Fly Away With Me

Fly Away With Me
09. Episode 09




Episode 09



*Epilog


Setelah beberapa jam kemudian kemudian matahari pun muncul dengan sangat sumringah cerahnya cahaya yang ditampakkan membuat pada pribadi yang tidur nyenyak dalam tidur mereka harus terpaksa bangun dan memulai awal pagi saat ini.pagi yang diawali dengan suara kicauan burung, deruan angin pagi yang menggoyangkan dedaunan pohon, udara yang segar itu massuk kedalam rumah melalui sela-sela jenddela rumah untuk membangunkan dan memberi semangat pagi kepada pribadi mereka.


Seseorang yang merasa sangat lelah, enggan untuk bangun dari tidurnya, tetapi dia harus bangun kalau tidak ingin mendapatkan omelan dari saudaranya yang memaksanya untuk mengambil alih perusahaan mereka yang sama sekali dia tidak tertarik dengan dunia bisnis. " Iyan bangun sudah jam 7 loh, emang ngak kesekolah" mbok Ana membangunkan kembali Bryan, setelah sejam yang lalu beliau membangunkannya juga tetapi tidak mau diganggu karna dia masih merasa ngantuk dan sangat lelah. " nak Arya sudah menunggu di ruangan makan loh, naniti di omelin lagi mau?" ancam mbok Ana dan itu berhasil membangunkannya.


Bryan bangun dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi untuk beres-beres sebelum berangkat kkesekolah. Sementara mbok Ana membereskan tempat tidur dan keperluan sekolah Bryan yang lainnya supaya dia tidak terlalu terlambat ke sekolah karna waktu sudah menunjukkan pukul 7.


Tak lama kemudia Bryan menuju ruang makan untuk sarapan pagi, dia terlihat santai, tanpa berfikir bahwa dia akan terlambat kesekolah naanti, padahal ini masih hari kedua pada tahun ajaran baru. Tapi dia berpikir bahwa itu adalah hal biasa karna di masa sekolah dulu dia juga sering terlambat dan bolos pelajaran. Tapi jangan salahkan dia cukup pintar dalam hal pelajaran walaupun dia tidak menunjukkannya.


"Selesaikan sarapan mu dengan cepat. Kau tau ini sudah jam berepa? Nanti kau akan di antar oleh mang ujang kesekolah kalau kau tidak mau terlambat dan ketinggalan jam pelajaran" ucap Arya menasehatinya. "Teruskanlah bermalasan. Aku akan berangkat sekarang, ingat habiskan sarapanmu" pesaan Arya kembali sebelum dia berangkat kekantor.


Arya sangat perhatian kepada Bryan karena dia adalah saudara satu-satunya yang tinggal bersamanya saat ini di kota T. Sementara orang tua mereka jauh di luar negeri menjalankan tugas dan pekerjaan mereka. Sebenarnya mereka akan ikut orangtuanya pindan dari kota T ke luar negeri, tapi Bryan menolaknya dan dia memilih tinggal di kota ini, disamping itu juga Arya harus meneruskan bisnis perusahaan merka disini.


"Nngak usah mang aku bawa motor aja ke sekolah sekalian nanti aku dan dahlan ingin pergi berkunjung ke kursus PEC cabang" jawab Bryan sembari duduk di kursi tunggu dan memakai sepatu sekolahnya. "eh mang sekali panasin motor aku yah" pintanya kembali. "baik den" jawab mang ujang dan masuk ke dalam garasi untuk memanaskan motor Bryan.


Setelah itu Bryan melajukan motornya menuju sekolah. Jam sudah menunjukkan pukul 7.50 waktu setempat setelah dia melajukan motor keluar dari pekarangan rumhanya dan langsung ke sekolah. Di sekolah sudah terlihat siswa ynag bubar dari barisannya setelah menyelesaika apen pagi sekolah, terlihat gerbang sekolah belum ditutup. Tidak tau kenapa belum di tutup, mungkin pak satpan tidak ingat untuk menutupnya.


Hati Bryan sangat senang karna dia tidak akan capek dan repot-repot harus melapor ke ruangan BP karena dia terlambat. Dia menancapkan gas motornya mempercepat dia memasuki gerbang sekolah. Tetapi itu hanyalah hayalan semata, tiba-tiba saja guru BD keluar dari pos satpan dan menutup gerbang tepat di depan Bryan.


"Baru hari kedua masuk sekolah kami sudah teerlambat masuk sekolah, jangan kira karna gerbangnya terbuka maka kamu akan bebas masuk dan melewatkan hukumannya. Oh tidak semudah itu perguso" ucap buk BP melihat Bryan yang akan menyosor masuk dan seakan buk guru BP tersebut tau apa yang sedang dipikirnya.


"Pliss bu sekali ini saja biarkan saya masuk kelas, kami ada pelajaran bahasa inggris hari ini buk dan ini tidak bisa saya lewatkan" ucap Bryan dengan satai dan memarkirkan motornya. "Tidak ada pengampunan Bryan, kamu harusnya sudah tau betulkan peraturan sekolah kita, karna kamu sudah tahun ke 3. Sekarang kamu ke ruangan saya, tunggu saya disana" perintah buk BP. Kemudia beliau pergi meninggalkan Bryan.


"Sial!!! Harusnya tadi ngak usah masuk dari gerbang, mending lompat dari belakang saja tadi. Huh " gumannya dalam hati karena merasa kesal tertangkap basah oleh guru BP.


*Bersambung


Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah 