Fly Away With Me

Fly Away With Me
17. Episode 17




Episode 17



"Hei, kita bertemu kembali" jawab Dahlan. "Woi kamu kenal dengan dia sejak kapan, kenapa dia sampai mencari- cari mu seperti itu? Apakah kau membuat kesalahan yang sangat fatal padanya?" Bryan menghujani Dahlan dengan banyak pertanyaan dan sangat bingung dengan tingkah laku temannya tersebut. " Apaan sih ngak jelas bangat dah lo" cerca Dahlan.


" Kemarin bajuku kotor tertumbah jus oleh siswa lain disini dan dia meminjam kemejanya untuk ku, tapi aku ngak tau dia di kelas berapa dan siapa namanya jadi aku kesusahan untuk mengembalikan kemeja tersebut" Ruth langsung menjelaskan dengan rinci supaya tidak ada kesalah pahaman diantara mereka. Audry dan Bryan hanya bisa menganggukkan kepalanya mengerti akan maksud penjelasan Ruth.


" Hei siapa nama mu, kita belum berkenalan, nama aku Ruth anak kelas 10B" ajak Ruth berkenalan dan mengulurkan tangannya kepada Dahlan . "Dahlan, ana kelas 12A" jawab Dahlan. " Oh kenalin ini teman aku, namanya Audry, dia kelas 10A". Mereka pun melanjutkan makan siang mereka dengan seksama. Setelah itu mereka bergegas menuju ruangan masing masing dan mengikuti pelajaran selanjutnya.


Di sisi lain Dahlan dan Bryan berbeda jalan karena mereka mendapatkan pelajaran yang menurut mereka tidak menyenangkan sama sekali dan mereka pergi cabut keluar kelas dan bermain game smartphoe di kantin khusus siswa laki- laki yang bolos kelas mereka.


Sepulang sekolah Audry dan Ruth langsung menuju tempat kursus PEC. Sesampainya disana mereka memeriksa kembali tugas yang diberika pembimbing sebelumnya supaya mereka tidak ada yang salah nanti saat pelafalan vocabullarynya. Mereka menikmati waktu yang tersisah sebelum memulai class kurus dan sambil menunggu murid yang lain datang.


Bryan memasuki ruangan kurus D untuk membimbing murid disana, seperti biasanya dia akan menyapa para muid dengan senyuman manisnya yang mampu melelehkan setiap hati wanita, terkecuali bagi Audry salah satunya.


"Good afternoon everybody, now we can open our class but before we must opened" sapa Bryan tanpa basa basi dan dia pun melakukan pembukaan, kemudian setelah itu dia menulis lagu baru untuk mereka pelajari sebelum masuk ke materi selanjutnya.


Selanjutnya Ruth dan Audry bergegas menuju butuk ibu Ruth untuk sekedar membantu melayani pelanggan yang datang untuk membeli baju atau hanya sekedar berkunjung. Sesampainya disana, mereka langsung bergegas masuk ke dalam tokoh butik. Ruth bergegas menemui ibunya dan memperkenalkan Audry sebagai temannya di sekolahan. "Sore buk, kenalin ini teman Ruth, namanya Audry" sapa Ruth dan mencium tangan ibunya. " saya buk Lasmi, ibunya Ruth" sapa ibu Ruth sembari mengulurkan tangannya kepaada Audry. "Sore tante, perkenalkan nama saya Audry" sapa Audry sembari menjabat tangan ibu lasmi. " Panggil Buk aja, kan kamu teman nya Ruth, ngak papa." Jawabnya sembari mengelus kepala Audry dengan kasih sayang. " Ruth kalian berganti baju dulu, kemudian makan dan setelah itu bantu ibu membereskan baju yang baru masuk di gudang belakang yah" lanjut bu Lasmi dan kemudia bergegas meninggalkan mereka, karena terlihat sudah ada pelanggan yang bau datang.


Mereka pun melaksanakan setiap apa ynag telah di perintahkan oleh ibu Lasmi tadi kepada mereka. " kamu setiap hari melakukan pekerjaan ini Ruth?" Tanya Audry yang sangat heran betapa beratnya pekerjaan itu baginya, sembari merapikan pakaian yang ada di gudang. " ini tidah berat kok Audry, hanya memberekan begini saja kok," jawab Ruth dengan senyumannya dan sibuk memindahkan baju kesana kemari, yang sebenarnya bukanlah pekerjaan berat, hanya Audry yang berlebihan menilainya sebagai pekerjaan berat. Tetapi mereka melakukan pekerjaan tersebut dengan senang hati dan sesekali bercanda tawa dan tertawa riang.


Malam pun sudah tiba, dan Audry berpamitan kepada Ruth dan buk Lasmi untuk pulang kerumah karena dia sudah di jemput oleh supir keluarganya. "Buk Audry pulang dulu yah, sampai jumpa besok ruth, dan aku akan datang lagi kesini besok," ucap Audry sangat girang karena ini pertama kalinya dia melakukan pekerjaan seperti itu dan menurutnya itu sangat menyenangkan walaupun seluruh badannya sangat lelah bagaikan remuk, tetapi dia sangat bahagia. "Datang lah kapan pun kamu mau nak, butik ini selalu terbuka untukmu, asal jangan datang waktu tutup aja yah," canda buk Lasmi yang merasa sangat gemas terhadap tingkah laku Audry. Kemudian Audry bergegas keluar dari butik tersebut dan memasuki mobil mereka.


"Teman mu sangat periang, dia terlihat sangat terampil bekerja tadi Ruth," kata buk Lasmi. "terampil dari mananya buk, dia terus saja menyusahkan ku tadi, dia anak orang kaya buk tidak pernah bekerja seperti ini" jawab Ruth. "Tetapi dia terlihat sangat lincah tadi loh, ngak seperti anak orang kaya lainnya" piji buk Lasmi. Mereka senang menceritakan tentang Audry sebelum mereka menyelesaikan pekerjaan dan kembali ke rumah mereka.


*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga


Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah 😘