Don'T Call Me Little Girl

Don'T Call Me Little Girl
Merindukanmu



Di Rumah Sakit tempat Papa Yudi dirawat. Yudi merasa gelisah, entah apa yang hatinya rasakan dan yang ditakutkan selalu saja terbayang. Dia takut little girl yang sangat dicintai pergi meninggalkannya. Papa Yudi masih terbaring di ranjang ruang VVIP Rumah Sakit, itu membuat Yudi harus tetap tinggal dan tidak bisa kembali ke Jakarta dengan cepat.


Yudi menemui Mama, "Ma... ada yang aku bicarakan," ucap Yudi kepada Mama.


"Bicaralah nak, ada masalah apa ?" ucap Mama sambil menggeser duduknya agar Yudi juga duduk di sampingnya. Mama tahu bahwa Yudi sedang ada masalah, karena tingkahnya sangat gelisah.


"Sebenarnya pernikahan aku dan Intan hanya sebatas kesepakatan Ma. Intan sudah mempunyai seseorang yang Dia cintai sebelum kita menikah. Dan aku pun demikian," Ucap Yudi.


"Lalu, apa yang kamu inginkan nak ?" Tanya Mama lembut dengan memegang tangan putranya.


"Aku ingin bercerai dengan Intan. Bulan depan kekasih intan juga akan datang, kami sepakat akan bercerai dan Intan akan ikut kekasihnya nanti ke luar negeri," jelas Yudi. Mendengar itu Mama hanya tersenyum. Yudi pun sangat senang karena Mama mengerti dengan penjelasannya.


"Lalu sekarang, apa yang membuatmu sangat gelisah nak ?" Tanya Mama.


"Aku takut Ma, Dia akan meninggalkanku. Aku sangat mencintainya. Aku ingin menikahinya agar Dia tidak akan pergi. Aku takut... takut Ma," ucap Yudi lirih.


"Kamu harus yakin nak, jika memang dia jodohmu pasti akan ada jalannya, jika memang bukan jodohmu maka kamu harus rela melepaskannya," jawab Mama lembut.


"Tidak Ma.... aku hanya ingin Dia, hanya mencintai Dia, aku tidak ingin siapapun, bantu aku Ma untuk sampaikan ke Papa nanti," pinta Yudi kepada Mama.


"Baiklah, nanti setelah Papa pulih Mama akan bantu sampaikan. Siapa nama gadis itu, yang sudah mencuri hati anak Mama ini ?" Tanya Mama.


"Gadis itu Cecilia. My little girl."


Lalu Yudi mengeluarkan hp nya dan memperlihatkan foto Cecil kepada Mama. Mama tersenyum melihatnya, bagaimana tidak putranya menyukai gadis dalam foto itu. Gadis itu cantik dan imut, melihat senyumannya saja Dia terlihat manis.


-------


Pagi ini Cecil berangkat bekerja bersama dengan Surya. Dia menjemput Cecil lebih pagi karena ingin sarapan bersama di luar sebelum bekerja. Tante Mery membuka pintu saat mendengar ada suara mobil parkir di halaman rumahnya. Tapi saat di lihat mobilnya tidak sama dengan milik Yudi. Lalu tante Mery memanggil Cecil dan bertanya siapa laki-laki yang menjemputnya.


"Cecil, siapa yang menjemputmu ?" Tanya tante Mery. "Sepertinya Dia bukan Yudi ?" lanjutnya.


"Dia Mas Surya, temanku. Mas Yudi sedang di luar kota karena Papa nya sedang sakit," jawab Cecil.


"Selamat pagi Tante," sapa Surya dangan mencium tangan tante Mery.


"Pagi," jawab tante Mery dengan senyum.


Tak lama Cecil keluar dan siap untuk berangkat. Cecil dan Surya pamit untuk sarapan di luar. Tante Mery mengizinkannya, karena Surya dan Yudi sepertinya laki-laki yang sama-sama menyukai Cecil. Mereka berdua pun sama tampannya dan juga sopan.


Di restoran saat menunggu pesanan makanannya, tiba-tiba hp Cecil berbunyi. Cecil membuka tasnya dan melihat ada panggilan dari Yudi. Dia tidak mengangkatnya, tapi Surya menyuruh Cecil untuk menjawab panggilan tersebut sambil menunggu makanan mereka datang. Akhirnya panggilan Yudi pun diangkatnya.


"Hallo."


"Pagi My little girl. Kamu sudah sarapan ?" Tanya Yudi.


"Iya, ini mau sarapan. Nanti aku akan telpon lagi ya," jawab Cecil dan belum terputus panggilannya, seorang pelayan datang menyapa dan menata makanan di meja. Yudi mendengar suara pelayan itu, akan tetapi saat Dia ingin bertanya, Cecil langsung mematikan hp dan memasukkan ke dalam tasnya.


"Terima kasih."


"Sama-sama Cimut, sampai jumpa nanti sore," ucap Surya sebelum Dia pamit pergi.


Disaat yang sama Yudi terus menghubungi dan mengirim pesan kepada Cecil, tapi hp Cecil tidak aktif. Cecil sengaja menonaktifkan hp nya tadi agar Yudi tidak menghubunginya lagi saat bersama Surya tadi. Dan Cecil pun lupa untuk mengaktifkan kembali. Yudi kembali gelisah lagi dengan apa yang dilakukan Cecil. Yudi mendengar tadi bahwa ada suara seorang pelayan menyajikan makanan, dan sampai sekarang hp Cecil tiba-tiba tidak bisa dihubungi.


Saat sore sebelum pulang, Cecil merapikan tasnya dan baru menyadari bahwa hp nya lupa diaktifkan. Lalu ketika mengaktifkan hp nya, puluhan panggilan dan chat masuk dari Yudi.


Yudi yang selalu memegang hp dan memperhatikan status hp Cecil aktif atau tidak kemudian melihat Cecil sedang aktif. Tidak menunggu Yudi pun langsung menelpon kembali.


"Sayang, ada apa denganmu, mengapa hp dinonaktifkan ?" Tanya Yudi cemas.


"Maaf Mas, aku lupa tadi baterai hp habis dan saat di charger lupa diaktifkan," jawab Cecil merasa bersalah, padahal itu bohong.


"Sayang, tadi pagi apakah kamh sarapan di luar, dengan siapa ?" Tanya Yudi.


"Iya, aku sarapan di luar tadi dekat kantor dengan teman." jawab Cecil. Yudi memang sangat peka jika tidak bersamanya.


"Mas sudah dulu ya, aku harus ke kampus sekarang," ucap Cecil untuk mengakhiri pembicaraannya karena sebentar lagi Surya datang menjemputnya.


"Sayang, Mas sangat merindukanmu. Mas sudah tidak tahan jauh dari kamu," ucap Yudi lirih.


Mendengar ucapan itu membuat Cecil pun ikut sedih, karena begitu juga dirinya merindukan Yudi. "Mas, aku juga rindu. Nanti malam aku akan menghubungi Mas ya. Sekarang aku harus ke kampus, I Miss U... Sayangku, " jawab Cecil.


Mendengar jawaban Cecil membuat Yudi sangat senang dan tidak gelisah lagi. "Baiklah Sayang, kamu hati-hati di jalan. Mas tunggu telponnya nanti. I Miss U too My little girl. Muuuach," ucap Yudi mengakhiri telponnya.


Setelah itu Cecil pun langsung keluar dari kantornya dan melihat mobil Surya sudah ada di depan kantor. Cecil langsung pergi ke kampus karena ada kelas lebih cepat masuknya. Surya pun mengantarnya dan akan menjemputnya nanti.


Saat selesai kuliah Cecil langsung pamit dengan Ana dan Indra karena Surya sudah sampai di depan kampusnya. Melihat Cecil yang terburu-buru membuat Ana dan Indra bingung dan mengikuti Cecil dan melihat dari jauh siapa yang menjemput Cecil.


"Cecil, ada yang cari tuh cowo tampan, keren lagi tapi bukan yang biasa," ucap seorang teman kampusnya dan Cecil menjawabnya dengan menggangukan kepalanya pelan dan langsung keluar menghampiri Surya yang sudah menunggu disamping mobilnya.


Ana dan Indra melihat dari kejauhan. Dan alangkah kagetnya mereka melihat Cecil dijemput seoarang cowo selain Yudi. "Ya ampun, tuh cowo tampan banget dan keren, tidak kalah dari Yudi. Kenapa Cecil beruntung banget dapat dua cowo tampan sekaligus," ucap Ana yang terpesona melihat Surya.


"Kata siapa dua cowo, yang bener tuh tiga cowo tampan yang suka sama Cecil," jawab Indra tidak mau kalah.


"Ha... tapi kan kamu sudah di tolak kawan, tapi siapa ya cowo tadi, apa kita beri tahu Yudi saja," ucap Ana.


"Jangan, nanti saja kita cari tahu sebenarnya cowo itu dulu. Kamu tahu Yudi seperti apa kalau ada sesuatu yang tidak beres dengan Cecil," ucap Indra dan Ana pun setuju. Mereka akan mencari tahu tentang cowo yang sekarang dekat dengan Cecil.


*** *To Be Continue **


Terima Kasih para pembacaku semua yang masih setia menunggu kelanjutan ceritaku. Mohon maaf jika ada typo dalam penulisan dan juga maaf jika up agak lama. Sekali lagi mohon dukungannya untuk like 👍, komen 😃 dan vote ❤ nya, serta berikan peringkat 5 ⭐**.