
Episode 30
Notife pesan masuk kembali masuk ke ponsel Bryan menandakan bahwa Audry telah membalas pesan yang telah dia kirimkan tadi, dia sedikit ragu membuka balasan tersebut karena takut tidak sesuai dengan ekspektasi yang dia pikirkan . Dengan penuh persiapan hati menerima jawaban yang dibalas oleh Audry, Bryan membuka dengan perlahan pesan tersebut, dan dia ternganga dengan jawaban tersebut. Mulutnya terbuka lebar dan jantungnya mulai melompat kesan kemari karena pesan tersebut. Setelah membaca pesan itu, Bryan pun berteriak sekuat tenaganya dan melompat kegirangan, sehingga terdengar berisik ke kamar sebelah yang di tempati oleh Arya.
Arya keluar dari kamarnya karena merasa tidur nya terganggu oleh teriakan bodoh adiknya tersebut, dia sangat heran kenapa Bryan tiba- tiba berteriak histeris seperti itu sementara adiknya itu bukanlah orang yang penakut, dan jika ada pun serangga itu tidak akan mungkin karena kondisi rumah mereka sangatlah bersih dan jauh dari jangkauan para serangga pengganggu, apakah dia di serang oleh perampok? Atau pembunuh bayaran? Tiba- tiba pikiran negative Arya melayang- layang. Dia pun berlari ke luar dari kamarnya dan menuju kamar Bryan dia langsung melonglong masuk ke kamar tersebut dan kebetulan belum di kunci oleh Bryan.
"Apa yang terjadi? Kenapa kau berteriak- teriak larut malam seperti ini? Apakah ada perampok? Atau pembunuh bayaran menyerang mu?" ucap Arya yang berlari masuk dan menggapai Bryan. Dia memutar- mutar tubuh Bryan memeriksa apakah ada yang terluka dan sesekali mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar Bryan tersebut. Sementara Bryan hanya menatap heran dengan kelakuan konyol kakaknya tersebut. Dia heran kenapa Arya bisa masuk ke dalam kamarnya dan panik seperti ini.
"Kau kenapa? Aku baik baik saja dan tidak ada yang terjadi seperti yang kau katakan itu" ucap Bryan melepaskan genggaman Arya. "Benarkah tidak ada yang terjadi disini?" Tanya Arya kembali memastikan bahwa perkataan Bryan itu benar. "iya, kau lihat ada apa di kamar ku ini?" ucap Bryan yang sudah mendudukkan dirinya di atas tempat tidurnya. "Jika tidak ada yang terjadi, kenapa kau berteriak malam- malam seperti orang gila? Mengganggu waktu tidur ku saja!" ucap Arya kesal. "Aku tidak ada berteriak, pikiran mu saja yang terlalu berlebihan" ucap Bryan berkilah, karena sangat malu, bisa- bisanya teriakannya sampai ke kamar Arya. Mau di letakkan dimana wajahnya jika dia ketahuan berteriak karena mendapat balasan pesan dari seorang cewek, itu tidak bisa terjadi, itu akan menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang gentle man kan?. Itulah yang terpikirkan oleh Bryan dan langsung mendorong kakak nya tersebut keluar dari kamarnya, supaya dia tidak ketahuan berteriak. "Tetapi aku sangat jelas mendengarkan teriakan gila mu tadi dari sini" ucap Arya yang tidak mau keluar sebelum mendapatkan kepastian dan penjelasan dari Bryan. "Sudah sana keluarlah dan beristirahat, kau akan berangkat ke kantor besok untuk bekerja, tidak baik bagi mu untuk begadang" ucap Bryan yang sudah mendorong keluar tubuh Arya dan dia langsung menutup pintu dan menguncinya, supaya tidak ada yang masuk ke kamarnya nanti saat dia mulai menggila kembali.
Dalam tidurnya terlihat dia sangat bahagia, lengkungan sempurna terlukis di bibirnya dan wajahnya berseri walaupun dia dalam keadaan tidur sekarang ini, sepertinya dia terbawa ke alam mimpi yang sangat indah sehingga hal seperti itu terjadi padanya saat tidur.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga
Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah 😊😊😊