
Hari - hari berikutnya dijalani Cecil seperti biasa, hanya Cecil menjadi pendiam setelah kejadian mereka ketahuan oleh Guntur. Walaupun masih berhubungan, tapi Yudi merasa tidak nyaman karena gadis kecil nya yang manja berubah menjadi pendiam. Dan itu pun di rasakan oleh Guntur juga, Guntur menghampiri meja kerja nya Cecil,
" Cil... maafin gw ya... Gw ga bermaksud apa - apa. Itu urusan lo sama Yudi, gw harap yang terbaik buat hubungan kalian. Gw udah tau semua nya dari Yudi, jadi lo ga usah khawatir lagi. " jelas Guntur yang sudah tau bahwa pernikahan Yudi hanya status saja. Tapi tidak dengan Cecil.
Yudi tidak tahan melihat Cecil menjadi diam setiap bersama nya. Saat pergi makan siang, Yudi membawa Cecil ketempat makan yang agak jauh dan di sana tempat untuk makannya di saung yang terpisah pisah, dan Yudi memilih di paling belakang saung dekat kolam. " Mas... kok kita makan jauh banget, terus ngapain sampe ke belakang masih banyak yang kosong di depan ? " tanya Cecil bingung , dan hanya di jawab " Biar ga ada yang ganggu." ucap Yudi sambil menulis pesanan mereka dan diberikan ke pelayan.
Setelah pelayan pergi, Yudi pun langsung memeluk Cecil. Dia rindu karena beberapa hari Cecil selalu menghindar dan diam.
" Sayang... kamu kenapa jadi diam aja, Mas ga tahan kalau kamu kayak gitu ? " tanya Yudi.
" Mas minta maaf kalau udah nyakitin Cecil, tapi kamu ga usah mikirin apa yang di bilang Guntur waktu itu. Mas mau gadis kecil yang selalu manja sama Mas. Mas kangen sama kamu. " jelas Yudi.
" Aku ga apa - apa Mas... aku juga sayang sama Mas... tapi... " ucap Cecil dan tidak tahan air matanya pun menetes.
" Sayang jangan nangis lagi... kalau kamu masih nangis dan juga diam aja, kita ga usah balik ke kantor di sini aja, Kamu harus janji dulu, jadi gadis kecil mas yang manja lagi. " ucap Yudi.
" Ya.... aku akan tetap jadi little girl nya Mas yang manja.... puas..." jawab Cecil
Cecil harus menjawab itu, kalau tidak Yudi bakalan menahan dia sampe sore di rumah makan itu. Yudi pun menghapus air mata Cecil dan kemudian mencium gadis kecilnya, bibir mungil yang sudah beberapa hari dia tidak bisa sentuh itu membuatnya dia tidak ingin melepasnya. Kemudian Cecil mendorong Yudi menyudahi ciumannya,
" Mas ... bentar lagi pelayan datang antar pesanan kita, malu tempat umum." ucap Cecil dan tidak lama pesanan pun datang.
Mereka akhirnya makan, tetapi Yudi menyuruh Cecil hanya diam saja menerima suapan dari Yudi. Cecil pun menurut karena daripada harus berlama - lama bisa telat kembali ke kantor.
Setelah makan siang mereka kembali bekerja. Seperti biasa pekerjaan Cecil adalah Customer service, tiba - tiba ada telpon seorang pelanggan yang mengeluhkan kendaraannya bermasalah dan baru kemarin dia melakukan service perawatan disini.
Karena keluhan ini Cecil pun akhirnya harus menghubungi bagian pemeliharaan, karena telponnya sibuk, dan harus segera disampaikan karena pelanggan tersebut sedang dalam perjalanan menuju ke sini. Akhirnya Cecil menemui bagian pemeliharaan menjelaskan keluhannya.
Baru selesai menjelaskan, tiba - tiba ada pelanggan yang menghampiri dan dia menjelaskan kalau dia sudah menelpon beberapa menit yang lalu, Cecil menyadari bahwa ini pelanggan yang barusan telpon, Cecil pun senyum ramah dengan pelanggan tersebut dan berkata,
" Keluhannya sudah kami buat dan akan diperiksa kendaraannya jadi bapak bisa menunggu." ucap Cecil.
Namun yang dijawab pelanggan tersebut membuat Cecil jengkel.
" Ada gadis kecil di sini ?
Kecil - kecil udah kerja ?. " ledek pelanggan tersebut.
" Anda ga liat saya ngapain di sini... Terus emang kenapa kalau saya gadis kecil udah kerja, masalah ?
dan satu lagi, Don't Call Me Little Girl , Ok ! " Jawab Cecil kesal dan meninggalkan pelanggan tersebut.
Cecil kembali ke meja kerja nya dan bertemu Guntur,
" Kenapa Cil... kok sewot banget lo ". tanya Guntur.
" Tuh... ada pelanggan manggil gw gadis kecil... Kalau aja ga ada Bos disitu udah gw ajak ribut. " jawab Cecil kesal.
Guntur hanya tertawa karena dia tau Cecil pasti marah disebut gadis kecil oleh orang asing. Cecil pun langsung memelototi Guntur karena tertawa dan Guntur langsung lari menjauh takut terkena amukan Cecil.
Saat membereskan meja kerja dan bersiap untuk pulang, Sinta menghampiri Cecil,
" Maksudnya apa, kita kan juga emang sudah waktu nya pulang, gw ga bisa anterin lo pulang karena gw juga nebeng." jawab Cecil yang bingung.
" Bukan itu... tapi tolong jangan pulang dulu gantiin gw, karena masih ada satu pelanggan lagi yang belum ambil mobilnya gw udah telpon katanya sih sekitar setengah atau satu jam lagi dia datang ambil mobilnya." jelas Sinta.
Cecil menghempaskan napasnya lalu duduk, karena tidak tega, " Ya udah, iya gw tungguin, lo hati - hati pulang dan salam buat nyokap lo cepat sembuh ya. " jawab Cecil.
" Makasih ya... ( sambil memeluk Cecil dan berbisik membuat Cecil kaget dan melotot ) lo ga akan nyesel tungguin pelanggannya karena dia tuh cowo tampan yang tadi siang lo jelasin ke gw mobilnya bermasalah." ucap Sinta sambil menyerahkan kunci mobil ke tangan Cecil dan langsung meninggalkannya.
Yudi datang mendekati Cecil untuk mengajak pulang.
" Sayang.... kenapa kok bengong gitu... ayo kita pulang udah sepi tuh dah pada pulang. " ajak Yudi.
" Maaf Mas... kayaknya aku ga bisa bareng deh, Mas pulang duluan aj ga apa - apa, aku mau nunggu pelanggan yang mobilnya belum diambil." jawab Cecil.
" Itu kan tugasnya Sinta, kenapa kamu yang nunggu, kamu kan mau kuliah ." ucap Yudi kesal.
" Ibu nya Sinta sakit jadi dia harus pulang cepat, aku ga tega jadi harus tolong gantiin dia. Nanti aku kuliah gampang kok, udah telpon Indra dia pulang kerja juga mampir ke sini biar bareng ke kampusnya. " jawab Cecil.
" Ga... Mas tungguin kamu aja, telpon Indra lagi ga usah jemput kamu ke sini." ucap Yudi.
Hadeuh gimana ini... telpon Indra juga belum tadi, aku kan cuma bohong biar Mas Yudi pulang duluan. Gimana ya biar Mas Yudi pulang, aku harus pelan - pelan menjauhi Mas Yudi semakin lama bisa makin susah, aku ga mau ngerusak rumah tangga nya. Batin Cecil.
Karena semua sudah pada pulang dan ruangan sepi hanya Cecil dan Yudi, juga Security di luar. Cecil akhirnya memberanikan diri merayu Yudi, dia mendekati Yudi yang sedang duduk. Hal gila yang pernah Cecil baca dalam novel dalam merayu pasangan agar menurut, akan Cecil lakukan. Cecil sengaja duduk di pangkuan Yudi, kedua tangan Cecil diletakkan di leher Yudi, mendapati Cecil yang agresif Yudi pun melonggarkan tangannya dipinggang Cecil.
" My little girl nakal ya... udah berani sekarang ya... " ucap Yudi.
" Ga jadi deh, awas mas aku mau bangun ". ucap Cecil yang tiba - tiba bangun dan melepaskan tangannya dari Yudi, tapi dengan cepat Yudi menariknya kembali,
" Kenapa ga jadi ? kamu tanggung jawab atau mau di hukum ? " jawab Yudi.
" Tapi ada syaratnya, kalau aku lakuin Mas harus pulang duluan, gimana ?" ucap Cecil.
" Ga mau... Mas mau nungguin kamu. " tolak Yudi.
" Ya udah ga jadi, aku mau nunggu di depan aja sama Security kalau gitu. " Ancam Cecil.
" Oke... kamu menang." Yudi menyerah.
Cecil pun duduk kembali di pangkuan Yudi dan meletakkan kedua tangannya di leher Yudi, dia mulai mencium bibir Yudi dan dibalas langsung oleh Yudi, ciuman yang lembut akhirnya menjadi dalam dan saling bersahutan di dalamnya, Yudi merapatkan tubuh Cecil. Dan Cecil pun tidak kuat dan melepaskannya, tapi Yudi langsung memegang tengkuk leher Cecil dan menahannya untuk melakukan ciuman panasnya. Akhirnya napas keduanya pun hampir habis, mereka saling melepaskan. Mereka langsung merapikan pakaiannya.
" Udah... sekarang Mas pulang ya... hati - hati di jalan. " ucap Cecil.
" Makasih ya Sayang...., nanti kamu juga hati - hati, Mas pulang duluan ya ". ucap Yudi sambil mencium kening Cecil lalu meninggalkan Cecil sendiri.
* *To Be Continue
* Jangan lupa like, comment, vote , Thanks U... 😘😘❤❤❤👍👍👍**