
#Bryan
Hari ini adalah hari pertama tahun ajaran baru dimulai. Bryan yang duduk dibangku kelas 12A sebentar lagi akan mengadakan UN. Baginya sebagain banyak siswa akan mempersiapkan diri untuk menempuh ujian tersebut dengan mati matian, ada juga sebagian siswa yang tidak terlalu perduli dengan ujian tersebut. Mereka lebih memilih untuk bersantai dan berjalan sesuai alur yang mereka dapatkan. Dari beberapa siswa itu, salah satunya adalah Bryan.
Pagi ini, didalam kamar yang sangat besar terlihat seorang pria yang masih bermalas malasan untuk bangun padahal matahari sudah menampakkan dirinya dengan begitu cerah,
"Iyan,,, iiyaann bangun nak" sapa mbok ana membangunkannya yang tidak lain adalah pelayan dirumah bryan dan yang merawatnya sejak dia lahir, "Sebentar lagi mbok,, masih juga pagi buta" rengek bryan yang enggan untuk bangun. "Sudah jam 7 loh, cepatlah mandi kalau kami tidak ingin di marahi oleh den Arya nantinya" ancam mbok Ana supaya brian bangun dan segera bersiap untuk sekolah, "Aaiihhh" jawab bryan ketus sembari melangkah langsung kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, disamping itu mbok Ana merapikan tempat tidur dan mempersiapkan perlengkapan sekolah bryan.
Tidah menunggu lama bryan turun dari kamarnya menuju ruang makan, disana dia dapat melihat Arya satu satunya saudara dan keluarga yang dia punya menunggu dengan tangan di lipat didepan dadanya.
"Jika kamu terlambat sekali lagi dan bermalas malasan untuk sekolah, lebih baim kamu akan mengggantikan aku memegang perusahaan" ucap Arya yang merasa kesal kepada bryan karna dia tidak pernah tepat waktu bangun dipagi hari. Bryan hanya memutar bola matanya dan menghembuskan napas kasar untuk menjawab Arya.
Sarapan mereka berlangsung dengan dia, karna memang tidak ada yang perlu diperbincangkan saat mereka sarapan. Selesai sarapan bryan dan Arya menuju ke sekolah SMA Negeri 1 di kota T, setelah mengantar bryan,Arya langsung berangkat ke kantor.
Saat Bryan turun dari mobil, dia melihat gadis cantik yang juga turun dari mobil bersamaan dengannya, matanya seakan terkunci pada wajah gadis yang menawan dan anggun itu, senyum manis terukir di bibirnya, "Beatiful" gumannya dalam hati,lalu dia melangkah bersamaan dengan gadis itu dan tanpa di sadari gadis tersebut bryan tidak sedikit pun memalingkan pandangannya dari gadis yang tak lain dan tak bukan adalah Audry Wulandary
"Are you oke?" ucapnya sembari berlutut di depan gadis itu, dia menatap lekat wajahnya dan kemudia beralih ke tangan gadis itu "apa ini sakit sekali?" tanyanya kembali, "tidak apa-apa aku baik-baik saja" jawab gadis itu sembari mencoba untuk berdiri, bryan langsung membantunya berdiri memapah gadis itu, "Ayo kita ke UKS untuk membersihkan lukamu dulu" ajaknya dan kemudian mereka pergi ke uks.
Setelah mereka sampai di uks, tanpa menunggu suster penjaga uks, bryan langsung mengambil kota P3K dan segera membersihkan luka gadis itu, "tahan yah ini akan sedikit sakit untuk mebersihkannya" dan bryang langsung membersihkannya dengan alkohol kemudian membalut tangan dan lutut gadis itu dengan perban kecil.
"Selesai" bryan kemudian menyimpan kotak p3k dan menghampiri gadis itu, "Bryan" ucapnya sembari mengulurkan tangannya kedepan gadis itu dan merekahkan senyum manisnya,
"Audry" menyambut tangan bryan dan tak lupa dengan senyum bibir manis yang dihiasi oleh lesung pipinya.
"Cantik"guman bryan yang tersengar samar oleh audry, " apa?" tanya audry karena kurang jelas mendengar apa yang di ucapkan oleh bryan, "Nothing" sahut bryan,
"Kalian ngapain berdua disini" ucap seseorang yang baru memasuki ruangan UKS.
*bersambung