Friend Is My Love

Friend Is My Love
Episode 18



Episode 18


Dengan tanpa basa basi lagi ica menanyakan ada keperluan hal apa yang mengharuskan nya dia datang menemuinya bahkan duduk pun ica tidak mau.


"Ada perlu apa kakak minta ketemu disini..?"


Dengar cepat gilang berdiri dan memeluk ica dengan posesip.


"Aku kangen kamu ica..sudah lama kita tidak bertemu seperti sekarang ini.." gilang.


"Lepaskan aku kak...ini lingkungan umum..tidak pantas kita berpelukan seperti ini.."


"Ah..iyah maaf, aku tidak bisa menahan rindu ku padamu jadi lupa kalo ini ditempat umum..ayo duduk.." gilang.


Ica duduk berhadapan dengan gilang dan beberapa saat mereka saling diam karena merasa canggung sampai gilang memberikan oleh² yang memang khusus buat ica dari ibu nya gilang.


"Ica ini titipan dari ibu buat kamu.." gilang menyodorkan paper bag ukuran sedang pada ica.


Agar tidak membuang waktu lama ica pun menerima bingkisan itu dan berniat untuk segera pulang.


"Makasih kak..kalo begitu aku pamit.."


"Tunggu dulu ca..apa kamu tidak ingin ngobrol² dulu sebentar..biar aku antar kamu pulang nanti.." gilang meraih tangan ica namun ica segera menarik tangan nya karena tidak mau memberi harapan lagi pada gilang.


"Maaf kak ica masih sibuk di rumah bantu mommy beres² dan kebetulan ica juga bawa motor kesini jadi kakak tidak perlu repot² mengantarkan pulang."


"Ica..kenapa sekarang kamu berubah sikap terhadap ku..?"


"Aku tidak akan pernah berubah kecuali kakak duluan yang berubah..dan mungkin dari sejak kak gilang ninggalin aku bahkan tidak memberi kabar sedikitpun maka hubungan kita sudah berakhir jadi mulai saat ini tolong jangan ganggu kehidupan aku lagi.."


Ica langsung pergi meninggalkan gilang di kafe tanpa menoleh lagi meski gilang memanggil namanya dia tetap pergi.


"Sebenci itukah kamu marisa pada ku..aku tidak akan pernah nyerah untuk mendapatkan hatimu kembali.." batin gilang.


Diperjalanan ica merasa sangat kesal sampai saking kesal nya dia mengendarai motor nya sedikit tidak konsentrasi sampai hampir saja dia menubruk gerobak tukang sayur yang akan menyebrang jalan.


"Cekitttt...." suara rem motor yang mendadak.


"Neng gimana sih bawa motor nya ko ugal²an..??" si tukang bubur marah².


"Astaga...maaf pak saya tadi tidak konsentrasi.." ica meminta maaf.


Karena kaget sampai badan ica gemetar dia memutuskan untuk menepi sebentar dipinggir jalan dan menghubungi bi Inah untuk nyusul menjemputnya.


"Halo bi..jemput ica sekarang ya..alamatnya aku share cepat ya bi..." telepon pun terputus.


Selang sepuluh menit bi Inah sudah sampai ditujuan menggunakan ojek.


"Lhoo...non ica kenapa..malam² ko malah nongkrong disini sendiri..??" bi Inah nyerocos.


"Sudahlah bi jangan banyak tanya dulu sekarang bi Inah bonceng aku pulang saja, aku kaga enak badan.." ica menjawab dengan lemas.


"Ya sudah ayo non kita pulang sekarang.."


Akhirnya ica pun pulang di boncengan bi inah, sampai di rumah ica langsung masuk dan ternyata rika dan haris sedang berada di ruang tamu saat itu.


"Dari mana kamu malam² begini marisa.." haris bertanya dengan tegas karena sebelum nya ica tidak meminta ijin keluar dimalam hari.


( kalo ada yang nanya ko manggil marisa.. jawaban nya karena ica nama lengkapnya marisa Hartanto ya gaess 😁 ).


"Ica abis ketemu kak gilang yah.." ica menunduk karena takut dan tau kalo dirinya salah tidak meminta ijin dulu.


"Terus kamu tinggal rendi begitu saja sendiri, tidak minta ijin ayah sama mommy dan lebih parahnya keluar bawa motor sendiri.." haris.


"Maaf ayah..ica salah.." dengan menyesal ica meminta maaf.


"Mulai sekarang tidak boleh keluar malam sendirian, apalagi menemui laki² yang tidak jelas keberadaan nya."


"Baik ayah.."


"Sekarang istirahat besok pagi kalian harus sudah siap untuk berangkat."


"Iyah..ica pamit yah..mom.." ica pergi ke kamarnya lalu menyimpan paper bag pemberian gilang dan merebahkan badan nya.


Sejenak ica memejamkan matanya lalu teringat akan rendi lalu dengan cepat ica mengambil ponsel nya dan mengetikan sesuatu.


"Udah tidur belum..?"


"Tring.." belum..kenapa ??"


"Aku mau minta maaf tadi ninggalin kamu gitu aja.."


"Tring..."Iyah gak apa².."


Ica yang tiduran langsung duduk karena membaca jawaban pesan dari rendi begitu singkat².


"His...apa dia marah karena aku tinggal tadi..singkat banget jawab nya tidak seperti biasa yang sukanya panjang kali lebar.." gumam ica.


Karena kesal ica memutuskan untuk menemui rendi dengan tergesa² dia lari ke bawah tidk memperdulikan haris dan rika yang masih berantai di ruang tengah.


"Ada apa dengan anak itu.." rika bertanya pada haris.


"Sudahlah biarkan saja mereka..lebih baik kita pergi istirahat dikamar." haris mengajak rika.


Haris dan rika pun berlalu pergi menuju kamar pribadinya dan beristirahat. Sedangkan ica yang sekarang sedang kesal langsung masuk ke dalam kamar rendi.


"Kenapa kamu tidak mengenakan baju di malam seperti ini si....?" ica dengan posisi masih memunggungi rendi.


"Aku kegerahan sepertinya ac nya tidak berfungsi jadi aku putuskan untuk bertelanjang dada saja..kamu sendiri ngapain ke sini bukan nya ketuk pintu dulu." rendi.


"Umh..abis nya kamu balas chat aku singkat banget..aku pikir kamu main marah.."


Rendi menyinggung kan senyum licik nya karena tentunya dia mempunyai ide liar yang jahil.


"Baiklah aku memang masih sedikit marah dan kesal padamu, tapi kamu bisa menebusnya dengan membantuku satu hal".


"Permintaan apa lagi..cepat sebutkan.."


"Kemari ambilkan aku kaos di lemari.."


"Kamu ini ya..apa kaga ada hal lain.." ica protes.


Meski begitu ica yang protes sama rendi dia tetap nurutin apa maunya rendi. Ica mengambilkan baju setelan kaos untuk rendi pakai.


"Ini baju yang kamu minta cepat pakai.."


"Pakaikan..hee.."


"Apa kamu bilang...?? Manja banget sih..sini buruan.." ica dengan kesal memejamkan mata tetap memakaikan baju yang ica bawa dari lemari.


Setelah selesai memakaikan baju ica duduk bareng di kasur bersama rendi.


"Gimana tadi kencan bareng kakak senior yang ganteng..seneng..?" sindir rendi.


"Apanya yang seneng sih...yang ada empet banget sama tingkah lakunya..seakan orang tanpa dosa.." ica dengan santuy bercerita tentang lalu merebahkan badan nya sedangkan rendi masih anteng duduk di samping ica.


"Bukan nya kamu dikasih bingkisan dari ibu mertua kaga jadi ya..??haha....🤣🤣🤣🤣 " rendi ketawa terbahak bahak.


Ica spontan melempar bantal di samping nya.


"Sialan lu ah..." ica keceplosan berkata kasar.


Rendi yang mendengar kata² kasar ica langsung menoleh dan mencondongkan badan ke ica yang tertidur lalu memegang dagu ica.


"Siapa yang mengajari mu berkata kasar heh..?" rendi dengan nada dingin membuat ica merasa takut.


"Ma..ma..maaf aku re..re..reflek.." ica terbata bata.


"Dengar..seberapa marah nya diri kita janganlah sampai kamu mengucapkan kata² kasar seperti itu..sekarang sebagai hukuman nya kamu temani aku sampai tidur pulas." tegas rendi.


"Iiiiyahh..." ica tidak bisa menjawab apa² lagi..yang ada sekarang dengan ras bingung dan takut jika rendi marah maka hukuman nya akan lebih aneh lagi selain itu takut jika orang tua nya tau kalo malam² begini dia masih berada dikamar seorang pria.


Rendi pun memposisikan tidur di ranjang sebelah ica dan memejamkan matanya dengan ica yang tidur memiringkan badan membelakangi rendi.


Dalam benak rendi " hai...senang nya dalam hati..mana ada aku bisa tidur nyenyak jika harus tidur bareng begini..yang ada diriku melek sepanjang malam nahan sesuatu."


Ica benar² menuruti permintaan rendi, dia menunggu rendi sampai terlelap dalam tidur nya. Ketika ica rasa rendi sudah lelap tertidur sedikit demi sedikit dia berangsur akan turun, namun karena rendi saat itu belum tertidur pulas dia berpura pura bergerak sendiri dalam tidur. Rendi berbalik menghadap ica yang memunggunginya lalu memeluk ica seakan ica adalah sebuah guling teman dia tidur.


"Ahk...dasar rendi..bagaimana aku bisa keluar dari kamar jika posisi nya sudah seperti ini.." batin ica.


Rendi hanya menyunggingkan senyum nya tanpa ica ketahui.


(Woy...jangan modusin ica dong...aku juga mau dimodusin..wkwkwk) jiwa author sedang ngarep.


Rendi : yee..Thor kalo mau di modusin sono minta suami nya jangan minta sama diriku...


Thor : 🙄🙄 kembali ke benang merah saja.


🤣🤣🤣🤣 kasian deh lu thor...(bi Inah nimbrung)


Thor : yeh....bi Inah pakai acara ikutan nongol mau peran nya diganti sama yang lain..?? 🤨🤨


Bi Inah : ampun thor...kabur 🙏🏻🏃🏻‍♀🏃🏻‍♀🏃🏻‍♀🏃🏻‍♀


Thor : dasar neneng jepret.. Kembali ke peran masing².. Ready... Exsen...


Beberapa menit kemudian ica yang semula menahan rasa ngantuk nya begitupun rendi ternyata tanpa mereka sadari akhirnya mereka berdua malah benar² ketiduran bersama sama sampai pagi hari.


.


.


.


.


.


....................


Aduhh.....maaf baget yah netizen jujur rhe lagi sibuk bikin kue but lebaran 😅😅😅😅 jadi mohon pengertian nya ya jika up nya sedikit udh gitu sampe nunggu 2 atau 3 hari 🤭🤭🤭🤭


Tenang meski begitu cerita ica dan rendi masih berlanjut ko..belum nanti bagas yang dapet kejutan dihari ulang tahun nya lho...sementara kalian siapin gaun nya yang pada bagus dulu deh ya buat dateng ke acara ulang tahun nya bagas... 😂😂😂😂


Oke...kalo begitu jangan lupa ya like and komen nya..jika berkenan pencet tanda ♥ nya ya..


"Happy reading all... 😘😘😘😘