
Epiosede 22
Pagi hari telah datang dengan cahaya matahari yang masuk melalui celah tirai jendela mengusik tidur nyenyak Bryan yang sangat nyaman. Dia membuka matanya dengan perlahan dan mulai mendudukkan dirinya di sandaran tempat tidur. Dia melihat jam yang menunjukkan pukul 8 pagi, hari ini adalah weekend dan mereka libur sekalh. Pagi ini saat weekan dia merasa sangat cepat bangun tidur, sehingga dia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan berencana akan melakukan lari pagi ke luar.
Dia telah selesai bersiap dan akan berangkat, dia melihat Arya juga sedang pemanassan di halaman depan rumah, mungkin dia juga akan melaksanakan lari pagi ini, apakah dia tidak ke kantor hari ini? Biasanya dia akan sangat sibuk setiap hari terbesit pertanyaan tersebut di hati bryan dan kemudian menghampirinya.
"Kau juga mau jogging pagi ini? Apa kau tidak ke kantor? Biasanya kau akan sangat sibuk tiap harinya?" ucap Bryan yang sudah mengikuti Arya melaakukan pemanasan. " aku akan ke kantor siang nanti, hanya utuk menghadiri meeting biasa" jawab Arya dengan santai, "sesekali olahraga pagi di luar sangat bagus untukku yang sudah tua ini, dan harus menangani perusahaan, tidak ada yang ingin membantu ku" sindirnya kepada Bryan berharap adiknya itu mau menemaninya mengurus perusahaan, walaupun hanya sedikit meluangkan waktunya saja setelah selesai sekolah. Tetapi Bryan hanya acuh tak acuk dengan saudranya itu.
Mereka pun jogging bersamaan ke arah taman sambil merasakan sejuknya pagi hari yang mereka rasakan dan mampu menenagkan hati mereka. Sesampainya ditaman Bryan melihat Susi yang juga sedang melakukan jogging pagi hari, mereka pun menghampirinya. "morning miss Susi, miss juga jogging pagi hari ini?" sapa Bryan. "morning sir Bryan, ah iya supaya lebih sehat, karna terlalu sibuk seiap hari hanya bekerja. Sir bersama siapa ini?" Tanya miss Susi yang tertarik dengan lelaki yang ada di depannya itu, sedikit mengalihkan perhatiannya. "oh perkenalkan ini abang saya, namanya Arya," jawabnya dan sembari menyenggol tangan Arya supaya menjabat tangan miss Susi. "Arya" jawab arya dengan muka datarnya, "Oh yah, saya Susi teman pembingbing kursus Bryan" jawab Susi sembari menjabat tangan Arya. Mereka pun berbincang- bincang sebentar lalu kemudian melanjutkan jogging mereka seperti sedia kala.
Pagi ini Ruth bangun pagi dengan seperti biaasanya dan dia harus menyelesaikan tugas hariannya di rumah dan kemudian beraangkat ke tempat butik mamanya untuk sekedar membntu. Setiap hari pekerjaan itulah yang dia lakukan, karna kondisi mereka yang pas pasan dan dia juga hanya mempunya ibu saja, sehingga dia harus bekerja keras seperti ibunya untuk bertahan hidup di masa depan nanti. Jarak rumah mereka dengan butik juga tidak terlalu jauh, dia bisa menempuhnya dengan berjalan kaki, pagi ini dia memilih berjalan kaki sekalian hitung- hitung untuk berolahraga pagi pikirnya. Ditengah perjalanan ke butik dia berjumpa dengan dahlan yang juga sedang berjalan habis berolahraga.
Di rumah lain terdapat Audry yang sedang menyiram taman bunga di depan rumahnya, dia melakukan hal tersebut karena tidak ada hal lain yang akan dia lakukan. Dia membanti bik Nisa mengerjakannya supaya diaa tidak merasa bosan sendiri di rumah, karena kedua orang tuanya tidak ada di rumah. Dia menyapu halaman rumah dan memotong bunga yang sudah terlalu merambat panjang dan tidak terlihat bagus, dia sembari bernyanyi kecil dan menikmati udara segar di laur. Seteal melakukan semua pekerjaan itu, dia masuk ke rumah dan mengambil ponselnya, dia terlihat menghubungi seserang.
"Halo Ruth apa yang sedang kamu lakukan hari ini, aku sangat bosan di rumah sendirian" ucapnya sembari memakan sarapan paginya yang belum dia makan tadinya. "iya Aud, aku sedang di butik ibu ku seperti biasa aku akan bekerja disini, apakah ke adaan mu sudah membaik?" jawab Ruth dari seberang sana. "aku sudah baikan, dan aku tidak tau harus melakukan apa, rasanya aku sudah membaca semua buku yang ada di rumah ini" jawabnya. "kalau kau sudah membaik datang lah kesini jika kau mau" ajak Ruth dari seberang. " baiklah aku akan segera kesana tunggu aku ok". Setelah mendengar jawaban Ruth, dia pun langsung berlari ke kamarnya dan mandi lalu berganti baju dan akan segera pergi ke butik temannya itu.
Segera dia memanggilkan supir untuk mengantarkannya ke butik buk Lasmi, mereka pun melajukan mobilnya dan tidak menunggu lama mereka sudah sampai di tempat yang dituju, Audry segera keluar dari mobil dan berpesan kepada supir untuk menjemputnya nanti kalau dia sudah mengabarinya terlebih dahulu.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga
Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah ☺️