
Episode 14
"Aduh...sakit tau..tapi tak sesakit hatiku jika kamu tidak mau menikah dengan ku.."
"Pakai gombal segala lagi..sudahlah cepat kita temui tante sari di tempat parkiran saja, mungkin dia menunggu kita di sana." ica kembali membantu rendi untuk berjalan.
.
.
Sampailah mereka diparkiran mobil ternyata memang bu sari sudah nampak duduk menunggu ditepian pos satpam. Ica dan rendi menghampiri bu sari yang sejak tadi menunggu mereka.
"Tante maaf..jadi nunggu lama ya.." ica sudah tidak sungkan lagi.
Ya begitulah ica tipikal orang yang mudah akrab dan percaya pada orang tanpa kewaspadaan.
"Ah..tidak ko..ayo mari kita berangkat saja, kalian tidak membawa kendaraan bukan..?" sari mengajak mereka masuk mobil nya.
"Terimakasih tante..kami memang naik taxi online tadi ketika berangkat." rendi menjawab.
Setelah mereka masuk ke dalam mobil lalu mobil pun melaju ke sebuah restoran yang tidak jauh dari rumah sakit yang mereka datangi tadi.
Mereka masuk ke ruangan vip yang ada di restoran itu dan memesan beberapa makanan yang sesuai selera mereka.
"Baiklah sebelumnya tante berterimakasih karena kalian mau makan sing bersama tante dan ini pengacara tante." rika mengawali pembicaraan.
"Iyah tan tidak masalah, justru kami yang berterimakasih karena sudah diajak makan siang bersama." rendi menimpali.
"Begini..sebenarnya tante mau minta tolong pada kalian.." sari sudah memperlihatkan raut wajah yang sangat sedih sampai air mata nya menggenang dipelupuk matanya.
"Tante mau minta tolong apa pada kami..?" ica mendahului bertanya sebelum rendi yang menjawab.
Namun belum sempat sari menjawab makanan pesanan mereka sudah datang.
"Sudah lah sari..kita makan siang saja terlebih dulu, baru nanti kita lanjutkan obrolan kita nanti setelah ini." dani mencegah agar ica dan rendi tidak langsung pergi ketika mendengar keluhan sari.
"Betul tante..kita makan saja dulu..aku sudah lapar melihat makanan yang terlihat lezat ini." ica yang sudah dalam mode on lapar.
"Dasar kamu udah kaya **** saja..liat makanan enak saja langsung tidak tahan untuk melahapnya." sarkasme rendi pada ica.
"Hempp...biarkan saja..toh ini tubuhku bukan tubuh mu.." ica mulai merajuk.
"Sudah..mari kita makan dulu.."sari dengan senyum manis nya memperlihatkan betapa anggun nya dia saat ini.
Merekapun makan bersama dengan santai sampai semua makanan yang ada di meja habis dan hanya menyisakan piring dan mangkok kosong nya saja.
"Wah...kenyang nya..makasih ya tan atas traktirannya, lain kali aku yang traktir tante ya.." ica berterimakasih pada sari.
"Gimana tidak kenyang hampir semua makanan yang ada tadi kamu sendiri yang habiskan..hee" rendi menahan tawa nya karena ica.
"Sudah..sudah..tidak apa²..iyah sama² sayang nanti ica bisa traktir tante kapan pun ica mau ya.." sari membela ica.
"Wee 😛😛😛😛" ica melet meledek rendi karena ica sudah dapat pembelaan dari sari.
Setelah dirasa cukup untuk berbasa basi sari memulai ke inti arah pembicaraan yang serius yang menjadi tujuan nya mengajak makan siang rendi dan ica.
"Begini sayang, sebenarnya tante ingin meminta tolong sesuatu pada kalian berdua."
"Bantuan apa tan..??" rendi dan ica barengan.
"Sebenarnya lila sedang mendapat musibah yang diakibatkan oleh dirinya sendiri, sekarang ini lila masuk penjara.." dengan berderai air mata sari mulai menceritakan keadaan lila.
"Kenapa lila bisa sampai ditangkap polisi dan dipenjara tan..dan apa yabg bisa kami bantu..?" ica bertanya.
"Lila melakukan kesalahan telah berusaha mencelakai seseorang dan dikenakan kasus tabrak lari..dan kalian lah yang menjadi korban dari perbuatan dari lila tersebut, maka dari itu tante mohon pada kalian untuk bisa membujuk orang tua kalian dan mencabut kasus nya..tante mohon rendi dan ica mau membantu tante terutama lila.." sari berbicara dengan sangat memelas dan bahkan dia bersimpuh di depan rendi.
Ica dan rendi tidak bisa menjawab apapun, seketika suasana menjadi hening karena selain tidak percaya ica dan rendi heran kenapa lila melakukan hal itu sedangkan dipikiran lain juga ada rasa amarah yang tersimpan.
"Jadi kecelakaan yang menimpa kami adalah perbuatan lila..atas dasar apa dia melakukan hal itu pada kami tan..apa salah kami padanya..???" ica bertanya.
Sari menangis pilu bahkan sudah tidak bosa berbicara lagi.
"Lila melakukan itu karena cemburu pada ica yang berdekatan dengan rendi sampai dia merasa dengan jalan pintas yaitu mencelakai ica namun ternyata yang mengalami luka serius adalah rendi.." deni pengacara sari menjawab pertanyaan ica.
"Hanya karena hal sepele kita yang jadi korban..maaf tante saya tidak bisa membantu karena dia sudah terlalu kelewatan." ica menanggapi dan langsung berdiri untuk pergi dari restoran.
"Ica tunggu sebentar.." rendi menahan tangan ica agar tidak pergi dulu.
"Ada apa lagi rendi...ayo kita pulang dari sini dan kita tidak perlu membantu orang yang sudah mencelakai kamu..biarkan lila menerima hukuman yang setimpal.." ica berusaha memapah rendi namun ditolak.
"Ica tolong dengarkan aku dulu..kasian tante sari sampai sakit mikirin ini semua, lebih baik kita bantu dia setelah itu terserah pada lila yang mau berubah jadi lebih baik atau malah sebaliknya nya.." rendi berusaha meyakinkan ica.
"Owh..jadi kamu mau membantunya..ya udah silahkan saja..tapi maaf aku tidak bakal mau membantunya karena dia sudah membuat kamu tidak bisa berjalan normal sekarang ini.." ica melepaskan genggaman tangan rendi lalu pergi meninggalkan nya begitu saja bersama sari dn deni.
"Ica...ica tunggu ca..." rendi berusaha memanggil ica agar dia tidak pergi namun ica tetap saja pergi meninggalkan nya.
Setelah keluar restoran ica yang masih begitu kesal dan marah tanpa pikir panjang menyetop sebuah taxi dan langsung naik ke dalam taxi yang dia stop tadi.
"Jalan pa.." suruh ica pada pa supir taxi.
"Huuh...menyebalkan sekali sudah tau siapa yang berbuat jahat sampai dirinya pincang masih saja berbaik hati mau membantu nya..bodo amat pulang sana sendiri.." gerutu ica.
Sementara di restoran rendi sedikit bingung dan khawatir pada ica yang sekarang ini sedang marah padanya dan sari yang masih saja menangis tersedu².
"Tante, maafkan perlakuan ica barusan ya..tolong jangan berbalik membenci dia..rendi pasti bantu tante untuk mencabut tuntutan nya, namun paling tidak tante bisa lebih bersabar.." ica berusaha meyakinkan sari agar berhenti menangis.
"Baiklah ren..maaf tante sudah merepotkan kamu dan bahkan membuat hubungan mu dengan ica menjadi buruk seperti ini.." sari menyesali apa yang terjadi.
"Tidak apa² tan nanti juga dia berbaikan lagi dengan rendi..kalo begitu rendi pamit pulang tan..besok rendi hubungi tante untuk mengabari semuanya.." rendi menggapai tongkatnya dan berusaha berdiri untuk segera pergi pulang tepatnya menyusul ica.
"Deni tolong bantu rendi sampai mendapatkan taxi untuk dia tumpangi pulang.." sari menyuruh deni untuk membantu rendi.
"Iyah..mari ren saya antar.." deni membantu rendi yang masih tertatih ketika berjalan untuk mendapatkan taxi.
"Terimakasih om...saya pulang duluan tolong jaga tante sari, dia begitu terlihat begitu pucat.." rendi pun naik ke dalam taxi yang distopkan deni.
"Iyah sama²..kmu hati² dijalan nya ya.."
"Pa tolong antarkan dia sampai ke rumah nya."
"Baik tuan.." sang supir menjawab.
Ica sampai depan rumah dan segera turun setelah membayar sopir taxi nya lalu masuk dan melewati rika begitu saja karena kebetulan saat itu rika sedang duduk merangkai bunga di depan teras bersama bi Inah.
"Lho...ko non ica tidak pulang bareng den rendi udah gitu tidak menyapa kita nyonya..malah berjalan masuk ke dalam rumah langsung tanpa permisi..emang nya kita dikira patung apa ya..??" bi Inah seperti biasa menggerutu yang aneh.
"Apa bi kita..? Lu aja kali.." rika balik mengejek.
"Hee..nyonya bisa saja.."
"Ya sudah terusin sendiri dulu rangkai bunga nya, kalo sudah selesai taruh di ruang tamu satu dan meja makan satu ya bi..aku mau liat keadaan ica dulu dan menanyakan rendi kemana."
"Siap nyonya..serahkan tugas ini kepada bi Inah.." bi inah menjawab dengan posisi menghormat.
Rika hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah pembantu nya itu.
( huuh ...dasar bi Inah lebay..) suara thor penulis.
"Hei..suara siapa itu..? Sorry biarpun diriku lebay tapi banyak tukang sayur yang naksir bi Inah.."
(Jiah...ditaksir tukang sayur doang bangga..)
"Hiii....serem banget sih..ada suara makhluk halus..mending aku buruan beres² nya ah.." bi Inah membereskan dengan kecepatan tinggi lalu lari ke dalam rumah.
.
.
Rika berjalan menuju ke kamar ica tempat berada ica sekarang ini, ica terlihat sedang duduk bersandar di tepi kasur nya dengan memegangi boneka kesayangan nya. Rika duduk tepat di depan ica sekarang ini.
"Hei..ada apa dengan raut wajah mu sayang, ko ditekuk begitu..? Nanti cepat keriputan lho.." rika mengelus kepala ica dengan sayang nya.
Ica langsung memposisikan badan tiduran dengan kepala bersandar di paha rika sang ibu tercinta yang disambut rika dengan mengelus ngelus kepala ica membuat ica berasa rileks dan nyaman.
"Ica kesal mom sama rendi..dia terlalu baik sama semua orang." ica menggerutu manja.
"Owh...memangnya pada siapa rendi mau berbaik hati selain padamu sayang..?"
"Itu tante sari sama lila yang sudah bikin dia tidak bisa berjalan dengan normal, tepat nya lila yang ingin mencelakai ica itu mom.."
Rika memahami apa yang ica rasakan dan mengerti sejak itu namun rika pura² bersikap tenang tidak memperlihatkan betapa dia pun ikut kesal mendengar sari yang nekat menemui putrinya.
"Mommy mengerti sayang..lalu dimana rendi sekarang..?"
"Ica tinggalkan dia di restoran bersama ibu sari.."
"Kenapa sampai kamu tinggalkan sayang, kasian rendi dia kan belum bisa berjalan dengan baik..selain itu kamu harus ingat kalo rendi itu bisa sampai seperti itu demi menyelamatkan kamu kan..??"
Ica bangun dari tiduran nya lalu menatap rika mencari kebenaran yang di bilang sang ibu.
"Mommy benar..ica sudah gelap mata sampai meninggalkan rendi di sana..ica akan susul dia mom.."
Ica beranjak dari kasur dan berniat untuk menyusul rendi yang berada di restoran tadi merek makan, namun baru turun dari tangga ica kaget karen ternyata rendi sudah pulang dan sedang berusaha jalan dengan kedua tongkat di tangan nya.
Dengan segera ica menghampiri rendi dan membantunya untuk duduk terlebih dulu di kursi ruangan tengah.
"Rendi maaf tadi aku jahat banget sudah meninggalkan kamu seperti itu..padahal kamu sedang tidak bisa berjalan dengan baik karena ku." ica dengan menyesal meminta maaf.
"Tidak apa² aku ngerti kamu tidak bermaksud jahat padaku..tapi kamu sangat tega membiarkan aku pulang sendirian dengan susah payah aku berjalan menahan sakit." rendi memasang muka memelas seperti hal nya orang yang teraniaya butuh pertolongan membuat ica merasa tambah bersalah padanya.
"Iyah maafin aku ok..sebagai gantinya kamu bebas meminta apapun padaku asal kamu mau memaafkan aku.." ica sudah masuk perangkap rendi.
"Yes..kena juga kan akhirnya dia mau mengikuti apa saja kemauan aku.." gerutu dalam hati rendi.
"Hemp..baiklah kalo begitu kamu cium aku dulu.." rendi memonyongkan bibir nya bersiap untuk dicium ica.
"Ngarep..." bukan nya langsung mencium ica malah mendorong muka rendi dengan satu tangan nya.
"Hei tadi kamu bi......" rendi menghentikan kalimat yang akan di ucapkan pada ica namun berhenti karena kaget ternyata ica mau mencium nya meski hany di pipi nya.
"Cup.." suara ciuman di pipi rendi.
"Sudah..begitu sudah cukup kan untuk memaafkan aku..?" dengan malu² bahkan memalingkan muka ica berbicara.
"I..i..iyah..sudah cukup.." rendi menjadi gugup karena ica yang tanpa aba² mendadak mencium pipinya.
Beberapa saat mereka terdiam dalam keheningan masing² lalu rika yang baru keluar dari kamar ica datang menghampiri ica dan rendi yang sedang saling terdiam.
"Lhooo...kenapa kalian malah pada diem²an begitu..?" ucap rika.
"Enggak ko tan..ini tadi aku mau mita tolong ica buat bantu aku ke kamar tapi dia kaga mau.." rendi menjawab kikuk.
"Umh..apa..??enggak juga.." ica menyangkal pernyataan rendi.
"Suuttt...." rendi menutup mulut ica dengan tangan nya.
"Emh..emh..emh.." ica berusaha ngomong tapi tidak bisa karena mulut nya ditutup tangan rendi.
"Kalian ini sudah mommy mau ke kamar saja daripada liat kalian yang kaga jelas.." rika meninggalkan ica dan rendi.
.
.
.
...........................
Hee....cry ya reader sekalian aku baru up soalnya aku baru beli kuota..udah gitu di bulan puasa ini jadi banyak kegiatan biasa tidur 🤣🤣🤣🤣
Jangan marah okee....
Makanya tetap like dan komen novel ku..kadang nih aku juga butuh suport sama kritik dan saran lhoo..
Jadi tetep tinggalkan jejak kalian di novel ku ya..
Terimakasih banyak buat yang udah dukung dan like karyaku yang tak seberapa ini ya..
😘😘😘😘😘