Don'T Call Me Little Girl

Don'T Call Me Little Girl
Kesiangan 2



Malam ini setelah pulang dari kampus Cecil terburu-buru, dia sudah sangat ingin cepat sampai di rumah dan segera menghubungi kekasih yang dia rindukan setiap harinya. Setelah Surya mengantarnya pulang sampai di rumah, Cecil dengan cepat masuk ke dalam rumah dan menemui keluarganya yang sedang makan malam. "Malam," sapa Cecil. lalu mencium kedua tangan orang tuanya. "Ibu, Mas Surya titip salam buat ibu... terima kasih salad buah ibu enak," ucap Cecil kepada ibu. "Aku pamit istirahat ya, tadi aku sudah makan di luar dengan Mas Surya," lanjutnya.


Cecil bergegas masuk ke kamar dan langsung mandi membersihkan dirinya. Setelah selesai mandi dan siap untuk tidur dia segera mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. Kemudian Cecil pun menghubungi Yudi sesuai janjinya tadi siang.


Di sana di kamar dan daerah yang berbeda, Yudi sudah menunggu kekasih yang akan menghubunginya. Dia terus saja mengenggam ponselnya dan tidak hentinya melihat wanita pujaan hatinya di layar ponselnya. Dan akhirnya ponselnya pun berdering, wanita pujaannya little girl menghubunginya. Dengan hati yang berbunga Yudi segera menjawab panggilan itu. "Malam sayang, kamu sedang apa ?" sapa Yudi.


"Malam Mas, aku sedang menghubungi kekasihku," jawab Cecil tersenyum malu dengan kata-katanya.


"Bagaimana keadaanmu sayang, aku sangat merindukanmu," ucap Yudi.


"Aku baik-baik saja sayang. Aku juga merindukan kamu Mas," jawab Cecil.


"Maafkan aku sayang, aku belum bisa kembali ke Jakarta. Banyak sekali yang aku harus urus di sini. Semenjak Ayah sakit aku yang harus menggantikannya di kantor," jelas Yudi dengan nada tidak bersemangat.


Mendengar nada suara yang tiba-tiba tidak bersemangat itu membuat Cecil tidak tega mendengarnya. Lalu dia pun menghibur Yudi. "Tidak apa-apa Mas, aku akan tetap menunggu kamu Mas," ucapan Cecil membuat Yudi sedikit tenang dan senangnya.


Setelah dua jam berbicara di telpon, akhirnya Cecil pun tertidur setelah menutup ponselnya dan tidak menyadari bahwa baterai ponselnya hampir habis. Dan tidak lama kemudian ponselnya pun mati total. Karena ponselnya yang mati, alarm pun tidak berbunyi. Akhirnya Cecil bangun kesiangan di pagi harinya. Dia sangat mengantuk dan tidak menyadari bahwa hari sudah pagi. Karena memang biasanya Cecil bangun dengan alarm di ponselnya, orang tuanya pun tidak membangunkan dia.


Saat di meja makan Ayah, Ibu, Noval dan Lina sudah siap untuk sarapan, akan tetapi Cecil belum keluar dari kamarnya. "Ibu, kemana Cecil sudah waktunya sarapan dia belum juga keluar dari kamarnya," ucap Ayah heran yang tidak biasanya Cecil telat untuk sarapan.


"Sebentar Ibu panggilkan dia dulu di kamarnya," ujar Ibu dengan meninggalkan ruang makan dan berjalan menuju kamar Cecil. Setelah di depan kamar pun tidak ada jawaban dari Cecil. "Cecil... kamu sudah siap ke kantor nak, ayo sarapan dulu sudah siang nanti kamu terlambat," ucap Ibu dengan mengetuk pintu kamar tapi tak kunjung di buka. Dan akhirnya Ibu dengan sengaja membuka pintu kamar Cecil yang kebetulan tidak di kunci. Alangkah kagetnya Ibu ketika membuka pintu kamar Cecil dan masuk ke dalam kamar. Cecil masih tertidur pulas di ranjangnya.


Ibu mendekati dan duduk di tepi ranjang. " Cecil bangun nak... ayo sudah siang kamu tidak pergi ke kantor ?" bisik Ibu membangunkan Cecil.


Seketika mendengar ucapan Ibu nya, Cecil pun membuka matanya dan kaget melihat Ibu nya ada ditepi ranjangnya. Lalu dia melihat ponselnya yang ternyata sudah mati total. Dengan terburu-buru Cecil langsung bangun dan pergi ke kamar mandi.


"Ibu, maaf aku lupa ponselku habis baterai jadi alarmku pun tidak berbunyi. Terima kasih Ibu sudah membangunkan aku," ucap Cecil dari dalam kamar mandi. " Ibu dan yang lainnya sarapan saja duluan, aku akan menyusul jangan menunggu aku nanti kalian bisa terlambat juga," lanjutnya.


Ibu meninggalkan kamar Cecil dan kembali ke ruang makan. Ayah, Noval dan Lina pun bingung melihat Ibu yang berjalan sambil menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum sendiri. "Ada apa Bu, mana Cecil tidak keluar dari kamarnya ?" tanya Ayah.


Lina dan Noval tertawa mendengar jawaban Ibu. Mereka berdua ingat dulu Cecil juga pernah kesiangan seperti ini. Ayah dan Ibu yang sedang makan heran dengan tingkah Noval dan Lina yang tertawa dan berbisik-bisik. "Apa yang kalian bicarakan dan tertawakan, ayo lanjutkan sarapannya," ucap Ayah.


Setelah selesai sarapan Ayah, Noval dan Lina bersiap untuk berangkat. Ketika mereka berangkat Surya pun sampai di rumah Cecil. "Pagi Bu," sapa Surya dan dijawab dengan senyum dan anggukan dari ibu. "Apa Cecil sudah siap berangkat Bu, saya hubungi ponselnya tidak aktif ?" Lanjut Surya bertanya pada Ibu.


"Ayo Surya masuk dulu dan tunggu di dalam mungkin sebentar lagi Cecil keluar dari kamarnya," jawab Ibu dengan mempersilahkan Surya masuk menunggu Cecil di dalam. Lima menit kemudian Cecil keluar dari kamarnya dengan terburu-buru. Dan dia pun kaget melihat Surya yang sedang duduk menunggu nya. Seketika Cecil teringat akan kejadian kesiangan pertamanya waktu dengan Yudi yang juga sedang duduk menunggunya.


"Cil, kenapa melamun melihat Surya," ucap Ibu menegur Cecil yang terdiam melihat Surya yang duduk menunggu di ruang depan. "Ini sarapanmu jangan lupa dimakan saat di mobil saja," lanjut Ibu memberikan kotak makan untuk sarapan Cecil yang sudah disiapkan.


"Terima kasih Bu, aku pamit berangkat ya," ucap Cecil pamit dengan Ibunya. Setelah mencium tangan Ibu dan mengambil kotak sarapannya, Cecil berjalan menuju Surya yang sudah menunggunya.


"Pagi Mas Surya, maaf ya aku terlambat. Ayo kita berangkat sekarang," sapa Cecil kepada Surya dan memintanya untuk segera berangkat.


"Pagi Cimut, ayo kalau begitu kita berangkat," Surya membalas sapaan dan menyetujui untuk segera berangkat. Di dalam mobil saat perjalanan Surya bertanya kepada Cecil yang sedang melamun. Cecil lagi-lagi teringat kejadian dia kesiangan dulu dengan Yudi. "Cimut, kamu kenapa tidak biasanya kesiangan seperti ini ?" tanya Surya.


"Tidak apa-apa Mas Surya, aku hanya sedikit lelah semalam dan pada saat mau tidur tidak menyadari bahwa ponselku habis baterai. Dan akhirnya pagi tadi aku kesiangan," jawab Cecil malu karena kesiangan.


"Ya sudah kamu makan dulu sarapannya sebelum sampai kantor," ucap Surya dan akhirnya Cecil memakan sarapannya di dalam mobil.


"Terima kasih Mas Surya sampai nanti," ucap Cecil saat sudah sampai di depan kantornya.


"Sama-sama Cimut. Sampai nanti sore, aku langsung pamit ke kantor ya," jawab Surya dan melanjutkan pergi ke kantornya. Dan Cecil tersenyum dan melambaikan tangannya saat Surya pamit.


*** **To Be Continue ***


Terima Kasih para pembacaku semua yang masih setia menunggu kelanjutan ceritaku. Mohon maaf jika ada typo dalam penulisan dan juga maaf jika up agak lama. Sekali lagi mohon dukungannya untuk like 👍, komen 😃 , Favorite ❤ nya, serta berikan peringkat 5 ⭐**.