Fly Away With Me

Fly Away With Me
21.Episode 21



21.Episode 21


Setelah mengambilkan baju yang di pesankan oleh ibunya, Ruth pun bergegas untuk memberikan baju tersebut takut pelanggan akan kelamaan menunggu pesanan tersebut. Ruth tidak menghiraukan Dahlan yang tinggal di gudang, karena dia fokus pada tujuannya sebelumnya.


"buk, ini bajunya" Ruth sembari memberikan baju tersebut kepada ibunya, dan dia kembali melanjutkan pekerjaannya yang lain. Sementara Audry dan Bryan sedang berdebat karena Audry tidah berhenti menyusahkannya, sudah tahu lagi sakit masih saja ingin ikut bekerja jadinya menyusahkannya membereskan barang- barang yang berjatuhan karena ulahnya.


"sudah ku katakana adi kamu duduk saja di sana, jangan merepotkan, nanti luka mu makin parah, dan kamu akan menyusahkan orang" ucap Bryan yang sangat kesal karena keras kepala Audry yang selalu melotot ingin ikut bekerja. "Tidak apa- apa aku akan berhati- hati mengerjakannya, aku hanya ingin ikut bekerja karna ini menyenangkan, dibandingkan aku harus duduk seperti orang bodoh" jawab Audry dengan santainya. "terserah kamu saja, asalkan nanti idak menyusahkan aku lagi" pasrah Bryan yang tidak ingin berdebat lagi, dia akan membiarkan Audy bekerja kalau dia sedang tidak sakait, tetapi kondisi saat ini dia sedang sakit dan berujung menyusahkannya.


Tratak tak tak tak


Suara barang berjatuhan karena Audry tidak sengaja menindikan barang yang satu dengan yang satu lagi mengakibatkan barang tersebut jatuh dan berantakan. "Astagah bagaimana ini", ucap Audry sembari menyususun kembali barang tersebut, tetapi tetap saja berjatuhan dan semakin berantakan karena barang lainnyajuga ikut berjatuhan. Keributan itu terdengr oleh Bryan dan segera berlari mnuju Audry takutt terjadi sesuatu dengannya.


" Apakah kau baik- baik saja?" Tanya Bryan yang sudah menghentikan kegiatan Audry membereskan barang tersebut. "sudah ku kataka tadi sebaiknya kamu duduk dan jangan banyak bergerak itu akan melukai mu lagi" ucap Bryan sembari membawa Audry menjauh dari tempat tersebut. "Kamu tunggu disini dan jangan banyak bergerak, biarkan aku menyelessaikannya" ucap Bryan dan di iyakan oleh Audry yang menurut dengannya.


Setelah sampai dirumah Audry langsung masuk dan mandi di bantu oleh bi Nisa karena luka yang ada pad dirinya. Audry sudah mencerikan kenapa dia sampai terluka, dan dia melarang mereka untuk memberitahukanna kepada orang tuanya. Setelah selesai mandi, bi Nisa membantu Audry untuk membalut lukanya kembali supaya cepat kering dan sembuh, kemudian mereka makan malam dan kembali beristiahat seperti biasanya.


Disisi lain Bryan sampai dirumahnya dan langsung bergegas mandi kemudian makan malam. Di ruangan makan, sudah terdapat Arya yang menunggunya. Bryan mendudukkan dirinya dan mengambil makanan, " kata mang ujang kamu menyerempet orang di sekolah, apakah sudah beres masalahnya? " Tanya Arya menginterogasi Bryan yang sedang makan. " dia tidak apa- apa sudah ku selesaikan masalahnya, lagian juga hanya luka ringan, tidak masalah" ucap Bryan meyakinkan saudaranya tersebut. Wajar kalau Arya tahu apa yan dia lakukan di sekolah karna banyak sekali mata- mata yang di pasangnya kemana saja tanpa sepengetahuan Bryan. Mereka menyelesaikan makan malamnya dengan seksama dan kemudian mereka kembali ke kamar mereka masing- masing dan mengistirahatkan tubuh untuk menghadapi hari berat besok harinya.


*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga


Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah 😆