
"Kamu masih ingatkan sayang, jangan lakukan itu," ucap Yudi membuat Cecil langsung ingin melepas ikatan rambutnya, tapi Yudi mencegah tangan Cecil. "Tadi siang tubuhmu menggoda aku sayang... dan malam ini kamu lakukan lagi, aku tidak akan melepaskanmu," bisik Yudi ditelinga Cecil dan karena kakinya yang tidak bisa bergerak membuat dirinya pun menerima apa yang terjadi saat itu.
Yudi sangat mencintai gadis kecilnya, Dia tidak bisa menahan rasa rindu nya lagi malam ini. Begitupun Cecil juga mencintai Yudi dan ingin selalu ada disampingnya. Malam ini di toilet, mereka melepaskan rindunya.
Setelah membisikkan kata - kata "aku tidak akan melepaskanmu", Yudi langsung mencium telinga dan turun perlahan di leher Cecil, dan itu membuat Cecil memejamkan matanya, jantung nya seakan berlari tidak karuan. Setelah mencium sampai bagian leher bawah Cecil, Yudi pun membalikkan badan gadisnya. Sekarang mereka saling berhadapan dan saling menatap dengan nafas yang tidak beraturan.
"Aku mencintaimu sayang" Ucap Yudi dan mencium bibir Cecil. Saat Cecil membalas ciuman itu, Yudi menggangkat tubuh Cecill dan menggendongnya menuju ranjang. Perlahan Yudi berjalan dengan tidak melepaskan ciuman mereka, lalu perlahan mereka duduk dipinggir ranjang. Saat nafas mereka sudah hampir habis, ciuman itupun berakhir perlahan. Tapi seakan keduanya masih mengingginkannya. Cecil langsung memeluk erat tubuh Yudi dan menyembunyikan wajahnya.
"Aku ingin kamu" ucap Yudi.
Cecil menggangkat wajahnya, saat itu Yudi pun langsung mencium dan ******* lagi bibir mungil kekasihnya. Cecil membalas ciuman dan ******* bibir Yudi. Karena panasnya cumbuan mereka, Yudi pelan mendorong tubuh kekasihnya dan sekarang posisi mereka tertidur diatas ranjang. Mereka terbawa nafsu dan lupa dengan yang saat ini mereka lakukan. Ciuman dan ******* yang mereka berdua lakukan sungguh membuat ingin melalukan lebih dari itu. Tangan Yudi pun mulai meraba perlahan tubuh Cecil, saat sampai di tempat yang tangan Yudi nyaman memegang benda kenyal di tubuh kekasihnya. Ketika itu juga Cecil langsung melepaskan ciumannya dan "aahh" suaranya berhasil keluar membuat Yudi tersadar.
"Astaga..." Ucap Yudi dan langsung terbangun. Akhirnya selesai kegiatan panas mereka.
"Maafkan aku sayang, aku........," Ucap Yudi meminta maaf dan terputus karena Cecil langsung memeluk erat dan berkata. "Aku ingin kamu selalu ada disampingku Mas".
"Aku juga begitu sayang. Tapi kamu harus sabar ya, aku akan segera menyelesaikan pekerjaan dan meminta untuk orang tuaku melamarmu secepatnya, dan juga kamu harus menyelesaikan kuliahmu sayang". Ucap Yudi menenangkan gadis kecilnya.
"Sekarang tidurlah, Mas akan pulang setelah kamu tertidur. dan ingat untuk tidak bekerja besok." Perintah Yudi.
"Kakiku sudah lebih baik Mas, besok sudah bisa kerja dan aku akan hati - hati." Jawab Cecil yang langsung mendapatkan pandangan marah dari kekasihnya.
"Jika kamu tidak menurut maka aku akan memberi hukuman untukmu sayang." Ancam Yudi pada kekasihnya.
"Ayo sekarang cepat tidur, dan satu lagi.... jangan lakukan itu untuk menngodaku, jka terjadi lagi entah bisa menahan atau tidak nantinya." Ucap Yudi dengan mengusap rambut Cecil perlahan agar dia tertidur.
Cecil hanya mengganguk dan tersenyum mendengar kekasihnya yang terus saja bicara seperti membaca dongeng untuknya. Tak lama kemudian Cecil pun tertidur, Perlahan Yudi mencium kening kekasihnya dan keluar dari kamar Cecil. Karena sudah malam hanya Ayah dan Noval yang masih menonton TV. Yudi lalu pamit untuk pulang.
"Sudah malam tidak memnginap disini saja Yud." Ucap Ayah Cecil.
"Lain kali saja, karena harus kembali bekerja besok dan juga sudah pesan tiket malam ini". Jawab Yudi.
"Baiklah, kalau begitu hati - hati. maaf merepotkan hanya kaki terpeleset saja sampai buat kamu harus jauh - jauh datang." Ucap Ayah dan membuat Noval berkata, "Namanya juga lagi jatuh cinta, Ayah kayak tidak pernah muda saja". dan akhirnya mereka bertiga tertawa mendengar Noval meledek.
Yudi akhirnya pulang, Ayah dan Noval pun pergi tidur setelahnya.
Untuk hari ini, Yudi merasakan bahagia karena bisa bertemu kekasihnya, dan Dia menjadi lebih semangat menjalani untuk hari esok.
Senin pagi ini sangat cerah untuk semua, Yudi mengawali dengan semangat harinya dan pekerjannya. Cecil yang masih berbunga hati nya bertemu pujaan hati nya dan terus terbayang kejadian kemarin. Surya juga yang semangat berangkat untuk menjemput Cecil. Setibanya di depan rumah Cecil Surya memarkirkan mobilnya.
"Selamat pagi Bu, apa Cecilnya sudah siap berangkat bekerja ," Sapa Surya dan tanya kepada Ibu yang membuka pintu. Ibu tidak langsung menjawab dan hanya tersenyum mempersilahkan Surya untuk masuk ke dalam, dan setelahnya ibu berkata, "Duduk dulu ya, nanti Ibu panggilkan Cecil, sepertinya dia tidak bekerja dulu untuk hari ini" Ucapan Ibu yang membuat Surya tiba - tiba panik,"Ada apa dengan Cimut, apa dia sakit...., batin Surya."
.... To be Continue ...
Terima kasih readers, mohon maaf cerita novelnya pending lama, baru bisa up lagi. Jangan lupa dukungannya ya. love u all.