Don'T Call Me Little Girl

Don'T Call Me Little Girl
Sakit



Di Pagi hari, Cecil merasa pusing saat dia bangun. Badanya terasa lemas dan perutnya kram. Maag nya kambuh, karena dia tidak makan kemarin dan kelelahan. Akhirnya, Cecil berbaring kembali di ranjangnya.


Hari ini, Yudi sengaja berangkat lebih pagi. Dia ingin mengajak Cecil sarapan di luar dan menanyakan keadaannya. Sudah sepuluh menit Yudi menunggu didepan, tapi Cecil tidak juga keluar , di telpon jg tidak diangkatnya. Akhirnya Yudi masuk ke dalam rumah Cecil.


Saat Yudi mengetuk pintu, ternyata Ibu yang membukanya. " Pagi Bu " sapa Yudi. Melihat Yudi yang datang, ibu mempersilahkannya masuk. Dan ibu mengetuk pintu kamar Cecil. Tidak ada jawaban, ibu pun membukanya. Terlihat Cecil masih tertidur.


" My little girl.... ayo bangun, pujaan hati sudah datang kamu kok masih tidur. " ucap ibu dengan menghampiri Cecil di ranjangnya. Dan ibu kaget melihat Cecil yang pucat dan merintih.


" Kamu kenapa nak ? " tanya ibu panik karena tubuh Cecil pun demam.


" Perut aku sakit Bu." jawab Cecil pelan dan memegangi perutnya.


" Ayah.... cepat kesini... Cecil sakit." teriak ibu dan semuanya termasuk Yudi pun kaget.


Semua sudah ada di dalam kamar Cecil. Panik, akhirnya Yudi meminta izin membawa Cecil ke rumah sakit. Karena Ayah, Kak Noval dan Lina harus berangkat, jadi Yudi dan Ibu yang membawa Cecil ke rumah sakit dengan taksi. Yudi tidak malu langsung menggendong Cecil dan membawanya.


Setelah pulang dari rumah sakit, Yudi tetap menemani Cecil di kamarnya. " Mas... kenapa masih disini, sudah siang... berangkat aja." ucap Cecil.


" Mas udah izin tadi kalau hari ini tidak masuk. Mas bakal temani kamu disini. " jawab Yudi.


Tiba - tiba ibu datang membawakan bubur untuk Cecil. Langsung saja Yudi mengambilnya dan menyuapi Cecil. " Udah Mas... " ucap Cecil menahan tangan Yudi yang ingin menyuapinya lagi.


" Kamu harus habiskan bubur ini, kemarin kamu bohongkan, tidak makan." Cecil pun diam mendengar Yudi berkata tersebut. " Kalau kamu ga mau buka mulut, Mas punya cara lain buat kamu habiskan buburnya. " lanjut Yudi dan membuat Cecil menurut menghabiskan buburnya.


Setelah makan dan minum obat, Cecil tertidur. Yudi tetap menemani di kamarnya, dan dia melihat ada dua boneka di atas bantal sebelah Cecil tidur. Boneka panda dan beruang. Melihat buku catatan kuliah Cecil yang berantakan, lalu dia membereskannya dan tidak sengaja ada buku yang terjatuh. Buku tersebut jatuh dengan terbuka, ada tulisan tangan Cecil.


*Wahai hatiku... ada apa denganmu ?


Mengapa dadaku terasa sesak. Apa aku salah mencintai seseorang yang telah termiliki.


Bagaimana aku mengobatimu... wahai hatiku ?


Apa aku harus melepaskannya, yang memang bukan untukku.


Tapi bagaimana dengan Dia... bagaimana caranya ? Apa aku harus pergi menjauhi kehidupannya.


Wahai hatiku... apakah kamu sanggup ?


Jika memang itu yang terbaik, walaupun sakit... aku akan pergi meninggalkannya, cepat atau lambat pasti akan terjadi... dimana harus memilih.


Hatiku relakanlah Dia pergi, kau akan tetap bersamanya walau tak memilikinya.


You'll Be in My Heart. Yudi*


Yudi pun merasa sesak, melihat tulisan Cecil. Apakah Cecil benar akan meninggalkannya. Yudi tidak mau itu terjadi. Dia pun membalas tulisan itu, agar Cecil mengetahui isi hati nya.


*Satu cintaku hanya untukmu, my little girl.


Satu cintaku takkan pernah terbagi dua.


Karena cintaku bukan cinta biasa.


Janganlah cemburu bila ada yang mendekatiku.


Karena aku tidak akan berpaling darimu.


Aku akan selalu setia padamu.


Aku adalah bulan dan engkau adalah bintang.


Jika bintangku tidak disisiku, maka bulan ini akan dingin dan gelap.


Sampai nanti aku mati , cinta ini hanya untukmu My little girl.


I Love U, My Cecilia*.


Setelah menulis jawaban hati Cecil. Yudi tidak menyangka bahwa gadis yang dia cintai akan meninggalkannya. Air matanya pun jatuh di atas tangan Cecil yang digenggamnya. Cecil terbangun, melihat Yudi meneteskan air mata. " Mas... kamu kenapa ?" tanya Cecil yang segera duduk mendekati wajah Yudi yang menunduk.


Tiba - tiba Yudi langsung memeluk erat Cecil. " Mas... kamu kenapa ? aku udah baikan." Tapi Yudi tetap diam dan tidak melepaskan pelukannya. " Mas... lepas ada ibu. " lanjut Cecil berbohong agar dilepaskan. Saat sudah lepas Cecil pun tertawa.


" Dasar gadis nakal." ucap Yudi dan langsung membalas Cecil dengan menggelitiknya. " Ampun Mas... nanti aku sakit lagi nih." dan Yudi melepaskannya. Cecil mendekati wajah Yudi dan memegang kedua pipinya, Dia tau Yudi menangis untuknya, " Mas... aku cinta sama kamu. " Dan kata - kata Cecil membuat Yudi senang, lalu kemudian mencium bibir mungil Cecil dengan lembut.


" Ehemmm..." suara Lina mengagetkan kedua orang yang sedang melakukan adegan romantis. Lina pun langsung lari ke kamarnya. Keduanya pun tertawa malu karena ketauhan Lina.


" Kamu udah makan Mas ?" tanya Cecil.


" Udah tadi bareng sama ibu saat kamu tidur." jawab Yudi. " Sayang... itu boneka siapa, ada nama di kakinya Surya ? " lanjut tanya Yudi menunjuk boneka disebelah boneka panda pemberiannya.


" Itu... punya Lina. semalam dia tidur disini dan membawa boneka nya." jawab Cecil langsung ingat Lina, karena tidak mungkin dia jujur. " Mas... aku mau makan sate ayam. " lanjut Cecil mengalihkan pembicaraannya.


Saat Yudi pergi membeli sate ayam, Cecil memanggil Lina dan menyuruhnya untuk mengambil boneka beruang Surya nanti saat Yudi kembali.


Ketika Cecil sedang memakan sate ayamnya, Lina datang, " Kak, nanti aku tidur dkamarku aj ya, aku ke sini mau ambil boneka aku. Selamat makan." ujar Lina dengan membawa boneka beruang surya ke kamarnya.


" Sayang... hp kamu bunyi tuh." ucap Yudi dan membuat Cecil menoleh melihat hp nya, tapi tdk ada telpon atau pesan masuk. Saat berpaling lagi " CUP " bibir mungil Cecil bertemu dengan bibir Yudi, lembut terasa diantara keduanya. " Mas... kamu ngerjain aku..." ucap Cecil saat melepaskan ciumannya.


" Ada sisa bumbu sate di bibir kamu, jadi Mas bersihin deh ". goda Yudi dan mendapat cubitan di perutnya.


" Mas pulang dulu ya... kamu istirahat." pamit Yudi dan mencium kening Cecil.


Semenjak Cecil sakit, Yudi tidak pernah membiarkan Cecil pulang dan pergi sendirian lagi. Yudi tidak perduli, walaupun setiap hari selalu ditegur oleh orang tua nya. " Yudi... kenapa kamu tidak pernah ada waktu di rumah, Papa dan Mama hanya 1 minggu disini." ucap Papa yang kesal melihat Yudi selalu pulang malam. " Besok minggu sebelum kami pulang kita akan pergi makan di luar bersama." lanjut Papa, dan hanya dijawab dengan menggangukan kepala.


Keesokan hari Yudi dan keluarganya makan di luar. Ditempat yang sama, ternyata ada Noval juga sedang makan disana bersama dengan kekasihnya. Noval mendengar dan melihat semuanya. Dia sangat kesal dengan Yudi yang telah membohongi adiknya.


Saat Yudi ke toilet, Noval mengikuti nya. " BUUGG " Noval memukul Yudi, " Kurang ajar lo, gw ga sangka ternyata lo brengsek Yudi. Udah punya istri tapi lo masih deketin adik gw. Inget Yudi... jangan pernah dekati adik gw lagi." Ucap Noval dan pergi meninggalkan Yudi yang tersungkur jatuh.


*** To Be Continue ****


Makasih pembaca setia ku mau menunggu kelanjutan ceritanya. Maaf ya up agak lama, karena banyak urusan mendadak. Semoga terhibur setelah membaca nya. Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan. Terima kasih jangan lupa like, comment, favorite n vote nya buat Cecilia 👍❤ 😘