Don'T Call Me Little Girl

Don'T Call Me Little Girl
Gadis Kecilku



Pagi yang cerah, aktivitas rutin pun di mulai. Setelah bersiap Cecil keluar dari kamarnya. Ayah, Ibu, Kak Noval dan Lina sudah menunggu Cecil untuk sarapan bersama. Pagi ini suasana keluarga mereka sangat hangat, karena semua bisa sarapan bersama lagi.


"Cil... buah-buahan yang kamu beli banyak sekali ?" Tanya Ibu yang sedang memotong buah apel.


"Mas Surya yang beli semua buah itu. Aku sudah bilang jangan, hampir semua buah yang dia lihat di beli. Ya aku tidak bisa larang dia juga kan." Jawab Cecil sambil memakan sarapannya.


"Kalian semua berangkat jangan lupa bawa salad buah yang sudah ibu buat ya. Dan juga kamu Cil, bawakan buat Surya salad buahnya." Ujar Ibu saat membawakan salad buah yang sudah disiapkan untuk mereka.


Tidak lama kemudian suara mobil Surya terdengar sampai di depan rumah. Cecil segera pamit pada keluarganya untuk berangkat lebih dulu. "Ayah, Ibu... sepertinya Mas Surya sudah datang menjemput, aku pamit berangkat lebih dulu ya." Ucap Cecil pamit dengan keluarganya.


"Pagi Cimut... " Sapa Surya saat membukakan pintu mobilnya untuk Cecil.


"Pagi juga Mas Surya... terima kasih," jawab Cecil saat masuk ke dalam mobil. "Mas ini ada titipan dari Ibu," lanjutnya memberikan salad buah pada Surya.


"Wah, terima kasih. Pasti lezat salad buahnya," jawab Surya lalu melanjutkan perjalanannya.


Siang itu dikantor ponsel Cecil berdering, Yudi menelpon berkali-kali tetapi tidak ada jawaban. Karena Cecil sedang makan siang di luar dan tidak membawa ponselnya. Yudi yang awalnya sangat bersemangat ingin berbicara dengan Cecil menjadi murung. Pikirannya hanya pada little girl, Dia tidak dapat berkonsentrasi dengan pekerjaannya. Yudi menunda rapat satu jam kedepan. Dia merasa tidak tenang dan rasanya ingin segera menemui Cecil. Tapi melihat kondisi kantor tidak bisa ditinggalkan.


Setelah makan siang Cecil kembali ke kantor dan membuka ponselnya. Ada panggilan tak terjawab berkali-kali dari Yudi. Cecil pun langsung menghubunginya, karena dia tahu Yudi tidak akan tenang jika tidak dijawab telponnya.


"Siang Mas, maaf ponselku tertinggal saat makan siang tadi," ucap Cecil saat panggilannya tersambung ke Yudi.


"Siang sayang, biasakan membawa ponselmu. Mas khawatir jika kamu tidak menjawab telpon," jawab Yudi dan akhirnya merasa senang dapat mendengar suara kekasihnya.


"Iya Mas maaf. Mas sekarang makan siang dulu kemudian lanjut kerja ya. Nanti malam aku hubungi lagi."


"Dari mana kamu tahu Mas belum makan siang ?" tanya Yudi.


"Ya aku tahu, Mas itu terlalu sayang sama aku jadi kalau tidak ada kabar pasti tidak bisa tenang kan," jawab Cecil sambil tertawa.


"Dasar gadis kecilku yang nakal. Baiklah sampai nanti sayang. I miss u my little girl," ucap Yudi dan mengakhiri panggilannya.


Setelah bisa mendengar suara kekasihnya Yudi pun langsung bergegas untuk makan siang dan melanjutkan rapat di kantornya. Begitu juga Cecil yang menjadi lebih semangat ingin cepat selesai bekerja dan pulang.


Sore hari pulang kantor Surya menjemput Cecil. Sebelum pergi ke kampus, Cecil mengajak makan terlebih dahulu. Supaya nanti pulang kuliah dia bisa langsung pulang dan menelpon Yudi. "Mas Surya, kita makan dulu sebelum ke kampus, aku hari ini agak lelah jadi nanti pulang kuliah ingin langsung pulang dan beristirahat," ucap Cecil saat di perjalanan pulang kantor dan disetujui Surya.


Di Mall mereka ke restoran jepang, awalnya Cecil menolak tapi Surya tetap mengajaknya ke sana. "Aku tidak terbiasa makan makanan jepang Mas," ucap Cecil saat mereka menunggu pesanannya.


Saat pesanan mereka sudah datang, Cecil hanya melihatnya bingung. Tiba-tiba Surya mengambil makanan dengan sumpitnya dan menyuapi Cecil. "Tidak usah bingung kamu tinggal memakannya, aku akan menyuapimu Cimut," ucap Surya sambil menyuapi Cecil. Akhirnya Cecil hanya duduk manis seperti anak kecil yang sedang disuapi makan. Sesekali mereka bercanda saat makan. "Makasih ya Mas, aku kayak anak kecil disuapin makan," ucap Cecil malu karena perlakuan Surya.


"Memang kamu kan gadis kecil yang imut jadi harus disuapin makannya, hahaha...," jawab Surya menggoda yang membuat Cecil cemberut. "Jangan seperti itu... kamu mau aku cium ya, hahaha," lanjutnya.


"Mas Surya nakal."


"Hahaha... maaf Cimut jangan marah dong, oke Mas tidak manggil kamu gadis kecil lagi, senyumnya mana jangan cemberut terus," ucap Surya meminta maaf dan membuat Cecil mau tersenyum lagi.


Setelah selesai makan mereka berjalan ke sebuah toko. Toko perlengkapan olah raga lengkap yang dipilih Surya, karena yang di beli bukan hanya untuk dirinya tapi juga untuk Cecil. "Cimut, weekend kita olah raga pagi bersama ya," ucap Surya sambil memilih sepatu untuk Cecil. Cecil hari ini seperti putri yang dilayani untuk keperluannya sendiri. Surya memilihkan sepatu dan juga kostum olah raga untuk Cecil. Pilihan Surya pun disukai Cecil. Setelah itu Surya memilih untuk keperluan dirinya.


"Bagaimana kamu suka sepatu dan baju yang aku pilihkan?" tanya Surya. "Terima kasih Mas, suka dan bagus kok pilihannya," jawab Cecil.


Selesai membeli keperluan olah raga mereka meninggalkan Mall dan menuju kampus Cecil. "Mas aku masuk dulu ya sepertinya sudah mau dimulai kelasnya," pamit Cecil saat sampai di depan kampusnya. Surya tersenyum dan mengganguk pelan melihat Cecil yang pamit terburu-buru.


Karena Cecil berjanji akan menghubungi Yudi malam ini, selesai kuliah Cecil buru-buru pamit kepada dua sahabatnya Indra dan Ana. "Mau kemana sih buru-buru gitu ?" tanya Ana. "Pasti mau jalan sama Surya nih," ucap Indra.


"Maaf ya... aku buru-buru mau pulang sudah janji sama Mas Yudi mau menelponnya. Mas Surya jemput aku dan langsung mengantar pulang, tadi sore kami sudah jalan-jalannya," jawab Cecil tersenyum dan pergi meninggalkan dua sahabatnya.


"Senangnya mau kangen-kangenan sama pacar, sampai lari-lari meninggalkan kita," ucap indra. "Ternyata memang Cecil masih mencintai Yudi, bagaimana dengan Surya," Ana berkata heran melihat sahabatnya mempunyai dua orang yang sangat menyukainya.


Di perjalanan pulang Surya melihat Cecil sangat gelisah. "Cimut, kamu terlihat gelisah ada apa ?" tanya Surya.


"Tidak ada apa-apa Mas. Aku hanya ingin cepat sampai rumah karena ingin istirahat," jawab Cecil.


"Baiklah sebentar lagi sampai rumahmu. Jangan lupa baju dan sepatumu tadi yang sudah kita beli dibawa," ucap Surya. Setelah sampai di depan rumah Cecil, Surya hanya turun dari mobilnya membukakan pintu untuk Cecil dan tidak mampir karena tidak mau menggangu Cecil yang ingin beristirahat. "Cimut, maaf lupa ini tempat bekal salad buah tadi pagi, sampaikan terima kasih sama ibu dan saladnya lezat, aku pamit ya sampai besok pagi."


"Oke. Hati-hati di jalan Mas. Sampai besok."


*** **To Be Continue ***


Terima Kasih para pembacaku semua yang masih setia menunggu kelanjutan ceritaku. Mohon maaf jika ada typo dalam penulisan dan juga maaf jika up agak lama. Sekali lagi mohon dukungannya untuk like 👍, komen 😃 dan vote ❤ nya, serta berikan peringkat 5 ⭐**.