Fly Away With Me

Fly Away With Me
Episode 33



Episode 33


Siang itu pun berlalu sangat cepat, para siswa berbondong bondong untuk pulang ke rumah mereka dan melanjutkan aktivitas seperti biasanya. Bryan pun pulang dan langsung menuju tempat khursus untuk menjadi tutor disana tepatnya dia akan memasuki kelas yang akan bercerita sebagai materi khursus mereka.


Dia melajukan motornya dengan kecepatan sedang, karena tidak memiliki waktu yang lama untuk sampai di tempat khursus dan waktu untuk memulai kelas khursus juga masih cukup lama sehingga dia gunakan untuk bersantai sedikit. Setelah tiba di tempat tersebut, dia pun memarkirkan motor dan segera masuk ke ruangannya.


Jam menunjukkan bahwa dia akan memulai kelas tutor hari ini, dia memasuki kelas tersebut dan yang tak lain dan tak bukan adalah kelas Audry dan teman temannya. Setelah masuk kelas, seperti biasa dia menyapa dan menyinggung sedikit tentang materi yang akan mereka praktikkan sekarang.


"Jika sudah mengerti, sekarang kalian boleh maju bercerita ke depan dan bawakan juga paper story kalian, saya akan menilai dari pelafalan dan penyampain kalian saat tampil di depan" ucapnya dan sembari duduk di kursi para member supaya dapat melihat mereka dengan leluasa saat bercerita.


"Audry. Can you strat to storyed?" tanyanya kembali memilih salah satu member khursusnya. "Ya i can do it sir" jawab Audry dengan mantap. Dia percaya diri bahwa dia akan lulus dalam materi ini.


Dia pun bercerita panjang lebar dengan mantap dan lancar, memang usaha tidak akan menghianati hasilnya, dia lolos dalam materi bercerita dan mendapatkan nilai bagus dari sir Bryan, dan dia menyuruh Audry untuk memilih member lain untuk bercerita.


"Next. Silahkan Audry pilih siapa selanjutnya yang akan bercerita" ucapnya setelah memberikan komentar kepada Audry.


"Ya Sir saya memilih Ruth untuk giliran selanjutnya, terimakasih sir" jawabnya dan kembali duduk di kursinya.


Ruth maju ke depan dan memulai ceritanya. Setelah selesai bercerita dia pun menerima komentar dari sir Bryan. Dia mendapatkan pujian dari sir Bryan dan sedikit banyak komentar terhadap paper story dan pelafalannya kurang. Tetapi Ruth sangat lihai dalam menguasai penampilannya dan dia bisa menutupi kekurangannya, sehingga Bryan meloloskan dia dari materi ini.


Kemudian Ruth juga mempunyai kesempatan untuk memilih anggota selanjutnya yang akan maju ke depan untuk bercerita. Demikian pun selanjutnya bari member yang lolos dalam materi tersebut. Jika ada member yang tidak lolos, maka Bryan akan memilih member yang akan maju, jika member lolos, mereka akan bebas memilih siapa yang akan bercerita di depan kelas sehingga fear peraturannya.


Tidak banyak member yang tidak lolos. Mereka mendapatkan banyak jenis komentar dari setiap member yang tampil. Tetapi Bryan juga menyelipkan setiap pujian kepada mereka supaya dapat menyemangati mereka untuk tetap bekerja keras supaya dapat lulus. Tetapi mereka juga di beri kesempatan untuk memperbaiki penampilan mereka supaya dapat lulus dalam materi tersebut.


"Untuk member yang masih dalah perbaikan story kalian akan bertemu saya secara pribadi saat kalian siap untuk bercerita, tetapi hanya batas dalam satu minggu ke depan dan lewat dari itu saya akan mempertimbangkan nilai dalam materi ini" ucap Bryan menjelaskan.


"Sekalian untuk hari ini, pertemuan selanjutnya kalian akan mengikuti ujian tenses pertama dengan saya sebagai pertemuan terakhir, dan akan ujian semua materi di PEC pusat untuk ujian akhirnya, waktunya akan di umumkan kembali" ucapnya untuk mengakhiri kelas khursus hari ini.


"Setelah penutupan kelas kalian bisa berdiskusi dengan yang sudah lolos materi dan lersiapkan diri kalian" kemudian Bryan keluar dari kelas tersebut dan menuju kelas khursus selanjutnya.


Di dalam kelas yang dia tinggalkan Audry dan kawan kawan pun berdiskusi tentang bagaimana mereka akan membantu teman yang tidak lolos satu sama lain.


"Bangaiman paper story mu Adi, banyak yang di coret kah?" tanya Ruth terlebih dahulu, karena dia yang memilih giliran Adi tadinya untuk bercerita.


"Sangat banyak, padahal aku sudah berusaha untuk memakai tenses dan kata umum yang di sering di pakai" jawab Adi yang sedikit kecewa di paper story nya tetapi Sir Bryan memuji penampilannya.


"Berika kepada ku, aku akan memperbaiki paper story mu, tetapi kau harus tetap menguasainya" ucap Ruth sebagai perminta maafan nya kepada Adi.


"Baiklah ini, terimakasi Ruth" jawab Adi yang merasa lega di bantu oleh Ruth.


Waktu sudah menunjukkan petang, waktunya mereka akan pulang ke rumah mereka masing- masing.


"Besok kita akan lanjutkan ini, aku akan pulang duluan ya" ucap Adi yang akan pulang terlebih dahulu.


"Baiklah, mari kita mengakhiri hari ini, besok kita akan melanjutkannya" ucap Audry dan segera beranjak dari duduknya.


Para member yang lainnya juga beranjak dari duduk mereka dan segera pulang terlebih dahulu.


"Ruth kita pulang bareng ya, aku akan mengantar mu ke butik" ajak Audry kepada Ruth dan di iyakan olehnya. Tak berapa lama supir Audry pun datang dan mereka segera berlalu dari tempat khursus tersebut. Dalam perjalanan menuju butik keluarga Ruth, mereka pun sesekali bercerita dan bercanda tawa.


"Aku sungguh takut, kalau sampai aku tidak lolos tadi" ucap Ruth yang masih merasakan kecanggungan saat bercerita tadi.


"Sama Ruth, aku juga. Kamu lihat tadi bagaiman Bryan menatap tajam saat mber bercerita?. Saat aku di depan sangat menakutkan. Hhmm." jawab Audry yang juga membayangkan kembali kejadian tadi.


"Sangat menakutkan seperti macan lapar. Hahahhahhaha" ejek Ruth. Mereka berdua pun tertawa sampai kedua pundaknya bergerak naik dan turun sambil tangannya memegangi perutnya.


"Kamu tahu, aku tidak terpikir bahwa dia akan memanggil ku untuk maju pertama kali" Audry tidak habis pikir. "Aku merasa dia sengaja, karena dia kenal dengan ku" ucap Audry kembali menebak dan mulai curiga dengan Bryan.


"Hahahahhahah sangat menyenangkan jika mengingat wajah panik mu tadi" jawab Ruth yang kembali tertawa.


Buukk


Audry meninju bahu Ruth karena merasa kesal dia mengejeknya. "Wajar saja, aku grogi sebagi peserta pertama. Dan aku balas dendam dan memanggil mu untuk selanjutnya. Hahahahhahahaha" receh Audry yang tidak mau kalah.


"Sumpah. Saat itu juga aku seperti berhenti bernafas. Bagaimana tidak, seketika otak ku blank. Untung kita sudah beberapa kali mencobanya sehingga bisa lolo" jawabnya sembari mengelus dada bahwa dia menerima keuntungan.


Mereka pun sampai di butik untuk mengantarkan Ruth. Seterlah Audry pamit pada ibu Ruth, mereka pun langsung bergegas menuju kediaman Audry. Karena sudah menjelang makan malam dan sudah pasti dia akan di tunggu oleh kedua orangtuanya.


*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga


Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah