
Episode 15
Setelah sekian lama bergelut dikamar mandi akhirnya Ruth selesai membersihkan baju dan menggantikan baju itu dengan kemeja yang di berikan lelaki tadi, tanpa tau siapa dia, siapa namanya, dan dia duduk di kelas mana. Setelah berpikir pikir panjang, barulah Ruth sadar akan semua itu.
" ****** dah, aku lupa menanyakan namanya, bahkan dia duduk di kelas mana juga aku ngak tau. Bagaimana caranya aku akan mengembalikan kemeja ini nanti" dia berbicara sendiri, merutuki kesalahannya karena terbawa emosi tadi. " ok untuk urusan mengembalikan baju, biarkan itu nanti, sekarang adalah saatnya masuk kelas" ucapnya kembali dan kemudian berlalu dari kamar mandi dan menuju kelasnya.
Disamping itu Audry merasa perutnya sudah enakan karna dia sudah mengeluarkan isi perutnya dan kemudian dia keluar dari kamar mandi tersebut. Diluar kamar mandi Bryan setia menunggunya, " Sungguh lama sekali, apakah terjadi sesuatu padanya" gumannya dalam hati karna Audry sangat lama di kamar mandi.
Sesaat kemudian Audry pun keluar, dan dia terkejut karena mendapati Bryan berdiri di depan pintu kamar mandi.
" Ngapain kamu disini?" Tanya Audry kepadanya. Bukannya menjawab pertanyaannya,Bryan langsung memutar-mutar badan Audry dengan sangat khawatir. " kamu kenapa sih? Apa yang salah denganku?" Tanya Audry kembali. "Kenapa kamu sangat lama dikamar mandi? Apa telah terjadi sesuatu?" Tanya Bryan sangat jelas mengkhawatirkannya. "Apaan sih kamu lihat aku sangat sehat. Ada-ada saja" ucapnya, kemudian dia langsung pergi meninggalkan Bryan. Dia merasa bingung kenapa Bryan sangat mengkhawatirkannya. Padahal baru beberapa hari mereka kenal satu sama lain dan belum juga mereka berteman dekat.
Bryan dan Dahlan tanpa sengaja bertemu di pintu masuk ruangan tersebut. "Hei kau dari mana saja sampai selama itu baru masuk kelas" Tanya Dahlan yang pertama kali melihat Bryan dan menepuk pundaknya. " Apaan, aku ngak dari mana-mana," jawab Bryan ketus dan kemudian berlalu masuk kedalam ruangan. " kau juga dari mana baru masuk kelas dan kenapa kamu pakai kaos olahraga, kan kita tidak ada pelajaran olahraga hari ini " Tanya Bryan kembali setelah mereka duduk di kursi mereka masing-masing. " bukan urusan mu juga" jawab Dahlan tak kalah ketus kepadanya "yee kenapa jawabnya harus ngegas begitu, santai aja kali" Bryan kesal dengan sikap Dahlan yang entah kenapa.
Diruangan lain Audry juga tak kalah herannya kenapa kakak kelasnya itu begitu khawatir kepadanya dan sampai menunggu dirinya di kamar mandi tadi. " apakah dia pria cabul, dia mengintip watina di kamar mandi" pikir Audry merasa tidak enak dengan perlakuan Bryan tadi kepadanya. "Atau jangan jangan dia menyukai ku sejak pandangan pertama? Hhmmm eeeiii mana mungkin dia menyukai ku, mungkin dia hanya sekedar lewat saja dan berfikir terjadi sesuatu kepadaku, kekhawatirannya sebatas adik kelas dan murid pembimbing saja" jawab Audry dalam hati dan segera menepis pikiran negatifnya.
Jam pelajaran sekolah pun telah selesai dan para siswa bergegas pulang untuk melanjutkan kegiatan rutinitas mereka settiap harinya.
*Bersambung
Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meinggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga
Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini . maaf banyak yang typo ok.
Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah ☺️😉