
" Mas... maaf, nanti jemput aku di kampus ya jam 7 malam. " isi pesan Cecil.
" Oke, Sayangku.... 😘. " balas pesan Yudi.
Setelah mendapat pesan dari Cecil, Yudi bergegas dari ranjang nya, ya... dia sedang memandangi gadis kecilnya yang sedang memeluk boneka pemberiannya di layar hp. Dia kemudian mandi dan bersiap - siap, dia tidak mau gadis kecilnya menunggu. Setelah rapi dia mengambil kunci motornya dan keluar kamar, di ruang TV ada Intan, istri Yudi. " Intan... aku pergi dulu, mungkin pulang malam jadi kunci saja pintu nya. " ucap Yudi, istrinya yang melihatnya tersenyum.
" Baik, hati - hati di jalan. " jawab Intan yang senang melihat Yudi, akhirnya bisa menemukan cinta nya.
Intan, istri yang dinikahi Yudi. Tetapi pernikahan mereka hanya kesepakatan antara Yudi dan Intan. Jadi mereka tidak mencampuri urusan pribadi masing - masing. Dari awal Intan mengenal Yudi, memang belum pernah dilihatnya Yudi semangat dan senang seperti itu. Yudi sedang jatuh cinta, pada gadis kecil bernama Cecilia. Yudi dan Intan hidup bersama, tapi mereka menjalani nya dengan hubungan sebagai kakak dan adik, karena Intan juga sudah mempunyai seseorang yang di tunggu nya.
Yudi sudah sampai di kampus Cecil, 10 menit sebelum Cecil keluar. Akhirnya 10 menit kemudian, gadis kecilnya keluar, dan seperti nya dia berjalan bersama Indra, tetapi wajahnya tidak begitu senang. Cecil menghampiri Yudi dan diikuti Indra di belakangnya.
" Cecil, mau makan dulu... apa mau gw anter pulang langsung? " tanya Indra, sambil berjalan mengikuti Cecil yang terburu - buru.
" Ga usah, lain kali ya... gw udah di jemput. " jawab Cecil, yang tidak berhenti dengan langkahnya.
" Mas Yudi, udah nunggu dari tadi ya ? " ucap Cecil saat sampai menghampiri Yudi.
" Baru sampai, sayang... " jawab Yudi sambil menyelipkan rambut Cecil dibelakang telinganya.
" Mas Yudi, apa kabar ? " tanya Indra.
" Baik,... Indra, kami duluan ya. " jawab Yudi dan sekaligus pamit karena Cecil sudah langsung naik ke motor nya.
Di jalan, Yudi bertanya pada Cecil. Kenapa dia meminta nya menjemput ke kampus, karena tadi sore Cecil mengatakan bahwa, Yudi datang langsung ke rumah, tidak usah menjemputnya di kampus. Yudi sudah mengira pasti ada sesuatu dengan gadis kecilnya.
" Sayang... kamu kenapa, kok minta jemput di kampus ?" tanya Yudi sambil menoleh ke belakang melihat Cecil.
" Ga apa - apa. Udah nanti aja aku cerita, aku mau cepet sampai rumah, mau mandi nih... " Jawab Cecil.
Sesampainya di rumah, Cecil meminta Yudi menunggu, karena dia mau mandi membersihkan diri nya dulu. Setelah Cecil masuk ke kamarnya, Yudi menunggu di ruang tamu, di temani Ayah Cecil.
Cecil pun selesai membersihkan diri nya, dia berdandan sedikit, dengan hanya memakai bedak dan lipstik warna peach nya, dan juga membiarkan rambutnya digerai. Setelah selesai dan keluar dari kamarnya, Cecil dan Yudi meminta izin pada Ayah untuk pergi makan di luar.
Mereka pergi makan malam dan berjalan - jalan. Saat mereka berjalan, Yudi melihat ke toko asesoris wanita, dia masuk ke dalam dan menyuruh Cecil menunggunya sebentar, Yudi keluar dengan membawa sebuah jepit rambut mutiara berbentuk bunga, lalu dia menyelipkan ke rambut Cecil. Cecil tersenyum malu saat Yudi memakaikannya.
Lalu mereka berjalan menuju taman. Merekaduduk di salah satu bangku taman.
"Mas... makasih ya jepit rambutnya. " Ucap Cecil.
" Ayo... ceritakan, kenapa kamu tadi di kampus ? " tanya Yudi penasaran kenapa Cecil tadi terlihat tidak senang saat pulang kuliah.
" Jadi gini,... tadi di kampus tuh, Mas Yudi nganter aku kan... ada temen - temen kampus aku yang lihat, itu ada yang seneng, ada juga yang ga suka sama aku. Terus, saat aku lagi bercanda ngomongin Mas Yudi, dibelakang aku ada yang bilang kalau aku tuh... tampang kayak bocah... tapi ga disangka, ternyata cowo nya banyak. " ucap Cecil dengan manja, seperti gadis kecil yang mengadu karena di jahili temannya. Dan saat kata - kata terakhirnya itu, membuat Cecil mengeluarkan air matanya, dan langsung memeluk Yudi. Mendengar gadis kecilnya yang sedih di ejek temannya, dia pun mengelus kepala Cecil dengan lembut, wajahnya bersembunyi di dada Yudi.
Setelah Yudi memeluk dan mengelus kepalanya, membuat Cecil agak tenang, lalu melanjutkan cerita nya,,,
" Ana teman aku bilang... kalau si Ira bilang begitu karena dia di tolak sama Indra... dan alasan Indra, bahwa dia sudah punya cewe,... Ira mengira aku lah cewe itu, karena aku sering bareng sama Indra, dan juga Indra manggil aku dengan sebutan Say... Saat tadi sore Mas Yudi anter aku, dia lihat dan dia sengaja nyindir aku di depan banyak orang. " lanjut cerita Cecil dan kembali menangis di dada Yudi.
Dengan sabar Yudi mendengar cerita Cecil dan juga menenangkannya. Lalu dia mengangkat wajah Cecil menghadap wajahnya.
" my little girl... Sayang nya Mas.... ga boleh nangis lagi... tuh, lihat matanya udah kayak boneka panda, ha...ha.... " goda Yudi, membuat Cecil cemberut. Di hapusnya air mata di pipi Cecil, dan kemudian Yudi mencium kedua mata Cecil. Lalu berikutnya, dia mencium bibir mungil yang cemberut itu.
" Uumm..." mereka menyudahi ciumannya. Dan membuat wajah Cecil merah. " Jangan nangis lagi ya... my little girl. " Ucap Yudi. " Terus kenapa kamu minta jemput di kampus ? " tanya Yudi lanjut.
" Gara - gara itu, makanya aku harus jaga jarak dulu sama Indra, dan melarang Indra manggil aku pake sebutan Say... tapi Indra sempat marah tadi. Dan aku bilang, kalau dia ga nurut sama aku,... aku ga mau sahabatan lagi sama dia. Akhirnya dia nurut... tapi dia tetap mau anterin aku pulang. Tapi aku ga mau, aku bilang, Mas Yudi mau jemput aku. " ucap Cecil.
" Kamu juga sih... mau aj dari awal begitu sama Indra... siapa yang ga cemburu... Mas aja cemburu awalnya... he...he... " ucap Yudi sembari mencubit pipi Cecil dengan gemasnya.
Setelah bercerita, akhirnya Cecil kembali ceria lagi.
" Besok kalau pulang kuliah, Mas yang jemput kamu ya ." Ucap Yudi.
" Ga usah, Mas anter aja aku kuliah... tapi kalau pulang .... aku bisa sendiri. " Jawab Cecil.
" Ga... tetep Mas akan jemput kamu pulang kuliah. " jawab Yudi tidak mau di tolak.
" Ya... udah, terserah Mas aja, kalau mau jemput aku kuliah." Ucap Cecil menyerah, karena sangat percuma berdebat dengan Yudi.
" Sayang... ingat pesan Mas tadi siang ya... jangan pernah tinggalin Mas, apapun yang terjadi. Mas sangat mencintai Cecil. Cecil harus percaya sama Mas." Ucap Yudi mengingatkan Cecil dangan Kata - katanya yang di ucapkan tadi siang.
" Iya.... Mas Yudi... " jawab Cecil, dan berlari meninggalkan Yudi. Dasar gadisku yang nakal, batin Yudi, sambil berlari mengejar Cecil. Akhirnya, mereka pun pulang, karena hari semakin larut. Yudi mengantar Cecil pulang.
*** To Be Continue ***
Sekali lagi mohon bantuannya untuk Like, comment n vote nya thanks U 👍😍 ❤