Don'T Call Me Little Girl

Don'T Call Me Little Girl
Cantik dan Imut



Hari ini Cecil berangkat bekerja sendiri, Yudi untuk beberapa hari tidak bisa bersamanya karena Papanya sedang sakit. Mungkin ini memang jalan untuk menjauhi Yudi. Rasa rindu, sepi, asing terasa berat. Terlanjur jatuh cinta yang salah memang akan ada akibatnya.


Saat pulang kerja Cecil menunggu Bis di halte. Tiba-tiba ada sebuah mobil mewah hitam berhenti di depan halte tempat Cecil duduk menunggu Bis. "Cecilia," panggil seseorang di dalam mobil yang sudah menurunkan kaca mobilnya.


"Mas Surya," jawab Cecil kaget.


"Ayo naik, aku antar pulang," ucap Surya. Cecil masih diam saja, akhirnya Surya turun dari mobilnya dan menghampiri Cecil. Tanpa persetujuannya, Surya langsung menarik pelan tangan Cecil dan membawanya masuk ke dalam mobil.


"Kenapa diam saja ?" Tanya Surya memecahkan kesunyian di dalam mobilnya. "Hari ini ada kuliah jam berapa?" Lanjut Surya.


Cecil pun menoleh melihat Surya yang sedang fokus menyetir. "Aku kuliah jam 7 malam," jawab Cecil. Surya menghentikan mobilnya karena lampu merah, lalu Dia menatap Cecil. "Kalau begitu kita pergi makan dulu ya," ajak Surya dan Cecil menjawab dengan menggangukan kepalanya pelan.


Surya menjalankan kembali mobilnya, Dia menuju sebuah restoran. Surya meminta Cecil untuk tidak membuka pintu mobilnya, Dia langsung keluar terlebih dahulu memutar untuk membukakan pintu untuk Cecil. "Terima kasih," ucap Cecil tersenyum ternyata ini sebabnya.


Di dalam restoran, sambil menunggu pesanannya datang mereka menggobrol. "Cecil, kenapa kamu ada di halte, bukankah tempat kerja mu sangat jauh dari sana ?" Tanya Surya.


"Iya Mas Surya, sekarang aku sudah pindah ke cabang dekat halte tadi," jawab Cecil.


"Kalau begitu kita sama dong, Mas Surya juga baru dua bulan ini dipindah tugas di daerah itu," ucap Surya sangat senang dan Cecil pun bingung, entah apa yang membuat Surya senang dengan jawabannya.


"Kalau begitu kita bisa sering bareng sekarang," ucap Surya. Cecil hanya tersenyum. Makanan pesanan mereka pun datang. Mereka makan dengan tenang, Surya yang sudah selesai dengan makannya, lanjut bertanya kepada Cecil. "Besok berangkat bekerja kita bersama saja ?" Ajak Surya. Cecil yang sudah selesai makannya lalu Dia meneguk minumannya sebelum menjawab. "Kalau memang tidak merepotkan, tetapi aku sekarang tinggal di rumah tante," jawab Cecil.


"Oke, tidak masalah besok pagi kita berangkat bekerja bersama," ucap Surya. Lalu Surya membayar semua makanannya. Mereka pun melanjutkan perjalanan ke kampus Cecil. "Pulang kuliah jam berapa, biar Mas jemput ?" Tanya Surya saat sudah sampai di depan kampus.


"Jam sembilan Mas," jawab Cecil dan menahan tangan Surya agar tidak turun dari mobilnya untuk membukakan pintu. "Hati-hati di jalan ya, sampai nanti," lanjut Cecil saat sudah turun dari mobil.


"Sampai nanti Cimut," ucap Surya sebelum menutup kaca mobilnya. Mendengar kata Cimut membuat Cecil mengerutkan keningnya bingung. "Cantik dan Imut," lanjut Surya membuat Cecil tersipu. Surya pun melajukan mobilnya setelah itu.


Tidak lama Cecil sampai kampus, mata kuliah langsung di mulai dengan lebih awal karena dosen ada urusan mendadak. Tepat pukul delapan malam kuliah sudah selesai satu jam lebih awal. "Kita nongkrong di kantin dulu yuk," ajak Indra. Cecil, Indra, Ana pergi ke kantin kampus. "Say... tadi lo dianter siapa kok gue baru liat Lo dianter pake mobil. Apa itu Mas Yudi ?" Tanya Ana yang melihat tadi dari kejauhan.


"Bukan, itu Mas Surya teman," jawab Cecil.


"Lalu Mas Yudi kemana, kok tumben tidak mengantar. Apa kalian sedang bertengkar ?" Tanya Indra.


"Mas Yudi sedang di luar kota. Papa nya sakit jadi harus pulang ke sana," jawab Cecil menjadi sedih.


"Tapi Lo tidak selingkuh kan ?" Tanya Indra membuat Cecil dan Ana kaget.


"Udah, ngomongin yang lain aja deh, jangan bahas tentang gue mulu," jawab Cecil mengalihkan obrolan mereka. Tanpa terasa sudah jam sembilan malam dan Surya mengirim pesan bahwa Dia sudah ada di depan kampus. Cecil pun pamit dengan kedua sahabatnya untuk pulang duluan.


Surya sudah menunggu di depan mobilnya dengan pakaian casualnya sangat berbeda dengan seragam dinasnya. Tiba-tiba bayangan Yudi terlintas saat memperhatikan Surya, "OMG... kenapa wajah Mas Yudi muncul saat seperti ini," batin Cecil.


"Malam," jawab Cecil tersipu dan langsung masuk ke dalam mobil karena pintunya sudah dibukakakn Surya.


Sebelum melajukan mobilnya, Surya mengambil sesuatu di jok belakang. "Buat kamu Cimut," ucap Surya memberikan setangkai mawar merah.


"Makasih Mas Surya, kenapa repot beli bunga segala sih," ujar Cecil tersipu malu mendapat bunga. Surya pun tersenyum bahagia ternyata Cecil suka dengan bunga pemberiannya, lalu Dia melajukan mobil menuju rumah tante Mery.


"Ayo Mas masuk, bentar ya... aku panggil tante Mery dulu ya," ucap Cecil meninggalkan Surya untuk mencari tante Mery. Tidak lama Cecil keluar... dan bilang kepada Surya bahwa tante Mery sudah tidur. Akhirnya mereka mengobrol berdua di teras depan. Sesekali Surya membuat Cecil tertawa dengan cerita yang dibuatnya.


Karena jam sudah menunjukkan waktu sepuluh lebih tiga puluh menit, Surya pamit untuk pulang. Besok masih hari kerja jadi mereka tidak bisa mengobrol sampai larut. "Cimut, Mas pulang dulu ya. Sampai besok pagi," pamit Surya. "Nanti kalau Mas sudah sampai di rumah, Mas kabari," lanjutnya.


"Oke, Selamat Malam Mas... hati-hati di jalan ya," jawab Cecil pada Surya yang akan melajukan mobilnya. Setelah Surya pergi, Cecil masuk dan membersihkan dirinya sebelum tidur.


Setelah sudah siap untuk tidur, Cecil teringat hp nya yang masih berada dalam tasnya. "OMG, puluhan panggilan tidak terjawab dari Mas Yudi dan pesannya. Saat ingin membalas pesan, hp Cecil berdering Surya menelpon. Karena kaget akhirnya Cecil mengangkat telepon dari Surya terlebih dahulu.


Yudi yang jauh di luar kota sangat gelisah karena telepon dan pesannya tidak ada yang di balas Cecil. "Barusan Cecil online akan tetapi tidak juga membalas pesan ataupun menelpon," guman Yudi. Akhirnya Yudi pun menelpon kembali dan ternyata hp Cecil sedang sibuk berada di panggilan lain.


"Cimut, Mas Surya sudah sampai rumah ya. Kamu istirahat jangan kesiangan besok Mas jemput oke," ucap Surya saat panggilannya sudah terangkat oleh Cecil. "Selamat bobo Cimut dan mimpi indah tentang Mas Surya, oke," lanjutnya.


"Malam Mas Surya, terima kasih," jawab Cecil dan setelah itu mematikan sambungan teleponnya. Setelah menutup teleponnya, alangkah kagetnya. melihat lima kali panggilan tidak terjawab lagi. Saat ingin menghubungi kembali ternyata Yudi lebih dulu menelponnya.


"Sayang, kenapa kamu tidak mau menjawab telepon Mas dan juga membalas pesan. Kamu sedang apa, kamu dimana Sayang ?" Tanya Yudi cemas.


"Maaf Mas, tadi hp ada di dalam tas, aku tidak sempat membukanya, lalu barusan Ana telepon," jelas Cecil.


"Kamu sudah makan Sayang ?" Tanya Yudi lagi.


"Aku sudah makan Mas," jawab Cecil.


"Sayang, Mas kangen sama kamu," ucap Yudi sedih.


"Mas, sudah malam aku mau tidur jangan seperti itu. Cecil juga sangat merindukan Mas Yudi," jawab Cecil sambil menangis. Entah mengapa Cecil menangis mendengar Yudi berbicara.


"Sayang, jangan menangis. Mas minta maaf, Mas juga sangat sedih jauh dari kamu," ucap Yudi merasa bersalah membuat gadis kecilnya menangis. "Baiklah sekarang kamu tidur ya. I love U, little girl. I miss U. Muuaach," lanjut Yudi.


"Selamat malam Mas, I miss U," ucap Cecil dan langsung mematikan hp nya. Dia sangat rindu dengan Yudi, entah mengapa dia sedih mendengar suara Yudi yang juga sangat merindukannya. Tanpa disadari Cecil tertidur ditengah tangisnya.


**** **To Be Continue***


Terima kasih untuk semuanya yang masih menunggu kelanjutan up nya. Mohon maaf terlambat lagi dikarenakan ada hal mendadak. Jangan lupa untuk like , comment & vote nya* 👍 ❤ 😘**