
Senin, xx Juli 20xx
Pagi ini seperti biasa Violetta akan menyiapkan sarapan bersama Bryan dan Nathan. Mereka adalah 2 kakak tertua nya yang sekarang sudah bekerja meski pun masih dalam masa kuliah.
Kini Bryan duduk di bangku kuliah semester 5 yang bekerja di perusahaan ayah nya. Karena ia akan menjadi pewaris utama Xander Crop yang mengharuskan membagi waktu sebaik mungkin.
Dan Nathan duduk di bangku kuliah semester 3 yang bekerja di restoran milik nya, Nath' Resto. Berkat tekad nya ia berhasil mendirikan restoran itu dengan bantuan dana ayah nya.
" Hey brothers..... What should we have for breakfast today? " Tanya Violetta ketika memasuki dapur di mana kedua kakak nya berkutat pada tugas masing-masing.
" Gilgeori Toast and Cream Corn Soup. Kamu suka? "
" Wow menu favorit ku ya kak. Aku suka, Thanks You. "
" Can you wash the vegetables?" Pinta Nathan sembari menyiapkan bahan lain nya.
" Yes I can. "
" Vi, do you want some tea or milk? " Tawar Bryan yang sibuk membuat minuman.
" Tea and milk. "
" Hah? " Bryan dan Nathan reflek mengernyitkan dahi.
" Kamu mampu menghabiskan nya nona kecil? "
" Jangan panggil aku nona kecil! " Berpura-pura marah dan terkikik kecil, sungguh menggemaskan bagi kedua kakak nya.
" Baik tuan putri. "
" Hahaha... Maksud ku teh dengan susu kakak. Hanya satu gelas bukan? Kalian pikir dua mana aku sanggup. "
" Kau ini bisa saja, baiklah. "
" Ini kak, sayuran nya. Ada yang bisa aku bantu lagi? " Tanya Violetta seraya menyodorkan sayuran yang telah dicuci.
" No baby, you just sit there sweetly okey? Nanti kau kelelahan, ini hari pertama mu di Junior High School bukan? Jadi cek dulu perlengkapan mu. "
Violetta cemberut mendengar penuturan Bryan. Seharusnya ia sudah bersekolah seminggu yang lalu akan tetapi tubuh nya tidak memungkinkan hadir saat SOP (school orientation period).
Sedangkan kedua kembaran nya selalu menceritakan kejadian di sekolah yang menarik. Sehingga membuat nya sedih tidak dapat ikut serta. Pasti banyak yang mengira ia sengaja menghindar masa orientasi tersebut.
Nathan yang melihat adik nya cemberut langsung menghampiri. Tangan nya terulur mengusap lembut kepala sang adik. Yang tadinya menunduk sontak membuatnya mendongakkan kepala menatap sang kakak.
" Hey, what is wrong with you? "
" No, I am okey. "
" Don't cry baby, you will definitely have fun in school just like Ed and Ken. Sekarang kau bersiap ya dan bangunkan kedua kembaran mu. "
Violetta tersenyum dan mengangguk kecil lalu mencium pipi sang kakak dan beranjak menuju kamar nya. Kini kakak nya itu sedang memegang pipi yang tadi dicium sang adik dan tersenyum kecil.
" Gadis kecil yang menggemaskan. " Gumam nya.
....................................
Violetta yang berada di kamar nya tengah bersiap untuk berangkat ke sekolah. Dilihat nya dua anak laki-laki masih tertidur dengan lelap. Mereka adalah Edward dan Keano. Ia pun membangunkan saudara nya dengan sabar.
" Ed..... Ken..... Bangun ini udah siang tau gak mau sekolah? " Ujarnya sambil terus mengoyang-goyangkan tubuh mereka pelan.
" Ayo Ed, kau tak ingin ku meninggalkan mu kan? "
" Hmm, 1 jam lagi..... " Lenguh Edward tanpa membuka mata dan melanjutkan tidur.
"Ayo Ken, kau ingin ku berangkat bersama mu kan? "
" Mmm, bentar lagi aku kumpulkan nyawa dulu..... " Ucap Keano dengan suara khas bangun tidur.
Tak lama kemudian Sean sang kakak ke 6 datang dari kamar nya dan menyaksikan Violetta yang sedang berusaha membangunkan kembaran nya.
Violetta menggeserkan posisi nya dan membiarkan Sean membangunkan kedua kembaran nya. Pertama-tama ia mengusap-usap kedua tangan dan memasang kuda-kuda.
" Hei kalian berdua cepat bangun! Selama aku masih pakai cara halus atau rasakan pukulan Airellio. Ayo cepat Ken..... Ed..... " Posisi mereka sama sekali tidak berubah.
" Okey, aku harap kalian gak menyesal. Satu..... Dua..... Ti..... " Sean sudah bersiap-siap dengan kepalan tangan nya akan tetapi sayang didahului oleh seseorang.
BYURRR...
" Bocor... Bocor... Bocor... " Teriak Keano panik.
" Banjir... Banjir... Banjir... " Teriak Edward lantang.
Mereka beranjak dari tidur dan mendudukkan diri dengan mata setengah terbuka melihat ke sekeliling. Dan.....
" KAK DAVIIIIID!! " Teriak mereka berdua bersamaan.
" Lo buang waktu buat hal itu Sean, kak Bryan udah panggil kita buat sarapan ke bawah. " Ujar David saat mendapat tatapan tajam dari semua yang di sana.
" Let's go princess! Come on Sean! " Ajaknya.
David tidak mempedulikan dua orang yang kini basah. Ia lebih memilih mengajak adik nya yang lain untuk segera turun. Sedangkan Edward dan Keano langsung berlari secepat kilat ke kamar mandi sembari mengumpati kakak nya.
....................................
David, Sean dan Violetta baru saja menginjakkan kaki pada anak tangga terakhir lengkap dengan tas di punggung mereka. Mereka segera menuju ruang makan di mana yang lain telah menunggu untuk sarapan.
" Good morning semua. " Sapa Violetta ceria. Atensi kakak-kakak nya pun terarah pada nya.
" Morning sweetie..... " Sahut Revian dan James bersamaan.
Revian sang kakak ke 3, ia kini duduk di kelas 3 Senior High School. Dan James sang kakak ke 4, ia kini duduk di kelas 1 Senior High School. Satu lagi David sang kakak ke 5, ia kini duduk di kelas 1 Senior High School. Sebenarnya David berada satu tahun di bawah James.
" Duduklah di samping ku! " Pinta James sembari menarik kursi untuk sang adik.
" Ya, kemarilah! " Panggil Revian seraya mengambil sehelai roti.
Dengan senang hati Violetta mengambil tempat duduk di antara James dan Revian. David dan Sean duduk di samping kanan kiri tempat Bryan yang berhadapan dengan Alex, sang kepala keluarga.
" Oh kalian. Ed sama Ken mana? " Tanya Bryan setelah meletakkan Cream Corn Soup di meja makan.
" Di atas kak, mereka baru mandi. " Balas David terlewat acuh.
" Itu pun kak David menyiram mereka. " Sambung Sean sambil terkekeh.
" Oh ya ampun kenapa mereka masih aja kayak gitu, gue udah berkali-kali memperingati. " Gerutu Bryan sambil mengusak rambut nya kasar.
Namun tidak lama yang dibicarakan pun datang. Mereka hanya acuh ditatap tajam oleh semua kakak nya. Tampak Edward dengan keadaan rambut masih basah, baju tidak dikancing dan juga tanpa dasi persis seperti anak tak terurus. Dan juga Keano dengan keadaan rambut berantakan dan sabuk yang dikalungkan pada lehernya.
Violetta berdiri dan menghampiri mereka yang duduk bersebelahan. Membantu merapikan rambut Keano dan seragam Edward.
" Makanya jangan mengulur waktu, kalian ini bukan anak kecil lagi. " Tegur Violetta yang telah selesai melakukan tugasnya.
" Good morning anak-anak..... " Sapa sang ayah pada anak-anak nya dan dibalas senyuman oleh semua.
" Morning pah..... " Sahut seluruh Xander bersaudara.
Setelah itu tanpa menunggu lama lagi mereka menyantap sarapan bersama dengan tenang.
" Mulai hari ini kalian berempat Sean, Edward, Keano, Violet berangkat bersama Nathan ya? "
" Okey pah. "
" Dan Rev, James, Dav berangkatlah dengan mobil mu Rev. Papah sudah mengizinkan mu menggunakan nya. Maka dari itu, ingat gunakanlah baik-baik dan hati-hati! " Titah Alex dan hanya diangguki oleh mereka.
Setelah sarapan selesai satu persatu dari mereka meninggalkan meja makan. Begitu juga sang ayah yang akan pergi ke kantor bersama putra sulung nya. Hari ini Nathan mengantar adik-adik nya ke sekolah. Revian, James dan David menuju ke sekolah dengan pesona milik mereka masing-masing yang akan membuat semua orang terpana pasti nya.
Bersambung.....