan.."bagas menyerahkan surat itu pada aldo untuk disimpan ditempat arsip penting miliknya.


Karena sudah hampir larut malam Diandra hendak pamit pulang begitu juga dengan aldo.


"Bos kalo begitu saya pamit pulang, dan jangan lupa besok ada meeting karyawan di hotel baru anda." aldo mengingatkan lalu keluar pintu depan.


"Ok."


"Aku juga ingin pulang.." Diandra ingin pulang karen sudah merasa lelah dan besok di juga masih harus bersekolah.


"Hmp...biar ku antar kamu pulang." bagas berdiri hendak mengantar Diandra pulang.


"Ahk...tidak usah merepotkan..lagi pula apartemen ku tidak jauh hanya berada dilantai atas saja." Diandra beranjak membuka pintu.


"Ets...tetap akan ku antar takut jika nanti preman yang tadi datang lagi bagaimana??" bagas menakut nakuti Diandra.


"Ayok.."


.


.


.


Pagi hari yang cerah dengan suara kicau burung membuat pagi hari bertambah asri. Rika terbangun dari tidur nya namun dia tidak mendapati haris ditempat tidur nya.


"Emh...ternyata haris tidak pulang semalam..kemana sebenarnya dia, kenap tidak memberi kabar kalo mau lembur sampai tidak pulang. Tapi tidak biasanya dia seperti ini." rika bergumam.


Rika pun bangun hendak mempersiapkan sarapan untuk anak² nya setelah selesai mandi dan berdandan. Setelah sampai di dapur rika disambut hangat bi Inah.


"Pagi nyonya..nampak nya semalam anda tidak tidur nyenyak..?" bi Inah seperti biasa dengan mode kepo nya.


"Apa sih bi..kepo deh...enak nya masak apa kita hari ini yah bi..??" rika bertanya pada bi Inah.


"Bahan makanan nya sudah saya siapkan nyonya..tinggal eksekusi saja..hee " bi Inah nyengir kuda.


"Hahh...baiklah ayo kita mulai masak bi...bantu saya mencuci semua bahan dan memotong nya lalu haluskan bumbu nya dulu.."


"Siap nyonya.."


Dengan cepat dan terampil tangan rika memasak makanan lezat untuk merek sarapan sampai bau nya tercium sangat menggugah selera seisi rumah.


Dikamar ica dia mencium wangi masakan yang membuat perutnya keroncongan.


"Umh....wangi sekali masakan mommy hari ini membuat aku bangun dan kelaparan.." ica langsung bangun dan beranjak pergi ke dapur.


Bahkan ica turun menuju dapur tanpa mencuci muka dulu saking tergoda nya oleh bau masakan ibunya yang sudah tersedia di meja makan.


"Wahh...tuan putri sudah turun dari singgah sana nya sampai² tidak sempat pergi ke kamar mandi dulu.." rika tertawa kecil melihat ica putrinya yang masih berantakan.


"Hehe..mommy masak apa sampai bau nya seenak ini..?" ica menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Rika menggelengkan kepalanya dan tersenyum manis.


"Sudahlah sana kamu mandi dulu nanti setelah bersiap kau ajak rendi kemari kita sarapan bersama."


"Akh...aku sampai lupa kalo sekarang ada rendi di rumah ini 😂😂😂😂.."


Ica pun bergegas kembali ke kamar nya untuk segera mandi, setelah 5 menit ica selesai mandi lalu berdandan sedikit entah kenapa hari ini dia ingin saja berdandan agar terlihat cantik.


"Hemp...perfek " ica didepan cermin memuji diri sendiri.


Setelah selesai ica bergegas turun dan pergi ke kamar rendi.


"Tok..tok..tok.."


"Rendi apa kamu sudah bangun..??" ica didepan pintu kamar yang rendi tempati.


"Masuk ca..aku baru bangun tolong bantu aku cepat.." rendi menjawab.


Ica pun masuk ke dalam kamar rendi dan melihat rendi yang sedang berusaha menggapai kursi roda nya untuk pergi ke kamar mandi.


"Kamu mau ngapain..ko udah duduk di kursi Roda aja..??"


"Aku ingin mandi..bantu aku ke kamar mandi..dan tolong buka celanaku.." rendi sudah membuka baju kaos nya dan dia hanya mengenakan celana tidur saja.


"Apa..??tapi kan itu sangat memalukan rendi..aku tidak mau.." ica menolak untuk membantu buka celana nya.


"Terus masa aku harus mandi mengenakan celana seperti ini..lebih bagus kamu bantu aku mandi sekalian.." rendi mengedipkan sebelah matanya.


"Dasar mesum..biar bi Inah yang bantu kamu.."


"Hei..mana bisa bi Inah..aku tidak mau badan seksi aku ini tercemar olehnya ya..kamu kan calon istri ku di masa depan jadi kalo kamu yang liat tidak apa².." 😁😁😁😁


"Percaya diri sekali..emang nya siapa yang mau jadi istrimu..?? Merepotkan saja.."


"Yah kalo tidak mau jadi istriku setidak nya sekarang bantu aku terlebih dulu atau akan ku laporkan pada mommy mu.."


"Hiss...baiklah akan ku bantu kamu buka celana dikamar mandi.."


"Sungguh memalukan.." batin ica menggerutu.


Ica akhirnya memapah rendi masuk kamar mandi dan mendudukkannya di kloset terlebih dulu dan mulai membukakan celana rendi dengan menutup kedua matanya.


"Hei..mana bisa kamu membuka celana dengan menutup mata seperti itu..??" rendi mulai menjahili ica.


"Hiss...lalu harus bagai mana sudah bagus aku bantuin juga..masih saja protes..." ica menggerutu kesal.


Lalu dengan cepat ica membukakan celana rendi dan tanpa sengaja tangan ica menyentuh sesuatu yang terlarang membuat dirinya sendiri kaget.


"Akhh...apa itu..?" ica langsung berbalik badan karena malu.


"Sial..gara² menjaili nya malah diri sendiri yang kena batunya.." batin rendi menggerutu karena sesuatu yg tersentuh ica kini bereaksi hingga berdiri.


"Sudah kamu bisa keluar sekarang.." rendi menyuruh ica keluar dari kamar mandi.


"Iyah..iyah..ini juga aku mau keluar..kalo ada apa² kamu panggil saja.aku siapkan baju mu dulu." ica bergegas keluar.


.


.


.


"Brum...brum..." suara mobil parkir didepan rumah.


Rika segera keluar karena hapal suara mobil yang datang pastilah haris.


"Pagi sayang...muach.." haris yang menghampiri rika langsung memeluk dan mencium pipi nya.


"Lepas..kenapa kamu tidak pulang semalam.." rika merajuk pada haris.


"Maaf sayang...malam aku menyelesaikan dokumen penting dengan yin chen karena pagi ini harus dikirimkan pada bang juan dan itu melelahkan sayang.." haris memelas agar kesalahan nya kali ini dimaafkan rika.


"Ya sudah ayo kita sarapan bersama.."


"Ok..anak² sudah bangun belum..?"


"Sudah..paling sebentar lagi juga mereka datang.."


Dikamar rendi sudah selesai mandi.


"Ca..aku sudah selesai.." rendi yang sudah mengenakan handuk nya.


"Ok aku masuk.." ica bergegas masuk lalu membantu memapah rendi untuk keluar kamar mandi.


Kemudian ica membantu rendi mengenakan baju nya dengan cepat.


"Hiss..merepotkan sekali..lain kali suruh bi Inah saja yang bantu kamu.."


"Lhoo...kenapa baru segitu saja kamu sudah mengeluh.." rendi mencibir ica yang enggan membantunya lagi.


"Abisnya kamu juga kan bukan suami aku..kenapa harus aku yang melayani.."


"Baiklah kalo begitu aku akan segera melamar mu saja..bagaimana??" 😉


"Jangan ngayal deh...masih sekolah saja sudah berulah.. Ayo kita pergi sarapan aku sudah sangat lapar.." ica membantu rendi duduk di kursi roda nya.


Mereka akhirnya keluar dari kamar dan menuju ruang makan.


.


.


.


.........................


Like nya jangan lupa ya... 😉😉😘😘


Happy reading say... Jangan galau gara² covid+19 cuekin saja tuh si C+19 ye...


Mending di rumah saja sambil baca novel aku ini.. Love u all......


😍😍😍😍😍😍😍