
Episode 31
Pagi ini Audry bangun dari malam tidurnya dengan berseri. Dia segera membereskan pekerjaan rutinitas paginya sebelum berangkat ke sekolah. Setelah itu dia menuju ruang makan untuk sarapan dengan orang tuanya. Audry telah meminta ijin kepada orangtuanya saat mereka sarapan bahwa dia akan berangkat ke sekolah bersama temannya dan orang tuanya pun mengijinkannya. Dia duduk dan membaca buku di depan rumahnya sembari menunggu Bryan datang menjemputnya. Tidak beberapa lama Bryan pun sampai di depan rumah dengan menggunakan motor yang biasa dipakainya ke sekolah. Dia membunyikan klakson motornya menandakan bahwa dia sudah sampai. Audry pun bergegas menghampiri Bryan yang sudah berada di halaman depan rumahnya.
"pakai ini" ucap Bryan dengan menyodorkan helm pelindung kepala kepada Audry. Audry menerimanya dan kemudian memakainya, dia pun naik ke atas motor dan mereka melaju ke sekolah.
Tidak memerlukan waktu lama mereka pun sampai di parkiran sekolah, setelah melepaskan helm, mereka berdua berjalan bersama menuju kelas Audry terlebih dahulu karena kelasnya berada di depan dan kelas Bryan berada lebih jauh dari parkiran.
Bryan sampai di kelasnya segera dia duduk di kursinya yang berada pada barisan paling belakang dan paling sudut. Selang beberapa menit kemudian Dahlan pun datang. "Hei bro atas dasar apa kau berangkat bersama Audry ke sekolah?" cercah Dahlan sambil menepuk pundak Bryan dan duduk di sampingnya.
"Apaan sih, bukan urusan mu juga kan?" jawab Bryan yang langsung tersadar dari lamunannya. " lagian ngapain lo bengong pagi pagi begini, tadi gue tanya atas dasar apa lo berangkat dengan Audry?" jawab Dahlan yang sangat penasaran dengan Bryan yang berangkat bersama Audry pagi ini.
Ttrrrriiiinnngggg
Sebelum Bryan sempat memjawab pertanyaan Dahlan bel masuk kelas untuk pelajaran pertama berbunyi dan guru yang bertugas sudah datang, sehingga perasaan Dahlan semakin menggebu gebu untuk mendapatkan jawaban dari Bryan. "Kau harus menjelaskannya nanti dengan rinci saat istirahat pelajaran" ucap Dahlan dan Bryan hanya membalasnya dengan senyuman.
Mereka pun mengikuti pelajaran pertama dengan seksama ,meskipun sebenarnya mereka enggan untuk mengikuti pelajaran tersebut. Rasa bosan mereka telah penuh untuk melaksanakan sekolah setiap hari dan belajar dengan berbagai banyak pelajaran. Demikian cara mereka mengekspresikan kejenuhan mereka di akhir akhir semester kelas 3 ini.
Pelajaran pun berlangsung dan tibalah saatnya untuk istirahat makan siang, semua siswa berbondong- bondong untuk istirahat. Banyak siswa yang memilih untuk mengambil tempat ternyaman mereka untuk beristirahat dan banyak juga yang menuju kantin, ada sebagian siswa yang memilih tetap di dalam kelas untuk menghabiskan bekal makan siang mereka.
Disisi lain Audry dan Ruth memilih untuk menghabiskan bekal mereka di taman sekolah, sembari untuk mencari udara segar dan pemandangan yang nyaman. Biasanya taman itu dipakai untuk menenangkan diri atau untuk belajar sendiri dengan nyaman oleh siswa pada golongan pintar dan para anak organisasi untuk melaksanakan rapat. Audry dan Ruth memilih tempat itu untuk beristirahat dan makan siang dan setelah itu mereka akan mengerjakan tugas seolah dan kursus mereka sehingga tempat itulah salah satu tempat yang cukup aman dan nyaman.
"Dry apakah kau sudah menguasai cerita mu?" tanya Ruth, karena mereka nanti akan mempresentasikan cerita tersebut saat kursus nanti.
"aah iya, seharusnya sih sudah tapi tidak tahu apakah nanti akan lolos atau bahkan mengulang karana kosa kata yang masih kurang bagus" jelas Audry karena dia tidak begitu yakin dengan penilaian Bryan nanti.
Mereka pun menghabiskan makan siang yang di bawa dari rumah dan sesekali mereka bercanda gurau sehingga tidak terasa bahwa makanan mereka sudah habis. Setelah itu mereka pun mencoba untuk melafalkan ceritanya dan tidak heran bahwa mereka merasa lucu akan diri mereka sendiri sehingga membuatnya tertawa sepanjang jalan kembali ke kelas dan tidak sengaja bahwa Ruth menambrak seseorang di belakangnya karena dia berjalan terbalik menghadap kepada Audry.
Bbuukk
"ahk!!! Maaf maaf maaf aku tidak sengaja maaf ucap Ruth yang sembari menundukkan badannya karena meresa bersalah, demikian juga di ikuti oleh Audry yang spontan mengikuti Ruth karena itu juga salahnya yang tidak memperhatikan jalan Ruth.
Setelah itu Ruth menegakkan wajahnya karena tidak mendapatkan jawaban dari orang yang dia tabrak, setelah melihat siapa yang di tabrak nya dia pun menganga.
" Astagah mahluk apakah ini? Apakah ini malaikat yang turun dari langit yang di kirimkan oleh dewa? Sungguh sempurna sekali manusia ini, lihat lah wajahnya yang sempurna, rahangnya, hidungnya, matanya yang berwarna brown jernih dan itu bibirnya sangat seksi, badan itu sangat maskulin" begitulah isi otak Ruth saat melihat siapa yang berada di depannya dan baru saja dia tabrak.
Sisi lain Audry hanya merasa bingung dengan orang tersebut. Bagaimana bisa dia tidak menjawab permintaan maaf mereka, malah berdiri tegak dalam diamnya dan tatapan laki- laki itu begitu tajam seperti ingin melahap mangsa yang ada di depannya sehingga dia merasa kesal dengan lelaki itu tetapi dia juga takut dengan tatapan itu.
Audry menyenggol lengan Ruth supaya dia meminta maaf kembali dan kemudian mereka bisa berlalu dari tempat tersebut dan masuk kelas untuk pelajaran selanjutnya.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga
Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah