Fly Away With Me

Fly Away With Me
14. Episode 14





Episode 14


Di dalam kamar yang bernuansa Pink terlihat seorang wanita yang terlelap dalam mimpi indahnya. Suara alarm mengusik mimpi indahnya sehingga di bergegas bangun dari tidurnya. Kemudian dia bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai rutinitas paginya mulai dari mengganti baju kerja, memoleskan make up tipis di wajahnya kemudian sarapan pagi, dia berangkat menuju tempat kerjanya. Dia bekerja sebagai pegawai bank, meskipun dia masih muda dan berumur 20 tahun dia sudah bekerja dan membiayai hidupnya sendiri. Wanita tersebut adalah Susi Purnama yang juga bekerja sebagai pembimbing di kursus PEC.




Dia memulai harinya dengan senyuman manisnya dan semangat yang besar, dia berangkat menggunakan motor metic ke bank di kota T. Setelah sampai dan memasuki lobby bank dia pun langsung memasuki rruangan kerjanya. Di tengah menuju ruang kerja dia bertemu dengan slah satu karyawan bank lainnya. "selamat pagi Susi" sapa Hogky yang adalah kryawan tadi. " Pagi" jawab Susi dengan ketus, karena dia malas meladeni teman kerjanya yang satu ini, karena dia adalah playboy cap kambeng. "Jawabnya yang manis kenapa sih, senyum di pagi hari itu baik loh buat kesehatan" goda Hogky kembali. Tanpa menjawab lagi Susi langsung berlalu dari hadapannya dan langsung masuk kedalam ruangan kerjanya.


Detik berganti menit, menit berganti jam, dan inilah saatnya untuk makan siang. Susi pun membereskan semua pekerjaannya dengan baik dan langsung pulang ke rumahnya, karena dia hanya bekerja sampai jam makan siang lalu pulang. Setelah mandi dan mengganti pakaiannya kembali, dia pun menuju tempat kursus PEC untuk membimbing disana. Seperti itulah sedikit tentang kehidupan susi, dan ada rahasia yang cumin dia yang tau, sebenarnya dia sudah lama menyukai salah satu pembimbing kursus PEC juga.


Di sisi lain terdapat Audry dan Ruth yang sedang menghabiskan makan siangnya. Mereka makan siang di kantin sekolah, banyak siswa lain juga yang sedang bersama mereka, termasuk juga Bryan dan Dahlan. Mereka juga menghabiskan makan siangnya. Tiba-tiba Audry merasa perutnya tidak enak, sehingga dia pergi ke kamar mandi dan meninggalkan Ruth di meja makan mereka. Kejadian itu tidak luput dari perhatian Bryan, dia langsung mengikuti Audry dengan spontan dan itu berhasil membuat Dahlan terkejut.


"Maafkan aku, aku tidak sengaja menabrakmu" ucap seseorang yang menabrak Ruth tadi, gadis itu langsung mengambil tisu di kantongnya dan membersihkan baju Ruth. "Gadis ini sungguh menyusahkan" batin Ruth, dia sangat kesal dengan tumpahan tersebut. "Astagah kotorkan jadinya. Makanya lain kali hati-hati"jawab Ruth dengan kesalnya. Dia langsung pergi bergegas meninggalkan kantin tersebut. Dahlan yang memperhatikan kejadian tersebut juga terkejut "Kasihan sekali dia. Padahal masih ada pelajaran selajutnya" gumannya dalam hati kemudian dia juga bergegas meninggalkan kanti tersebut.


Ruth bukannya pergi menuju kelasnya tetapi dia pergi ke taman sekolah, dia sangat kesal akan tumpahan minuman tadi, karena dia tidak mempunyai baju lain di sekalah itu. "Astagah lengketnya, aku harus pake baju apa nanti masuk kelas, tidak mungkin aku memakai baju kotor ini untuk belajar, sangat lengket" gerutunya sembari mengibaskan tangannya untuk membersihkan kotoran di bajunya tersebut.


"Pakai ini saja dulu untuk pelajaran nanti" seseorang menyodorkan kemeja putih untuknya. Ruth hanya menoleh melihat siapa yang menyodorkan kemeja tersebut, kemudia memalingkan wajah. "Pakailah tidak usah sungkan" dia melemparkan kemeja tersebut ke pangkuan Ruth. "kalau aku memakai ini, nanti kamu mau pakai baju apa?" Tanya Ruth dengan kesal, karena dia tidak kenal dengan Pria itu dan apa tujuannya meminjamkan kemeja untuknya. "Pelajaran selanjutnya kami olahraga jadi tidak memakai kemeja itu, pakailah itu masih bersih dan tidak bau." Lanjut Dahlan menjelaskan supaya Ruth mau memakai kemeja tersebut. Ruth memegang kemeja itu dan menciumnya, "memang benar tidak baud an masih bersih " batin Ruth. "Terimakasih" ucap Ruth dan kemudian meninggalkan Dahlan di taman sekolah itu. Ruth menuju amar mandi untuk membersihkan bajunya dan menggantunya dengan kemeja yang di berikan Dahlan tadi.


Sementara Dahlan terlihat bengong akan tingkah cuek Ruth, dia menggeleng-gelengkan kepalanya, "Apa dia tidak berniat bertanya siapa namaku, untuk mengembalikan kemeja itu?" gerutu Dahlan dengan terheran-heran. " Atau dia sudah tau siapa aku? Atau dia tidak bernian untuk mengembalikan baju itu" pikiran Dahlan berlarian. Kemudian dia beranjak dari duduknya dan kembali keruangan kelasnya.


*Bersambung


Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah 😉 thank you so much