DON'T HATE ME

DON'T HATE ME
prolog



Violetta Zelene, gadis kecil yang cantik dan manis. Hidup dengan berjuta cinta, beribu kasih sayang dan berbagai perisai pelindung. Semua kelemahannya tertutupi dan setiap kesalahannya teralihkan.


Lalu bagaimana jika semua itu sirna? Entahlah bagaimana nasibnya.


Ia adalah anak ke 9 dari 9 bersaudara. Memiliki 8 orang saudara dan dua diantaranya kembaran-nya. Violetta selalu diperlakukan spesial oleh seluruh kakak-nya mungkin karena faktor ia satu-satunya anak perempuan di keluarga dan juga anak yang lemah.


Sayang, ia kurang beruntung karena tidak memiliki sesosok ibu. Ibu-nya meninggal tepat setelah melahirkannya, satu hari setelah melahirkan kembaran-nya. Mereka lahir terlebih dahulu karena ketidaktahuan bahwa masih ada satu janin yang lemah.


Nyonya Excelia Zoy Maxime memilih menyelamatkan bayi-nya, ia ingin memiliki anak perempuan. Meski tidak dapat merawatnya dan berharap putri-nya menjadi wanita yang kuat. Namun hal itu tidak membuat tuan Zyo Alex Xander dan anak-nya yang lain membencinya.


...................................................


" Dunia berubah begitu pula mereka "


" Salah satu agar aku tak membenci takdir ini adalah dengan yakin bahwa semuanya hanya mimpi bahkan sampai nafas terakhirku "


Violetta Zelene, kehidupannya berubah dengan cepat. Siapa pun tak akan menyangka kisahnya begitu rumit. Pilihannya sudah jelas dia memilih untuk mengakhiri semua mimpi buruk selama ini. Namun disaat itu juga berbagai harapan datang menghampiri seakan mengejeknya bahwa ia mengambil keputusan yang salah.


Lalu apa yang akan dilakukannya jika semua harapan itu hanya omong kosong. Terbukti mereka mengulanginya tanpa iba dan peduli bagaimana perasaan gadis tersebut.


" Baiklah, hanya dua pilihan aku pergi dengan meninggalkan rasa bersalah atau tetap tinggal dengan menumpuk jarum yang akan membunuhku perlahan tapi pasti "


" Jangan khawatir, aku baik-baik saja "


...................................................


Cuplikan...


" Semua mengkhawatirkanmu baby, semoga kamu baik-baik aja. Kakak mau mencegah kamu tapi tadi bukan situasi yang tepat. "


" Dia harus tau yang sebenarnya, aku akan segera memberitahu. Apa pun hasilnya, aku udah berusaha mengembalikan ingatannya. Setidaknya aku gak akan menyesal setelah ini, meski masih belum sepenuhnya yakin. "


" Kenapa? Kenapa kalian begitu mudah melupakan aku? Bersenang-senang dengan dia tanpa memberitahuku. Aku tak ingin egois tapi apa perlu melupakan aku. "


" Seminggu aku diabaikan diacuhkan dibiarkan sendirian. Ku mohon jangan terus seperti ini. Aku tak yakin sanggup menjalaninya. "


" Mamah, maafkan aku. Aku menangis hari ini. Aku takut mah, mereka benci aku nanti. Aku harus ke mana? Aku takut mah, mereka tinggalkan aku. Mamah tolong aku mah, aku gak mau sendiri. "


" Papah, jangan berubah pah! Papah berjanji untuk tetap menjadi papah yang aku kenal. Pah, maafkan aku. Kalau memang aku salah sama papah, maaf. "


" Tak peduli seberapa lama aku harus menanti. Berjanjilah untuk datang menemuiku nanti. "


" Maaf pah tapi aku gak pernah melakukan hal itu. Tapi mulai sekarang terserah kalian mau anggap bagaimana. Aku pergi, permisi. "


" Maaf..... Maaf aku gak tau, kalau kalian merasa sesakit itu. Baiklah kita bertanding nanti. Akan ku lakukan apa yang kalian inginkan tapi aku harap kalian bisa memaafkanku. "


" Kau masih saya izinkan tinggal di rumah saya. Tapi jangan panggil saya dengan sebutan papah dan jangan harap kami peduli lagi padamu. "


" Baik, akan ku kerjakan semua. Tapi satu hal yang perlu kalian tau, mulai sekarang aku tak ingin lagi bicara. Jadi jangan paksa aku mengeluarkan suara. "


Sekian...