Don'T Call Me Little Girl

Don'T Call Me Little Girl
Boneka 2



Seperti biasa, Cecil berangkat kerja bersama Yudi. Karena hari sabtu, mereka bekerja setengah hari. Sesuai janjinya, setelah pulang kerja mereka akan pergi nonton. " Mas Yudi... " panggil Cecil.


" Ya sayang... " jawab Yudi.


" Kok tumben tas nya agak besar hari ini ? " tanya Cecil yang memperhatikan tas Yudi tidak seperti biasa.


Tapi Yudi hanya tersenyum tidak menjawabnya. Mereka berdua langsung menuju bioskop. Di dalam ruangan bioskop, yang hanya mendapat sinar dari layar tersebut... Yudi menatap wajah Cecil yang sedang serius menonton. Perasaan yang awalnya sangat nyaman bersama gadis kecilnya, sekarang berubah menjadi cinta, dan tidak ingin jauh dari nya. Gadis kecil ini, bisa membuat hatinya seperti berbunga - bunga saat bersama nya, bisa membuat gelisah saat jauh dari nya, dan bisa membuat khawatir jika gadis kecilnya berubah sikapnya.


Berbeda dengan wanita yang hidup bersama nya, yang berstatus sebagai istri nya. Walaupun hidup bersama, tetapi tidak ada perasaan yang sama, seperti yang dia rasakan terhadap gadis kecilnya sekarang. Memang pernikahannya hanya kesepakatan bukan karena cinta. Dan itu hanya menunggu waktu.


Cecil yang sedang menonton pun merasa, bahwa seseorang di sebelahnya sedang menatapnya, karena tangannya yang di genggam, dan punggung tangannya di usap - usap dengan lembut, akhirnya Cecil pun menoleh ke arahnya.


" Mas Yudi... ngapain sih... kesini tuh mau nonton film atau mau nonton aku... ??? tanya Cecil saat mata mereka bertemu.


" Nonton kamu... " jawab Yudi membuat Cecil malu dan menunduk. Melihat gadis kecilnya yang malu, akhirnya dia mencium kening dan mengelus lembut rambut Cecil.


" Kalau gitu, lain kali ga usah nonton lagi,,, " ucap Cecil yang masih menunduk.


" Kalau di sini, Mas bisa melihat kamu sayang... tanpa ada yang ganggu." jawab Yudi tersenyum, " Oke... oke... Mas sekarang nonton filmnya " lanjut Yudi karena melihat Cecil wajah cemberut Cecil, mendengar jawabannya tadi.


Akhirnya, mereka melanjutkan nonton film tersebut sampai selesai, tapi dengan Yudi tetap menggenggam tangan Cecil. Sampai mereka keluar dari ruangan bioskop dan menuju tempat untuk makan, Yudi tidak melepaskan tangannya.


Saat mereka menunggu pesanan, Yudi mengeluarkan paperbag dari dalam tas nya. Hadiah yang dia beli untuk Cecil kemarin, karena dia sangat senang kemarin, Cecil berinisiatif berani menciumnya.


" Sayang... ini buat kamu " ucap Yudi sambil memberikan paperbag nya.


" Apa ini.... ?" tanya Cecil yang bingung, " Hari ini... bukan ulang tahun aku deh... kok Mas Yudi ngasih aku hadiah ?" lanjut Cecil sambil menerima paperbag nya.


" Emang kalau ulang tahun aja yang harus di kasih hadiah ?" jawab Yudi, " itu karena, sekarang Mas yakin, kalau Mas mencintai kamu sayang. " lanjut Yudi.


" Lucu banget.... makasih ya Mas " ucap Cecil dengan manja melihat boneka nya, dan Yudi mengelus atas kepala Cecil , " kenapa boneka panda ? " lanjut tanya Cecil.


" Karena,.. kamu tuh kalau habis menangis, lucu... bikin gemes dan mata nya udah kayak panda... he... he... " jawab Yudi dengan tersenyum, dan mengeluarkan hp nya, untuk memfoto Cecil yang sedang memeluk boneka panda dengan senyum manjannya. Foto tersebut langsung dijadikan wallpaper di hp Yudi.


Dan makanan yang mereka pesan pun datang. Mereka makan dengan dihiasi canda tawa... perasaan Cecil saat bersama Yudi saat itu bahagia, yang tadi nya dia ragu, karena sebenarnya dia ingin menjauhi Yudi pun hilang.


" Sayang... Mas mau minta sesuatu sama kamu, mau kan ? " ucap Yudi, saat menyeka sisa makanan di pinggir bibir Cecil dengan tisu.


" Tergantung,... emang Mas Yudi mau minta apa dari aku ? " jawab Cecil dan bertanya kembali.


" Sayang.... Jangan pernah tinggalin Mas ya...! Mas mohon,... kamu sabar menunggu Mas ! Mas janji ga akan kecewakan kamu ! Jangan pernah berubah, dan percaya sama Mas... ! Mas sangat mencintai kamu ! " Ucap Yudi tulus sambil menggenggam kedua tangan Cecil.


Cecil terdiam dengan kata - kata Yudi... apa yang harus dia jawab... hati nya menginginkan Yudi... melihat Yudi mengatakannya dengan tulus, akhirnya dia pun tidak bisa menolaknya. " Baiklah " jawab Cecil pelan, dan kemudian Yudi pun mencium kedua tangan Cecil.


" Nanti malam Mas jemput ke kampus apa di rumah aja ? " tanya Yudi, sambil merapikan rambut Cecil.


" Di rumah aja ya Mas, aku kan pulang dulu terus mandi. " jawab Cecil, " aku masuk dulu ya, Mas hati - hati di jalan. Bye... " lanjut Cecil.


" Cie... Cie... romantis banget... Cowo lo ya... kenalin donk... ada lagi ga, yang ganteng kayak dia ?" ucap Ana teman kampus Cecil, yang memperhatikan saat Cecil dan Yudi di depan tadi.


" Boleh... kapan - kapan gw kenalin... tapi yang ganteng cuma cowo gw.... ha...ha... " jawab Cecil sambil tertawa, tiba - tiba di belakangnya ada yang melihatnya tidak suka.


" Tampang aja polos kayak bocah... tapi ternyata berpengalaman... Cowo nya banyak. " sindir Ira teman kampus yang tidak suka dengan Cecil.


Mendengar itu, Cecil pun pindah ke kantin bersama Ana meninggalkan Ira. Di kantin, Cecil yang tadi nya sangat senang hati nya, tiba - tiba menjadi sedih, kenapa sampai ada lagi kata - kata yang menyebutkan diri nya seperti itu.


" Cecil... lo ga apa - apa, jangan dipikirin omongan Ira... dia emang iri sama lo... karena dia di tolak sama Indra. " ucap Ana, dan membuat Cecil bingung.


" Maksudnya apa,... apa hubungannya sama Indra ? ". tanya Cecil pada Ana, tapi bersamaan Indra datang menghampiri. " Say... lo udah sampe, bawa apa tuh ? "


sapa Indra dan langsung duduk di samping Cecil.


" Baru sampai " jawab Cecil, " Indra... tolong beliin minum buat gw donk, dan sekalian bawain ke sini, oke. " pinta Cecil sambil mendorong Indra, karena Cecil masih ingin bertanya pada Ana.


" Terusin cepet cerita lo . " ucap Cecil memaksa Ana bercerita.


" Jadi gini, si Ira tuh suka sama Indra, tapi di tolak sama Indra, dengan alasan Indra udah punya cewe katanya." jelas Ana. " Si Ira suka memperhatikan lo sama Indra deket, suka bareng, dan juga tau kalau selama ini, Indra manggil lo dengan kata say.... " lanjut Ana.


" Jadi, dia anggap yang dimaksudkan Indra sudah punya cewe, itu adalah lo. Dan karena tadi dia liat lo sama cowo lo di depan, dan bukan Indra, jadi dia nyindir lo kayak gitu. " lanjut Ana kembali.


" Jadi salah paham gini ya... gw sama Indra cuma sahabat kok, makanya dia manggil gw gitu..." jawab Cecil.


Indra pun datang membawakan minuman buat Cecil dan Ana. Setelah meminumnya, Cecil mencoba berbicara pada Indra. Dia meminta Indra, supaya tidak memanggilnya dengan sebutan " Say " dia tidak ingin ada salah paham.


" Tapi kenapa... salah, gw panggil lo begitu, gw sahabat lo kan ? " jawab Indra tidak terima.


" Bukan begitu... gw ga enak sama teman - teman kampus, di sangka cowo gw banyak. Karena kan cowo gw juga suka nganter gw ke kampus." ucap Cecil menenangkan Indra. " Lo percaya sama gw kan... gw tetap sahabat lo, kalau lo ga mau nurut kata gw, mending lo jangan deket sama gw lagi." lanjut Cecil, dan Indra pun memang selalu menurut dengan apa yang di minta Cecil.


Saat di kelas, sebelum mata kuliahnya selesai, Cecil mengambil hp nya di tas dan mengirimkan pesan pada Yudi. " Mas... maaf, nanti jemput aku di kampus ya jam 7 malam. " pesan yang dikirim Cecil.


" Oke, Sayangku... 😘 " jawab pesan Yudi.


** *To Be Continue *


Mohon dukungannya untuk cerita ini supaya bisa terus dilanjutkan. jangan lupa, like, vote n comment nya. Terima kasih . 👍😘❤**