
Episode 27
Bryan melajukan motornya menelusuri jalanan yang sangat ramai, karena jam menunjukkan sudah waktunya untuk para pekerja pulang ke rumahnya, jadi jalanan sangat ramai dari jam sebelum mereka pulang. Karena keramaian jalanan membuat Audry sedikit merasa takut terjadi hal yang tidak di inginkan, karena baru kali ini dia mendapati jalanan seramai ini, dan biasanya dia akan menggunakan mobil jika bepergian. Karena merasa takut dia menepuk punggung Bryan. "Bryan, jangan ngebut- ngebut aku merasa ketakutan" ucapnya yang sembari mengeraskan genggaman nya pada baju Bryan. "Tenang saja kita kan selamat sampai rumahmu dan tidak akan terjadi hal buruk, jika kamu takut pegangan saja" ucap Bryan menenangkan dia. Karena Bryan merasakan genggaman keras Audry pada kemeja nya, dia pun meraih tangan satunya Audry dan memindahkannya ke pinggangnya dan kemudian memindahkan satu yang lainnya, sehingga memeluknya. Audry merasa tidak nyaman dengan keadaan itu, tetapi dia tidak memperdulikan itu karena merasa takut, tetapi dia malah mempererat pelukan tersebut dan membenamkan kepalanya di punggung Bryan.
Bryan mengangkat kedua sisi bibirnya sehingga melengkung sempurna membentuk senyuman manis di wajahnya. Dia sangat senang dengan keadaan itu. Walaupun dia sedang memamfaatkan kesempatan dalam kesempitan tetapi dia tidak akan melewatkannya. Dia melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju rumah Audry. Setelah beberapa puluh menit mereka pun sampai di kediaman Audry. "Dry sudah sampai, turun lah" ucap Bryan sembari menepuk tangan Audry yang ada di perutnya. "hah? Sudah sampai yah" jawabnya dan kemudian turun dari motor Bryan dengan di bantu oleh Bryan memegang tangannya supaya tidak terjatuh, karena motornya yang lumayan tinggi. "Baru saja sampai kok" ucap Bryan. Audry hendak melepaskan helm yang dia pakai tetapi terlihat kesusahan untuk membuka pengait helm tersebut. Bryan yang melihatnya dengan spontan menarik Audry untuk mendekat dan membukakan pengait dan helm tersebut.
"Terima kasih, sungguh sangat susah membukanya" ucapnya sambil merapikan rambutnya, "apakah kau tidak mampir dulu ke dalam?" Tanyanya memastikan. "terima kasih, tetapi aku harus pulang, sudah malam juga" jawab Bryan menolak, tetapi dalam hatinya berkata lain." Baiklah, terimakasih telah mengantarkan aku , aku akan masuk". " iya, aku akan pulang, sampai jumpa besok" ucap Bryan yang kemudian meninggalkan kediaman Audry. Setelah melihat Bryan sudah jauh, dia pun masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah kejadian tadi telah di saksikan oleh orang tuanya. Tadinya mereka ingin melihat siapa yang datang dengan motor, tetapi mengurungkan niatnya setelah melihat gadis mereka bersama laki-laki yang tidak terlalu mereka kenal tetapi pernah melihatnya bersama Audry.
"Tidak. Itu tidak seperti yang mama papa pikirkan. Dia temanku di sekolah dan juga guru pembimbing ku di tempat kursus. Kami sama sekali tidak pacaran dan hanya berteman saja" ucap Audry dengan cepat dengan tangannya yang bergerak seolah ikut menjelaskan kepada orang tuanya. " Baiklah mama sama papa akan mendoakan semoga cepat terjadi" ucapnya mama Lisa yang kembali menggodanya. "ahk sudah lah aku akan ke kamar untuk mandi" ucapnya dan berlalu dari hadapan orang tuanya itu. Dia merasa jengkel akan sikap orang tuanya, mengapa mereka beranggapan bahwa dia dan Bryan pacaran, padahal mereka tidak terlalu mengenalnya. Dia pun bergegas membereskan bawaannya dan kemudian mandi menyejukkan pikirannya dan menyegarkan tubuhnya yang cukup lelah seharian di luar sana.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga
Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah ☺️☺️