Friend Is My Love

Friend Is My Love
Episode 13



Episode 13


Lhoo...kenapa baru segitu saja kamu sudah mengeluh.." rendi mencibir ica yang enggan membantunya lagi.


"Abisnya kamu juga kan bukan suami aku..kenapa harus aku yang melayani.."


"Baiklah kalo begitu aku akan segera melamar mu saja..bagaimana??" 😉


"Jangan ngayal deh...masih sekolah saja sudah berulah.. Ayo kita pergi sarapan aku sudah sangat lapar.." ica membantu rendi duduk di kursi roda nya.


Mereka akhirnya keluar dari kamar dan menuju ruang makan.


Ica mendorong kursi roda yang rendi duduki ke dekat meja makan.


"Nah itu dia mereka..ayo cepat kalian duduk dan kita sarapan." rika pun duduk di samping haris.


Ica membantu rendi duduk di kursi meja makan untuk sarapan bersama.


"Makasih bebz.." rendi berbisik dekat telinga ica dan ternyata haris mendengar apa yang rendi ucapkan.


"Modus.." haris bergumam.


"Siapa yang modus yah..?" rika menimpali.


"Yah...siapa lagi kalo bukan bocah ingusan.." haris dengan santai menyuapkan sesendok nasi ke mulut nya.


Ica yang merasa tidak nyaman untuk pertama kalinya dia sarapan bersama rendi dan keluarganya di rumah sampai kecanggungan tercipta antara ica dan rendi.


Tiba² rendi memberanikan diri membuka mulut untuk berbicara masalah keinginan dirinya untuk memiliki gadis impian nya.


"Maaf om saya tidak bermaksud modus, tapi saya ingin melamar ica secepatnya.."


Ica yang mendengar rendi berbicara seperti itu tiba² menghentikan kegiatan nya.


"Pruppp...." spontan haris menyemburkan air yang sedang dia minum kesamping pas posisi rika berada sampai rika basah karena nya.


"Kamu kenapa sih...??? Bikin kesel aja.." rika beranjak pergi ke kamar nya.


"Akh...sayang maaf aku tidak sengaja.." haris segera mengejar rika yang menuju kamarnya namun berhenti sejenak dan menatap tajam pada rendi.


"Tunggu perhitungan ku."


"Matilah aku..kenapa bis keceplosan sih..??" batin rendi menggerutu dan rendi menunduk mengusap kasar mukanya.


"Kamu sih..aneh.." ica meneruskan makan nya sampai kenyang.


"Aku sudah selesai sarapan, bi Inah tolong bantu saya carikan taxi online.." rendi menggapai kursi rodanya sendiri.


"Hei..kamu mau kemana memang nya..?? Sekolah juga sedang diliburkan lagipula kamu juga belum sehat betul.." ica mencegah rendi pergi karena khawatir.


"Makanya aku akan periksa lagi ke rumah sakit dan membeli tongkat saja agar lebih mudah berjalan dan cepat pulih." rendi menjelaskan.


"Mana ada..dokter kan sudah bilang selam seminggu ini kaki mu harus beristirahat total dulu, kenapa kamu maksa begini..?"


"Aku tidak mau berlama² seperti sekarang agar bisa membuktikan pada orang tua mu bahwa aku bisa membahagiakan mu dan bisa jadi kebanggaan nya." rendi pun mendorong roda nya sendiri dan pergi ke depan karena taxi yang bi Inah pesankan sudah datang.


Ica bersemu merah karena keteguhan hati rendi yang benar² ingin mempunyai hubungan resmi dengan nya.


"Hiss...anak ini kalo sudah ada kemauan keras kepala sekali.." gumam ica.


"Hei...tunggu aku ikut.." ica menghampiri rendi yang sudah masuk taxi yang dibantu pa sopir dan bi inah dengan cepat.


"Cie..cie..takut kehilangan aku banget kayanya ya 😉😉😘😘 ..." rendi mengedipkan mata sebelah menggoda ica.


"Iih...GR..." ica langsung masuk ke mobil taxi yang rendi tumpangi.


"Jalan pak.." ica mengintruksikan.


"Anak muda jaman sekarang bikin baper saja, akh...bi Inah juga jadi kangen bebeb, susul ke garasi ahh...." bi Inah yang segera lari tanpa bayangan melesat ke garasi.


( woyy...beresin dulu no meja makan yang masih berantakan...malah mau ikut pacaran..) suara thor 🙀🙀


"Eh..ko ada suara aneh ya...?? Sirik aja deh...makanya bebeb nya suruh kerja sip pagi jangan sip malam terus 🤣🤣🤣🤣 " bi Inah tetap menuju garasi.


(Thor yang nulis jlebb kena banget tuh omongan bi Inah)...


.


.


"Sayang jangan marah dong...aku tadi tidak sengaja..habis si rendi juga pakai ngomong begitu segala..bikin aku kaget." haris yang sudah ada dikamar berusaha merayu rika yang marah karena tersembur air.


"Kaget si kaget tapi jangan pakai sembur muka aku juga kali.." rika mengibaskan tangan haris yang berada dipundak nya.


"Iyah maaf sayang..gimana sebagai gantinya aku pijit kamu plus² deh.." haris membelai punggung sang istri tercinta.


Rika langsung merinding disko karena belaian lembut haris di punggung nya membuat dirinya kelepek² tidak berdaya untuk menolak.


"Baiklah...tapi pelan²ya.." rika dengan suara lembut dan malah menggemaskan membuat haris tidak membuang kesempatan bagus yang menguntungkan dirinya.


Dengan cepat haris membuka semua bajunya dengan hanya menyisakan kolor seponsbob nya saja lalu bersiap menghampiri rika di kasur yang sudah siap juga terbaring.


"Sudah siap sayang.." haris mulai peregangan otot tangan.


"Iyah aku sudah siap..nih minyak buat pijit nya.." rika menyodorkan minyak bermerk oil.


Wakwawww....


( 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 pasti nungguin yang plus² nya ya...??? )


.


.


.


Ica dan rendi sudah sampai di rumah sakit yang dituju, dan dengan segera ica membantu rendi untuk turun dari taxi dan duduk di kursi rodanya setelah sebelum nya membayar taxi nya terlebih dulu.


"Aku pergi daftarkan dulu untuk kamu periksa dan tunggu aku disini jangan kemana².." ica dengan tegas.


"Ok.."


Dari ruang periksa keluar seorang wanita yang seumuran dengan ibunya rendi dengan dipapah seorang pengacaranya. Rendi mengenal siapa perempuan itu dan dengan cepat dia menyapa mereka.


"Tante sari, ko ada disini..tante sakit apa..?" rendi bertanya karena dia memang belum mengetahui perihal siapa yang membuat dirinya seperti sekarang ini.


"Rendi..nak kebetulan kamu ada disini..tolong tante nak rendi.." sari langsung berlutut didepan rendi dan memohon dengan menangis penuh iba.


"Lhoo..tan tolong jangan seperti ini..tante kenapa..?? Ayo kita duduk dulu..pak tolong bantu tante duduk dulu.."


Akhirnya sari pun duduk ditempat ruang tunggu dengan dibantu pengacaranya.


"Mari bu kita duduk dulu.." deni memapah kembali agar sari bisa duduk dengan nyaman terlebih dulu.


"Baiklah..tante boleh bercerita sekarang.." rendi memegang tangan ibu sari yang kini sedang lemah.


"Rendi..tolong maafkan putri tante.." sari sudah berderai air mata mengungkapkan isi hati dan maksud dirinya pada rendi.


"Aku udah daftarkan kamu untuk periksa, kita tunggu panggilan saja..dan siapa dia ren..?" ica to the poin bertanya tanpa sungkan.


"Oh...kenalin ca ini tante sari ibu nya lila teman sekolah kita.." rendi memperkenalkan ica pada ibu sari.


"Salam kenal tan..saya ica.." ica menyalami sari.


"Iyah sayang salam kenal, boleh tante ajak kalian makan siang bareng hari ini..?"


"Tentu tante..kami dengan senang hati menerima tawaran nya..setelah rendi periksa kita langsung berangkat.." rendi menerima tawaran sari.


"Iyah tan kita mau ko..."


Akhirnya antrian rendi pun dipanggil untuk periksa.


"Tuan rendi silahkan masuk ruangan.." seorang suster memanggil untuk periksa.


"Tante kami tinggal dulu sebentar.." ica pamitan lalu segera mendorong kursi roda rendi untuk masuk memeriksakan keadaan kaki rendi.


.


.


"Siang rendi..gimana sekarang sudah siap ikut terapi.." dokter hendra yang menangani rendi bertanya.


"Iyah dok saya sudah siap..dan saya minta untuk diberi tongkat saja agar tidak memakai kursi roda ini dok..saya merasa seperti jompo saja.."rendi menjawab.


"Sebenarnya karena baru dua hari ini dari paska operasi kamu tidak diperbolehkan untuk menggunakan tongkat dulu ren.."


"Tapi paman saya sudah tidak betah.." rendi memohon pada paman nya.


Iyah dokter hendra adalah saudara dari nita ibu nya rendi tepatnya dia adalah kakak ipar ibunya yang sekarang bertugas di jakarta.


"Hah...baiklah jika kamu memaksa tapi paman minta jangan terlalu banyak berjalan kaki dulu ok.." dokter hendra memperingatkan.


"Iyah..tenang saja..lagipula kan ada paman hendra dokter ortopedi yang paling ahli bidang tulang yang menangani rendi disini jadi tidak perlu khawatir sampai terlalu kan..?" rendi menyanjung paman nya.


"Kau ini bisa saja ren..oh iyah siapa ini ren..ko kamu tidak memperkenalkan nya pada paman..?" hendra menanyakan keberadaan ica yang dari tadi hanya bengong melihat keakraban rendi dengan seorang dokter ganteng didepan nya.


"Ah..aku sampai lupa memperkenalkan kalian.."


"Kenalin dia ica pacar ku paman.." rendi memperkenalkan ica pada paman nya.


"Apaan sih kamu ren..jadian saja kita belum sudah main bilang pacar.." ica protes pada randi.


"Kenalin dok nama saya ica dan kami hanya sekedar sahabat saja ko.." ica memperjelas.


Hendra tersenyum melihat tingkah kedua remaja yang ada didepan nya berantem hanya hal sepele.


"Sudah² kenapa kalian malah jadi ribut..mau kalian benar² pacaran atau tidak yang jelas kalian pastinya saling sayang bukan?? Dan satu hal lagi saya minta tolong padamu ica tolong bantuan nya untuk menjaga bocah nakal ini ya.." hendra tertawa renyah sampai datang lah suster cantik yang tadi memanggil rendi masuk dengan membawa tongkat untuk rendi kenakan.


"Wah..kalian asik sekali ngobrolnya..sampai pasien diluar menumpuk itu.." suster gia tertera di identitas nama nya.


"Kemari sayang.." hendra menggapai tangan suster gia yang begitu cantik sexi dan anggun untuk duduk dipangkuan nya.


Ica yang melihat kemesraan seorang dokter pada susternya begitu terheran heran.


"Hei biasa saja..jangan heran jika mereka memamerkan kemesraan nya didepan kita..sampai melongo gitu." rendi menegur ica yang memang saat itu sampai melongo karena tercengang.


"Kenalin ini istri tercinta saya..dia lah alsan ku untuk seger pulang dan ambil dinas di Indonesia lagi setelah beberapa tahun di paris.." hendra memperkenalkan gia pada ica.


"Owh..kalian sudah suami istri..saya kira kalian masih lajang..salam kenal, saya ica teman rendi.." ica memperkenalkan diri pada gia.


"Iyah salam kenal..kapan kalian akan menikah..??" gia ternyata keceplosan untuk menanyakan mereka kapan resepsi pernikahan.


"Apa..?? Suster terlalu berlebihan..kami hanya bersahabat ko.." ica menyangkal pertanyaan gia namun raut wajah nya menggambarkan ekspresi lain, terlihat wajah ica merona malu² dan senang bahkan jika saja mereka tau saat ini dada ica berdegup kencang karena pernyataan dari gia.


"Sudahlah sayang kamu jangan menggoda mereka terus..lihat mereka berdua nampak malu untuk mengakui perasaan nya masing²." hendra ikut menggoda dua sejoli didepan nya.


"Oke aku nyerah deh kalo udah berhadapan dengan kalian paman bibi..kami akan pamit kebetulan kami sudah ada janji dengan yang lain juga.." rendi berpamitan.


"Ayo ica..kita pergi dari sini biarkan mereka menikmati kemesraan di ruangan ini dengan bebas.." rendi beranjak dibantu ica berdiri dan menggunakan tongkat.


"Baiklah...kalian hati² oke..ingat undang kami ke pernikahan kalian nanti ya.." hendra memprovokasi rendi.


Sebelum menutup pintu rendi berhenti untuk menjawab dulu obrolan hendra.


"Kalian tenang saja, kalian lah orang pertama yang akan menerima surat undangan dari kami."


Rendi dan ica akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan tadi namun dengan sedikit kasar ica melepaskan rangkulan nya pada rendi untuk membantu nya berjalan sampai rendi sedikit terhuyung akan jatuh.


"Hei...kamu mau bikin aku jatuh ca..?? Kalo jatuh nya ke hati kamu sih kaga masalah..lah ini ke lantai kan atit..." rendi berusaha mencairkan suasana yang terlihat sedikit mencekam.


"Apa kamu bilang.....???? 😈😈 jatuh hati padaku.. 💢💢 nih aku jatuhi kamu tinjuku saja👊🏻👊🏻 " ica menjitak kepala rendi.


"Aduh...sakit tau..tapi tak sesakit hatiku jika kamu tidak mau menikah dengan ku.."


"Pakai gombal segala lagi..sudahlah cepat kita temui tante sari di tempat parkiran saja, mungkin dia menunggu kita di sana." ica kembali membantu rendi untuk berjalan.


.


.


.


.


.


.


........................


Halloooooo.......apa kabar kalian semua 😘😘😘


Ada yang kangen aku up kaga nih...??


Wah kayanya kaga ada yang kangen ya..


Ish..ish..ish... Kasian....


Tapi bolehkan kalian tinggalin jejak buat aku..sekali z ko..cukup klik z tuh gambar jempol 😁😁 apalagi kalo kalian mau ngomel² juga boleh tinggalkan z kata² di komentar..


Auto : "Ngarep banget sih kamu kita like dan komen..??"


Dijawab : "lho biarin kan biar tau yang baca itu orang atau hantu.." 😂🤣😂🤣


🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻 becanda ya tapi serius lhoo itu 🤭🤭


"Satu kota sangatlah luas,, satu negara teramat sempit.."


"Hanya ada satu yang bikin aku puas,, yaitu sebuah komentar yang bisa bikin aku bangkit"


Jangan lupa untuk selalu bahagia..


Love is you