Fly Away With Me

Fly Away With Me
29. Episode 29




Episode 29



Audry yang sedang berkutat dengan buku- buku dan berbagai tugas yang dia dapatkan dari sekolah dan kursus merasa sangat lelah, dia mulai menutup buku dan tugasnya, dia berfikir akan melanjutkan tugasnya lagi besok , kemudian dia beranjak menuju tempat tidur untuk beristirahat supaya besok dia tidak terlambat bangun dan tidak terlambat berangkat ke sekolah. Dia merebahkan tubuhnya dan mengambil selimut untuk menutupi setengah dari tubuhnya, dia akan menutup mata, tetapi terdengar notife pesan masuk di handphone sehingga dia menunda untuk tidur. Dia mendudukkan tubuhnya di sandaran tempat tidurnya, kemudian mengambil handphone yang terletak di meja lampu tidur. Dia pun membuka pesan yang entah dari siapa, dia merasa sedikit kesal karena orang yang mengirimkan pesan itu tidak melihat waktu, sekarang sudah waktunya tidur, tetapi masih mengganggunya. Dia berfikir bahwa pesan itu dari Ruth, mungkin Ruth ingin menanyakan tugas atau hal lainnya yang penting sehingga harus mengirimkan pesan pada malam hari seperti ini. Dia pun membuka pesan itu dan dia sedikit terkejut melihat siapa pengirimnya.


"Bryan ada apa mengirimkan pesan malam- malam seperti ini?" kemudian dia membuka pesan yang terlihat di kotak pesan tersebut. Dia membaca dengan seksama, berulang kali dia membaca pesan yang tertulis di dalam kotak pesan tersebut dan hasil yang dia baca yah tetap sama dengan yang pertama kali dia baca. "Kenapa dia ingin berangkat ke sekolah bersama aku? " ucapnya terheran heran. Kemudian dia teringat dengan kejadian tadi sore, dimana dia sangat takut sehingga dia memeluk Bryan di atas motor saat pulang dari tempat kursusnya. "Ah itu tidak akan terjadi untuk yang ke dua kali nya. Itu sangat menakutkan dan sangat memalukan pastinya" ucapnya segera menepis ingatan tadi sore.


"Aku harus membalas apa untuk menolaknya? Tidak mungkin aku harus mengatakan yang sesungguhnya kan?, yang ada aku akan malu setengah mati jika aku mengatakannya" pikir Audry yang sedang mondar mandir di atas tempat tidurnya kebingungan apa yang harus dia balas untuk menolak ajakan Bryan supaya dia tidak menyinggung perasaan Bryan nantinya. Setelah berfikir lama dia pun mendapatkan ide yang bagus untuk menolaknya, jika dia memakai alasan karena orangtua itu akan terlihat sangat natural pikirnya. Kemudian dia pun membalas pesan tersebut. " Aku tidak bisa berangkat bersama mu karena besok Papa akan mengantarkan aku, karena supirku sedang sakir" isi balasan Audry kepada Bryan. "Pak Deni, maafkan aku karena membawa nama mu, semoga kau tidak benaran sakit besok dan papa kau harus mau bekerja sama dengan ku besok" ucapnya sembari menutup handphonenya dan meletakkan kembali di atas meja.


Beberapa menit kemudian Audry masih menunggu balasan pesan dari yang dia kirimkan tadi kepada Bryan, dia sesekali melirik handphone, penasaran dengan apa yang akan dibalas oleh laki- laki itu. Apakan dia tidak akan mencari alasan supaya kami dapat berangkat bersama besok?. Itulah yang terlintas di pikirannya dan seketika dia sadar dengan apa yang dia pikirkan kemudian dia menggeleng- gelengkan kepalanya , melirik handphonenya kembali.


Di kamar Audry terdengar suara notife pesan masuk dari handphone nya. Audry langsung bergegas duduk dan mengambil handphone tersebut, sgera dia membuka pesan itu dan membacanya. Senyuman di bibirnya terlihat merekah dan melengkung sempurna. Balasan apa yang dikirimkan oleh Bryan sehingga dia tersenyum sangat bahagia seperti itu. Dia melompat lompat di atas tempat tidurnya kegirangan. "Kenapa aku harus sesenang ini?" katanya dan menghentikan aktivitas gilanya. " Kalau supir mu sedang sakit , Jika pulang sekolah besok, apakan aku bisa mengantarkan mu pulang?". Itulah isi pesan yang dibacanya dalam kotak pesan balasan Bryan kepadanya. Kemudian Audry pun membalasnya dengan senang hati, tidak tahu kenapa dia tiba- tiba sangat senang, bukan kah tadi saat membaca pesan pertama dari Bryan dia tidak akan mau naik motor kembali karena merasa takut?. Tetapi sekarang sudah lain cerita, dia seperti sangat menginginkannya, "Jika tidak merepotkan" itulah balasan Audry lagi dan sembari menutup ponselnya dan kembali tidur. Dalam tidurnya pun terlihat wajahnya yang berseri dan sangat bahagia, tidurnya pun sangat nyenyak.


*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga


Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah 😊😊