Friend Is My Love

Friend Is My Love
Episode 17



Episode 17


Acara makan malam bersama pun selesai dengan perut masing² yang sudah kenyang. Dan acara berkemas pun sudah mulai mereka lakukan untuk pergi ke Monaco bersama.


Dikamar ica dengan cepat membereskan apa saja yang dia butuhkan untuk dibawa nantinya dan selesai dengan cepat karena ica hanya membawa satu koper kecil saja karena pastinya ketika pulang kopernya pasti beranak dua bahkan bisa jadi tiga.


Begitu juga rika sudah selesai membereskan apa saja yang dibutuhkan, sedangkan haris hanya duduk menghadap laptop nya membalas email yang masuk.( enak banget ya yang mu berangkat padahal bareng² tapi sultan mah santai bae sendiri ).


"Siapa tuh yang ngomong..?? Mau aku tenggelamkan.." haris.


(Ampun bang...ane cuma numpang lewat 🏃🏻‍♀🏃🏻‍♀🙀 )


Sementara dikamar rendi dia sedang merasa kebingungan karena kaki nya yang sedang kesakitan dia jadi kesusahan untuk beres². Sampai rendi sendiri meras kesal sendiri dibuatnya.


"Brug..bragh..." suara barang dibanting ke lantai.


"Brengsek..dasar kaki sialan..gara² kaki ini sakit semua kegiatan ku jadi terbatasi bahkan merepotkan orang lain." rendi bermonolog.


Tidak lama ica yang mau membantu rendi untuk beres² keperluan nya masuk ke kamar rendi yang teramat kacau.


"Astaga........rendi kamu apa²an sihh...?? Bukan nya beres² masukin ke koper ni baju² malah di dibikin berantakan gini.." ica masuk berputar melihat sekeliling kamar dengan baju yang berantakan sedangkan rendi yang sedang menundukkan kepala terduduk dilantai.


Ica merasa prihatin dengan keadaan rendi yang berantakan sekarang ini namun tetap kesal karena malah bikin kamar berantakan.


"Maafin aku ca..aku mang udah kaga bisa diandalkan.." rendi masih menunduk.


"Hah...sudahlah..biar aku yang beresin semua nya, kamu cukup diam saja.." ica mulai membereskan kamar yang berantakan dan baju yang mau dibawa nanti di Monaco.


Semua barang yang hendak rendi bawa sudah selesai dirapikan dan kamar nya pun sudah beres kembali.


"Huff...akhirnya rebes juga.. 😊😊 .. Gimana hebat kan aku..?" ica membanggakan diri nya sendiri.


"Iyah kamu memang hebat makanya aku sayang banget sama kamu ica.." rendi sambil menatap lekat ica.


"Aku tau kamu sayang aku.. Aku juga sayang kamu ko.. 😁 aini aku bantu kamu duduk di kasur agar tidak dingin."


"Hm..."


"Ica apa boleh aku tanya sesuatu..?" rendi bertanya ketika sedang dibantu berdiri untuk duduk di kasur.


"Emh..iyah apa yang akan kamu tanyakan..? kamu berat banget sih..."


Ketika menahan rendi yang akan duduk karena sedikit kewalahan dengan berat badan rendi yang tinggi mereka berdua terjatuh bersamaan ke atas kasur.


"Ahh..." ica dan rendi berbarengan.


Ica terjatuh tepat berada di atas badan rendi dan mereka pun saling menatap dalam diam membuat suasana hening seketika, rendi mulai bertanya.


"Ica apa kamu mau jadi kekasihku, menerima segala kekurangan ku sepenuh hatimu..?" lirih nya.


Wajah ica merona malu karena posisi nya yang berada di atas pelukan rendi bahkan jarak wajah mereka bahkan hanya sejengkal tangan saja.


"Aku..aku..." belum sempat ica menjawab tiba² saja dering handphone ica berdering.


"Aku ingin engkau slalu..hadir dan temani aku..


Di setiap langkah yang meyakiniku..kau tercipta untukku...hooo...


"Meski waktu akan mampu...memanggil seluruh ragaku..ku ingin kau tau..ku slalu milikmu..yang mencintai mu...sepanjang hidupku..."


(By ungu "Tercipta untukku" )


(Kembali ke benang merah ya..yang mau terusin nyanyi nya sendiri saja dulu 😂😂).


"Sebentar aku angkat dulu telepon yang masuk takut nya penting.." ica pun berangsur bangun namun tangan nya ditahan rendi agar duduk di samping nya.


"Siapa yang menelepon..angkatlah didepan ku.." rendi kesal.


"Hempp.." ica menuruti apa yang rendi minta.


Terlihat di layar handphone ica tertera nama senior gilang, bahkan fotonya pun muncul di layar handphone nya. Rendi yang melihat itu sudah langsung kesal dan cemburu.


"Halo ica apa kabar..kamu lagi dimana..?" suara gilang dari sebrang telepon.


"Aku baik kak..dan lagi di rumah.."


"Apa bisa aku menemui mu..kita ketemu di kafe biasa..sejam lagi aku sampai.."


"Eh...tapi aku sedang sibuk kak.." ica melirik rendi yang sudah cemberut terlihat sekali kesal padanya.


"Pokonya tidak ada penolakan..aku tunggu di kafe sampai kamu datang karena ada sesuatu yang ibu ku titipkan untuk diberikan padamu.."


"Baiklah kak...aku segera berangkat..bye..."


Sambungan telepon pun terputus lalu ica hendak berpamitan namun rendi sudah mendahului berbicara.


"Jika aku meminta kamu jangan pergi apa kamu akan tetap menemui cinta mu itu yang sudah kembali dari paris.." rendi.


"Maaf..aku akan pergi menemui nya sebentar saja rendi..dan aku rasa pernyataan mu mengenai nya untuk saat ini dia memang masih bersetatus pacar ku yang telah lama meninggalkan ku tanpa memberi kabar setelah nya.." ica menunduk dan pergi meninggalkan rendi.


"Ica lalu bagaiman dengan ku..siapa aku untuk mu sekarang ini..?" rendi sedikit berteriak.


Sebelum ica benar² keluar dari kamar rendi dia hanya menoleh ke belakang dan memberikan senyum termanis nya saja tanpa menjawab pertanyaan dari rendi.


Sekarang ini rendi yang terduduk hanya bisa menahan amarah yang ada di hatinya sampai rendi meremas sprei kasur bahkan mengeratkan gigi nya.


"Kurang ajar..lihat saja nanti jika kau melukai dirinya lagi untuk kesekian kali nya..maka jangan salahkan aku menghancurkan mu sampai ke akarnya.." batin rendi.


Flashback on


Ketika itu ica baru masuk kelas satu tepatnya ketika orientasi siswa angkatan baru sejak itu gilang adalah kakak senior kelas tiga yang memberi arahan dan pengetahuan mengenai sekolah dan gilang pun jatuh hati pada ica.


Begitupun ica yang baru mengenal gilang sudah menyukai nya. Sampai pada saat semester ke dua mereka saling mengutarakan perasaan sampai jadian, dimana rendi saat itu belum masuk sekolahan.


Rendi masuk sekolahan ica di tingkat semester tiga sebelum ujian kenaikan kelas satu ke kelas dua. Saat itu rendi belum dekat dengan ica meski mereka berada dalam satu kelas bahkan rendi langsung jatuh hati sejak pertama bertemu namun mereka justru sering berselisih paham mengenai pelajaran ketika satu kelompok.


Kedekatan rendi saat itu awalnya karena pada suatu hari ica memergoki gilang yang sedang berpelukan dengan Miska yang saat itu menyukai gilang dan kebetulan Miska adalah kakak senior ica juga. Karena sakit hati ica berlari tanpa melihat arah berlari sehingga bertubrukan dengan rendi yang keluar dari ruang perpustakaan untuk mengembalikan buku yang dia pinjam.


Saat kejadian..


"Brukk..." ica terpental jatuh ke lantai.


Tanpa melihat bertubrukan dengan siapa ica yang terduduk dilantai malah menangis tambah kencang.


"Huaaa.....huaaaaa......"


"His....udah gede masih saja nangis.." rendi.


Semua siswa melihat ke arah ica dan rendi dengan tanda tanya bahkan sudah ada yang mulai berbisik bergosip ria.


Karena tidak ingin terjadi masalah yang lebih serius ketika diketahui oleh guru rendi langsung menggendong ica.


"Hei...berisik sekali kau ini...ayo cepat naik ke punggung ku.."


Ica yang menangis histeris berhenti sejenak lalu dengan masih tersedu sedu mau naik ke punggung rendi. Ica digendong rendi menuju taman belakang sekolah nya yang sepi, setiba nya ditaman dekat sebuah pohon yang rindang terdapat kursi yang terbuat dari sebuah besi.


Diturunkan nya ica dalam gendongan rendi untuk duduk di kursi yang ada itu.


"Duduk lah..biar ku liat bagian mana yang terluka sampai kamu nangis seperti orang kemalingan saja.."


Bukan nya menjawab ica malah menangis kencang lagi.


"Huaaa......huhu...aaaaaaa...."


"Buset ni anak bukan nya ngom kenapa atau bagian mana yang sakit malah nangis kejeur..."


Ica pun berhenti meraung raung kemudian menarik tangan rendi untuk duduk di sampingnya.


"Aku pinjam bahu mu sebentar saja boleh...??"


Belum rendi menyetujui permintaan nya ica sudah lebih dulu menyandarkan kepalanya di bahu rendi untuk bisa menangis sepuas nya.


"Hahhh....dasar cewe..." rendi menghela napas panjang nya.


Semakin pilu terasa tangisan ica yang rendi dengar membuat rendi tambah bersimpatik dan menyayangi ica. Karena nya rendi perlahan merengkuh ica lalu sesekali mengelus punggung ica agar tangis nya mereda dan ternyata caranya itu ampuh, ica sudah tidak menangis sepilu tadi sebelum rendi memeluk nya.


( eh...ya jelas sembuhlah...dipeluk abang ganteng mah yang ada juga demen..)


Ok..kembali ke benang merah...


Rendi mulai merenggangkan pelukan nya pada ica lalu berkata. "Gimana udah lega belum..? Seragam ku sampai basah kau banjiri air mata mu sekarang.."


Ica yang sudah merasa enakan pun melepas pautan tangan nya yang tadi ikut memeluk juga.


"Terimakasih..dan maaf merepotkan, aku baik² saja sekarang." ica


"Lalu jika kamu baik² saja kenapa tadi kamu menangis dengan histeris begitu..?" rendi kebingungan.


"Owh..tadi aku hendak menemui kekasihku di kelasnya namun ternyata setelah aku sampai bahkan kekasihku malah sedang berpelukan dengan rifal ku.."


"Jadi hany karena itu kamu sampai menangis seperti tadi..????" nada bicara rendi naik satu oktaf.


"Iyah.. aku sakit hati dan tidak menyangka jika ternyata dia mengkhianati ku seperti ini.."


Dalam diam rendi begitu marah sampai untuk menahan kemarahan nya saja dia sudah mengepalkan tangan nya sampai memperlihatkan bagian otot nya.


"Sudah lah tidak perlu kau ingat² hal itu dan lupakan saja jika kamu pernah melihat hal yang bikin kamu sakit hati, kan disini sudah ad diriku yang akan selalu setia menemanimu dan tidak akan pernah mengkhianatimu.."


"Eh..."ica masih dalam mode kebingungan karena sebelum nya mereka seperti kucing dan tikus yang selalu berulah dikelas.


"Sahabat.." rendi menyodorkan tangan nya untuk berjabat tangan.


Namun ica tidak menerima uluran tangan rendi untuk berjabat tangan melainkan ica langsung memeluk rendi tanpa ragu sedikitpun.


"He..he...sahabat..." ketawa kecil ica terdengar di sebelah telinga rendi ketika masih memeluk rendi.


Flashback off


Begitulah awal rendi menjadi sahabat dalam cintanya..😁😁


Begitu juga kisah siapa gilang sang senior kita..jeng...jeng..jeng... 😂😂😂😂


Stop......kembali ke benang merah.


.


.


Agar bisa cepat kembali ica berangkat menuju kafe dengan menggunakan motor metik yang ada disediakan untuk bi Inah jika pergi membeli sesuatu keluar komplek.


Sampailah ica di kafe yang dimana tadi gilang janjikan untuk menemuinya, lalu dengan cepat pula ica menghampiri gilang yang tepat di meja ujung sebelah kiri kaca yang menghadap ke jalanan. Kenapa posisinya di situ karena itulah tempat terfavorit mereka berdua ketika masih sering jalan bareng.


Dengan tanpa basa basi lagi ica menanyakan ada keperluan hal apa yang mengharuskan nya dia datang menemuinya bahkan duduk pun ica tidak mau.


"Ada perlu apa kakak minta ketemu disini..?"


Dengar cepat gilang berdiri dan memeluk ica dengan posesip.


"Aku kangen kamu ica..sudah lama kita tidak bertemu seperti sekarang ini.." gilang.


"Lepaskan aku kak...ini lingkungan umum..tidak pantas kita berpelukan seperti ini.."


.


.


.


.


...............,.............


Hayoooo.....


Kira² nih...kalian mau pilih siapa antara rendi sama gilang buat ica..??


Maaf ya diriku yang imut ini baru up..maklum kemaren aku abis bikin kue buat lebaran ceritanya sih....


**Tapi tau gak apa yang terjadi pemiarsa...???


Belum juga nyampe lebaran si kue udah tinggal setengah toples...🤔🤔 coba bayangkan paa lebaran apa kabar itu kue 😅😅😅😅


"Buat yang menjalankan ibadah puasa selamat berpuasa...."


"Dan buat yang merayakan hari raya waisak kemaren selamat juga ya..."


So met happy all....


Bersatu kita teguh bercerai kita kawin lagi... 😂😂😂😂


Jangan lupa ya like dan komen nya my bradah...😘😘😘😘**