Friend Is My Love

Friend Is My Love
Episode 16



Episode 16


"Oke..aku pasti datang tapi aku yang akan menyediakan tempat nya bagaimana..?" lexsis mencari kesempatan agar bisa mendekati bagas.


"Tentu..kamu bebas merekomendasikan tempat yang kamu mau.." bagas mengiyakan permintaan lexsis.


Diandra yang sedari tadi memperhatikan bagas ketika meeting merasa bosan bahkan Diandra menguap sesekali.


Bagas melihat Diandra yang terlihat ngantuk bahkan sempat menguap beberapa kali langsung tidak ingin berlama lama ngobrol lagi dengan lexsis. Namun berbeda dengan lexsis yang masih berusaha mencari celah agar bisa dekat dengan nya.


"Emh..baiklah karena meeting kita sudah selesai dan kebetulan aku juga ada kepentingan lain bersama tunangan tercinta mungkin kita cukup kan saja meeting nya, dan untuk makan siang kamu boleh atur waktu saja dan hubungi asisten saya." bagas berusaha mengusir lexsis yang masih saja betah duduk di tempatnya.


"Oke tidak masalah tapi bisakah kau mengantarkan aku keluar gedung ini..ada hal yang harus aku bicarakan secara empat mata saja?" lexsis mencari celah.


"Maafkan aku lex..jika memang ada hal lain yang harus kamu bicarakan dengan ku kamu bisa bicarakan sekarang saja disini, karena aku tidak pernah ada dan tidak bisa menutupi suatu hal apapun itu dari tunangan ku..dan satu lagi, biar aldo yang antar kamu sampai keluar dari gedung ini dengan aman sentosa."


Dengan cepat Diandra memerankan peran sebahai tunangan nya ikut mengompori lexsis agar tambah cemburu.


"Umh...sayang kamu so sweet deh..aku jadi makin sayang dan ingin segera menjadi istri kamu secepatnya.." dengan suara lembut dan manja bahkan tangan Diandra mencakup pipi bagas dengan kedua tangan nya membuat bagas baper menampakan mukanya yang merona merah karena termakan rayuan Diandra.


"Dasar kurang ajar..berani nya dia memamerkan kemesraan di hadapan ku..kita liat saja nanti siapa yang bakal jadi pendamping dari bagas hertanto." gerutu lexsis dalam hati.


Lexsis yang mendengar Diandra ngomong seperti itu berpura pura tersenyum manis padahal dalam hati pahit banget berusaha tersenyum.


"Baiklah..bulan depan kita menikah sayang.." bagas membalas akting diandra membuat Diandra melotot.


Karena Diandra merasa bagas sudah mulai kelewatan langsung menyiku perut bagas dengan siku tangan nya, meski tidak begitu keras pukulan nya tetap memberi efek sedikit ngilu di bagian perut bagas.


"Oke..kalo begitu aku pamit..selamat berjumpa lagi di waktu makan siang bersama kita nanti.." lexsis langsung beranjak pergi dari kantor bagas yang diantar oleh aldo benar² sampai di luar gedung.


.


.


"Hiss...sudah lepaskan aku, sudah cukup sandiwaranya..aku tidak mau meneruskan semua ini..dan lagi kamu terlalu kelewat batas.." Diandra mendorong bagas dan bergeser memberi jarak dirinya dengan bagas yang tadi begitu intens memeluk pinggang ramping Diandra.


Bagas yang begitu gemas sedari tadi menahan diri untuk tidak menerkam Diandra dari sejak bertemu di depan apartemen nya karena Diandra yang begitu cantik dan manis dengan gaun yang dia belikan bahkan hanya dengan sedikit riasan yang tipis diwajahnya membuat bagas semakin tertarik pada Diandra.


Dengan cepat bagas mendekat kembali pada Diandra bahkan dengan kecepatan yang sulit diprediksi dia memeluk Diandra dan segera menempelkan bibirnya pada bibir Diandra sampai Diandra sendiri tidak sempat untuk mengelak atau menolak kemauan bagas yang saat ini terjadi.


Bagas melepaskan bibirnya yang menempel di bibir Diandra lalu menatap lekat wajah Diandra yang jaraknya bahkan hanya satu jengkal saja sehingga mereka saling bertatapan dan bisa merasakan hembusan nafas yang menerpa di wajah mereka masing². Satu kata membuyarkan keromantisan saat itu membuat Diandra sadar kembali dari keterlaluan nya.


"Kamu cantik.." bagas dengan menyunggingkan senyum di bibirnya.


Dengan cepat Diandra memalingkan muka dari tatapan bagas karena mungkin saat ini muka Diandra sudah memerah seperti tomat matang namun bagas malah mencium pipi Diandra membuat Diandra mulai marah karena merasa dipermainkan.


"Cupp..."


"Iih...kamu mesum sekali..kenapa kamu mencium ku tanpa ijin ku..??" Diandra loncat Pindak tempat duduk menjadi berhadapan dengan bagas.


"Bukankah kamu tadi memintaku untuk segera menikahi mu..??


"Tidak..tadi kan aku cuma berakting saja.."


"Tapi sepertinya kamu sangat mendalami nya..lagi pula aku tidak mungkin menyukai cewe seperti mu.."


Diandra merasa kesal dengan apa yang bagas katakan padahal sejujurnya jika sampai bagas mau menikahinya kelak dia pasti sangat senang, karena Diandra sedikit menaruh hati pada bagas. Tanpa permisi Diandra pergi dari ruangan bagas dengan perasaan hati yang kacau bahkan tidak perduli dengan bagas yang memanggilnya beberapa kali dan berusaha mengejarnya namun sayang bagas tidak sempat mengejar karena Diandra sudah masuk taxi duluan.


"Akh...sial dia malah pergi.." bagas mengumpat.


Dalam taxi Diandra merasa hanya dijadikan alat saja oleh bagas dan itu membuat hatinya merasa tersakiti.


"Dasar para orang kaya semuanya sama saja hanya ingin mempermainkan dan menjadikan kami yang miskin sebagai alat saja..aku menyesal telah memiliki kontrak yang tidak masuk akal itu." Diandra menggerutu.


"Maaf non kita mau kemana ?"


"Apartemen x pa.."


.


.


Haris yang baru pulang dari luar kota untuk sebuah bisnis selama dua hari akhirnya pulang dengan membawa kabar gembira karena mengetahui bahwa bagas sedang dekat dengan seorang wanita dengan serius setelah lama dia menolak untuk dijodohkan dan bahkan memiliki kekasih hanya sebagai alasan untuk menolak perjodohan saja.


Dengan perlahan haris masuk ke dalam kamar dimana rika sedang beristirahat tidur siang. Haris segera melepaskan jas nya dan melonggarkan dasi nya lalu naik ke kasur memposisikan senyaman mungkin dan memeluk rika tanpa mengganggu tidur nya.


Namun prediksi haris ternyata salah dan gagal karena rika yang semula dikira masih pulas tertidur sebenarnya sedari haris masuk membuka pintu rika sudah terbangun namun sengaja tetap menutup matanya saja.


"Kenapa kamu pulang cepat kali ini, kamu bilang akan tinggal selama tiga hari diluar kota minggu ini..?" rika bertanya.


"Hemp...aku terlalu merindukan kamu sayang dan pekerjaan ku bisa kita selesaikan dengan cepat, dan ada satu kabar yang menggembirakan untuk kita..mungkin sebentar lagi kita akan mempunyai cucu.." jelas haris.


Rika langsung membalikkan badan nya guna memastikan kebenaran apa yang dikatakan oleh haris.


"Apa..?? Kita akan mendapat cucu dari siapa..ica atau bagas..bukan nya ica belum menikah..apalagi bagas punya pacar saja tidak bahkan kita jodohkan dengan pilihan kita saja dia tidak mau.."


"Aku mendapatkan kabar dari orang yang aku tugaskan untuk memantau perkembangan bagas di sana, ternyata diam² dia menyukai seorang gadis yang seumuran dengan ica dan lebih parah nya dia ingin langsung menikahinya di bulan depan tanpa memberi tahukan kita."


"What...??? Apa anak itu sudah tidak menganggap kita lagi sebagai orang tuanya.. Kalo seperti itu besok aku harus berangkat ke Monaco dan itu tidak bisa ditunda."


"Baiklah sayang sesuai dengan kemauan mu besok kita semua berangkat ke Monaco oke..tapi sekarang bolehkah aku minta itu dulu.."


"Itu apa sih..??"


"Aku minta obat kangen sayang.." haris sudah melancarkan serangan nya.


"Hahh...sudah aku bilang kita semua berangkat sayang ya termasuk rendi juga.. Lagi pula kita berangkat dengan pesawat pribadi mu sayang.."


"Oh..." rika cuman ber oh ria membuat haris merasa gemas dibuat nya.


"Dasar kamu masa cuman oh doang.."


"Ya terus aku musti gimana kan udh kamu jawab secara jelas.."


"Hadeuhh...emang ya wanita selalu benar dan menang." monolog haris.


"Pastinya..hee " rika menyahut.


"Baiklah...akan aku hukum kamu sampai tidak bisa berjalan normal sayang.."


Setelah pembicaraan yang cukup panjang haris dan rika pun saling mencurahkan kerinduan mereka berdua sampai menjelang malam tiba.


.


.


Jam Makan malam pun sudah pada waktunya, dan sekarang ini semua anggota keluarga serta rendi selaku tamu bahkan sudah berkumpul di meja makan.


"Kapan ayah pulang..tumben hanya dua jari di luar kota..?" ica bertanya.


"Pekerjaan ayah tidak bermasalah sama sekali jadi dengan cepat ayah bisa menyelesaikan nya maka dari itu bisa pulang cepat, satu lagi ayah punya kabat penting.."


"Apa itu yah..?" ica sudah tidak sabar mendengarkan.


"Malam ini kalian bersiaplah..karena besok kita berangkat ke Monaco menyusul kakak mu bagas..dan rendi kamu juga harus ikut.."


"Apa tidak merepotkan tante dan om nanti di sana kalo saya ikut om.." rendi merasa tidak enak karena takut merepotkan keluarga haris.


"Tentu saja kami akan sangat repot nanti..tapi akan lebih repot jika kamu disini sendiri jadi tidak ada penolakan malam ini ica bantu rendi beres² dan besok pagi kita berangkat ke Monaco.." haris menegaskan.


"Baiklah om..aku pasti ikut dan berusaha tidak merepotkan om dan tante begitu juga ica nanti di sana.." rendi menundukkan kepalanya lesu.


"Hah...sudahlah sekarang kita makan saja dulu..dan mulai saat ini panggil saja mommy dan ayah seperti ica memanggil kami.." rika menengahi.


Rendi yang kaget sekaligus senang langsung bersemangat kembali mendengar rika bilang seperti itu.


"Beneran tan..??eh mom.." rendi gugup.


"Iyah...karena mommy sudah menganggap kamu sebagai anak mommy sendiri.."


"Tapi tidak dengan ku...tetap panggil aku om saja atau kakak karena aku lebih keren daripada kamu.." haris menolak dipanggil ayah.


"Idih...ayah narsis.." ica menimpali.


"Sudah kita makan dulu..perutku sudah keroncongan minta di isi.." haris memulai makan.


.


.


.


.


....................


Asikkk...mau pada liburan ke Monaco tuh...ada yang tau Monaco belum...??


Jangankan kalian rhe saja belum pernah tau bahkan ke sana tapi yang rhe liat negaranya itu asri banget...


Monaco pagi hari



Monaco malam hari



Monaco menjelang malam



Gimana indah banget kan...?? 😍😍😍😍


Andai rhe bisa berlibur ke sana pasti rhe ajak deh....


Ngajak doang...bayar ongkos sendiri bekel sendiri tapi 🤣🤣🤣🤣🤣(⊙_☉)✌🏻✌🏻


Happy reading all...


Maaf kalo masih banyak tipos ya...


Aku sayang kalian...


Jangan lupa like and komen nya ya.......


Terimakasih 😍😍😘😘