Fly Away With Me

Fly Away With Me
Episode 32



Episode 32


Setelah bayangan dan lamunan Ruth hilang karena Audry, dia pun buru- buru untuk minta maaf kepada orang tersebut, sebelum dia akan marah dan memarahi mereka di depan para siswa lain dan itu akan membuat mereka malu tak terbendung.


"oh astagah maafkan saya pak yang tidak sengaja menabrak anda, saya sungguh minta maaf" ucap Ruth sembari dia berulang kali membungkukkan badannya sebagai permintaan maaf nya.


Laki- laki tersebut hanya menatap tajam Ruth dan tidak bergeming sama sekali, dia hanya menatap lurus tanpa memperdulikan Ruth dengan perminta maafannya. Kemudian seseorang muncul dari belakang laki- laki tersebut dan tidak kalah dengan penampilannya menghampiri Ruth.


"Bisakah anda minggir dan memberikan kepada kami jalan untuk lewat, kami sangat buru- buru untuk urusan yang sangat penting daripada ini" ucapnya sangat sinis dan kemudian mempersilahkan lelaki yang tadi terlebih dahulu untuk jalan di depan.


Ruth dan Audry pun menyingkir dan memberikan jalan kepada mereka, kemudian tanpa ambil pusing Audry pun mengajak Ruth untuk pergi dari sana dan kembali ke kelas mereka.


"Sombong sekali mereka, apa salahnya untuk menjawab permintaan maaf mu tadi, sungguh bukan manusia" rancau Audry yang sangat kesal kepada kedua lelaki tadi.


"Tetapi dia sangat tanpa Dry amu lihat tadi, sangat sempurna sungguh ciptaan Tuhan yang sangat sempurna" jawab Ruth yang asyik membayangkan lelaki yang di tabrak nya tadi. Dia sangat mengagumi penampilan orang itu dan dia terus membayangkan nya.


"Apa kau sudah gila, bagaimana bisa kau memujinya sementara tadi mereka tidak membalas permintaan maaf mu dan bahkan kata- kata mereka sangat kejam" Audry sangat bingung apa yang harus di banggakan oleh Ruth dari orang seperti mereka.


" Aku tidak gila, aku hanya sangat mengaguminya, tidak masalah bagiku dengan sikap mereka, yang penting aku sungguh sangat beruntung dapat bertemu dengan lelaki seperti itu" jawaban Ruth dengan sangat bangga.


"Terserah padamu saja, yang penting aku tidak suka dengan perlakuan mereka tadi, dan semoga saja aku tidak pernah bertemu dengan orang seperti mereka" jawab Audry dan kemudian berlalu pergi ke kelasnya meninggalkan Ruth yang masih asyik dengan bayangan pikirannya.


"Hei tunggu aku" ucap Ruth dan sembari berlari kecil mengejar Audry yang sudah berada di depannya lumayan jauh sehingga mereka kejar- kejaran.


Mereka pun sudah sampai di kelas mereka dan melanjutkan pelajaran selanjutnya, begitulah mereka mengikuti pelajaran tersebut, ada rasa bosan dan ada rasa semangat karena mengikuti pelajaran yang mereka sukai dan mungkin mereka menyukai guru yang masuk untuk mengajar pada pelajaran tersebut.


Sementara di sisi lain, setelah berlalu dari kerumunan orang yang menabrak dia di tengah jalan tadi, baru lah dia merasa tenang dan lega karena sudah lolos dari situasi yang sudah tidak lain lagi dan tidak asing lagi baginya. Dimana setiap dia pergi atau berada di suatu tempat, disana pun juga para wanita akan memperhatikannya akan memandang kagum kepadanya dan dia muak akan hal itu, tidak terkecuali gadis kecil, dewasa dan bahkan yang sudah menikah sekali pun.


Setelah pembahasan rapat selesai mereka pun keluar dari kawasan sekolah dan menuju langsung ke kantor karena masih ada hal pekerjaan yang harus mereka selesaikan. Di dalam perjalanan ke kantor Yuda membuka pembicaraan supaya mereka tidak diam dalam keheningan.


"Arya, apa kau tidak berfikir bahwa gadis yang menambrak mu tadi sangat lucu dan manis, dan temannya juga sangat cantik dan anggun" ucap Yuda memecahkan keheningan.


Arya yang lagi asyik dengan tab yang ada di tangannya untuk memeriksa laporan perusahaan seketika mengalihkan fokusnya kepada pertanyaan Yuda. Dia kembali mengingat kejadian yang tadi di kelas dan dia di tabrak oleh gadis kecil itu.


"Manis dari mananya? Apakah level tipe mu sungguh rendah seperti itu? Dari sudut mana pun tidak dapat mengatakan bahwa dia manis apalagi lucu dan bahkan kata cantik jauh dari penampilan anak itu" jawab Arya yang membayangkan penampilan gadis itu.


"Hei apa kau tidak memperhatikan wajahnya tadi? Dia sangat lucu dan manis, ahk andai saja tadi dia tidak membuat masalah dengan mu, aku akan menanyakan nama nya dan bahkan akun sosial media nya." Jawab Yuda yang masih tidak habis pikir bahwa Arya tidak dapat melihat gadis itu tadi.


"Hanya orang buta seperti mu yang akan mengatakannya seperti itu" jawab Arya dan kembali fokus dengan tab yang ada di tangannya. Sementara Yuda kembali fokus dengan pandangan nya untuk menyetir.


Sementara di belakang Arya bukannya fokus pada tab di tangannya tetapi dia kembali membayangkan kejadian tadi dan fokus pada wajah gadis yang menabraknya dan sepertinya dia tersenyum dan di hatinya "lumayan" itulah kata yang terucap di dalam hatinya. Kemudian dia kembali fokus pada tab nya untuk melanjutkan memeriksa laporan perusahaan yang akan di bahas nanti dalam rapat selanjutnya di kantor.


Tidak menunggu lama dan menghabiskan waktu banyak karena jalanan tidak terlalu macet dan padat, mereka pun telah tiba di kantor yang menjulang sangat tinggi, Yuda memasuki lobbi kantor untuk memarkirkan mobil mereka. Setelah itu dia keluar terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Arya dan mereka pun berjalan beriringan menuju lift yang khusus untuk pemilik perusahaan tersebut.


*Bersambung


Terima kasih banyak untuk para readers yang telah mampir dan nge like, vote dan meninggalkan komentar di novel ini yah dan jangan lupa nantikan eps terbarunya juga


Ayo pra readers yang berbaik hati mari vote kembali novel ini


Jangan lupa juga untuk meninggalkan komentar supaya author makin semangat menulisnya. Tekan tombol like juga dan tambahkan ke kolom favorit kalian yah