
Cerita seorang gadis dari keluarga sederhana berusia sembilan belas tahun. Dia gadis yang cantik, mandiri dan mungil. Gadis itu bernama Cecilia. Gadis yang biasa dipanggil Cecil.
Setelah lulus sekolah dia tidak langsung melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi karena dia memikirkan ayahnya yang bekerja sendiri untuk biaya hidup keluarganya. Selain itu, dia juga masih mempunyai adik yang bersekolah dan kakaknya yang belum selesai dibangku kuliahnya, jadi dia memutuskan untuk menunda pendidikannya selama 1 tahun.
"Cecil, apakah kamu tidak mau kuliah nak? " tanya Ayah.
"Mau Yah, tapi nanti setelah aku dapat kerjaan. Agar aku bisa membayar uang kuliah dengan gajiku sendiri," jawab Cecil.
"Tapi Nak, Ayah masih bisa membayar untuk kuliah mu. Ayah tidak membeda-bedakan anak Ayah untuk pendidikannya," tegas Ayah.
"Tidak apa-apa Yah, Cecil ingin mandiri saja. Ayah tidak usah khawatir," ucap Cecil menenangkan ayahnya.
"Baiklah kalau itu mau kamu nak, besok kamu ke rumah Tante Mery saja dan minta carikan lowongan pekerjaan sama dia," Ayah memberitahu Cecil agar Tante Mery yang mencarikannya lowongan pekerjaan.
"Baik Yah, besok pagi aku ke rumah Tante Mery," jawab Cecil.
Keesokan hari di rumah Tante Mery.
"Hallo Tanteku yang cantik ... lagi apa? Mau Cecil bantuin?" Cecil menawarkan bantuan dengan senang hati.
"Hallo juga Ponakanku yang imut. Pasti ada maunya nih tiba-tiba nawarin bantuan ke Tante," jawab Tante Merry terkekeh.
"Hmm. Tante tau aja ... heheee. Tan, bantuin aku cari kerjaan donk?"
"Apa?!! Tante nggak salah denger nih kamu mau kerja? Kenapa nggak kuliah saja? Kamu tuh masih muda dan juga belum pantes kerja. Penampilan saja masih mirip anak SMA."
"Jangan gitu donk Tan, aku beneran mau kerja. Aku mau kuliah dengan biaya sendiri. Aku mau mandiri," jawab Cecil penuh keyakinan.
Tante Merry menghembuskan nafasnya panjang, "Kamu yakin? Tapi kan kamu tuh pinter. Sekolah aja dapat beasiswa, pasti nanti kuliah pun kamu bisa dapetin beasiswa lagi."
"Hmm ... aku yakin mau kerja saja Tan. Beasiswa itu kan hanya untuk meringankan, bukan membebaskan semua biaya," jawab Cecil.
"Baiklah, kalau gitu tunggu ya Tante telepon temen dulu."
Tante Mery menghubungi temannya.
Hary : Hallo ... selamat siang, ada yang bisa kami bantu ?
Hary : Oh, Mery. Ada apa tumben telepon ke kantor aku.
Mery : Iya... ini kan masih jam kerja pasti kamu lagi di kantor kan. Gini lho Hary... aku mau minta tolong carikan kerjaan buat ponakanku, dia cewe, usia 19 tahun dan belum pernah kerja.
Hary : Hmm... gitu ya... gimana kalau jadi customer service di Showroom aku, kebetulan lagi kosong. Besok bisa langsung kerja.
Mery : Boleh tuh... makasih sebelumnya ya Har... Oh ya... ponakan ku itu Cecilia.
" Jadi besok kamu langsung datang aja ke showroom, langsung kerja. Tapi temuin dulu Om Hary ya. " Tante Mery menjelaskan ke Cecil.
" Ok, Siap ! Makasih Tanteku... " ucap Cecil sambil memeluk Tante Mery.
Di rumah Cecil berteriak... " Ayah... Ibu... besok Cecil udah bisa masuk kerja di tempat teman Tante Mery. "
" Kalau gitu kamu siapkan yang harus di bawa besok dan istirahat, besok pagi Ayah antar. " jawab Ayah.
Pagi - pagi Cecil sudah siap untuk berangkat dengan diantar Ayahnya. Setelah sampai di Showroom Om Hary, Cecil menunggu beberapa menit karena Om Hary belum datang.
" Selamat pagi semua... " sapa Om Hary pada semua karyawannya.
" Kamu Cecilia kan... keponakan Mery ? , Ayo masuk ke ruangan saya dan saya jelaskan pekerjaan kamu." ucap Om Hary pada Cecil. Dan Cecil menganggukan kepalanya dan mengikuti Om Hary.
Setelah dijelaskan, Cecil pun langsung mulai bekerja. Pekerjaannya pun disukai Cecil karena bisa berkomunikasi dengan siapa saja.
Pekerjaan di sebuah Showroom mobil dan bisa berkomunikasi dengan pelanggan, itulah pekerjaan Cecil, dan Cecil menjalani dengan senang. Karena bisa menghadapi berbagai macam pelanggan.
*BERSAMBUNG.....
Jangan lupa like dan komen nya ya Gaes*... !!!
👍 and ❤....
THANKS YOU... 😘