
Beberapa bulan berikutnya, hubungan mereka masih berjalan baik. Sampai kejadian yang mendadak, dan membuat awal keretakan hubungan mereka.
Sore itu, sebelum jam pulang kerja, Cecil mendapat telpon ... yang dia kira dari pelanggan.
" Hallo selamat sore... Maaf, bisa saya berbicara dengan Mas Yudi ? " kalimat yang langsung di sebutkan penelpon, sebelum Cecil berkata sapaan seperti biasa, dan kalimat dari penelpon tersebut membuat Cecil terdiam beberapa detik.
" Sore bu... maaf ini dengan siapa ya ? " tanya Cecil.
" Maaf mba... saya istrinya Mas Yudi... saya minta tolong disampaikan ke Mas Yudi, kalau bisa telpon saya segera, karena saya telpon ga diangkat dari tadi. Terima kasih mba." ucapnya dan menutup telpon sebelum Cecil menjawabnya.
" Cecil... siapa yang telpon... kenapa diam aja ?" tanya teman sebelah Cecil.
" Oooo, ini telpon buat Mas Yudi.... " jawab Cecil kaku.
" Itu... Mas Yudi, baru keluar dari ruangan Bos." ucap temannya, dengan menunjuk ke arah Yudi yang baru keluar dari ruangan Bos.
Setelah Yudi kembali ke meja kerja nya, dengan langkah berat... Cecil menuju meja kerja Yudi. "Kenapa tiba - tiba, hati nya terasa sesak mendengar kata istri Mas Yudi. Ya... Cecil pun tersadar, bahwa selama ini... dia berhubungan dengan suami orang... itu salah... dia yang harus mengalah... selama ini, karena dia selalu bersama Yudi setiap hari... membuat dia lupa akan status Yudi. Apa yang aku lakukan.... ???" pikiran dan pertanyaan - pertanyaan tersebut, seakan membuat Cecil ingin pergi berlari saja. Dan tanpa sadar, Cecil telah sampai di meja Yudi, tapi dia diam saja, dia bingung apa yang ingin disampaikannya, sampai Yudi menyadarkannya.
" Sayang... " panggil Yudi dengan memegang tangan Cecil. " Kamu kenapa ?" lanjut Yudi bertanya.
" I...itu, tadi... ada telpon, dari istrinya Mas Yudi,... dia minta disampaikan, kenapa hp Mas tidak diangkat." ucap Cecil gugup.
Setelah menyampaikannya, Cecil pun langsung berbalik kembali, Yudi memanggilnya... tetapi, Cecil seakan tidak mau menghentikan langkahnya. Dan Yudi segera mengecek HP nya, benar ada 10 panggilan tak terjawab dari Intan. Yudi langsung menelponnya.
Panggilan telponnya tersambung, dan suara disana sangat terburu - buru.
" Mas Yudi... jemput aku langsung, setelah kamu pulang kerja, aku ada di Mall lagi belanja, ga keburu pulang ke rumah dengan cepat, karena pasti macet. Keluarga Mas Yudi sudah di perjalanan, mau ke rumah." ucap Intan cemas.
" Ya... kamu tunggu, nanti aku jemput." jawab Yudi.
Setelah menelpon, Yudi menjadi bingung... kenapa harus keluarganya datang ke sini. Bagaimana dengan Cecil. Semoga saja, Cecil tidak salah paham. Batin Yudi.
Waktu menunjukkan saatnya pulang. Cecil sedang merapikan meja kerja nya, Yudi yang terburu - buru menghampiri Cecil. " Sayang... Mas minta maaf, ga bisa anter kamu dulu hari ini. " ucap Yudi.
" Ya... ga apa - apa. " jawab Cecil, menahan sesuatu di dada nya yang terasa sesak. Mendengar jawaban Cecil, Yudi mengusap rambut Cecil dan pergi pulang lebih dulu.
Kenapa aku sedih, ya... mungkin sudah terbiasa pulang dan pergi bersama, jadi... kalau tidak bersama seperti ini rasanya... Batin Cecil.
" Cil.... ayo gw anterin lo ke kampus." Ajak Guntur, dan membuat Cecil kaget karena dia sedang melamun.
" Ga usah... gw naik umum aja... makasih." tolak Cecil langsung meninggalkan Guntur.
Cecil berjalan ke halte bis, dia duduk menunggu bis yang datang, dengan pikiran yang entah bagaimana, dia pun tidak mengerti. Kenapa... kenapa hatiku tidak terima, jika Mas Yudi bersama perempuan lain. Aku yanga salah... aku yang harus pergi... Batin Cecil.
Sampai di kampusnya, dia pun tidak bersemangat. Dua sahabatnya memperhatikan Cecil heran, wajah Cecil tidak seperti biasanya.
" Lo kenapa.... kok sedih begitu muka lo... ?" tanya Ana.
" Ga ada apa - apa, gw cape aja kok." jawab Cecil berbohong, dia tidak ingin dua sahabatnya tau status kekasihnya Yudi.
" Gw balik duluan ya... cape banget nih." ucap Cecil yang ingin pergi meninggalkan dua sahabatnya yang masih ada di kantin kampus.
" Emang Mas Yudi ga jemput?." tanya Indra, dan mendapat gelenggan kepala Cecil. " Ya udah, ayo gw anter lo pulang." lanjut Indra.
" Ga usah... gw mau ke minimarket sebentar... Kak Noval nanti yang jemput gw." tolak Cecil, dan berbohong jika dia akan dijemput. Agar dua sahabatnya percaya, Cecil berjalan ke arah mini market, setelah itu dia langsung naik ojek untuk pulang ke rumah.
Cecil sampai di rumah, dan keluarganya sedang berkumpul di ruang TV. " Sudah pulang,... kok lemes banget anak ibu, makan dulu aja baru istirahat. " ucap ibu yang melihat putrinya tidak seperti biasanya.
" Engga Bu... aku sudah makan, aku cuma cape aja... pijitin aku donk bu... " jawab Cecil berbohong, dia tidak berselera untuk makan.
Cecil duduk di samping ibunya dan meminta di pijat. Dan akhirnya, Cecil pun tertidur di pangkuan ibunya, sampai bunyi telponnya berbunyi di dalam tasnya. Karena melihat Cecil tertidur pulas, Ayah menyuruh Lina untuk mengambil hp kakaknya dan melihat siapa yang telpon. Ternyata Yudi menelpon.
" My Heart yang telpon Yah." ucap Lina memberitahu Ayahnya siapa yang menelpon. Lina membangunkan kakaknya, tetapi tidak merespon. " Ya sudah, kamu angkat saja, bilang kakak mu sudah tidur. " ucap Ayah menyuruh Lina menjawab telponnya.
" Sayang... " panggil Yudi, saat telponnya di angkat, " Sayang... kamu kenapa ?" lanjut Yudi dengan suara cemasnya, karena tidak ada jawaban chat nya, dan saat menelpon pun Cecil hanya diam.
" Ayah... yang telpon Mas Yudi." ucap Lina memberitahu Ayahnya bahwa nama My Heart adalah Mas Yudi. Ataupun meminta Lina menjawabnya.
" Maaf Mas Yudi... ini aku Lina, Kakak sudah tidur... " jawab Lina.
" Lina, tapi kenapa sepertinya rame..." tanya Yudi penasaran mendengar ada suara selain Lina. Dan Lina pun agak menjauh agar lebih jelas mendengar.
" Kita semua lagi di ruang TV Mas, tapi cuma my little girl yang tertidur di pangkuan Ibu." jawab Lina.
" Apa my little girl sudah makan sebelum tdr ?" tanya Yudi, yang membuat Lina mengerutkan alisnya dan menoleh dari jauh melihat kakaknya yang tertidur.
" Kok Mas Yudi nanya aku... emang tadi bukannya sudah makan, sebelum pulang sama Mas Yudi." jawab Lina yang bingung karena tadi Kakaknya bilang sudah makan.
" Maaf Lina, malam ini Mas ga bisa jemput my little girl. " jawab Yudi, tambah cemas .
" Oooo begitu, tadi saat pulang dia langsung duduk disamping ibu, dan bilang sudah makan, lalu dia juga meminta di pijat sama ibu, kayaknya dia lelah karena tidak seperti biasanya." jawab Lina menjelaskan.
" Kalau begitu, Terima kasih Lina... salam buat Keluarga ya. Selamat malam. " ucap Yudi dan menutup telponnya.
Setelah menelpon Lina, pikiran Yudi sangat kacau, ada apa dengan Cecil. Dia pun menelpon Guntur, menanyakan apakah Cecil pulang kerja bareng dengannya atau dengan siapa. Dan mendapat jawaban dari Guntur, bahwa Cecil tidak mau Guntur mengantarnya, dan Guntur pun melihat Cecil pulang dengan naik Bis.
Sehabis menelpon Guntur, lalu Yudi pun menelpon Indra. Dan kaget mendapat jawaban dari Indra, bahwa tadi Cecil juga terlihat tidak bersemangat, dan juga pulang sendiri dengan alasan di jemput Kak Noval. Berbeda dengan yang Lina katakan. Yudi bertambah cemas memikirkan gadis kecilnya, dia bingung harus bagaimana, karena saat ini kedua orang tua nya sedang berada di rumah nya untuk beberapa hari.
***To Be Continue....
* Terima kasih untuk mampir membaca, mohon maaf jika ada kesalahan. Jangan lupa like, vote, comment nya. Terima kasih***. 👍 ❤ 😀 😘