Don'T Call Me Little Girl

Don'T Call Me Little Girl
Bingung



Satu minggu sudah berlalu, menahan rindu pastinya. Yudi tidak bisa kembali ke Jakarta karena kondisi Papa yang masih belum stabil. Oleh karena itu Yudi harus menggantikan posisi Papa nya di kantor. Dan lagi urusan perceraiannya dengan Intan sehingga Dia pun sibuk mengurus semua itu.


Satu masalah selesai, perceraian Yudi dan Intan sudah resmi. Intan pun langsung pamit ikut dengan Dedi ke luar negeri. Rasa bahagia Yudi karena dia sudah bisa mengikat Cecil nantinya. Tapi dikarenakan Yudi harus menggantikan posisi Papa di kantor, membuatnya tidak dapat bertemu dengan gadis kecilnya. Yudi belum bisa mengatakannya sekarang karena Dia ingin mengatakan kabar perceraiannya dengan bertemu langsung dengan gadis kecilnya.


Di Jakarta Cecil menjalani hari-harinya bersama Surya. Sehingga akhirnya Surya pun yakin jika Dia ingin menyatakan perasaannya kepada Cecil. Kedekatan mereka akhirnya membuat dua sahabatnya dan Noval menilai bahwa mereka lebih dari berteman saja.


Saat di kampus setelah selesai kuliah dan Surya pun belum datang menjemput, Ana dan Indra mengajak Cecil untuk mengobrol sebentar di kantin kampus.


"Say... sebenernya hubungan kamu dengan Surya apa ?" Tanya Ana.


"Terus hubunganmu dengan Yudi bagaimana ?" Tanya Indra yang sangat penasaran.


"Kalian bertanya bisa barengan begitu," jawab Cecil tertawa melihat kedua sahabatnya yang bertanya sangat kompak. "Bertanya itu satu-satu, nanti aku jawab semua pertanyaan kalian," lanjut Cecil.


"Kalau begitu ayo jawab cepat, nanti keburu si Surya datang menjemput kamu tidak jadi menjawab pertanyaan kami," ucap Indra tidak sabar.


"Hmm... sabar dulu kenapa, jadi Surya dan aku berteman apa salah jika Dia selalu baik padaku. Lalu masalah Yudi dan aku, entah bagaimana aku pun bingung menceritakannya," jawab Cecil.


"Kamu sudah putus dengan Yudi ?" Tanya Indra.


"Belum, tapi aku bingung entah bagaimana, Dia sampai sekarang belum bisa kembali ke sini karena masih banyak urusan yang harus diselesaikan," jawab Cecil.


"Aku melihat sepertinya Surya menyukaimu Cil, bagaimana jika Dia benar menyatakan perasaannya padamu ?" Tanya Ana ragu.


"Sudahlah aku tidak ingin memikirkannya sekarang," jawab Cecil dan langsung bergegas karena Surya sudah datang menjemput. "Aku duluan ya, Surya sudah datang menjemputku. Sampai jumpa sahabatku," lanjut Cecil pamit kepada Ana dan Indra.


"Bagaimana ini aku jadi pusing," ucap Indra kepada Ana setelah Cecil pergi meninggalkan mereka.


"Aku tahu mengapa Cecil bingung, Dia itu sangat mencintai Yudi tapi waktu mungkin belum bisa membuat mereka bersama," ucap Ana.


"Maksudnya apa, aku tidak mengerti," ucap Indra kesal dengan ucapan Ana.


"Dasar kamu, peka sedikitlah sama sahabat sendiri. Cecil sangat mencintai Yudi tapi karena status Yudi dan juga sekarang ada masalah di keluarga Yudi dan Cecil membuatnya bingung," jelas Ana pada Indra.


"Ya sudah kita dukung saja keputusan terbaik buat sahabat kita Cecil, ayo pulang," jawab Indra dan mereka pun pergi meninggalkan kampus.


"Malam Cimut. Mau kemana kita sekarang," tanya Surya.


"Mas, aku mau pulang ke rumah orang tuaku saja," jawab Cecil, dan Surya pun segera melajukan mobilnya ke arah rumah orang tua Cecil.


Setelah sampai di halaman rumah, Cecil langsung mengajak Surya masuk ke dalam. Keluarga Cecil sedang berkumpul di ruang TV, mendengar suara Cecil berteriak memanggil, betapa senangnya mereka little girl datang. Dan Cecil mengajak Surya untuk bergabung dengan keluarganya di ruang TV.


"Baiklah, hati-hati di jalan," jawab Cecil.


Keesokan harinya, karena hari minggu semua ada di rumah. Noval masuk ke kamar Cecil dan ingin bertanya tentang Surya.


"Kamu mau kemana little girl, sudah rapi seperti itu ?" Tanya Noval bingung mengapa Cecil sudah rapi dan sepertinya ingin pergi.


"Surya mengajak aku jalan Kak, memang ada apa Kak Noval ke sini ?" Tanya Cecil.


"Belum datang Surya, jadi duduk sebentar ada yang ingin Kakak tanya ke kamu. Ada hubungan apa kamu sama Surya, sepertinya kalian dekat sekali. Apakah dia pacarmu sekarang. Aku dukung jika kamu dengannya. Maaf little girl, mungkin ini waktunya kamu untuk melupakan Yudi. Kakak tahu ini berat buat kamu, mungkin dengan kehadiran Surya kamu bisa melupakan Yudi. Kakak bukan tidak menyukai Yudi, tapi jika kamu masih berhubungan dengannya sangat rumit," jelas Noval.


"Terima kasih Kak, aku tahu maksud Kak Noval. Aku akan memikirkannya nanti. Aku pergi dulu ya, Surya sudah datang menjemput," jawab Cecil dan membuat Noval senang karena little girl tidak lagi bersedih.


"Cimut apa kamu suka buah ?" Tanya Surya.


"Suka. Memang ada apa Mas."


"Kalau begitu kita pergi ke Taman Buah ya," ucap Surya dan disetujui Cecil.


Akhirnya mereka pergi ke Taman Buah. Karena Cecil suka dengan durian akhirnya Surya menemani memakan durian sampai Cecil puas. Karena sangat menikmati memakannya, membuat Cecil tidak sadar jika sisa duriannya masih menempel di pinggir bibirnya. Surya pun tiba-tiba langsung mengusap perlahan sisa durian yang masih menempel di pinggir bibir Cecil. Adegan lambat pun terjadi, membuat mata mereka bertemu, membisu, entah apa yang mereka rasakan tapi sesaat waktu terdiam. Seketika waktu berjalan kembali saat rona merah di pipi Cecil membuat Surya tersadar dan tersenyum.


"Ada apa Mas ?" Tanya Cecil bingung melihat Surya tersenyum setelah mengusap sisa durian di pinggir bibirnya.


"Tidak ada apa-apa, kamu lucu Cimut dan bikin gemes," jawab Surya dan membuat Cecil merasa aneh. "Rona pipimu menjadi merah tadi, padahal aku hanya sedikit menyentuh pinggir bibirmu. Bagaimana kalau aku menciummu apa rona pipimu akan semakin merah ?" Tanya Surya menggoda. Mendengar ucapan Surya membuat Cecil malu dan menundukkan kepalanya.


"Sudahlah maafkan aku Cimut, aku hanya bercanda. Ayo kita jalan lagi, buah apa yang ingin kamu bawa pulang untuk di rumah," ucap Surya agar Cecil tidak malu lagi.


Sebelum pulang mereka membeli beberapa buah untuk dibawa pulang. Tetapi tanpa durian, karena di keluarganya hanya Cecil yang menyukai durian. Di dalam mobil saat perjalanan pulang Cecil tiba-tiba mengingat kejadian tadi setelah memakan durian, apa benar yang dikatakan Ana dan Kak Noval bahwa Surya menyukai aku, batin Cecil. Memikirkan itu membuat Cecil akhirnya tertidur. Surya tidak menggangunya hanya saja dia mengambil foto wajah Cecil yang sedang tidur.


"Cimut, sudah sampai rumahmu," ucap Surya membangunkan Cecil.


Cecil pun terbangun dan kaget karena sudah sampai di rumah. "Mas Surya, maaf ya aku ketiduran," ucap Cecil.


"Cimut, aku langsung pamit pulang ya. Maaf tidak bisa mampir dulu, sekarang waktunya kamu bersama keluargamu dan beristirahatlah agar besok bisa beraktivitas lagi. Terima kasih Cimut, sampai besok," pamit Surya.


*** **To Be Continue ***


Terima Kasih para pembacaku semua yang masih setia menunggu kelanjutan ceritaku. Mohon maaf jika ada typo dalam penulisan dan juga maaf jika up agak lama. Sekali lagi mohon dukungannya untuk like 👍, komen 😃 dan vote ❤ nya, serta berikan peringkat 5 ⭐**.