DON'T HATE ME

DON'T HATE ME
part 2 : married again?



Senin, xx Juli 20xx


Setelah sarapan selesai satu persatu dari mereka meninggalkan meja makan. Begitu juga sang ayah yang akan pergi ke kantor bersama putra sulung nya. Nathan mengantar adik-adik nya ke sekolah. Revian, James dan David menuju ke sekolah dengan pesona milik mereka masing-masing yang akan membuat semua orang terpana pasti nya.


.............................................


...Next...



Sesampainya di sekolah kini Sean memisahkan diri menuju bangunan kelas 2 Junior High School.


" Nanti kita bertemu di kantin okey? Jadi kalau aku belum tiba jangan kemana-mana tunggu aja! Bye Vio..... " Mereka bertiga hanya mengangguk kecil mendengar perintah Sean.


" Ck, kenapa dia hanya berpamitan dengan mu sih? "


" Hahaha..... Kau cemburu sama Letta. Jangan mulai Ken! " Tegur Edward sambil memukul bahu kembaran nya pelan.


" Gak mungkin aku cemburu sama dia, Ed. Ya kan Letta. " Keano mengelak sambil menaik-turunkan sebelah alis nya.


" Huft..... terserah kalian saja. "


Keano merangkul Edward dan menggandeng Violetta menuju kelas. Seluruh orang sudah tahu mereka bersaudara. Namun seperti nya banyak yang memandang tak suka. Violetta menunduk, tak berani banyak berkutik setelah melihat beberapa tatapan sinis dari para siswi.



Di kelas suasana yang sebelum nya ramai seketika berubah menjadi hening. Keano segera melepaskan tangan Violetta dan berganti merangkul Edward.


" Sorry sister karena kau kemarin belum datang jadi kami udah duduk bareng dan gak bisa berubah. " Jelas Edward.


" No problem. "


" Don't angry okey, kau tetap duduk di dekat kami. Gak perlu merasa kita berjauhan. " Timpal Keano.


Satu set bangku yang tersisa hanya di bagian belakang deretan para siswa. Dengan langkah ragu ia mendaratkan tas nya di sana dekat jendela. Meski bangku di depan nya kedua kembaran nya akan tetapi rasa nya canggung. Memperhatikan mereka yang sedang asyik mengobrol tanpa diri nya.


.............................................


Bel istirahat pun berbunyi, para siswa berhamburan keluar kelas. Berbeda dengan seseorang yang kini masih disibukkan membaca buku dan mendengarkan sesuatu dari earphone nya. Sampai suara yang tidak asing lagi tertangkap indra pendengaran nya.


" Letta, ayo ke kantin! Kak Sean udah nunggu. " Ajak Edward seraya menutup buku dari tangan sang adik dan menyimpan nya.


" Baiklah, aku penasaran dengan kantin yang kalian ceritakan punya macam-macam makanan dan minuman. "


" Ya ampun kau terlalu polos. Jelas semua kantin pasti banyak makanan dan minuman dong. "



Mereka pun tiba di kantin, berjalan menghampiri Sean yang sudah memesan minuman. Dengan banyak siswi yang mengerumuni nya. Seketika mereka datang, gadis-gadis itu membubarkan diri.


" Kak, kenapa gak ada makanan? Cuma ada minuman. " Tanya Violetta pada Sean.


" Itu tugas Ed dan Ken. "


" Ooh gitu. "


" Letta, kau ingin makan apa? " Tanya Keano.


" Sama kan saja dengan mu, yang penting makanan sehat. "


" Okey tunggu ya. "


Akhirnya mereka semua selesai makan dan Violetta yang terakhir selesai. Mereka bertiga sedang asyik mengobrol, mungkin mereka lupa jika ada diri nya. Karena baru hari ini bukan ia masuk sekolah.


" Aku selesai. Aku mau ke kamar mandi dulu. Terus langsung balik ke kelas jadi gak perlu nunggu. " Ujarnya dan beranjak dari sana.


" Hati-hati. "


Hanya Sean yang menyahut sedangkan lain nya masih sibuk mengobrol. Tidak peduli, setidaknya ia sudah meminta izin.


.............................................



Violetta berjalan sendirian di koridor kelas setelah dari kamar mandi. Jujur aneh rasa nya jalan sendiri padahal biasa nya ia selalu diiringi bodyguard alias kembaran nya.


" Sendirian aja. " Ia terkejut bukan main ketika Sean tiba-tiba datang dan merangkul nya.


" Kakak gak akan membiarkan mu sendiri sayang. Maafkan sikap Ed dan Ken ya tadi. "


" Memangnya mereka kenapa? Aku gak paham. "


" Jangan bersikap polos! Kakak semakin merasa bersalah. "


" Gak perlu kayak gitu kak. Aku tau rencana Ed, mereka hanya berpura-pura. " Ucap Violetta sambil tersenyum.


" Baiklah, ayo kakak antar kamu ke kelas! " Ucap Sean seraya merangkul.


" Kakak punya banyak fans ya? Aku pasti bakal jadi penghalang mereka. Dan mereka akan mendekati ku hanya untuk mencari info tentang kakak. "


" Kakak gak peduli dengan mereka. Yang menjadi prioritas kakak hanya kamu dan kamu. Sampai suatu saat nanti kamu memiliki pelindung yang akan menggantikan kami berdelapan. Kakak sayang banget sama kamu, princess. " Jelas Sean membuat adik-nya terkekeh.


" Aku juga sayang sama kakak dan tentu yang lainnya. You are all my prince. "


Mereka berjalan beriringan, banyak siswi yang mencibir. Hal tersebut membuat Sean cukup emosi akan tetapi Violetta berusaha meredakan nya. Menggenggam tangan sang kakak dan menatap nya dengan senyuman yang seakan mengatakan aku baik-baik saja.


.............................................



Malam ini keluarga Xander makan malam dengan berbagai kegaduhan tidak seperti biasa. Edward dan Keano yang masih kesal dengan David karena kejadian pagi tadi dan terus mengomel. Revian yang memaksa ingin makan gratis di restoran milik Nathan bersama teman-teman nya. Dan banyak lagi.


" Gara-gara ulah kak David kita harus jemur kasur. "


" Dan berakhir kita gak bisa tidur siang, menyebalkan. Benarkan Ed? "


" Kak Nathan ya ya ya, gue bakal melakukan apa pun deh. Asalkan lo izinin gue buat..... " Pinta Revian sambil menunjukkan puppy eyes.


" Gak akan! Kalau cuma satu dua orang mungkin gue izinin tapi lo bakal bawa teman sekelas, yang benar saja. " Bantah Nathan tegas.


" Pokoknya kita akan balas kak David besok. Iya kan Ken? "


" Iya besok kita harus bangun pagi. "


" Bagus kalau kalian bangun pagi. Semua gak akan kerepotan bangunin kalian. " Ucap David sambil terkekeh mendengar omelan adik-nya.


" Kak James, pinjam buku bacaan apa gitu. "


" Gak mau, kemarin aja belum dibalikin. "


" Buku yang cover nya pink kuning itu, bukan nya sobek beberapa halaman. "


" Diam lo Sean! " Pekik David.


" Apa? Sobek? David lo harus bertanggung jawab! "


" Gak mau. Lagi pula hanya sedikit doang kok, semua masih bisa dibaca. "


" Ya ampun kepala ku pusing. Kalian meributkan hal yang gak perlu diributkan sebenarnya. " Ucap Violetta yang merasa jengah.


Namun di sisi lain ada seseorang yang tampak resah dan kalut dalam pikiran nya. Dengan bibir terbuka dan satu detik kemudian tertutup lalu terbuka dan tertutup begitu seterusnya. Seseorang itu memperhatikan satu persatu anggota keluarga nya.


" Bisakah kalian sekarang diam! It seems like papah wants to talk but you guys have been very noisy since earlier. " Ucap Sean melerai keributan di meja makan.


" Is it really important pah? I see papah as hesitant to say it. " Tanya James heran, ia juga memperhatikan nya sedari tadi.


" Yeah right, ada hal yang ingin papah sampaikan pada kalian..... " Ujar Alex.


Sontak semua pun menghentikan makan nya dan menatap sang ayah dengan serius.


" Tentang apa? Semua baik-baik saja kan pah? " Tanya Bryan mewakili adik-adik nya yang tampak bingung.


Alex tidak pernah seserius ini dihadapan semua anak nya. Ia akan melakukannya hanya dalam hal pekerjaan saja. Semua penasaran dengan apa yang akan disampaikan sang ayah.


" I will get married again. " Ucapan Alex sukses membuat semua orang terdiam membeku.


Hening..... Tidak ada satu pun bersuara mengatakan setuju atau menolak. Semua tidak ada yang menyahut dan melanjutkan makan yang sempat tertunda, meski begitu mereka berpikir. Alex menghela nafas berat, ia sudah tahu jika anak-anaknya akan merespon seperti ini.


" You do not agree? " Tanya Alex membuka suara.


Dan lagi-lagi tidak ada yang merespon. Violetta geram dengan tingkah semua saudara nya yang seakan tidak peduli dan pada akhir nya ia mewakili seluruh nya.


Bersambung.....