
Bunyi alarm di pagi hari, membuat gadis kecil bangun dari tidurnya. Dia bangun, lalu setelah kesadarannya penuh... " Astaga... udah pagi... dan kenapa bisa ada di kamar, bukannya semalam..." guman Cecil dan menepuk pelan keningnya.
Dia bergegas mandi dan bersiap untuk bekerja. Saat sarapan bersama dengan keluarga nya, Cecil tidak berani bersuara, karena dia takut, apa yang terjadi semalam... saat dia pulang dalam keadaan tidur. Tapi Ayah, Ibu dan Kak Noval biasa saja. Tapi adik kepo ku yang satu ini, dari tadi menendang pelan kaki ku terus, apa maunya dia. Lalu Cecil melotot ke arahnya, dan membuat Lina semakin jahil, dan membisikkan Cecil, " Kalau kejadian semalam, tetap mau aman ada imbalannya donk." Bisik Lina dan membuat Cecil tersedak. Jadi si kepo ini yang tau. Dan Cecil dengan cepat menyelesaikan sarapannya, dan memberi kode kepada Lina agar ke depan.
" My little girl... semalem romantis banget... so sweet... he...he... " goda Lina dan membuat Cecil semakin bingung, sebenarnya apa yang terjadi semalam.
" Sebenarnya apa yang terjadi semalam. " Tanya Cecil.
" Tapi ada syaratnya,... Kakak harus beliin aku... " ucap Lina dan langsung di potong Cecil.
" Ya udah nanti gajian, Kakak kasih uangnya ke kamu... beli sendiri aja mau nya kamu." ucap Cecil karena tidak mau pusing dengan permintaan adiknya. " Lalu apa yang terjadi ?" lanjut tanya Cecil.
" Jadi semalam itu, Kakak pulang dalam keadaan tertidur, tapi Mas Yudi ga bangunin Kakak, malah menggendong Kakak sampai kamar...( mata Cecil terbelalak kaget ), karena orang rumah sudah pada tidur, jadi cuma aku yang lihat... he...he...
aku ngintip... setelah Mas Yudi nurunin kakak di ranjang di nyium kening Kakak.... lalu tiba - tiba, kakak narik mas Yudi, sampai jatuh di atas tubuh kakak dan bibir kakak sama Mas Yudi ciuman deh... ha...ha... " ucap Lina menjelaskan kejadian semalam.
" Apaa...." teriak Cecil tidak percaya dengan cerita Lina. " Kamu jangan ngarang cerita ya.... " lanjut Cecil tidak percaya.
" Ya sudah... kalau tidak percaya... tanya aja sama Mas Yudi... pasti dia juga malu... kalau ternyata aku tuh lihat semuanya... ha... ha... " ucap Lina dan langsung meninggalkan kakaknya yang diam mematung mendengar cerita nya.
Ayah, Kak Noval dan Lina pun berangkat. Cecil pun pamit dengan ibunya, dia menunggu di depan rumah. Motor Yudi berhenti, tapi Cecil tidak menyadari nya, Yudi memanggilnya pun, dia tidak mendengar... ya, Cecil sedang membayangkan kejadian yang di ceritakan oleh Lina...
" Sayang... " ucap Yudi, di samping wajah Cecil, dan membuat " CUP " Lagi - lagi, bibir mereka bertemu, Cecil pun kaget, dan membulatkan matanya melihat di depannya Yudi, yang saat ini bibirnya menempel, dengan segera Cecil mendorong Yudi.
" Mas, apa - apaan sih, kalau ibu lihat gimana." ucap Cecil, yang menundukkan kepalanya karena kaget dan malu.
" Kok, Mas disalahkan... kamu tuh, dari tadi melamun aja, Mas datang aj ga tau, di panggil ga denger, sampai didekati aja ga sadar, giliran di panggil sayang... malah langsung nyium, he... he... " jawab Yudi.
" iiihhh... apa sih... Mas tuh modus mesum. " ucap Cecil dan langsung menarik tangan Yudi, " Ayo, berangkat... aku udah pamit sama ibu, sekarang ibu ada di dapur lagi beres - beres." lanjut Cecil.
" Sayang... " panggil Yudi, sambil melihat kaca spionnya.
" Kenapa... kalau mengendarai motor itu lihat nya ke depan bukan kebelakang atau perhatiin kaca spion mulu." Jawab Cecil.
" Kamu kenapa sih sayang,... pagi - pagi udah ngomel aja... Mas kan cuma mau kasih tahu,... wajah kamu dari tadi tuh merah, kayak udang tuh... kenapa ? jawab Yudi dan mendapatkan cubitan dari Cecil di perutnya.
Karena malu, akhirnya Cecil menyembunyikan wajahnya di balik punggung Yudi sambil memeluknya erat.
" Mas Yudi... " panggil Cecil.
" Apa sayang... " jawab Yudi.
" Maaf ya... semalam aku ketiduran... tapi kenapa, Mas Yudi ga bangunin aku ?" tanya Cecil yang masih menyembunyikan wajahnya.
" Kenapa minta maaf, Mas yang salah,... ngajak kamu jalan sampai malam." jawab Yudi. " Sayang... udah donk, jangan sembunyikan wajahnya terus. Kalau masih begitu, nanti pas sampai bakalan Mas gendong sampai ke meja kerja kamu. " lanjut Yudi dan membuat Cecil mengangkat wajahnya.
Mereka bekerja seperti biasa dengan pekerjaannya masing - masing. Dan juga, saat pulang kerja Yudi mengantar Cecil ke kampus, dan pulang dari kampus pun, Yudi menjemputnya kembali. Saat mengantarkan Cecil pulang. Cecil bercerita, kalau dia, Indra dan Ana besok mau pergi hang out ke Mall. Karena Yudi tidak mau menggangu acara Cecil bersama sahabatnya yang masih jomblo, dia pun mengatakan bahwa, jika mereka sudah selesai, Yudi akan menjemputnya.
Saat Cecil, Indra dan Ana di Mall mereka berkeliling dan membeli apa yang mereka inginkan. Setelah selesai, sebelum mereka berpisah, dan menunggu Yudi menjemput Cecil, akhirnya mereka memutuskan untuk makan dulu.
Saat menunggu makanan, mereka mengobrol dan bercanda. " Kayaknya, diantara kita bertiga... bakalan ada yang ke pelaminan dengan cepat nih ? " ucap Ana dan membuat Cecil dan Indra saling memandang bingung.
" Maksud lo siapa ? " tanya Indra.
" Lo ga liat tuh di jari manisnya Cecil ada apaan. " jawab Ana dan menarik tangan Cecil menunjuk cincin yang dipakainya.
" Bener tuh... kok lo ga cerita ke kita sih... kalau lo udah tunangan atau bentar lagi mau menikah." tanya Indra antusias.
" Lo berdua ngaco... ga ada tunangan atau pernikahan... ini cuma cincin biasa aja kok. " jawab Cecil dan membuat wajahnya merona karena dia mengingat kejadian malam itu.
" Kalau gitu ceritain ke kita, gimana tuh sampai Mas Yudi ngasih lo cincin, kalau ga ada maksud buat ngikat lo ?" ucap Ana mendesak Cecil agar bercerita.
" Oke... gw cerita... jadi gini, dia ngajak gw makan malam di restoran tuh, selesai makan dia tiba - tiba, memakaikan cincin di jari gw... dia bilang sih, dia sangat mencintai gw... dan kalau urusan keluarganya sudah selesai, dia bakal ngelamar dan nikahan gw. " Cecil bercerita.
" Itu namanya dia mau ngikut lo, tapi ga secara resmi seperti tunangan. Dia ngasih lo cincin, biar lo ga pergi ke lain hati... ha... ha... " ucap Indra.
" Ya... mungkin, tapi gw ga mau buru - buru... gw mau selesaiin kuliah dulu, dan gw juga nunggu kakak gw dulu menikah duluan." terang Cecil.
" Ya... ga masalah juga x... kakak lo cowo, jadi kalau dilangkahin lo, juga ga apa - apa." ucap Ana.
" Tapi... Mas Yudi ga masalah kok, nunggu gw... asalkan, gw juga ga lepas cincin ini, dan ninggalin dia... ha... ha... " ucap Cecil.
" Ya udah oke, kita dukung lo yang terbaik, asalkan lo juga bahagia." jawab Indra. " Sekarang kita makan dulu, ntar keburu calon suami lo datang.... ha...ha..." lanjut Indra, karena makanan mereka sudah datang.
Mereka makan dan bercerita sambil tertawa. Dan tidak menyadari kalau Yudi sudah sampai, karena telpon Cecil tidak diangkat, akhirnya Yudi masuk ke dalam dan mencari mereka. Yudi menemukan mereka yang lagi asyik mengobrol dengan bahagianya.
" Sayang...." panggil Yudi di samping wajah Cecil, dan terjadi lagi " CUP " bibir mereka bertemu saling menyapa.
Cecil pun kaget dan langsung mendorong Yudi. " Mas Yudi... kebiasaan deh, pasti begitu kalau datang." ucap Cecil malu dan memukul dada Yudi, tapi langsung digenggam kedua tangannya, dan langsung memeluknya, karena Cecil pasti malu dan merah wajahnya.
Yudi memang sengaja, mengerjai gadis kecilnya, dia pasti tau reaksi dari tubuh Cecil akan seperti itu, bila dia memanggil dengan suara seksi khasnya. Tapi, tanpa mereka berdua sadari... dua orang sahabat jomblo Cecil melongo, tidak percaya dengan yang mereka lihat dan dengar.
" Astaga.... gw ga salah lihat ini, kalian mesra - mesraan di depan kita yang jomblo gitu. " jawab Indra frustasi melihat adegan romantis sahabatnya.
" Wait... gw juga ga salah denger tadi, lo bilang Mas Yudi kebiasaan, gitu. Berarti... udah sering donk." Ucap Ana yang langsung menepuk keningnya pelan.
Mendengar ucapan dua sahabatnya, Cecil semakin malu dan menyembunyikan wajahnya di dada Yudi, karena dia sangat malu ketauan dengan sahabatnya.
" Udah... jangan digodain mulu, sampai besok juga bakalan sembunyi terus begini. " ucap Yudi, dan membuat Cecil akhirnya mengigit dada Yudi.
" Aaww.... Sayang... sakit... " ucap Yudi mengeluh karena dadanya digigit.
" Mending kita pulang duluan,... menyiksa kita sebagai jomblo melihat mereka. " Ucap Ana dan diikuti Indra dan meninggalkan mereka berdua.
Setelah tau Indra dan Ana pergi, Cecil pun berani melepaskan pelukan Yudi. Dan mereka pun juga pulang.
Di jalan... " Mas... maaf ya... aku ga sengaja tadi gigit Mas Yudi." ucap Cecil.
" Ya.... tapi kamu harus dihukum." ucap Yudi.
" Oke... tapi boleh mesum." jawab Cecil.
" Kamu janji... ga boleh ngasih hati kamu selain buat Mas... atau pilihan lain kamu harus cium mas sekarang juga di bibir. " ucap Yudi.
" Oke... Aku janji, ga bakal ngasih hati aku selain buat Mas Yudi. " jawab Cecil.
*** To Be Continue ***
Terima kasih sudah baca cerita ku, mohon maaf bila ada kesalahan, dan dukung selalu ya dengan jempol like nya 👍, vote ❤ , n comment nya 😀*