
Episode 20
"Biarkan aku saja yang membantunya, biarkan aku yang mengantarkannya pulang" ucap Bryan mendahului tangan Ruth yang akan membantu Audry berdiri. " Biarkan Ruth yang membantu ku, aku sungguh tidak apa-apa dan aku di jemput oleh supir." Jawab Audry sebelum mengiyakan ajakan Bryan. " Tidak apa-apa, aku akan mengantarmu, karna aku yang menyebabkanmu seperti ini" jawab bryan yang langung menggenggam tangan Audry dan membentunya berdiri. " Tapi aku akan ke tembat butik Ruth untuk bermain hari ini, " tolak Audry lagi. " baiklah maka aku akan mengantarkan mu ke sana dan menemanimu sampai kau pulang ke rumah mu dengan selamat" paksa Bryan dan Audry pun tidak dapat berbuat apa-apa akan hal itu, sehingga dia mengikuti apa yang di katakana oleh Bryan. Kejadia seperti itu tidak luput dari perhatian Ruth dan Dahlan yang menggelengkan lepalanya merasa heran akan tinggan kedua temannya tersebut.
"Ok baiklah, maka aku akan mengantarkan Ruth juga" ucap Dhlan tanpa basa basi dan langsung menarik tangan Ruth tanpa seijin pemiliknya.
Mereka pun bergegas menuju tempat yang mereka ingin tuju, sesampainya di butik milik ibu Ruth, betapa terkejutnya buk Lasmi melihat kedua anak perempuannya di antar oleh pria dan anak perempuan satunya dalam keadalan terlika. Beliau langsung bergegas keluar dari butik itu dan menghampiri mereka.
"Ada apa ini, kenapa Audry bisa sampai terluka seperti ini" Tanyanya terheran- heran. " Tadi di sekolah Audry tidah hati- hati buk, sehingga terseempet oleh Bryan, dan aku tidak apa- apa kok buk" jawab Audry untuk meyakinkan buk Lasmi yang sangat menghawatirkannya.
"Iya buk, mereka hanya mengaantarkan kami kesini atas rasa tanggung jawab mereka" jawab Ruth kembali supaya ibunya tidak berfikir yang negative terhadap mereka. " baiklah ayo masuk dan kalian pasti belom makan kan, ibu baru masak tadi dan itu banyak, kalian berdua juga ayok lah masuk duu" ajak ibu Lasmi kepada mereka. Mereka pun langsung masuk ke dalam butik dan menuju dapur makan yang memang di sediakan di dalam butik untuk sekedar tempat istirahat mereka kalau merasa lelah.
" Ruth tolong kamu ambilkan baju yang sama dengan ini berwarna merah di gudang" pinta buk Lasmi kepada Ruth, karena ada pelanggan yang menginginkan baju seperti itu dengan warna merah, sementara yang di pajang adalah warna hitam dan biru. " Baik mu, tunggu sebertar yah" jawab Ruth dan kemudia berlalu menuju gudang. Di dalam gudang terdapat Dahlan yang sedang meletakkan barang yang dia pindahkan dari ruangan depan, Ruth hanya melewatinya dan menuju tempat baju yang ingin dia ambil.
Ternyata baju itu berada di tempat tinggi dan Ruth berusaha mengambilkannya tetapi dia tidak bisa dan malah terjatuh. Tetapi sebelum dia terjatuh kelantai, Dahlan dengan sigab menangkap tubuh Ruth dan mereka pun sejenak bertatapan satu sama lain. " kenapa jantung ku berdetak cepat, apa apaan ini" batin Dahlan yang langung melepaskan tubuh Ruth dengan hati- hati supata dia tidak terjatu lagi.
"Lain kali hati- hati" kata Dahlan dan sembari mengambilakan baju yang di inginkan oleh Ruth, kemudian memberikannya. "Terima kasih" jawab Ruth dan kemudian berlalu dari gudang. " Apaan ini kenapa jantungku bedebar lagi saat dia mengatakan terimakasih, apa yang terjadi?" batih Dahlan kembali. Dan dia bergegas menuju tempat dia semula bekerja bersama Bryan.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga
Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah 🥰😉