Fly Away With Me

Fly Away With Me
19. Episode 19




Episode 19



Pagi ini seperti biasanya Bryan akan dengan bersantai untuk pergi kesekolah, dia hanya tidak mau menggantikan abangnya untuk mengambil alih perusahaan makanya dia tetap pergi kesekolah dengan teratur seperti kata saudara laki lakinya itu. Dia bangun pagi hari seperti biasanya dibangunin oleh mbok Ana, dan mbok Ana akan membereskan semua keperluan sekolahnya dan juga sarapan paginya.


Bryan berangkat kesekolah dengan menggnakan motor ninja nya karena dia sudah di tinggalkan oleh Arya berangkat terlebih dahulu karena urusan perusahaan dan itu adlah hal yang sangat di senangi oleh Bryan sendiri. Dia akan menolak di antar oleh supir ke sekolah dan dia akan di juluki sebagai anak mami dan manja nantinya.


Dia melajukan motornya dengan kecepatan sedang dengan damai dia menuju ke sekolah, setelah masuk gerbang dia bertujuan untuk mememarkirkan motornya, tetapi sesuatu hal terjadi tanpa di sengaja.


Setelah turun dari mobil Audry sangat tergesa gesa dan tidak sabaran untuk masuk ke sekolah, karena dia takut akan terlambat da akan di hukum, karena ke khawatirannya dia tidak memperdulikan sekelilingnya lagi dan tiba tiba saja sebuah motor menyerempetnya saampai jatuh. Motor tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah motor Bryan yang hendak di parkirkan tetapi tiba- tiba Audry menyeberang di depannya tanpa melihat kanan dan kirinya, sehinggan Brayn yang dalam kecepatan sedang tidak sempat untuk mengelak sehingga mengenai Audry walaupun tida terlalu berbahanya.


"Ahk sial, kenapa harus ada anak ini. Menyeberang tidak lihat-lihat" kesalnya dalam hati. Dia tidak menyadari kalau yang di tabraknya adlah Audry. Dia pun turun dari motornya dan menuju tempat audry terjatuh. " Apa kamu baik baik saja? Kenapa menyeberang tidak melihat kanan dan kiri terlebih dahulu? Menyusahkan saja" ucap Bryan yang merasa kesal. Kemudian Audry menoleh kepada Bryan, membuat keduanya sangat terkejut. " Maafkan aku, aku buru- buru tadi sehingga tidak terlalu berhati hati" ucap Audry yang merasa sakit dengan tangan dan kakinya yang berdarah.


Tanpa basa basi Brayan langsung menggendong Audry pergi dari tempat tersebut menuju ruang UKS dia berjalan cepat tanpa memperhatikan siswa lain yang sangat menyayangkan moment tersebut. Banyak gadis dan pria yang menyayangkan sikap romantic saat itu. Sesampainya di UKS Bryan langsung mendudukkan Audry di atas tempat tidur UKS dan segera mengambil kotas P3K untuk mengobati luka yang ada pada Audry. Dia sangat khawatir akan keadaan Audry yang di akibatkan olehnya.


Tanpa anyak bicara Bryan mengobatinya dengan sangat hati-hati dan penuh rasa sayang. " Sudah selesai. Apakah ada bagian lain yang terasa sakit? Atau perlukah kita kedokter sekarang, takutnya terjadi hal yang sangat serius terhadapmu" Tanya bryan sangat khawatir pada Audry dan itu dapat membuat hati Audry berdebar sangat cepat. " tidak apa-apa sudah cukup kok. Terimakasih sudah membantu ku, maaf tadi aku tidak memperhatikan jalan." Ucap Audry penuh penyesalan. "Tidak , ini kesalahan ku tidak memperhatikan mu, tapi lain kali kamu harus hati-hati" jawab Bryan.


Mereka pun bergegas menuju ruangan masing masing untuk mengikuti pelajaran seperti biasannya. Bryan mengantarkan Audry terlebih dahulu kekelasnya, karena dia kesulitan untuk berjalan dari UKS ke kelas yang cukup jauh. " sampai disini aja, aku bisa masuk sendiri kok, kamu pergi saja dan terimakasih sebelumnya" ucap Audry yang melepas tangannya dari pegangan Bryan. "Baiklah, kamu masuklah terlebih dahulu" jawab Bryan, kemudia Audry masuk. Setelah Bryan merasa Audry aman dan duduk di kursinya dia pun langsung menuju ruangan kelasnya.


" ngaco deh. Tadi aku tidak sengaja menyerempetnya dan dia terluka, kemudian aku langsung membawanya ke UKS dan mengantarnya ke kelas kembali, cuman itu saja" jawab Bryan dengan malas menjelaskan hal yang tidak penting tersebut. Tetapi di hati kecilnya dia merasa senang akan godaan teman sekelasnya. Bibir Dahlan membulat sempurna untuk mengiyakan jawaban Bryan. Dalam ke riuhan kelas dan sekolah yang menyaksikan kejadian tadi, ada seseorang yang merasa sangat kesal dan sangat geram dengan keadaan itu.


Kemudian semua siswa sekolah tersebut melangsungkan pembelajaran mereka dengan seksama seperti biasanya. Setelah sekian lama menjalani pelajaran banyak siswa yang mengeluh karena saangat lama pulang sekolah dan sebagian siswa menikmatinya dan tidak banyak untk merencanakan bolos pelajaran dan bahkan sudah bolos pun mereka laksanakan.


Bel sekolah pun berbunyi untuk menandakan mereka telah menyelesaikan pembelajaran hari ini dan waktunya untuk pulang. Para siswa berhamburan keluar dari kelasnya dan mereka berlarian untuk pulang, rasanya mereka baru keluar dari penjara yang sangat penuh dengan bahaya.


Di sisi lain Brayn lansung bergegas keruangan Audry untuk melihatnya dan Dahlan pun mengikutinya. Setelah mereka sampai di ruangan Audry dia masuk kedalam kelas tersebut, terlihat sudah ada Ruth yang ingin membantunya berdiri.


" Biar aku saja yang membantunya" Ucap Bryan mendahului Ruth.


*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga


Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah 😗😘